08/05/2026
Secara rutin Desa Gajah melaksanakan tradisi Bersih Desa di bulan Selo (penanggalan Jawa), yang pada tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 mei 2026. Tradisi ini menjadi bentuk wujud syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan keberkahan bumi, keselamatan, serta kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat desa Gajah.
Kegiatan Bersih Desa diawali dengan ziarah makam sesepuh desa yang berada di 5 titik ditiga dukuh desa gajah.Mengirim Do’a dan mengenang jasa para leluhur pendiri desa ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Setelah ziarah makam, pada pukul 13.00 WIB acara dilanjutkan dengan Kesenian REOG yang dilaksanakan di depan Balai Desa Gajah, REOG yang dipentaskan juga merupakan REOG milik desa setempat. Ini juga menjadi wujud untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian REOG PONOROGO.
Tradisi Bersih Desa kemudian dilanjutkan dengan ISTIGHOSAH Bersama untuk memohon pertolongan dan keberkahan untuk keselamatan dan kemajuan Desa Gajah.
Setelah acara ISTIGHOSAH selesai dilanjutkan degan RUWATAN, Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Agus Wijaya bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga dari berbagai dusun, turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa Bersih Desa bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga merupakan perwujudan nilai-nilai luhur yang hidup dalam kehidupan sehari-hari warga Desa Gajah.
Melalui pelestarian tradisi Bersih Desa, masyarakat Desa Gajah tidak hanya mengenang para leluhur dan menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan identitas asli yang menjadi jati diri desa. Tradisi ini menjadi warisan berharga yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.