PMR SMKN 1 GONDANG (C'KAGO)

PMR SMKN 1 GONDANG (C'KAGO) INTER ARMA CARITAS

https://youtu.be/k_LRE8ga1uU
24/02/2021

https://youtu.be/k_LRE8ga1uU

Hayo siapa disini yang mengira kalo PMI cuman donor darah aja ?kamu perlu nonton video ini deh, biar kenal PMI lebih banyak, terus jatuh hati dan memutuskan ...

yuk buruan daftar
03/05/2016

yuk buruan daftar

Diklat DKS angktan th.2015... 16-17 juni 2015
18/04/2016

Diklat DKS angktan th.2015...
16-17 juni 2015

18/04/2016
18/04/2016
23/12/2013
23/12/2013
23/12/2013

PMI - ICRC Bantu Korban Topan Haiyan di Filipina




SYDNEY, suaramerdeka.com - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) telah berkomitmen untuk bekerjasama dalam membantu korban bencana topan Haiyan yang menerjan Filipina akhir pekan lalu. Bentuk kerjasama yang akan dilakukan adalah PMI menyiapkan relawan dan logistik yang akan dikirim ke lokasi bencana, sementara ICRC akan menyiapkan pendanaan dan supervise kegiatan di lapangan.

Selain dengan ICRC, PMI Pusat juga akan mengajak Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional untuk bersama-sama bekerja membantu korban badai topan Haiyan tersebut. Kesepakatan antara PMI dan ICRC ini dicapai setelah Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla melakukan pembicaraan bilateral disela-sela Sidang Umum Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yang dilaksanakan di Sydney Convention Center, Sydney Australia, Senin, (12/11).

Menurut Jusuf Kalla, ada beberapa hal yang telah disepakati yaitu PMI dan ICRC melakukan operasi bersama dalam fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan pengalaman menangani bencana alam di Indonesia, Jusuf Kalla menambahkan bahwa fase tanggap darurat biasanya memakan waktu 3 minggu hingga 1 bulan, lalu dilakukan rehabilitasi bangunan dan sarana umum atau sosial yang mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan rekonstruksi kembali sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan parah.

Bencana Topan Haiyan yang terjadi tanggal 8 november 2013 lalu, menurut Jusuf Kalla, sama tingkat kerusakannya dengan Tsunami yang terjadi di Aceh akhir Desember 2004 silam. Banyak bangunan yang rusak parah dan rata dengan tanah akibat hantaman badai dan air yang menerjang pemukiman warga yang berada di pesisir pantai. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk merehabilitasi dan merekonstruksi kembali bangunan dan sarana umum atau sosial yang rusak akibat badai topan Haiyan tersebut.

Oleh karena itu, PMI Pusat telah membuat perencanaan dan peta operasi tanggap darurat yang akan segera dilakukan, diantaranya mengirimkan tim pendahulu atau tim aju ke lokasi bencana untuk melakukan assessment akan kebutuhan mendesak bagi korban, penyiapan lokasi rumah sakit lapangan yang akan dibangun oleh PMI dan ICRC, lokasi pembuatan sarana air bersih (Water and sanitation).

Selain itu Jusuf Kalla yang didampingi Sekjen PMI Pusat, Budi Atmadi Adiputro dan Ketua Bidang Penganggulangan Bencana PMI Pusat Letjen TNI (Purn) Soemarsono, menambahkan bahwa PMI akan menyiapkan 500 hingga 1.000 ton beras, 1.000 karton Mie Instan, 2 set Rumah sakit Lapangan, 2 mobil Haglun (amfibi), 2 helikopter bolcow-105, 5 set peralatan Water and sanitation (Watsan) yang didatangkan dari Bandung, Ribuan Paket Family Kit, Higiene Kit serta Baby Kit.

PMI Pusat juga akan memberangkatkan relawan yang terdiri dari Dokter Lapangan yang direkrut dari Manado, Makassar dan RS. PMI Bogor, ahli Watsan dari bandung dan Jogyakarta yang telah berpengalaman bekerja di Haiti, Myanmar, Thailand, Kamboja, serta Aceh, Jogya, Kep**auan Mentawai dan Nias. Mereka akan diberangkatkan bersama-sama barang bantuan yang diangkut menggunakan kapal roro milik Kalla Lines.

Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Peter Maurer yang didampingi Head of Delegation ICRC Asia Pasifik Alain Aeschliman, mengatakan keterlibatan pihaknya membantu korban badai topan Haiyan di Filipina, karena sebagian lokasi bencana tersebut merupakan wilayah konflik antara Pemerintah Filipina dengan Pemberontak. Oleh sebab itu, melihat pengalaman Jusuf Kalla menyelesaikan bencana Tsunami di Aceh secara bersama menyelesaikan konflik antara Pemerintah RI dan GAM saat itu, menjadi salah satu penilaian sehingga ICRC mengajak PMI bekerjasama di Filipina.

ICRC juga telah menyiapkan dana sekitar 15 juta dollar amerika untuk digunakan dalam operasi bantuan kemanusiaan bagi korban badai topan Haiyan yang menerjang Filipina. ICRC mengharapkan PMI bisa segera memberangkatkan relawan dan logistik ke lokasi bencana, sehingga para korban yang selamat bisa mendapatkan bantuan.

