Bimbingan Dari Aclo

Directions Contact the practice

Bimbingan Dari Aclo Bimbingan Dari ACLO adalah Bimbingan di bidang Hukum dari AC Law Office yang meliputi Penasehat/ Konsultan Hukum Pribadi, Bantuan Hukum dan Diklat Online

08/10/2026

💡👆🏽
Ada 3 pihak pengamat dalam perkara inii,
Pihak 1, 2 dan Netral
Pengamat Pihak 1 dan 2, berusaha mengajak pihak netral untuk mendukung pihak mereka
Terutama juga bercita-cita mempengaruhi 5 hakim
Dalam pelajaran politik hukum, ini juga adalah salah satu implementasi dari strategi
Bagaimana dengan kita?
Jika kita di pihak netral, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari di kasus ini

Bisakah kita membuat pendapat hukum tentang kasus tersebut,
Sebagai pihak netral arau bahkan dari pihak 1 atau pihak 2,
Boleh saja,
Jika kita mengikuti sidang dari awal sampai akhir (sebelum putusan) kita bisa membuat amicus curiae

Fungsi dan Tujuan
• Memperkaya Pertimbangan: Memberikan analisis, perspektif akademis, atau pendekatan empiris tambahan kepada hakim.
• Partisipasi Publik: Menjadi saluran bagi masyarakat, akademisi, atau organisasi untuk ikut serta menjaga keadilan substantif.
• Tidak Bersifat Mengikat: Pendapat yang diajukan tidak bertujuan untuk memenangkan salah satu pihak dan tidak mengikat keputusan hakim.

Dasar Hukum di Indonesia
• Di Indonesia, konsep ini tidak diatur secara spesifik dalam satu undang-undang khusus, namun praktiknya diakui.
• Berlandaskan pada Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang mewajibkan hakim untuk menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup di dalam masyarakat.
• Sering ditemukan dalam praktik peradilan di Mahkamah Konstitusi (MK) pada perkara-perkara besar atau konstitusional

Beberapa contoh kasus sebelumnya

1. Kasus Pelanggaran Hak Sipil & Kebebasan Berekspresi
- Kasus Prita Mulyasari (2009):
- Kasus Majalah Time vs. Soeharto (2008–2009):

2. Kasus Pidana Umum & Korupsi
- Kasus Pembunuhan Brigadir J / Terdakwa Richard Eliezer (2023):
- Kasus Korupsi Tom Lembong (2025)

3. Perkara Konstitusi & Sengketa Politik
- Sengketa Hasil Pilpres (2024):
- Uji Materiil UU APBN (2026)

Salam dari ACLO

07/10/2026

Tanya
Teman saya memerlukan jasa notaris untuk pembuatan akta turun waris, apa bisa minta bantuan ACLO terkait hal ini, karena sebelumnya sempat menggunakan jasa orang lain tetapi uang sudah di beri namun akta tidak kunjung jadi.

Jawab
Sebelumnya Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami.
Namun untuk menghindari terjadinya kejadian yang sama alangkah baik bertemu langsung dengan notarisnya langsung.
Untuk mencari notaris terdekat, bisa pakai google maps, kitik saja "notaris" dan klik search, nanti akan di perlihatkan beberapa titik notaris
Cara kedua, ketik aja di google notaris di kecamatan anda atau daftar notaris di kabupaten/kota dan search, nanti ada daftar notaris
Kemudian datangi kantor sesuai alamat yang ada
Dan konsultasikan terlebih dahulu keperluannya, misalnya membuat akta turun waris,
Tanyakan apa saja persyaratan yang diperlukan, berapa biayanya dan lama waktunya
Setelah itu, jika sudah yakin baru lakukan sesuai persyaratan dan kesepakatan.

Salam Sukses selalu

07/10/2026

Menilai kualitas Advokat (pengacara) yang belum kita kenal memerlukan pendekatan yang objektif dan hati-hati agar Anda terhindar dari risiko kerugian materiil maupun hukum. Anda harus menguji legalitas, rekam jejak, spesialisasi, hingga etika komunikasinya.

Berikut adalah panduan komprehensif untuk mengevaluasi kualitas seorang advokat baru secara terstruktur:

1. Verifikasi Aspek Legalitas formal (Wajib)
Jangan pernah melewati tahap ini demi menghindari oknum advokat "abal-abal".
a. Periksa Kartu Tanda Anggota (KTA)
Minta advokat menunjukkan KTA resmi yang masih berlaku dari organisasi profesi yang diakui undang-undang (seperti PERADI atau KAI).
b. Cek Berita Acara Sumpah (BAS)
Pastikan advokat tersebut telah disumpah oleh Pengadilan Tinggi tempat ia dilantik. Dokumen resmi ini menjadi bukti bahwa statusnya sebagai penegak hukum adalah sah.

