Soto babat darjo

Soto babat darjo lesehan buka mulai pukul setengah 07.00 pagi

11/06/2017

Berbagi Foto - Video - Berita Kegiatan Militer NKRI / TNI dan Hankam Yang Ada di Media Dalam Negeri dan Luar Negeri.

" NKRI Harga Mati "

11/06/2017

Waasops Panglima TNI Cek Kesiapan Satgasmar Ambalat

SIDOARJO - Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Nurhidayat mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengecek kesiapan Satgasmar Ambalat XXII dan Satgasmar Pulau Terluar XX di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jumat.

"Gelar kesiapan Satgasmar Ambalat XXII dan Satgasmar Pulau Terluar XX bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dan material," katanya.

Dalam keterangan tertulisnya, dia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mendukung kesiapan tempur dalam melaksanakan pengamanan daerah perbatasan di pulau Dana Rote, Brass dan pulau Batek.

"Selain itu juga pengamanan daerah perbatasan laut Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di daerah perbatasan pulau Sebatik demi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, tugas yang paling berat bagi satgas ini yaitu mengatasi kejenuhan dan mengatasi hawa nafsu.

"Itulah musuh yang paling berat yang kalian hadapi, namun saya yakin prajurit-prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX mampu melaksanakan tugas-tugas dengan baik," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Waasops Panglima TNI mengharapkan kepada seluruh anggota satgas supaya menjauhi perselisihan dengan masyarakat.

"Selain itu juga bisa menjadi bagian dari masyarakat dan mencari nilai-nilai kearifan budaya lokal sehingga kehadiran Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX bisa diterima masyarakat," ujarnya.

Dan yang tidak kalah pentingnya, kata dia, yaitu supaya selalu menjalin kerja sama dengan satuan tugas yang lain seperti Polri, TNI dan masyarakat.

"Kejadian yang terjadi di Marawi harus diantisipasi oleh seluruh anggota Satgas khususnya Satgasmar Ambalat, dengan melaksanakan pengecekan terhadap orang yang tidak dikenal dengan berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk mengantisipasi masuknya orang-orang dari luar Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Komandan Satgasmar Pulau Terluar XX Kapten Marinir Lukman Susanto di dampingi Komandan Satgasmar Ambalat XXII Kapten Marinir Verdy Jang Heryanto mengatakan, sebelum berangkat ke daerah penugasan, personel Satgasmar Ambalat XXII dan Pulau Terluar XX telah menerima pembekalan-pembekalan.

"Seperti pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik, selain itu juga telah melaksanakan latihan Pra Tugas di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Grati, Pasuruan," katanya.

Personel Satgasmar Ambalat XXII, kata dia, di daerah penugasan akan menempati beberapa pos yaitu Sei Pancang, Sei Taiwan, Balansiku, Sei Bajo, Tembaring dan Bambangan.

"Sedangkan untuk Satgasmar Pulau Terluar XX, akan menempati beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia Timur, diantaranya pulau Batek, pulau Brass, pulau Dana Rote dan lain-lain," katanya.

Kedatangan Waasops Panglima TNI yang didampingi Waka Puskes TNI Laksma TNI drg. Andriani, SP.Ort, Paban IV Sopsal Kolonel Laut (P) Suwito dan Pejabat dari Mabes TNI di Mako Brigif-1 Marinir disambut oleh Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Siswoto, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir I Made Sukada, S.E, Asops Danpasmar-1 Kolonel Marinir Nanang Saefulloh, Paban Ops Pasmar-1 Letkol Mar Rivelson Saragih, Danyonif-3 Mar Letkol Mar Prasetyo Pinandito, Danyonif-5 Mar Letkol Mar Burhanudin dan Perwira di jajaran Brigif-1 Marinir.

Berita: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/199252/waasops-panglima-tni-cek-kesiapan-satgasmar-ambalat

11/06/2017

PURNA TUGAS OPERASI TINOMBALA

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola (kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Tinombala VI dalam Apel Purna Tugas sebelum diberangkatkan untuk kembali ke satuan masing-masing di Pelabuhan Feri Taipa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/6/2017).Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan rasa terima kasih kepada prajurit TNI yang telah menyelesaikan tugas di Poso dan berharap terorisme di Poso dapat segera terselesaikan. (Foto:Ochan/kabarselebes)

11/06/2017

500 Personel Satgas Tinombala Diharapkan Tangkap Sisa Kelompok Santoso

PALU - Sekisar 500 personel Satuan Tugas Operasi Tinombala 2017 dari Batalyon Infanteri 514/Raider dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Bundowoso, Jawa Timur pada Jumat (9/6/2017) usai menjalankan tugas di wilayah Poso selama 3 bulan.

