TIDAK SEKOLAH

TIDAK SEKOLAH Kesuksesan tidaklah harus melalui bangku sekolah.

16/02/2024

dari rumah saki jiwa.

Dukunglah capresmu dengan segenap hati, tapi bukan dengan segenap jiwa..

Supaya kalau capresmu kalah, kamu hanya sakit hati,, bukan sakit jiwa..

25/04/2021

Yang mau 18 DM ML / 24 DM FF chat WA 085331120012..

Kecuali..
15/04/2020

Kecuali..

14/04/2020

𝗥𝗮𝗴𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗽𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗖𝗼𝗩𝗶𝗱-𝟭𝟵
𝘈𝘨𝘢𝘮𝘪𝘴: “𝘐𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘜𝘫𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯.”
𝘈𝘵𝘩𝘦𝘪𝘴: "𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘶𝘫𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘊𝘰𝘝𝘪𝘥-19."
𝘋𝘢𝘳𝘸𝘪𝘯𝘪𝘴: "𝘐𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮."
𝘔𝘰𝘥𝘦𝘳𝘯𝘪𝘴-𝘙𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭𝘪𝘴: “𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘺𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘐𝘗𝘛𝘌𝘒!”
𝘕𝘪𝘩𝘪𝘭𝘪𝘴: “𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘤𝘰𝘳𝘰𝘯𝘢, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪.”
𝘔𝘢𝘳𝘹𝘪𝘴: “𝘗𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘬𝘴𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘪𝘵𝘢𝘭𝘪𝘴𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪!”
𝘒𝘢𝘱𝘪𝘵𝘢𝘭𝘪𝘴: “𝘔𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨.”
𝘐𝘯𝘥𝘪𝘷𝘪𝘥𝘶𝘢𝘭𝘪𝘴 𝘔𝘶𝘳𝘯𝘪: “𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.”
𝘈𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰 𝘐𝘯𝘥𝘪𝘷𝘪𝘥𝘶𝘢𝘭𝘪𝘴: "𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯!"
𝘈𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰-𝘚𝘪𝘯𝘥𝘪𝘬𝘢𝘭𝘪𝘴: "𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘒𝘳𝘪𝘴𝘪𝘴, 𝘚𝘢𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘔𝘦𝘮𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳...!"
𝘋𝘦𝘬𝘰𝘯𝘴𝘵𝘳𝘶𝘬𝘴𝘪𝘰𝘯𝘪𝘴: "𝘈𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘭-𝘩𝘢𝘭 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘵𝘪𝘧 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪..."
𝘖𝘱𝘰𝘳𝘵𝘶𝘯𝘪𝘴: "𝘐𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯."
𝘈𝘭𝘵𝘳𝘶𝘪𝘴: “𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘪 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪.”
𝘚𝘵𝘳𝘶𝘬𝘵𝘶𝘳𝘢𝘭𝘪𝘴: “𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘬𝘪𝘣𝘢𝘵 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢.”
𝘍𝘦𝘯𝘰𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘴: "𝘚𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪."
𝘓𝘪𝘣𝘦𝘳𝘢𝘭𝘪𝘴: “𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢𝘢𝘯!”
𝘚𝘰𝘴𝘪𝘢𝘭𝘪𝘴: “𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘵𝘶.”
𝘙𝘢𝘴𝘪𝘴-𝘍𝘢𝘴𝘪𝘴: “𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘴 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪!”
𝘒𝘳𝘪𝘵𝘪𝘴-𝘒𝘰𝘯𝘴𝘱𝘪𝘳𝘢𝘵𝘪𝘧: “𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘶𝘨𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘪𝘣𝘢𝘵 𝘷𝘪𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪?”
𝘗𝘰𝘴𝘵-𝘏𝘶𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴: “𝘛𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪, 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘱𝘦𝘴𝘪𝘦𝘴 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘭.”
𝘏𝘦𝘥𝘰𝘯𝘪𝘴 : “𝘛𝘪𝘬-𝘵𝘰𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢...”
𝘒𝘢𝘮𝘱𝘳𝘦𝘵𝘪𝘴-𝘊𝘰𝘷𝘪𝘥𝘪𝘰𝘵 : "𝘐𝘯𝘪 𝘢𝘻𝘢𝘣 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘰𝘮𝘶𝘯𝘪𝘴 𝘊𝘪𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘜𝘪𝘨𝘩𝘶𝘳."
𝘍𝘢𝘵𝘢𝘭𝘪𝘴: "𝘏𝘢𝘭𝘢𝘩... 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘰𝘳𝘰𝘯𝘢!"
𝘕𝘢𝘩𝘥𝘭𝘪𝘺𝘺𝘪𝘯: "𝘐𝘯𝘪 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘨𝘭𝘰𝘣𝘢𝘭, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘩𝘵𝘪𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘴𝘢𝘩, 𝘱𝘢𝘵𝘶𝘩𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩!"
𝘏𝘛𝘐: "𝘗𝘢𝘯𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘎𝘭𝘰𝘣𝘢𝘭, 𝘚𝘰𝘭𝘶𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘩𝘪𝘭𝘢𝘧𝘢𝘩!"
𝘞𝘢𝘩𝘢𝘣𝘪: "𝘋𝘢𝘫𝘫𝘢𝘭 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯, 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘵, 𝘴𝘪𝘢𝘱-𝘴𝘪𝘢𝘱!"
𝘘𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪𝘺𝘢𝘩: "𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘷𝘦𝘳𝘥𝘰𝘴𝘪𝘴 𝘥𝘰𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘨𝘩𝘰𝘵𝘴𝘢𝘩, 𝘐𝘗𝘛𝘌𝘒 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘦𝘧𝘦𝘬𝘵𝘪𝘧, 𝘢𝘱𝘢 𝘨𝘶𝘯𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘭?"
𝘗𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘴𝘪: "𝘒𝘳𝘪𝘴𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘬 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘳𝘢𝘩"
________________
𝐓𝐞𝐫𝐠𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐜𝐥𝐚𝐬𝐭𝐞𝐫 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐚𝐡𝐚𝐦 𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐧𝐝𝐚, 𝐩𝐚𝐫𝐚 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐮𝐝𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐝𝐞𝐫𝐦𝐚𝐰𝐚𝐧

