Pura Dharma Yasa

Pura Dharma Yasa Hindu's Temple

Odalan 🙏
25/08/2018

Odalan 🙏

19/03/2018
Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Lokasabha X Dewan Pimpinan Propinsi Peradah Jawa Timur masa bhakti 2017-2020.
06/08/2017

Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Lokasabha X Dewan Pimpinan Propinsi Peradah Jawa Timur masa bhakti 2017-2020.

Saraswati Student Competition  #2 2017
05/06/2017

Saraswati Student Competition #2 2017



Hari Raya Saraswati yaitu hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watug...
21/01/2017

Hari Raya Saraswati yaitu hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Pada hari itu kita umat Hindu merayakan hari yang penting itu. Terutama para pamong dan siswa-siswa khususnya, serta pengabdi-pengabdi ilmu pengetahuan pada umumnya.
Dalam legenda digambarkan bahwa Saraswati adalah Dewi/ istri Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung/ pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah dewi Saraswati, kita menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan.
Dewi Saraswati digambarkan sebagai seorang wanita cantik bertangan empat, biasanya tangan- tangan tersebut memegang Genitri(tasbih) dan Kropak (lontar). Yang lain memegang Wina (alat musik / rebab) dan sekuntum bunga teratai. Di dekatnya biasanya terdapat burung merak dan undan (swan), yaitu burung besar serupa angsa (goose), tetapi dapat terbang tinggi.
Pada hari Saraswati, pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di merajan atau di dalam bilik untuk diupacarai. (sumber: babadbali)

Sugeng riyadin suci Saraswati, mugi rahayu ingkang sami pinanggih 😇🙏

Matur Piuning Saraswati Student Competition 2017 w/ Dharma Yasa's squad    Pura Dharma Yasa, 15 Januari 2017
17/01/2017

Matur Piuning Saraswati Student Competition 2017 w/ Dharma Yasa's squad

Pura Dharma Yasa, 15 Januari 2017

15/01/2017

Rerainan Kajeng kliwon diperingati setiap 15 hari sekali. Pada saat itu kita menghaturkan segehan Mancawarna sebagai perwujudan bhakti dan sraddha kita kepada Hyang Siwa ( Ida Sang Hyang Widhi Wasa) yang telah mengembalikan (Somya) Sang Tigabhucari yang jg berarti kita telah mengembalikan keseimbangan alam niskala dari alam bhuta menjadi alam dewa (penuh sinar), sedangkan sekalanya kita selalu berbuat trikaya parisudha dan niskalanya menyomyakan bhuta menjadi dewa dengan harapan dunia seimbang.

-Kajeng Kliwon, 15 Januari 2017-

Karma Phala, Ajaran yang MendewasakanKarma phala adalah satu dari lima ajaran dasar dan salah satu filsafat Hindu yang b...
03/01/2017

Karma Phala, Ajaran yang Mendewasakan

Karma phala adalah satu dari lima ajaran dasar dan salah satu filsafat Hindu yang berlaku secara universal, dan dapat diterima oleh pikiran yang paling modern sekalipun. Ambillah contoh berbagai fenomena kehidupan di sekitar kita. Perbedaan status sosial, perbedaan tingkat ekonomi, keberuntungan, malapetaka, musibah, disabilitas, kesempurnaan, dan sebagainya. Apakah Tuhan Yang Maha Adil menganugrahkan semua itu dengan pilihan acak? Ataukah kita berada pada kondisi kehidupan kita yang seperti ini setelah Tuhan melempar undian? Sudah barang tentu, Tuhan yang bergelar Maha Adil tidak mungkin melakukannya.

Tuhan dalam ajaran Hindu tidak campur tangan segalanya tetapi Beliau hanya menyediakan aturan, dan hukum Karma-Phala adalah salah satu aturan yang ditetapkan-Nya. Kita berada dalam kondisi kehidupan kita yang sekarang ini bukan karena takdir Tuhan, namun karena nasib yang kita pilih sendiri melalui perbuatan-perbuatan (karma) kita. Atau dengan kata lain, kita berada dalam kondisi hidup yang baik tentu karena hasil perbuatan (phala) kita yang baik, begitu p**a sebaliknya. Dan meski selama menjalani kehidupan ini kita ingat selalu berbuat baik, namun masih saja menderita, atau malah kita terus hidup tenteram dan bahagia meski berbuat buruk, bisa saja hal tersebut diakibatkan karena kita masih menikmati hasil perbuatan kita di kehidupan kita terdahulu (ajaran Punarbhawa). Lihat betapa indahnya penjelasan yang diberikan oleh ajaran Hindu?

Sebuah Ajaran "Dewasa"

Hukum Karma-Phala adalah sebuah ajaran yang diperuntukkan bagi pikiran yang dewasa, sekaligus sebuah ajaran yang mendewasakan pemikiran. Dalam Hindu, kita tidak diperlakukan sebagai anak kecil yang ditakut-takuti dengan neraka jika berbuat buruk atau diiming-imingi dengan surga untuk berbuat baik. Namun lebih dari itu, kita diberi kebebasan untuk melakukan apa saja, dengan mempertimbangkan konsekuensinya. Ya, konsekuensi. Bukan hukuman. Konsekuensi adalah hasil dari perbuatan. Sama seperti terbakar jika menyentuh api, dan kita jadi tidak tenang dan menderita jika berbuat jahat. Dengan ajaran Karma-Phala, kita tidak dijadikan manusia yang penakut atau pun seorang yang pamrih.