Ratusan personel tersebut dipulangkan dengan menggunakan kapal KRI Teluk Parigi yang diupacarakan dan dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Longki Djanggola dan Danrem 132/Tadulako, Muhammad Saleh Mustafa di Pelabuhan Penyebraangan Taipa di Kecamatan Palu Utara.

“total keseluruhan BKO dalam Satgas Ops Tinombala sebanyak 1.028 personel, namun pengembalian personel secara bertahap telah dilakukan dan saat ini sekitar 500 personel Batalyon Infanteri 514/ Raider,” ujar Muhammad Saleh Mustafa.

Ia menyampaikan bahwa untuk pengganti dari aparat yang dipulangkan, kini sudah masuk ke wilayah Sulawesi Tengah dari sejumlah matra seperti TNI AU, TNI AD, dan TNI AL.

Namun dari itu, semua pihaknya bersama kepolisian mengedepankan teritorial dan intelejen menjadi ujung tombak untuk melihat perkembangan situasi di wilayah baik Nasional maupun regional.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyampaikan, bahwa kehadiran pasukan Satgas Ops Tinombala sangatlah membantu untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di Poso. Sebab telah berhasil melumpuhkan sisa sisa kelompok Santoso alias Abu Wardah.

“Kami harapkan pasukan pengganti yang datang, dapat menyelesaikan tugas operasi dengan menangkap sisa-sisa kelompok Santoso yang saat ini masih gerilya di hutan-hutan Poso,”ungkap Longki Djanggola

Berita: http://news.rakyatku.com/read/52197/2017/06/10/500-personel-satgas-tinombala-diharapkan-tangkap-sisa-kelompok-santoso

FOTO: GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola (baju putih) bersalaman dengan pasukan Satgas TNI Tinombala-VI tahun 2017 usai menjadi pemimpin apel pemberangkatan di Pelabuhan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Jumat (9/6/2017) sore. (FOTO: ICHAL/Sultengkini)

11/06/2017

Lanud Tarakan Siagakan Pesawat Tempur, Jaga Wilayah Udara Dari Serangan Musuh

TARAKAN - Tidak hanya melakukan pengawasan di darat dan laut, untuk mengantisipasi masuknya kelompok ISIS dari Filipina melalui perbatsan Kaltara, TNI AU melalui Pangkalan Udara (Lanud) Tipe B Tarakan akan menyiagakan satu pesawat tempur jenis Sukhoi, untuk melakukan pengawasan dan patroli udara.

Dikatakan Komandan Lanud (Danlanud) Tipe B Tarakan, Kolonel Penerbang (Pnb) Didik Kristyanto, selain menyiagakan pesawat tempur Sukhoi di Apron Lanud Tarakan yang diperkirkan datang 16 Juni, sebelumnya telah disiagakan pesawat intai yang telah melakukan patroli rutin di wilayah perairan perbatasan Kaltara selama dua hari belakangan ini.

“Sukhoi yang nantinya datang dari Makassar ke Tarakan bisa 3 hingga 4 unit, untuk rencanan awal Sukhoi akan disiagakan selama seminggu penuh di perbatasan Kaltara, sambil menunggu intruksi dari pimpinan,” terang Didik.

Selain melakukan pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan Kaltara, lanjut Didik, kedatangan pesawat tempur Sukhoi dan boeing intai, sekaligus bagian dari Operasi Badik Kilat 2017.

“Kalau Boing Intai inikan sudah melakukan pengintaian sejak dua hari lalu di perairan Ambalat. Untuk Sukhoi, selain berfungsi sebagai pesawat penindak, nantinya juga akan melakukan patroli pengamanan di perairan Ambalat,” tegasnya.

Sejak melakukan pengintaian menggunakan pesawat boing intai beberapa hari yang lalu, diungkapkan Didik, hingga saat ini belum ditemukannya tanda-tanda pergerakan masuknya kelompok radikal yang akan masuk ke wilayah Kaltara.

“Pesawat intai inikan selalu mengambil gambar dari atas (udara, red) dan memang hasilnya belum ada ditemukan kelopok radikal yang mencoba masuk ke perbatasan Kaltara,” ujarnya.

Terkait keberadaan Sukhoi yang fungsi utamannya sebagai pesawat penindak, nantinya Sukhoi akan dilengkapi persenjataan lengkap, tujuannya untuk mengahalu adanya upaya penerobosan.

“Meski dibekali dengan persenjataan lengkap, Sukhoi akan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pimpinan. Khusus untuk penembakan terhadap pesawat asing dan kelompok radikal yang masuk ke Kaltara, harus menunggu intruski dari Presiden dan Panglima TNI,” tutupnya.

Berita: http://lensakaltara.com/2017/06/10/lanud-tarakan-siagakan-pesawat-tempur-jaga-wilayah-udara-dari-serangan-musuh/

11/06/2017

3.000 Personel TNI dan 4 Kapal Perang Siaga di Perbatasan

TARAKAN - Situasi di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao, Filipina, makin panas.