2. Evaluasi Rekam Jejak dan Spesialisasi
Hukum memiliki cakupan yang sangat luas. Advokat yang hebat di satu bidang belum tentu cocok untuk kasus Anda.
a. Spesialisasi Kasus
Cari tahu apakah mereka memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan masalah Anda (misalnya hukum korporasi, hukum keluarga/waris, pidana umum, atau sengketa tanah).
b. Penelusuran Digital
Manfaatkan mesin pencari untuk meninjau track record mereka. Cari tahu apakah nama mereka atau kantor hukum (law firm) mereka pernah terlibat dalam skandal hukum atau pelanggaran kode etik.

3. Nilai Karakter dan Integritas Saat Sesi Konsultasi Awal
Pertemuan pertama atau sesi wawancara awal adalah kesempatan terbaik untuk menguji kualitas dan cara kerja mereka.

a. Dimensi Penilaian Peluang Kasus
- Ciri Advokat Berkualitas Tinggi
Menjelaskan kondisi hukum secara objektif, realistis, dan jujur mengenai risiko kalah/menang.
- Ciri Advokat yang Harus Diwaspadai
Menjanjikan kemenangan 100% atau mengklaim bisa "mengatur" hakim/jaksa.

b. Dimensi Penilaian Keahlian Analisis
- Ciri Advokat Berkualitas Tinggi
Mampu memberikan opini hukum (legal opinion) yang logis, terstruktur, dan berbasis pasal/regulasi.
- Ciri Advokat yang Harus Diwaspadai
Memberikan jawaban yang mengambang, tidak fokus pada inti masalah, atau terlalu normatif.

c. Dimensi Penilaian Etika Profesional
- Ciri Advokat Berkualitas Tinggi
Menjaga kerahasiaan informasi Anda dan menghormati etika persidangan serta asas praduga tak bersalah.
- Ciri Advokat yang Harus Diwaspadai
S**a menjelek-jelekkan pihak lawan atau membeberkan rahasia klien lain kepada Anda.

4. Transparansi Skema Biaya (Honorarium)
Advokat yang profesional akan menerapkan transparansi sejak awal untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.
a. Kontrak Tertulis
Pastikan kesepakatan dituangkan dalam surat perjanjian jasa hukum yang resmi.
b. Kejelasan Komponen Biaya
Advokat harus merinci apakah tarif yang dikenakan berbentuk retainer fee (biaya bulanan), lawyer fee (biaya penanganan), operational fee (transportasi/sidang), atau success fee (jika menang).

5. Rekomendasi Langkah Awal
Sebelum Anda memutuskan untuk menandatangani Surat Kuasa, cobalah ajukan 3 pertanyaan kunci berikut saat sesi konsultasi awal:
a.. "Apakah Anda pernah menangani kasus yang serupa dengan masalah saya sebelumnya? Bagaimana hasilnya?"
b. "Apa saja risiko hukum terburuk yang mungkin saya hadapi dalam kasus ini, dan apa strategi Anda mitigasinya?"
c. "Bagaimana skema pembagian biaya penanganan perkara ini secara tertulis?"

Jika Anda ingin saya membantu mempersiapkan argumen, beri tahu saya:
• Apa jenis masalah hukum yang sedang Anda hadapi? (Misal: perdata sengketa tanah, pidana, atau urusan bisnis?)
• Apakah Anda sudah berada di tahap persidangan atau baru sekadar menerima somasi?

Salam Perlindungan Hukum

06/10/2026

Bagaimana Cara Menghindari Permasalahan Hukum Pidana sebagai Pelaku atau Korban

A. Cara Menghindari Masalah Hukum sebagai Pelaku
1. Pahami Batas Hukum dan Norma
Kenali aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk hukum perdata, pidana, etika digital (UU ITE), dan aturan lalu lintas, agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang undang-undang.
2. Hindari Provokasi dan Konflik Fisik
Jangan mudah terpancing emosi, pertikaian, atau tindakan main hakim sendiri. Jika terjadi perselisihan, prioritaskan jalur komunikasi atau mediasi.
3. Bijak Bermedia Sosial
Jangan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, atau ancaman melalui platform digital yang dapat dijerat pidana.
4. Pahami Batas Pembelaan Diri (Noodweer)
Jika terpaksa membela diri dari serangan, pembelaan harus seimbang dan proporsional; tidak boleh melebihi ancaman yang datang.
5. Jauhi Barang dan Aktivitas Ilegal
Hindari penyalahgunaan narkotika, pencurian, penipuan, atau transaksi yang melanggar hukum.

