03/01/2026
Kenaikan pangkat mantan Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar, menjadi Brigadir Jenderal Polisi menuai polemik serius.
Promosi jabatan tersebut dinilai melukai rasa keadilan, terutama oleh keluarga Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMKN 4 Semarang yang tewas akibat penembakan oleh oknum anggota kepolisian.
Irwan Anwar resmi menyandang pangkat bintang satu setelah masuk dalam daftar mutasi terbaru Mabes Polri.
Ia kini menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri, posisi strategis yang berperan dalam pendidikan dan pembentukan calon perwira Polri.
Namun, alih-alih mendapat apresiasi, promosi tersebut justru memantik kritik keras dari kuasa hukum keluarga korban yang menilai Polri gagal menunjukkan komitmen terhadap reformasi institusi dan penegakan keadilan.
Kuasa Hukum, Polri Tidak Berbenah
Kuasa hukum keluarga Gamma, Zainal Petir, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Mabes Polri yang dinilai tidak sensitif terhadap luka mendalam yang masih dirasakan keluarga korban.
Menurut Zainal, sosok Irwan Anwar merupakan figur yang berulang kali disorot publik akibat berbagai kontroversi, termasuk kasus penembakan yang menewaskan Gamma saat ia menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang.
โMestinya minimal ada sanksi demosi atau penurunan pangkat. Ini malah naik jadi jenderal. Rakyat semakin tidak mempercayai Polri nantinya,โ tegas Zainal.
Ia menilai promosi tersebut menjadi bukti bahwa Polri belum sungguh-sungguh melakukan pembenahan internal, terutama dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan yang melibatkan aparat.