12/04/2020

"Kasih Tahu BMKG Nih Teorynya Untuk Menjawab Dentuman Misterius.."

Lagi heboh adanya suara dentuman misterius,, tetapi tidak ada yang tahu darimana..!?

Dentuman itu berasal dari aktifitas anak krakatau,, ealaupun BMKG menyangkal bukan dari situ....

Lalu mengapa yang area dekat malah tidak mendengar..!?

Suara dentuman itu terjadi karena adanya pelepasan energi dalam bentuk plasma dan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas langit dengat sudut rendah,, sekitar 10-20 derajat dari arah kawah.

Nah,, ketika energi yang keluar naik keatas dia menembus troposfer dan kemudian mengenai massa udara dingin diangkasa pada stratosfer,, energi ini mengalami benturan dengan massa udara dingin yang padat.

Efek positive "Pandemi Corona" membuat udara di angkasa lebih dingin dan padat, karena ozon yang kembali padat dan pulih.

Benturan energi inilah yang menimbulkan suara,, kemudian gelombang suara terpantulkan kembali kebawah,, jatuh dibeberapa daerah,, sehingga terdengar suara dentuman dibeberapa daerah,, secara teory mengapa daerah yang dekat dengan anak krakatau tidak terdengar dentuman,, itu karena sudut pantulannya.

Demikian penjelasan suara dentuman misterius tersebut,, tidak perlu ada yang ditakuti.

So.. nggak perlu panik dan berfikir yang tidak-tidak.

Ditengah kepanikan pandemi Covid-19 ini,, mari berfikir yang positif saja..

PERINGATAN TERAKHIR!!!Buat yg merasa jual motor ini ke saya, saya tunggu I'tikad baik anda.Tenang saya tidak akan ngeTAG...
08/02/2019

PERINGATAN TERAKHIR!!!
Buat yg merasa jual motor ini ke saya, saya tunggu I'tikad baik anda.
Tenang saya tidak akan ngeTAG nama anda, juga tidak akan menyebut inisial nama.
Saya hanya ingin penjelasannya dari motor yg anda jual kpd saya katanya mulus tanpa minus, dan saya percaya,,,
Ternyata setelah saya bayar besoknya saya pakai malah banyak minus nya:
1.kalo motor di nyalakan lampu depan nyala terus gak bisa di matikan, kayaknya ada yg konslet, dan gak ada tombol buat matikan lampunya.
2.kalau di standar(jagang) samping mesin selalu mati nggak bisa dihidupkan.
3. shock belakangnya cuman 1.
4. gak ada kalbulatornya.
5. gak ada rantenya.
6. gak ada rem kakinya.
Jangan main2 ya sama saya, saya orangnya ngerti mesin.
Itu yg keliatan belum yg lainnya.
Saya tunggu konfirmasinya...
Jika dalam tujuh tahun gak ada I'tikad baik, akan saya kasih ke adek saya

20/04/2017

"ASAL-USUL KANKER RAHIM"

(Sharing untuk para wanita, bila pria yang terima, tolong diteruskan ke wanita di sekitar anda).