B. Cara Menghindari Dampak Buruk atau Menjaga Diri sebagai Korban
1. Tingkatkan Kewaspadaan Situasi
Hindari tempat-tempat rawan kejahatan, perhatikan keamanan pribadi, serta jaga kerahasiaan data pribadi dan finansial dari potensi penipuan.
2. Dokumentasikan Bukti dengan Cepat
Jika mengalami kejahatan, segera amankan bukti fisik, tangkapan layar (screenshot), rekaman CCTV, atau visum dokter sebelum hilang atau rusak.
3. Segera Melapor ke Pihak Berwenang
Laporkan kejadian ke kepolisian atau instansi terkait agar proses hukum dapat berjalan cepat dan meminimalkan risiko ancaman susulan.
4. Manfaatkan Lembaga Perlindungan
Berdasarkan UU No. 31/2014, korban berhak atas perlindungan keamanan, bantuan medis, rehabilitasi psikologis, serta restitusi atau ganti rugi.
5 Pahami Mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice)
Untuk tindak pidana tertentu, penyelesaian perkara dapat ditempuh secara damai melalui mekanisme restoratif yang melibatkan pelaku, korban, dan penegak hukum sesuai koridor KUHP Nasional.

-------
Salam Damai dari ACLO

06/10/2026

Memiliki advokat kontrak/privat (corporate/personal retainer) sejak dini jauh lebih baik karena berfokus pada mitigasi risiko dan pencegahan masalah (preventif), sedangkan menyewa advokat hanya saat kasus muncul bersifat kuratif (mengobati setelah "sakit"). Di dalam dunia hukum dan bisnis, biaya pencegahan selalu jauh lebih murah dan aman daripada biaya penyelesaian sengketa di pengadilan

Perbandingan mendalam mengapa memiliki advokat privat sejak awal memberikan keuntungan yang jauh lebih besar, sebagai berikut :

1. Dimensi Evaluasi Sifat Tindakan
- Memiliki Advokat Privat Sejak Dini (Retainer)
Preventif & Proaktif: Mencegah masalah sebelum terjadi dengan menganalisis risiko sejak awal
- Menyewa Advokat Hanya Saat Ada Kasus
Reaktif & Defensif: Baru bertindak setelah nasi menjadi bubur (sudah digugat atau dilaporkan).

2. Dimensi Evaluasi Pemahaman Karakter/Bisnis
- Memiliki Advokat Privat Sejak Dini (Retainer)
Sangat Mendalam: Advokat sudah memahami seluk-beluk bisnis, aset, dan riwayat Anda, sehingga solusinya tepat sasaran.
- Menyewa Advokat Hanya Saat Ada Kasus
Sangat Minim: Memerlukan waktu (learning curve) untuk mempelajari kasus Anda dari nol di tengah situasi kritis.

3. Dimensi Evaluasi Keamanan Dokumen & Kontrak
- Memiliki Advokat Privat Sejak Dini (Retainer)
Terproteksi Sejak Awal: Setiap draf perjanjian disaring ketat untuk meminimalkan pasal jebakan.
- Menyewa Advokat Hanya Saat Ada Kasus
Sudah Terlambat: Dokumen cacat hukum atau pasal merugikan biasanya baru disadari saat sengketa pecah.

4. Dimensi Evaluasi Kecepatan Respons
- Memiliki Advokat Privat Sejak Dini (Retainer)
Seketika (Standby): Anda bisa langsung menelepon atau berkonsultasi begitu ada indikasi masalah sekecil apa pun
- Menyewa Advokat Hanya Saat Ada Kasus
Lambat: Anda harus mencari, mewawancarai, dan menegosiasikan biaya dengan pengacara baru saat panik.

5. Dimensi Evaluasi Prediktabilitas Biaya
- Memiliki Advokat Privat Sejak Dini (Retainer)
Terencana: Pengeluaran tetap bulanan/tahunan yang terukur untuk perlindungan jangka panjang.
- Menyewa Advokat Hanya Saat Ada Kasus
Tinggi & Mendadak: Biaya penanganan perkara (success fee & lawyer fee) sengketa pengadilan biasanya sangat besar.

