19/11/2019
◾ Kenapa Maksiat Ba'da Maksiat ? ◾
Hati sarat galau, jiwa pun berteman gelisah, sanubari dipenuhi kehampaan, berbagai rasa yang tidak mengenakkan, kenapa ?
Kemaksiatan dan dosa membuat hati resah, dan rasa tidak nyaman yang tidak jelas ujung pangkalnya, dan harta sebesar apa pun tidak akan dapat mengobatinya...
Kemaksiatan itu menimbulkan kemaksiatan lainnya, dan pada saat itu keburukan menjadi watak, karakter, kepribadian, serta sifat yang melekat di dalam diri seseorang...
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
"Barangsiapa melakukan kejahatan (dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan (dosa)..." (QS. An-Nisaa' [4]: 123)
"Dan balasan suatu kejahatan (dosa) adalah kejahatan (dosa)..." (QS. Asy-Syura [42]: 40)
Demikian keadaan hamba, ketika melihat atau melakukan sesuatu yang diharamkan, kemudian tidak ada terbetik dalam dirinya untuk "BERTAUBAT", maka Allah pun akan membiarkan dosa berikutnya tumbuh pada dirinya. Di dalam hatinya ada keinginan untuk terus melakukan dosa besar selanjutnya...
Kemaksiatan akan menutup hati pelakunya hingga berkarat. Dan jika karat bertambah maka dia akan menutupi hati hingga terkunci, dan di saat itu hati tak lagi sanggup melihat kebenaran sebagai kebenaran...
Akhirnya, kemaksiatan itu menyebabkan pelakunya dilupakan oleh Allah, dan bahkan seorang hamba lupa akan dirinya sendiri...
TIPUAN YANG PALING BESAR adalah sikap tenang saat berbuat dosa dengan mengharapkan ampunan tanpa adanya PENYESALAN. Mengira telah mendekatkan diri kepada Allah tanpa melakukan ketaatan, menunggu hasil SURGA, dengan menanam benih API NERAKA yang membara...