1. Jangan minum air es, air soda, dan air kelapa pada saat haid.

2. Jangan keramas pada saat haid, karena pori-pori kepala sedang terbuka pada saat haid, bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala), sangat berbahaya.

Efek ini bisa dirasakan saat muda, dan saat tua.

3. Jangan makan buah mentimun saat haid, karena getah yang ada pada buah mentimun bisa menyebabkan haid tersisa di dinding rahim.

4. Saat haid, usahakan tubuh tidak terbentur, terjatuh, dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut, karena bisa menyebabkan muntah darah, dan rahim bisa terluka.

Riset membuktikan, minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan "KISTA, DAN KANKER RAHIM".

Sebarkan info ini ke banyak wanita.... Ibu, Istri, Anak putri, maupun teman wanita.

Ini menunjukkan bahwa kita peduli sama mereka.

"Sayangi wanitamu".
1 x kiriman saja mungkin kamu dapat menjadi penyebat keselamatan 1 orang wanita, semoga bermanfaat bagi para wanita..

SOURCE : LPKI (LEMBAGA PENYULUHAN KANKER INDONESIA).

(Fhaoezscy SkywaverNz).

DI SEKOLAH TK..."Selamat pagi anak-anak," sapa wanita setengah baya itu."Selamat pagi, Bu Guru..." Anak-anak berseru den...
11/04/2017

DI SEKOLAH TK...

"Selamat pagi anak-anak," sapa wanita setengah baya itu.

"Selamat pagi, Bu Guru..." Anak-anak berseru dengan kompak membalas.

"Bagaimana kabar kalian..!?" sapanya.

"Baik, Bu guru," masih dengan kekompakan.

"Baiklah, sebelum ibu mengajar, ibu mau tahu dulu apa cita-cita kalian, mulai dari, Rita, apa cita-cita kamu..!?" menunjuk pada salah satu anak.

"Aku, mau jadi pengusaha," jawabnya riang.

"Oke, harus rajin bekerja keras yah," tangannya membelai rambut panjang Rita.

"Nah, kalau Deni mau jadi apa..!?" tanya Ibu guru pada anak lainnya.

"Aku, mau jadi pilot, bu, bisa terbang keatas lihat burung- burung, hehehe.." Deni menjawab penuh semangat.

"Pinter, bagus sekali," senyumnya.

Ibu guru sedikit berjalan, mendekati seorang anak yang sedang sibuk mencorat-coret kertas.

"Nah... Ghaitsaa, kamu mau jadi apa..!? Pelukis atau Penulis? Daritadi, ibu lihat kamu sibuk dengan pensil dan kertas kamu." Masih dengan kelembutannya, bertanya penuh ramah.

"Aku, mau jadi Smartphone." Ghaitsaa menjawab dengan datar.

"Loh, kok mau jadi smartphone, kenapa..!?" tanyanya heran.

"Aku, mau jadi smartphone karena selalu dibawa kemana-mana." Dia pun terdiam, menghentikan jemarinya yang daritadi sibuk dengan pensil dan kertasnya, lalu melanjutkan ucapannya,

"Bahkan, Ayah dan Bunda, selalu bermain dengan Smartphone-nya."

"Aku mau bermain dengan ayah, tapi ayah selalu sibuk bermain game di Smartphone, aku nggak boleh ganggu."

"Lalu, Bunda selalu cepat mengambil Smartphone-nya jika berbunyi, dan Bunda, sering lupa memberikan aku makan, bahkan meskipun aku menangis, tapi Bunda tetap sibuk dengan Smartphone-nya."

"Ayah, selalu tidur dengan Smarphone di sampingnya, Bunda sibuk menelepon terus, aku akan dimarahi bila menggangu."

"Aku mau jadi Smartphone, Bu, aku mau selalu bermain dengan ayah dan bunda, aku mau mereka selalu bersama Ghaitsaa, bermain bersama, menyuapi aku makan, aku mau seperti smartphone, bu..." Ghaitsaa bercerita dengan sedih, matanya berkaca-kaca menceritakan keinginannya, cita-citanya.

---------------

Apakah itu cita-cita menurut Anda..!? hal ini terucap tulus dari seorang anak yang iri dengan sebuah SMARTPHONE...

ini aku ambil dari gambaran video, dengn sedikit aku tambahin kata dan kalimat.

31/03/2017

TIPS : "Cara Blokir Nomor Ponsel SMS Penipuan."