Di sini kita dihadapkan pada hukum sebab-akibat, stimulus-respon, atau apa saja kita menyebutnya. Kalau kita terus ditakut-takuti dengan neraka, kutukan Tuhan dan sebagainya, jiwa kita akan jadi kerdil dan penakut. Dari sana kemudian kita jadi orang yang pamrih karena berbuat baik semata demi surga atau untuk menghindari apa yang kita sebut amarah Tuhan. Tidak demikian halnya dengan hukum Karma-Phala. Kita berbuat karena kita sadar akan tanggung jawab atau konsekuensi dari perbuatan tersebut. Kita sadar bahwa stimulus yang baik akan menghasilkan respon yang baik p**a, dan begitu p**a sebaliknya. Hanya saja kapan dan bagaimana masih merupakan rahasia Tuhan.

Hukum Karma-Phala juga membuat kebebasan dan kemuliaan manusia dihargai. Melalui hukum ini, kita diberi kesempatan untuk memilih kondisi kehidupan kita; rejeki, keberuntungan, kebahagiaan, dan sebagainya. Semua dapat kita wujudkan dengan berbuat baik sesuai ajaran Dharma. Hal ini juga menyiratkan bahwa kita tidak berhak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada kita, sebab kita sendiri lah melalui karma kita yang bertanggung jawab atas kondisi kehidupan kita.

Menghadirkan Tuhan yang "Tersenyum"

Kita menyebut Tuhan Maha Adil, tetapi di sisi lain kita juga percaya bahwa Tuhanlah yang menganugerahkan (dengan pilih kasih) kebahagiaan pada sebagian orang, dan sebagian lainnya dapat bagian untuk menderita. Keadilan macam apa ini? Tidak demikian halnya dengan Hindu dengan ajaran Karma-Phalanya. Ajaran Hindu membuat kita dapat melihat wajah Tuhan yang benar-benar adil, sebab Dia tidak memilih secara acak sebagian orang untuk bahagia, dan sebagian yang lainnya menderita, tetapi sebaliknya kitalah yang dengan kemauan bebas kita menentukan apakah kita ingin bahagia atau menderita, melalui perbuatan kita. Berkaitan dengan surga-neraka, ajaran hukum Karma-Phala tidaklah berseberangan dengannya. Misalkan saja, dalam Bhagavad Gita disebutkan ada tiga pintu neraka, yaitu kemarahan, keinginan, dan keserakahan. Jika kita selami lebih dalam, bahkan di dunia ini pun kita akan sudah mengalami neraka jika memasuki ketiga pintu neraka ini. Dan sekali lagi, neraka adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap perbuatan kita, bukan hukuman.

Sebuah "Kesempatan"

Dalam ajaran Karma-Phala manusia selalu mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri dan kehidupannya. Tidak perlu takut kita akan disiksa di neraka abadi karena dosa yang kita perbuat. Sebab meski seandainya pun kita masuk neraka, kita akan masih bisa terlahir kembali untuk memperbaiki karma buruk kita terdahulu. Kalau dalam kehidupan ini kita selalu menderita karena harus mempertanggung jawabkan karma buruk kita, hadapilah penderitaan itu drngan kebesaran jiwa. Karena setelah karma buruk tersebut habis kita pertanggung jawabkan, dengan kita tetap konsisten dalam dharma, maka pasti suatu saat nanti kita akan menemui kebahagiaan, sesuai dengan Hukum Karma,

• SUMBER •
Karma Phala Ajaran yang Mendewasakan, oleh Putu Yudiantara : http://phdi.or.id/artikel/karma-phala-ajaran-yang-mendewasakan

Situs Resmi Parisada Hindu Dharma Indonesia

Odalan Pura Dharma YasaPurnama Katiga, 16 September 2016 🙏🙏🙏
17/09/2016

Odalan Pura Dharma Yasa
Purnama Katiga, 16 September 2016 🙏🙏🙏

Astungkara. Acara sarasehan rutin tingkat Desa berjalan lancar,  Trimaksih kpd Pengurus PHdi kec. Wagir, pe Dharma Wacan...
27/07/2015

Astungkara. Acara sarasehan rutin tingkat Desa berjalan lancar, Trimaksih kpd Pengurus PHdi kec. Wagir, pe Dharma Wacana & juga seluruh Umat Hindu se Sukodadi yg sdh mnyemptkan waktunya utk mnghadiri sarasehan rutin tiap bulan. Smoga dgn diadakanya acara ini kita smua dpt mningkatkan sradha kita sbagai umat Hindu mningkatkan puja bhakti kita & akan sllu kita jadikan media pmbelajaran utk mningkatkan kerukunan antar umat. Khususnya kita sbagai pemuda yg sllu brkarya bersinergi brsama guna utk mmbangun Dharma Agama yg kokoh, yg tanggu dan sllu berjaya bagi kita smua.. Dumogi Gusti Ida Shang Hyang Widhi tansah pinaringan kanugrahan dumateng kito sami .
26 juli 2015

Rahajeng Rahina Jagat Galungan lan Kuningan.Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa tansah pinaring waranugraha lan karahayuan ...
14/07/2015

Rahajeng Rahina Jagat Galungan lan Kuningan.
Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa tansah pinaring waranugraha lan karahayuan dumateng para kadang umat Hindu Dharma.
Om Santi Santi Santi Om

Address

Jamuran
Sedati

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pura Dharma Yasa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share