B. Keuntungan Utama Memiliki Advokat Privat Sejak Dini
1. Mencegah Konflik Masuk ke Pengadilan
Masalah hukum terbaik adalah masalah yang tidak pernah sampai ke pengadilan. Advokat privat Anda akan membantu penyelesaian lewat jalur negosiasi, mediasi, atau solusi bisnis sebelum konflik membesar, sehingga reputasi Anda tetap terjaga.
2. Perlindungan dari "Pasal Jebakan" dalam Kontrak
Banyak kerugian finansial bersumber dari draf perjanjian yang sekilas terlihat normal tetapi menyimpan risiko sepihak. Advokat Anda akan meninjau, merevisi, dan memastikan posisi hukum Anda kuat sebelum tanda tangan.
3. Pendamping Pengambilan Keputusan
Baik untuk urusan bisnis, investasi, maupun tata kelola aset pribadi, Anda memiliki kompas hukum yang memastikan setiap langkah tidak melanggar aturan atau berpotensi pidana.
4. Hubungan Kepercayaan (Attorney-Client Privilege) yang Kuat
Hubungan jangka panjang membangun kepercayaan penuh. Berdasarkan Pasal 19 UU Advokat, advokat Anda wajib merahasiakan seluruh informasi Anda. Advokat yang sudah lama mengenal Anda akan jauh lebih loyal dan paham cara terbaik melindungi hak-hak Anda.

C. Langkah Praktis Memulai Perlindungan Hukum
Jika Anda ingin beralih ke sistem proteksi sejak dini, Anda dapat memulainya dengan langkah-langkah berikut:
1. Identifikasi Kebutuhan Pokok
Apakah Anda lebih membutuhkan advokat untuk hukum bisnis/perusahaan, hukum keluarga (aset/waris), atau kontrak umum?
2. Gunakan Sistem Retainer Kecil
Banyak kantor hukum menyediakan paket konsultasi bulanan (retainer) dengan kuota jam tertentu yang sangat terjangkau bagi individu maupun UMKM.
3. Mulai dari Audit Dokumen
Mintalah advokat tersebut untuk mengaudit kontrak-kontrak kerja sama atau dokumen legalitas yang Anda miliki saat ini untuk melihat apakah ada celah bahaya.

Mempunyai Advokat Pribadi adalah untuk kepentingan jangko panjang, namun bisa dilakukan dalam jangka pendek untuk memulai dan memilih.

Salam Perlindungan Hukum
Info selanjutnya...

06/10/2026

Ada yang bertanya pada saya,

ACLO itu apa?
Kalo kita cari info lewat google/ai dijelaskan sebagai berikut

ACLO dapat mengacu pada beberapa hal berbeda tergantung konteks penggunaannya:
1. TCW AAA CLO ETF (Kode Saham: ACLO)
• Jenis: Produk Exchange-Traded Fund (ETF) yang diperdagangkan di bursa saham NYSE (New York Stock Exchange).
• Tujuan: Memberikan akses pendapatan dan pelestarian modal dengan berinvestasi utamanya pada obligasi pinjaman berjaminan (Collateralized Loan Obligations / CLO) berperingkat AAA dalam denominasi dolar AS.
• Penerbit: Dikelola oleh TCW Investment Management Company LLC.
2. Aclonac (Merek Obat / Sediaan)
• Jenis: Nama merek obat pereda nyeri dan anti-inflamasi yang mengandung zat aktif diklofenak (baik kalium diklofenak maupun natrium diklofenak).
• Bentuk & Fungsi: Tersedia dalam bentuk tablet maupun sediaan oles (gel). Digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat artritis (radang sendi), osteoartritis, sakit gigi, migrain, nyeri pascaoperasi, atau cedera otot/keseleo.
• Golongan: Masuk dalam kelompok Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (OAINS).
3. Acción Cultural Loyola (ACLO)
• Jenis: Jaringan stasiun radio dan yayasan kebudayaan yang berlokasi di wilayah tenggara dan selatan-tengah Bolivia, didirikan oleh Serikat Yesuit (Loyola).