Baku tembak antara militer Filipina (AFP) dan militan Maute masih berlanjut hingga Jumat (9/6).

Hal inilah yang mendasarai seluruh aparat keamanan di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) meningkatkan pengawasan di perbatasan agar warga maupun teroris asal Filipina tidak menjadikan Indonesia sebagai tempat pelarian.

Kemarin, Apel Kesiapsiagaan yang diikuti TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya dilakukan untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak tersebut, di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Mamburungan sekitar pukul 09.00 Wita.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, seluruh pasukan yang ada di wilayah perbatasan dengan Filipina, diintruksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kita sudah dapat penekanan langsung dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait hal ini, umumnya saat ini kita sudah siaga satu untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Maute,” bebernya kepada pewarta.

Pria yang memiliki bintang satu di pundaknya ini menuturkan, saat ini ada 3.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya yang disiapsiagakan di Kaltara.

“Saat ini sudah ada 4 KRI yang sedang melakukan pengawasan secara bergantian di wilayah perbatasan NKRI dalam Operasi Ambalat yang ikut turun langsung,” ungkapnya.

Selain itu Lantamal XIII Tarakan juga mengerahkan unsurnya yakni 7 tim Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL).

Khusus udara pihaknya juga mengerahkan pesawat Cassa P 851 untuk lebih memperketat pengawasan perbatasan.

“Kemungkinan-kemungkinan masuknya kelompok ini masih ada, terutama memasuki pulau-pulau kecil yang ada di perbatasan, sehingga kita harus siap siaga lagi jangan sampai lengah. Hari ini juga saya akan ke Nunukan dan Sebatik untuk memantau pos-pos perbatasan yang ada di sana apakah sudah siapsiaga untuk mengantisipasi hal ini,” bebernya.

Terpisah, Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto mengungkapkan bahwa saat ini sudah mengerahkan pesawat intai Boeing 737 dengan sandi Kilat Badik 17 untuk mengawasi wilayah perbatasan Kaltara.

“Untuk lebih mendukung pengawasan perbatasan, pada 16 Juni akan didatangkan satu flight yang terdiri 3 hingga 4 pesawat Sukhoi, satu unit helikopter tipe MI-16 juga disiagakan untuk mendukung dalam operasi bila ada pasukan untuk dikerahkan ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, ” ungkapnya.

Pesawat Sukhoi ini nantinya akan berada di Lanud Tarakan selama seminggu untuk menjalankan operasi pengawasan perbatasan. Namun bisa saja pesawat Sukhoi ini disiagakan lebih lama di Tarakan bila ada intruksi dari pimpinan.

“Bila terdapat pelanggaran di udara perbatasan, sudah ada mekanismenya yakni mulai dari pengusiran dengan pesawat penindak hingga melakukan force down (turun paksa), bila ada perlawanan dari pesawat bisa dilakukan penembakan, namun orang berwenang memberikan intruksi tersebut hanya presiden,” ungkapnya.

Bila dalam melakukan pengawasan patroli udara, ditemukan unsur laut memasuki perairan Indonesia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Lantamal XIII Tarakan yang berwenang dalam hal penindakan di laut.

Untuk memperkuat koordinasi, dalam waktu dekat tepatnya pada 19 Juni, akan di launching Maritime Command Centre (MCC) yang di dalamnya ada 3 negara yang terlibat yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Tujuannya tidak lain memperketat pengawasan di perbatasan mengingat permasalahan yang komplit terjadi di sana,” tuturnya, seperti diberitakan Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Sejauh ini dari pemantauan yang dilakukan di perbatasan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya kelompok pemberontak Muate yang berusaha masuk ke perbatasan Indonesia.

“Alhamdulillah sejauh ini masih aman, kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” pungkasnya. (jnr/AFP/Reuters/hep/c6/any/JPG/nri)

Siagakan Armada Perbatasan Kaltara

- KRI Sidat (851)

- KRI Pulau Rupat (712)

- KRI Ki Hajar Dewantara (364)

- KRI Rencong (622

- Pesawat Cassa P 851

- Pesawat Boeing 737

- 4 pesawat Sukhoi

- 1 unit helikopter tipe MI-16

Berita: http://www.jpnn.com/news/situasi-panas-3000-pasukan-tni-dan-4-kri-siaga-di-perbatasan?page=1

FOTO: Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni saat melakukan pengecekan pasukan yang mengikuti Apel Kesiapsiagaan mengantisipaso masuknya kelompok pemberontak Maute ke Indonesia, Sabtu (10/6) di Pelabuhan Malundung Tarakan. (FOTO: JANURIANSYAH/ RADAR TARAKAN)

05/07/2013

halllo om arik

Address

Gading Fajar Sidokare
Sidoarjo
6125

Telephone

+6289666046731

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Soto babat darjo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share