26/05/2021
“Ngapain bantu Palestina?” Banyak sekali sindiran kayak gini dilayangkan pada tokoh dan organisasi yang membela Palestina.
Misalnya ketika Muhammadiyah menggalang dana miliaran rupiah, ada yang nyinyir, “Ngapain nyumbang jauh-jauh, wong di negeri sendiri banyak yang susah.” Padahal, negeri sendiri dibantu, negeri lain juga dibantu. Pakai ‘dan’. Bukan ‘atau’.
Btw saya juga ikut donasi lewat Muhammadiyah, selain lewat Dompet Dhuafa. Sekaligus ini menjawab pertanyaan, “Apa iya donasinya sampai ke Palestina?” Yah simple aja, donasilah lewat lembaga yang terpercaya. Jangan lewat kelompok yang nggak jelas.
Gini ya. Dana bansos itu dikorup triliunan rupiah. Tapi BUKAN berarti kita berhenti nyalurin bansos kan? Saran, ketimbang nyinyirin donasi untuk Palestina, mbok ya nyinyirin dulu mega-korupsi Asabri Rp 23 T dan Jiwasraya Rp 13 T, yang angkanya jelas-jelas melampaui total korupsi Century, BLBI, dan e-KTP.
Alhamdulillah, di internal BP dalam hitungan jam terkumpul donasi untuk pembelian satu ambulance untuk Palestina. Dan masih berlanjut donasi-donasi lainnya, dari kami untuk Palestina. Teman-teman, karena sangat penting, bantu share tulisan ini ya.
Kenapa kita harus peduli? Hei, Palestina itu dijajah. Lihatlah luas tanahnya yang menyusut dari waktu ke waktu. Inilah yang mengusik rasa kemanusiaan kita. Dan tokoh-tokoh dengan berbagai latar belakang pun ikut merasakan itu.
Di antaranya, pendiri NU yaitu KH Hasyim Asy’ari yang menjadikan tanggal 27 Rajab sebagai Hari Palestina. Pada tahun 80-an Gus Dur pun sudah menggalang dana untuk Palestina bersama Sutardji Calzoum Bachri dkk.
Dan jarang orang tahu, seorang Yahudi pemenang Nobel Albert Einstein, melalui suratnya mengecam orang-orang yang saat itu berencana menjajah Palestina. Bahkan Irlandia adalah negara Eropa paling terdepan membela Palestina, karena mereka paham betul betapa perihnya penjajahan.
“Tapi Mas Ippho, si agresor merasa itu tanah miliknya, karena sudah dijanjikan oleh agamanya.”
Hei, bolehkah saya merampas tanah dan rumahmu, hanya dengan alasan tanah dan rumahmu sudah dijanjikan Tuhan untuk saya?
Jelas, ini alasan yang ngawur! 😤
Dulu, Kerajaan Sriwijaya mencakup wilayah Singapura. Apa bisa sekarang Indonesia mencaplok Singapura atas dasar 'ini dulu tanah kami'?
Dulu, Kerajaan Melayu Melaka mencakup wilayah Riau. Apa bisa sekarang Malaysia mencaplok Riau atas dasar 'ini dulu tanah kami'?
Jelas, nggak bisa! Kalau nekad juga dilakukan, itulah namanya penjajah!
Pada akhirnya, kalau masih ada yang nanya, “Ngapain harus bantu Palestina?” mungkin maksudnya, “Ngapain punya rasa kemanusiaan?”
Teman-teman, bantu share tulisan ini ya. 🙂