Tetapi sebenarnya Itu singkatan :
- AC adalah nama saya
- LO adalah Law Office

Sedangkan bahasa Indonesianya KHAC

Di google/ai disebutkan
Kata "khác" atau "khắc" paling sering merujuk pada kosakata dalam bahasa Vietnam, yang memiliki beberapa arti tergantung penulisan tanda bacanya:
- Khác berarti "lain" atau "berbeda" (contoh: người khác berarti orang lain).
- Khắc berarti "mengukir" (sebagai kata kerja) atau dapat merujuk pada satuan waktu kuno (seperempat jam atau 15 menit)

Sebenarnya
- KH adalah kantor hukum, dan
- AC adalah inisial nama
Tetapi takut Singkatan KH di salah artikan yg lain, yaitu Kiai Haji, jadi memakai singkatan asing, biar keren

By ACLO

05/10/2026

Membayar advokat untuk pencegahan hukum (preventif) jauh lebih baik daripada untuk penanganan kasus (kuratif) karena prinsipnya sama seperti kesehatan: mencegah lebih baik daripada mengobati.

A. Perbandingan Preventif vs. Kuratif

1. Dimensi Biaya (Cost)
- Pencegahan (Preventif)
Jauh lebih murah dan terprediksi. Biasanya berupa biaya retainer bulanan atau tarif per peninjauan dokumen.
- Penanganan Kasus (Kuratif)
Sangat mahal dan membengkak. Meliputi biaya operasional sidang, sukses fee, hingga potensi denda/ganti rugi.

2. Dimensi Waktu & Energi
- Pencegahan (Preventif)
Efisien. Proses pengecekan dokumen atau konsultasi bisa selesai dalam hitungan jam atau hari.
- Penanganan Kasus (Kuratif)
Sita waktu berbulan-bulan hingga tahunan. Menghabiskan energi mental karena stres menghadapi persidangan.

3. Dimensi Kendali Situasi
- Pencegahan (Preventif)
Penuh di tangan Anda. Anda bisa menentukan klausul kontrak yang aman sebelum sepakat.
- Penanganan Kasus (Kuratif)
Di tangan hakim atau lawan. Anda berada di posisi defensif (bertahan) dan bergantung pada keputusan hukum pihak ketiga.

4. Dimensi Reputasi
- Pencegahan (Preventif)
Terjaga dan profesional. Bisnis atau nama baik Anda terlihat kredibel dan patuh hukum (compliant).
- Penanganan Kasus (Kuratif)
Berisiko rusak. Kasus hukum yang terekspos publik dapat menghancurkan kepercayaan mitra atau masyarakat.

B. Alasan Utama Mengapa Pencegahan Jauh Lebih Baik

1. Menutup Celah "Pintu Belakang"
Banyak orang tersandung kasus karena kontrak yang multi-tafsir atau cacat hukum. Advokat preventif akan menyusun dan meninjau kontrak (contract drafting & review) untuk memastikan hak-hak Anda terlindungi secara absolut.
2 Deteksi Dini Risiko (Legal Audit)
Advokat dapat memetakan potensi bahaya dari suatu keputusan bisnis atau pribadi sebelum masalah itu muncul ke permukaan, sehingga Anda bisa mengambil rute alternatif yang lebih aman.
3. Daya Tawar yang Kuat
Jika Anda memiliki dasar hukum dan dokumen yang kuat sejak awal, pihak lain akan berpikir dua kali untuk mencurangi atau menuntut Anda.
4. Ketenangan Pikiran (Peace of Mind)
Anda bisa fokus mengoperasikan bisnis atau menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ada rasa cemas akan adanya gugatan mendadak di masa depan.

Salam Cerdas Hukum
Info selanjutnya....

04/10/2026

Fakta Tentang Biaya dan Kualitas Advokat
1. Tidak Ada Standar Baku
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, tidak ada tarif resmi atau baku yang mengatur harga jasa advokat di Indonesia. Besaran honorarium (fee) murni merupakan hasil kesepakatan antara klien dan advokat.
2 Yang Dibayar Adalah Nilai Tambah
Biaya yang tinggi umumnya mencerminkan pengalaman, reputasi, jam terbang, kompleksitas perkara, serta waktu dan strategi yang dicurahkan oleh sang advokat atau firma hukum.
3. Mahal Tidak Jaminan Menang
Mahalnya tarif tidak menjamin kemenangan mutlak di pengadilan, karena putusan tetap bergantung pada alat bukti, fakta persidangan, dan pertimbangan hakim.
4. Kecocokan dan Penguasaan Materi
Advokat terbaik bagi sebuah kasus adalah yang memahami seluk-beluk bidang hukum tersebut (misalnya pidana, perdata, atau tata usaha negara), memiliki komunikasi yang baik dengan klien, dan jujur menilai peluang kasus, bukan sekadar yang memasang tarif paling tinggi.

