Asataharani

Asataharani Asosiasi Usaha Tani Hutan Rakyat Dan Nelayan Indonesia

ASATAHARANI berazaskan PANCASILA

ASATAHARANI adalah Perhimpunan dari segenap kelompok tani (POKTAN),kelompok nelayan (POKYAN), dan KOPERASI yang memiliki kaitan langsung dan atau tidak langsung dengan kegiatan usaha tani dan nelayan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

06/11/2015

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar meminta kepala daerah kabupaten dan kota, untuk segera menerima dan membagikan dana desa.

Pada malam hari, kapal-kapal pencuri ikan ini beraksi memasuki wilayah perairan Indonesia
21/10/2015

Pada malam hari, kapal-kapal pencuri ikan ini beraksi memasuki wilayah perairan Indonesia

Ketatnya pengawasan di perairan barat Indonesia dan aksi penenggelaman yang gencar dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti nampaknya membuat kapal-kapal pencuri ikan mulai gentar.

Stok cadangan beras yang dimiliki Perum Bulog saat ini sebesar 1,2 juta ton atau cukup hingga 5,8 bulan ke depan.
01/06/2015

Stok cadangan beras yang dimiliki Perum Bulog saat ini sebesar 1,2 juta ton atau cukup hingga 5,8 bulan ke depan.

Stok cadangan beras yang dimiliki Perum Bulog saat ini sebesar 1,2 juta ton atau cukup hingga 5,8 bulan ke depan dianggap belum aman dan harga beras rawan

20/11/2014

Harga BBM naik pasti berdampak pada kenaikan berbagai kebtuhan termasuk terutama kebutuhan 9 bahan pokok yang merupakan kebutuhan rutine tiap orang.

Persoalannya, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, ikan, ayam, telor, daging, cabe, bawang, kelapa, gula dan sebagainya itu tidak serta merta ikut menaikkan harga di tingkat petani, nelayan,atau peternak.

Tani dan nelayan kerapkali justru yang paling menanggung beban atas kenaikan harga. Tani dan nelayan justru kerap menelan kerugian pada saat harga hasil tani dan nelayan melambung naik di pasar konsumen.

Kenaikan harga barang di pasar dikarenakan oleh naiknya biaya angkut.

Selama ini menyatakan bahwa jika harga BBM naik 10 persen maka harga barang di pasar konsumen naik 20 persen atau lebih; maka jika harga BBM naik 30 persen maka hampir bisa dipastikan harga barang di pasar konsumen mengalami kenaikan 60 persen atau lebih.

Pemerintah,sejak dulu selalu menyatakan bahwa mereka akan melakukan pengawasan dan pengendalian kenaikan barang,akan tetapi kenyataannya nggak pernah bisa mengendalikan kenaikan harga barang.

Mengapa tani dan nelayan justru menanggung beban kerugian? para pedagang atau lebih tepatnya para tengkulak yang biasa membeli hasil tani dan nelayan untuk kemudian menjualnya ke pasar konsumen,pada saat harga BBM naik,mereka justru membeli dari tani dan nelayan pada harga yang lebih rendah dari sebelumnya, alasannya "karena biaya angkut naik, kalau membeli pada harga yang normal para tengkulak akan merugi"

Alasan yang seperti itu sebenarnya tidak masuk akal karena beban kenaikan biaya angkut nyatanya dibebankan kepada pembeli berikutnya yaitu pasar konsumen atau para bakul/pedagang di pasar konsumen, dan meski alasan itu tidak masuk akal akan tetapi itulah fakta yang mau tidak mau "diamini" oleh tani dan nelayan.

Dengan begitu, pada saat harga di pasar konsumen naik oleh sebab kenaikan harga BBM justru akan merugikan tani dan nelayan.

Kerugian tani dan nelayan akan berlipat ganda ketika tani dan nelayan melakukan proses produksi pasca kenaikan harga BBM.

Untuk petani: harga bibit, pupuk, obat2an, pakan ternak dan lain-lain pasti mengalami kenaikan harga; bagi nelayan: harga solar naik, belum lagi ongkos untuk memperoleh solar yang juga pasti naik (nelayan dalam memperoleh solar membayar lebih mahal dibanding harga solar karena lokasi SPBU yang jauh dari sentra nelayan dan untuk itu memerlukan ongkos angkut)

Asumsi pemerintah menaikkan harga BBM adalah sebagai upaya mengalihkan subsidi dari hal yang bersifat konsumtif kepada hal-hal yang produktif rasanya tidak tepat.

Apakah rakyat ketika membeli BBM itu bersifat konsumtif? siapa yang berani mengatakan bahwa puluhan juta motor di indonesia meramaikan jalan-jalan itu hanya sekedar foya-foya? bukankah mereka menggunakan motornya untuk keperluan bekerja mencari uang? Apakah orang yang bekerja untuk mendapatkan uang adalah konsumtif? Puluhan juta orang yang tiap hari mengendarai motornya dalah orang-orang yang produktif, adalah orang-orang yang tidak pernah putus asa...!

Begitu juga halnya dengan jutaan angkutan umum seperti bus kota, angkutan perkotaan, angkutan perdesaan dan lain-lain, apakah mereka hilir mudik mengangkut orang-orang yang plesiran? Mereka mondar-mandir bersama para penumpang yang sehari-harinya melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang...!apakah itu disebut konsumtif?

