30/09/2020
TRIBUNNEWS.COM - Faqih Khalifaturrahman (18), seorang peserta aksi demonstrasi Hari Tani di Solo, Jawa Tengah ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan tersangka dilakukan setelah aparat Polresta Solo membubarkan paksa demonstrasi memperingati Hari Tani yang digelar pada Kamis (24/9/2020) lalu.
Faqih ditetapkan sebagai tersangka karena membawa sebuah martil.
"Statusnya sudah tersangka, surat penangkapannya sudah terbit," kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya, Made Ridha kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2020).
Dalam kasus ini, LBH Soloraya melakukan pendampingan terhadap Faqih.
"Ibunya sudah menyerahkan kuasa pada LBH," lanjut dia.
Menurut Made, penetapan tersangka terhadap Faqih ditetapkan dengan surat perintah penangkapan Nomor SP.Kap/96/IX/2020/Reskrim pada Jumat (25/9/2020).
Dari sejumlah peserta demonstrasi yang diamankan pada Kamis lalu, lanjut Made, hingga saat ini hanya Faqih yang masih ditahan di Polresta Solo.
Faqih dianggap melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Ia dianggap mempunyai niat untuk membawa senjata berupa martil dalam aksi demonstrasi tersebut.
Bantahan Korlap Aksi
Korlap Aksi Solo Raya Bergerak, Edho Johan Pratama mengatakan, aksi aparat saat melakukan pembubaran dianggap represif.
Akibatnya, sejumlah peserta aksi diketahui mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
"Kita baru berkumpul untuk menunggu peserta lain dan mobil komando, tapi sudah dibubarkan dan sebagian ditangkap, " ujarnya, Jumat (25/9/2020), dikutip dari TribunSolo.com.
Edho mengklaim, aksi tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ia memastikan dalam unjuk rasa yang dilakukan tidak ada rencana membuat kerusuhan.
Sebab, titik tekannya adalah menyampaikan pendapat.
Terkait dengan temuan senjata tajam seperti palu dan cuter dari peserta aksi, hal itu di luar rencana aksi.
"Kita tidak paham kenapa barang itu ada. Karena sejak awal, rencana aksi yang kita lakukan hanya melakukan long march dan mimbar bebas di depan kantor DPRD Surakarta."
"Dan sebenarnya cutter itu juga ditemukan di jok motor milik salah satu peserta yang sedang diparkir," jelasnya.