Salam Pejuang keadilan

03/10/2026

Memilih advokat atau pengacara yang terpercaya sangat penting untuk melindungi hak hukum, aset, dan masa depan Anda selama proses perkara.
Berikut adalah alasan utama mengapa Anda harus memilih advokat yang benar-benar terpercaya:
1. Integritas dan Kejujuran
Advokat terpercaya menjunjung tinggi etika profesi, bersikap jujur mengenai kondisi kasus, serta tidak memberikan janji manis atau hasil yang tidak realistis.
2. Menghindari Kerugian Finansial dan Materi
Salah memilih pengacara dapat berakibat fatal pada kekalahan perkara dan kerugian finansial yang besar akibat penanganan yang tidak tepat atau biaya tersembunyi.
3. Transparansi Biaya dan Komunikasi
Advokat yang kredibel terbuka mengenai struktur honorarium (fee) serta rutin memberikan perkembangan informasi terkait jalannya proses hukum.
4. Keahlian dan Rekam Jejak yang Jelas
Memiliki izin resmi dari organisasi advokat yang diakui serta pengalaman yang relevan dengan jenis kasus yang Anda hadapi.
5. Keamanan Data dan Kerahasiaan
Informasi pribadi, dokumen penting, dan strategi perkara dijamin aman karena dijaga oleh kode etik profesi yang ketat

Salam Pejuang Keadilan

02/10/2026

SENGKETA PERCERAIAN

1. Jenis Perkara Perceraian
• Cerai Talak
Permohonan cerai yang diajukan oleh suami kepada istri di Pengadilan Agama (bagi yang beragama Islam).
• Cerai Gugat
Gugatan perceraian yang diajukan oleh istri kepada suami di Pengadilan Agama (bagi yang beragama Islam) atau Pengadilan Negeri (bagi yang beragama selain Islam).

2. Alasan-Alasan Sah Terjadinya Perceraian
Berdasarkan Pasal 39 UU Perkawinan, Pasal 19 PP Nomor 9 Tahun 1975, dan Pasal 116 KHI, perceraian dapat dikabulkan jika ada alasan-alasan berikut:
• Perselisihan dan pertengkaran terus-menerus tanpa ada harapan untuk rukun kembali (faktor penyebab tertinggi di Indonesia).
• Faktor ekonomi atau ketidakmampuan mencukupi kebutuhan rumah tangga.
• Salah satu pihak melakukan zina, pemabuk, pemadat, penjudi, atau kecanduan lain yang sukar disembuhkan.
• Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin sah atau di luar kemampuannya.
• Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau lebih setelah perkawinan berlangsung.
• Tindakan kekejaman atau penganiayaan berat (KDRT) yang membahayakan jiwa.
• Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajiban suami/istri.
• Pelanggaran taklik talak (janji suami yang diucapkan setelah akad nikah).
• Murtad atau peralihan agama yang menyebabkan ketidakrukunan rumah tangga.

3. Sengketa Turunan / Objek yang Dipersengketakan dalam Perceraian
Selain putusnya ikatan perkawinan, seringkali pihak-pihak bersengketa terkait hak dan aset berikut:
• Hak Asuh Anak (Hadhanah): Sengketa mengenai siapa yang berhak memelihara dan mendidik anak-anak setelah orang tuanya bercerai.
• Harta Gono-Gini (Harta Bersama): Sengketa pembagian harta yang diperoleh selama masa perkawinan.
• Nafkah Anak: Kewajiban ayah untuk menanggung biaya hidup, pendidikan, dan kesehatan anak hingga dewasa/mandiri.
• Hak-Hak Perempuan Pasca-Perceraian (bagi Pengadilan Agama):
- Nafkah Iddah: Nafkah yang wajib diberikan mantan suami selama masa tunggu (iddah).
- Mut'ah: Pemberian berupa uang atau benda dari mantan suami sebagai bentuk kenang-kenangan/penghibur.
- Nafkah Madhiyah: Nafkah yang lampau yang belum sempat dibayarkan.
- Maskan dan Kiswah: Penyediaan tempat tinggal (maskan) dan pakaian (kiswah) yang layak.
- Mahar (mas kawin) yang terhutang.

Info dan konsultasi
Hubungi admin

Address

Jalan Pondok Karya Blok B No. 1H
Cirebon
12720

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bimbingan Dari Aclo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Bimbingan Dari Aclo:

Shortcuts

Share