23/12/2013

Tingkatkan Pelayanan, Pembina PMR Dibekali TOT
0

0

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembinaan relawan dan PMR (Palang Merah Remaja) menjadi salah satu prioritas PMI dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, melalui berbagai kegiatan salah satunya dengan Pelatihan Pelatih (Training of Trainer-TOT) bagi para pelatih dan pembina.

PMI Kota Semarang menyelenggarakan TOT pada 15-17 November lalu di Aula UDD PMI Kota Semarang, yang diikuti oleh 61 orang peserta dari unsur anggota KSR dan pembina unit-unit PMR Se Kota Semarang.

Ketua PMI Kota Semarang, Saman Kadarisman mengharapakan, dari pelatihan itu akan melahirkan pelatih-pelatih handal untuk membina Palang Merah Remaja (PMR) sebagai relawan PMI. “Pelatih-pelatih PMR yang lulus nantinya akan membantu PMI Kota Semarang untuk meningkatkan jumlah unit PMR di sekolah-sekolah yang berada di Kota Semarang,” harapnya saat membuka pelatihan.

PLA (Participatory Learning and Action) menjadi metode dalam pelatihan ini. Yaitu suatu program pelatihan management di kelas dan luar kelas yang berdasarkan pada prinsip “experiental learning” (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Dalam Program PLA tersebut peserta secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan.

Menurut Bambang K, Kasie SDM PMI Kota Semarang menjelaskan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk dapat mengenal diri sendiri, orang lain serta meningkatkan motivasi dan keyakinan diri pelatih akan kemampuan diri serta mampu berpikir kreatif (inovasi).

“Para peserta meningkatkan kebersamaan dan rasa saling percaya (trust) untuk bekerja dalam tim guna mendukung peningkatan pelayanan kepalangmerahan serta penyegaran dan memecahkan kekakuan di dalam tim,” harap Bambang.

Mardiyono, pembina PMR SMAN 4, salah satu peserta mengungkapkan kesannya selama pelatihan. “Kami para pembina mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya pelatihan ini, karena dapat menambah semangat dan tekad untuk mengabdi, membaktikan diri melatih serta mengembangkan PMR di sekolah kami,” tuturnya.

23/12/2013

RUU Kepalangmerahan Segera Diselesaikan
03-Des-2013

Para relawan Palang Merah Indonesia dari berbagai daerah mendatangi gedung DPR RI untuk menuntut RUU Kepalangmerahan segera disahkan menjadi UU. Ketua DPR RI Marzuki Alie saat menerima para relawan, menandaskan, segera memanggil Pimpinan Pansus RUU ini agar segera dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan.

Kehadiran Marzuki disambut antusias para relawan PMI di ruang Bamus DPR, Selasa (3/12). RUU Kepalangmerahan merupakan usulan inisiatif DPR dan sempat mengendap selama 13 tahun. Saatnya RUU ini mendapat perhatian, karena masalah substansinya yang dulu masih mengganjal sudah tidak ada lagi. Persoalan yang mengganjal itu salah satunya adalah lambang palang merah yang sempat menjadi perdebatan.

“Kalau tidak bisa menyelesaikan RUU ini, Pimpinan Pansusnya kita roling saja,” tegas Ketua DPR yang disambut tepuk tangan antusias para relawan. Mengingat DPR adalah lembaga politik, kata Marzuki, jadi kepentingan politik pun begitu kental terasa. Namun, masyarakat tidak boleh tersandra oleh kepentingan politik dalam membahas RUU ini.

RUU Kepalangmerahan ini nantinya akan memberi perlindungan hukum yang jelas bagi para relawan. Seperti diketahui, para relawan bekerja dengan naluri kemanusiaan. Mereka tidak saja membawa misi kemanusiaan ke lokasi bencana alam, tapi juga ke lokasi konflik, bahkan perang. Mereka bekerja dari pra hingga pascabencana atau konflik.

H.M. Muas Ketua PMI Bidang Relawan yang memimpin delegasi ini, menjelaskan, kewajiban para relawan sudah ditunaikan di tengah masyarakat. Saatnya para relawan juga menuntut haknya untuk meminta perlindungan hukum dengan segera mengesahkan RUU Kepalangmerahan. Sebagai negara yang menandatangani Konvensi Genewa 1949 tentang perlindungan kemanusiaan, mestinya Indonesia sudah punya UU kepalangmerahan.

Dari 198 negara di dunia, hanya Indonesia yang belum memiliki UU kepalangmerahan ini. Padahal, masih menurut Muas, PMI punya sejarah panjang di Republik ini. Sejak perang kemerdekaan, PMI sudah ikut berperan menggalang misi kemanusiaan. Dan kedatangan para relawan ke DPR ini, bertepatan p**a dengan momen hari relawan 5 Desember dan pada 25 Desember menjadi hari relawan PMI.

TUTI FRATELLI
23/12/2013

TUTI FRATELLI

Address

GONDANG, SRAGEN
Sragen
63257

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PMR SMKN 1 GONDANG (C'KAGO) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share