Sebarkan jika bermanfaat.
Seringkali kita mendapat SMS penipuan yang menyatakan :

- Anda menjadi pemenang kuis, segera transfer ke ATM terdekat.
-Papa/Mama kok belum pulang.
- SMS yang pura-pura nyasar tentang transfer uang.
- Mama minta pulsa.
- Anak kecelakaan.
- Anak sakit.
- Agen pulsa super murah dll..

Jangan kita biarkan hal itu terjadi lagi, saat ini ada cara untuk menanggulanginya :

1. TELKOMSEL
Format SMS : penipuan penipu SMS tipuan, kirim ke 1166.
Contoh : Penipuan #0812123456 anda mendptkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin dst..

2. AXIATA
Format SMS : Lapor penipu yang di keluhkan lalu kirim ke 5883.

3. INDOSAT
Format SMS : SMS, (spasi), Nomor penipu (spasi) isi SMS penipuan. kirim ke 726

Jika sudah lebih dari 2 orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut akan segera diblokir secara permanen oleh operator.

Semua layanan ini GRATIS..!!

Sekedar Info, jika Anda mengalami penipuan dalam transaksi ONLINE, cukup kirim kronologis, dan No.Rekening penipu ke email : [email protected]
POLRI akan langsung bertindak dengan memblokir ATM si penipu, dan melacak keberadaannya untuk di tindak sesuai hukum.

Share ke teman-teman yang lain untuk membantu mencegah maraknya penipuan dengan modus ONLINE, dan simpan BC ini setiap minggu, kalau sempat kita kirim BC ini ke keluarga, teman-teman di contact kita, supaya mereka tidak menjadi korban penipuan.

"HAI ANAKKU,, SUNGGUH SEMUA INI SALAHKU.."Usia rei baru hitungan bulan, waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja b...
14/03/2017

"HAI ANAKKU,, SUNGGUH SEMUA INI SALAHKU.."

Usia rei baru hitungan bulan, waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja berkomentar,
"Jangan dikasih lihat TV d**g, kasian... anak umur segitu nggak bagus kalau kena Tv dan Gadget.."

Lalu apa tanggapan saya..!?

Sebagai ibu muda dengan tingkat emosi yang masih s**a meledak-ledak, saya tidak terima, sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentarin.

Sebagai ibu muda yangm emang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya tidak mau tau, karena orang yang komentar masih single, dalam hati, saya malah balik nyinyir.

"Eh kamu ya, nikah aja belom, nggak tahu rasanya jadi Ibu, nggak tahu rasanya jadi Stay At Home Mom, yang nggak punya pembantu, berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot Asinya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv, kalau tiada pengalihan gini, mana bisa emaknya ngerjain yang lain."

Fix... Saya membela diri.
Lalu...
Waktupun berlalu..
Rei makin kecanduan nonton kartun di TV, acara favoritnya dulu adalah Marsha And The Bear, yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia.

Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV, kalau enggak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.

Pikir saya,
"Ah gapapa lah, yang penting anteng, bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga."

Makin lama....
Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv, dia bisa ketawa-ketawa sendiri tiap si Marsha jahil, atau tiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain Marsha.

Kalau acara Marsha nya bubar, dia akan nangis mengamuk, kalau lagi nonton TV, dia ngapain..!? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainin apa saja.

Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan
jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi, mana kalau
ngamuk minta apa s**anya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai, setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek saja.

Sampai di sini, saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar, baru setahun ini, diamati dulu lah, begitu pemikiran saya.

Secara motorik memang nggak ada keterlambatan dalam diri anak saya, hanya beberapa hal yang saya pikir (lagi-lagi menurut saya) "WAJAR".

Apakah itu?

1. Anak saya dari bayi s**a kagetan.
jalau ada suara keras seperti klakson mobil, atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis.
Mitosnya, kalau orang jawa
"Dulu pas baru lahir nggak di gebrak ya..!?"

2. Ketika sudah bisa jalan, dia s**a sekali tiba-tiba jalan jinjit, seperti tidak mau kalau kakinya kotor.
Dia juga nggak s**a tidur di selimutin (padahal pakai AC), dia nggak mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.

3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman, pernah bahkan sampai menangis.

Memasuki usia 2 tahun..
nak saya masih juga belum bisa bicara, jangan tanya seberapa d**gkolnya saya tiap dapat pertanyaan dari para kerabat,
"Kog belom bisa ngomong sih..!?"
atau ketika rei ngoceh,
"Haduuuuh cah ganteng, kamu ngomong apa, koj kayak bahasa alien." (Emangnya sudah pernah ketemu alien..!?)

Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.

Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika nggak sreg, kenapa..!?

Hlah masa tiba-tiba dibilang anak saya "Speech Delay mengarah ke Autis."

HAH...
APAAA....!!!
Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis..!?

"Hallooo... gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme, ya seingat saya tes untuk diagnosa autis itu buwaaanyaaak.. nggak cuman di tes Denver doang, lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis..!?
No.. no.. no..."
Lagi... emosi, dan ego "Ibu muda" saya bergejolak, saya nggak terima.. Titik.

Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.

Tapi, dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi, mencari second opinion.

Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun.

Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword "Autisme", "Speech Delay", "Keterlambatan Bicara" dan lain-lain.

Akhirnya saya menemukan klinik yang nggak terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor, saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.

Apa katanya..!?

"Yang bilang anak kita autis itu siapa..!? nggak usah di dengerin kenapa sih, orang anaknya baik-baik aja, nanti kalau sudah waktunya pasti juga bisa ngomong."
Hyaaak... des... suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.

"Tapi mas, kan nggak ada salahnya juga cek lagi, daripada aku kepikiran, nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin."

Ribut lah kami malam itu.
Akhirnya apa..!? saya bawa Rei konsultasi lagi, naik motor sendiri sambil gend**g bocah pakai babycarier, lua.a.aa..rr biasa.aa kan..?! ayahnya cuman saya whatsap,
"Aku ke klinik, sudah janjian mau observasi Rei."

Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tersebut, saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan
dan riwayat kesehatan anak
sejak dia lahir.

Masih dilanjutkan dengan wawancara, selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan.

Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung, entah diapain itu bocah di dalam.

Mau ngintip pun rasanya gak tega, Ya Allah... kenapa lagi itu anak..?! saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.

Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar "Speech Delay" alias Terlambat Bicara.

Mau nangis aja rasanya, merasa bersalah sama diri sendiri.

"Anak baru satu aja kok nggak becus ngurusnya sih..!?"

"Kenapa juga dulu ngasih anak TV..!!"

"Kenapa dulu gak dengerin peringatan temen..!!"

"Kenapa..!?"

"Kenapa..?!"

"Semua salahmu..."

Bermacam-macam perdebatan dalam hati, tapi mau gimana lagi, "Nasi Sudah Jadi Bubur."

Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih
bayi, saya nggak akan ngulangin kesalahan macam ini lagi.
"Hei nak.. Maafin ibumu.. Semua ini salahku..."

***

Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah,
"Apakah speech delay itu berarti anak autis..!?"

"Oh, enggak bu.. salah satu gejala anak autis memang telat berbicara, tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis.

Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus, dan cenderung hiperaktif.

Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus, dan informasi bisa masuk, itulah nanti yang kita namakan Terapy Sensory Integrasi.

Selama ini kan anak cenderung s**a nonton TV, Indranya asyik menikmati gambar di TV, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti
tayangan TV.

Jadi, nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya.

Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga.

Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi."

Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age, kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya.

Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun, biasanya saya tegur keras itu orang tuanya
"Kog baru dibawa sekarang sih pak, buk..?!".

Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat Golden Age.

Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita Speech Delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.

Alhamdulillah...
Dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal, dan melegakan, bukan sekedar,
"Hai buk, anakmu autis".

Menurut sang terapis, penyebab Speech Delay itu bermacam-macam, jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.

Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan diatas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak.

Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.

Jadi, siapa yang bilang jadi ibu, dan mengasuh anak itu mudah..!?

Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi.

Lebih legowo dengan kritik dan mas**an, kalau memang tidak paham ilmunya, nggak akan ada salahnya belajar lagi.

Ya, meskipun nggak semua teori seputar parenting bisa di tiru dan
dilakukan.

Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.

Hikmah dari memiliki anak dengan Speech Delay adalah, saya menyadari bahwa :

"TV, dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk Balita, terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun."

29/07/2016

TEKA-TEKI :

Andi menelusuri sebuah gua yang sangat gelap..
Dalam penelusuran itu, Andi membawa Lilin dan obor..
Agar Andi lebih jelas melihat isi gua,, kira-kira manakah yang harus Andi nyalakan terlebih dahulu..!?

orang Genius yang bisa jawab.
yang bisa jawab.

Address

Jln. Satria, Gang. 04, No. 23, Rt. 10, Rw. 03, Ketegan, Taman
Pamekasan
61257

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TIDAK SEKOLAH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share