14/04/2021
Rabu, 2 Romadhon 1442 H
Kitab Washiyyatul Mustofa
Penyaji, Ust.Muhamad Basyir
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam semesta, shalawat dan salam semoga terlimpahkan atas penghulu kita yakni Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabatnya.
وَبَعْدُ، فَهَذِهِ وَصِيَّةُ الْمُصْطَفَى عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لِعَلِيِّ ابْنِ أَبِيْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ
Dan setelah (penulis kitab membaca basmalah, hamdalah, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW), maka ini adalah wasiat al-Mushtafa (Nabi Muhammad) SAW untuk sayyidina 'Ali bin Abi Thalib semoga Allah memuliakan drinya.
قَالَ دَعَانِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَلَوْتُ مَعَهُ فِيْ مَنْزِلِهِ فَقَالَ لِيْ :
Sayyidina 'Ali telah berkata, Rasulullah SAW memanggilku, maka aku mengasingkan diri bersama beliau di dalam rumahnya, lalu beliau bersabda kepadaku :
يَا عَلِيُّ، أَنْتَ مِنِّيْ بِمَنْزِلَةِ هَارُوْنَ مِنْ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ غَيْرَ أَنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِيْ . إِنِّيْ أُوْصِيْكَ الْيَوْمَ بِوَصِيَّةٍ إِنْ أَنْتَ حَفِظْتَهَا عِشْتَ حَمِيْدًا وَمُتَّ شَهِيْدًا وَبَعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقِيْهًا عَالِمًا
Wahai 'Ali, kamu adalah umatku dengan sebuah kedudukan (seperti) Nabi Harun dari Nabi Musa, hanya saja sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku. Sesungguhnya aku berwasiat kepadamu pada hari ini apabila kamu bisa menjaga wasiat ini, maka kamu hidup (dalam keadaan) terpuji dan kamu mati (dalam keadaan) syahid dan Allah SWT akan membangkitkanmu pada hari kiamat sebagai seorang ahli fiqih yang 'alim.
Wasiat Ke 1
يَا عَلِيُّ ، مَنْ أَكَلَ الْحَلَالَ صَفَا دِيْنُهُ وَرَقَّ قَلْبُهُ وَلَمْ يَكُنْ لِدَعْوَتِهِ حِجَابٌ
Wahai 'Ali, barang siapa yang memakan makanan yang halal, maka agama orang tersebut menjadi bersih dan hatinya menjadi lembut, dan tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi doa orang tersebut.
Wasiat Ke 2
يَا عَلِيُّ ، مَنْ أَكَلَ الشُّبُهَاتِ اِشْتَبَهَ عَلَيْهِ دِيْنُهُ وَأَظْلَمَ قَلْبُهُ وَمَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ مَاتَ قَلْبُهُ وَخَفَّ دِيْنُهُ وَضَعُفَ يَقِيْنُهُ وَحَجَبَ اللهُ دَعْوَتَهُ وَقَلَّتْ عِبَادَتُهُ
Wahai 'Ali, barang siapa yang memakan makanan yang syubhat, maka agama orang tersebut menjadi tidak jelas dan hati orang tersebut menjadi gelap, dan barang siapa yg memakan makanan yang haram, maka hati orang tersebut menjadi mati, dan agama orang tersebut menjadi ringan, dan keyakinan orang tersebut menjadi lemah, dan Allah menghalangi doa orang tersebut, dan ibadah orang tersebut menjadi sedikit.