Begitu p**a mobil-mobil pribadi yang memadati jalan-jalan, di dalam mobil-mobil pribadi itu adalah orang-orang yang kebanyakan bekerja untuk mendapatkan uang. Apakah yang mereka lakukan itu konsumtif?

Ada p**a pejabat negara yang mengatakan bahwa tidak ada gunanya ada subsidi solar buat nelayan karena nyatanya yang menikmati bukan nelayan tetapi pengusaha nakal yang menjual solar bersubsidi ke industri-industri sehingga pengusaha itulah yang mengeruk keuntungan besar. Koq jadi aneh pernyataan itu,ya?

Kalau memang nelayan tidak menikmati solar bersubsidi karena ulah pengusaha nakal, mengapa bukan tangkap dan penjarakan pengusaha nakal itu dan bukan meniadakan solar bersubsidi bagi nelayan? Aneh,memang,negri ini..!

Pemerintah kalau serius ingin membangun ruang produktif dan mengurangi ruang konsumtif sebenarnya tidak terlalu sulit:

Berikan kredit lunak kepada tani, nelayan dan rakyat miskin tanpa membebani persyaratan yang sulit dipenuhi oleh mereka baik perorangan, kelompok, dan atau terutama koperasi. Jangan ada syarat harus menyerahkan agunan,dan atau harus sudah ada usaha, dan atau harus punya rekening bank, dan atau harus punya rumah sendiri,dan atau lain2 yang sulit dipenuhi.

Paralel dengan pemberian kredit itu, pemerintah harus mau sedikit "ribet" dengan urusan membina, membimbing, mengawasi,dan mengembangkan sektor-sektor produktif yang dibiayai oleh kredit tersebut.

Jika jumlah orang miskin di Indonesia, termasuk di dalamnya para tani dan nelayan, sebanyak katakanlah 50 juta KK, maka jika per KK memperoleh kredit rp.5.000.000,- ,maka total anggaran untuk itu hanya 250.000.000.000.000,-

Guna mendukung pelaksanaan pemberian kredit lunak, pemerintah dapat mengeluarkan peraturan agar perbankan terutama bank-bank milik negara mengurangi alokasi kredit konsumtif untuk dialihkan kepada kredit lunak bagi rakyat miskin untuk tujuan2 produktif,misal ernak, tanam, kerajinan, budidaya, olahan, warung, usaha rumahan dan sebagainya.

Untuk membangun infrastruktur perdesaan guna mendukung sektor produksi, pemerintah sudah saatnya mengurangi alokasi anggaran pembangunan perkotaan untuk dialihkan ke perdesaan. Pemerintah pusat juga bsa "memaksa" propinsi "kaya" untuk mengalokasikan sebagian APBDnya guna membantu perdesaan melalui pemerintah pusat.

Rasanya tidak berlebihan jika masyarakat perkotaan mengikhlaskan sebagian haknya menikmati hasil-hasil pembangunan untuk dialihkan kepada masyarakat perdesaan karena masyarakat perkotaan sebagian kebutuhannya dipenuhi oleh kegiatan masyarakat perdesaan, beras misalnya..

Demikian halnya propinsi kaya, harusnya tidak perlu dipaksa untuk menyumbangkan sebagian APBDnya kepada pemerintah pusat untuk keperluan membangun perdesaan.

mudah2an kenaikan harga bbm kali ini tidak menginspirasi munculnya lagu plesetan berikut ini:

"naik..naik..,bbm naik..,tinggi..tinggi sekali.... kiri..kanan..lihatlah saja,banyak orang yang bingung..(pa-nik).. kiri..kanan..lihatlah saja,banyak orang yang "bengong"...!

Mari berjuang bersama-sama untuk merebut kembali kedaulatan rakyat melalui kedaulatan pangan karena kedaulatan pangan merupakan pilar utama bagi kedaulatan berbangsa dan bernegara.

semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmatNya kepada kita semua.

Salam Pergerakan!
Terima kasih,
ASATAHARANI

Soelistyono Raden / Ketua Umum

"Anda ingin kan berdiri di atas laut sendiri, kenapa harus orang lain yang memanfaatkan laut kita,"
30/10/2014

"Anda ingin kan berdiri di atas laut sendiri, kenapa harus orang lain yang memanfaatkan laut kita,"

Lama berkecimpung di dunia kelautan dan perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram. Karena hasil laut dan ikan di Indonesia justru dinikmati oleh pihak asing.

Bagaimana kabar kawan-kawan nelayan Indonesia?
30/10/2014

Bagaimana kabar kawan-kawan nelayan Indonesia?

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sepakat dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, saat ini nelayan saja sudah tidak menikmati subsidi karena harus membeli BBM dengan harga lebih mahal.

28/10/2014

Let's be smart. Jokowi memuji Amran sebagai petani muda yang sukses.

28/10/2014

Bos Susi Air itu ramai dibicarakan karena hobi merokok dan memiliki tato di kaki.

28/10/2014

1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said

8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi

15. Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
16. Menteri Keuangan : Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan

26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saefuddin
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far

"Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jaka...
27/10/2014

"Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkump**an kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkump**an-perkump**an".

08/07/2014



Bahwa sesungguhnya Indonesia yang dicita-citakan adalah Indonesia yang merdeka, berdaulat, cerdas, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan agar diselenggarakan usaha-usaha untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa untuk tercapainya suatu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Address

Sukabumi

Telephone

085759132407

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Asataharani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share