Edmond Leonardo Siahaan, SH, MH

Edmond Leonardo Siahaan, SH, MH Kantor Hukum Edmond Leonardo Siahaan, SH., MH & Rekan
Advokat-Pengacara-Legal Consultant

Didesak Diperiksa Soal Izin PT RAS, Anwar Hafid: Sebagai Warga Negara yang Siap HadapiPengamat Hukum: Perlu Dilihat Kron...
12/08/2026

Didesak Diperiksa Soal Izin PT RAS, Anwar Hafid: Sebagai Warga Negara yang Siap Hadapi

Pengamat Hukum: Perlu Dilihat Kronologi dan Kewenangan

Pengamat hukum sekaligus advokat dan mantan aktivis lingkungan, Edmond Leonardo Siahaan, S.H., M.H., meminta persoalan PT RAS dilihat secara utuh berdasarkan kronologi penerbitan izin dan pejabat yang memiliki kewenangan pada masing-masing periode.

Edmond mengaku enggan terlalu jauh masuk dalam konflik antara PT RAS dan PTPN XIV karena kedua perusahaan tersebut merupakan investor di sektor perkebunan.

“Sebenarnya saya enggan menanggapi berita konflik lahan antara PT Rimbunan Alam Sentosa (RAS) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ini, karena yang tergambarkan adalah konflik antara investor perkebunan sawit. Saya tidak ingin disimpulkan memihak kepada salah satu perusahaan yang berkonflik,” ujar Edmond kepada Alasannews melalui WhatsApp, Selasa (11/8/2026).

Menurut Edmond, salah satu hal yang perlu diperjelas adalah kronologi penerbitan izin PT RAS.

Gubernur Sulawesi Tengah H Anwar Hafid ALASANNEWS, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyatakan kesiapannya ...

08/08/2026

Dokumen Audit Internal 2024 Kembali Beredar Adakah Kaitan Jelang Pilrek Untad?

Isu Pengadaan Lab Rp24,83 Miliar Hangatkan Pilrek Untad, Rektor Tegaskan Seluruh Temuan Audit Telah Diselesaikan
01/08/2026

Isu Pengadaan Lab Rp24,83 Miliar Hangatkan Pilrek Untad, Rektor Tegaskan Seluruh Temuan Audit Telah Diselesaikan

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar Akbar Ali, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ALASANNEWS,PALU– Atmosfer politik di lingkungan Universitas Tadu...

Jelang Pilrek Untad 2026, Rektor Amar Pastikan Temuan Itjen Sudah Tuntas dan Tata Kelola Kampus Semakin KuatMunculnya ke...
27/07/2026

Jelang Pilrek Untad 2026, Rektor Amar Pastikan Temuan Itjen Sudah Tuntas dan Tata Kelola Kampus Semakin Kuat

Munculnya kembali pembahasan mengenai hasil audit 2024 menjelang Pilrek Untad dinilai sejumlah pihak tidak lagi relevan karena seluruh rekomendasi telah diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.

Alumnus Fakultas Hukum Untad, Edmond Leonardo Siahaan, S.H., M.H., yang juga berprofesi sebagai advokat dan mantan aktivis lingkungan, menilai pernyataan resmi rektor seharusnya menjadi acuan publik dalam memahami persoalan tersebut.

Menurut Edmond, demokrasi kampus semestinya dibangun melalui pertukaran gagasan, program kerja, dan rekam jejak, bukan dengan menghidupkan kembali isu yang telah diselesaikan secara administratif.

Pilrek merupakan hak demokrasi para akademisi dan intelektual yang semestinya mengedepankan rasionalitas ilmiah,” ujarnya.
Rekam Jejak Kepemimpinan Jadi Sorotan
Bagi Edmond, masyarakat kampus memiliki kapasitas untuk menilai setiap calon pemimpin berdasarkan capaian nyata selama memimpin.

Ia menilai kepemimpinan Prof. Amar pada periode pertama membawa sejumlah perkembangan bagi Untad, mulai dari meningkatnya jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, bertambahnya mahasiswa baru setiap tahun, hingga semakin luasnya kerja sama internasional.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di luar negeri, termasuk di Tiongkok dan Jerman, menjadi bagian dari langkah Untad memperkuat jejaring akademik global.

Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Universitas Tadulako untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pilrek Diharapkan Berjalan Sehat dan Bermartabat

Dengan jadwal pemilihan rektor yang semakin dekat, perhatian sivitas akademika kini tertuju pada proses demokrasi kampus yang diharapkan berlangsung secara jujur, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik.

Edmond berharap seluruh civitas akademika menjadikan Pilrek Untad sebagai ruang adu gagasan, bukan arena penyebaran isu yang telah selesai.

Menurutnya, pemimpin Universitas Tadulako ke depan harus memiliki visi yang kuat untuk melanjutkan transformasi kampus menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional.

Pelaksanaan Pilrek Untad 2026 pun diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya demokrasi akademik yang sehat, dengan mengedepankan integritas, prestasi, serta komitmen membangun kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. (Elkana Lengkong/PU-01)

Sumber:

PUBLIK UPDATE, PALU – Menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026, dinamika di lingkungan kampus mulai menghangat. Sejumlah isu…

Jelang Pemilihan Rektor, Alumni Apresiasi Kinerja Rektor Prof. Amar Bawa Untad Ketingkat Internasional
24/07/2026

Jelang Pemilihan Rektor, Alumni Apresiasi Kinerja Rektor Prof. Amar Bawa Untad Ketingkat Internasional

H Helmy D Yambas SE ALASANNEWS, PALU – Menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) Palu, gelombang dukungan dan apres...

MENGENANG BASRI MARZUKI“FOTOGRAFER GERAKAN DEMOKRATIK”Oleh Edmond Leonardo Siahaan Basri Marzuki, kawan-kawannya memangg...
19/06/2026

MENGENANG BASRI MARZUKI
“FOTOGRAFER GERAKAN DEMOKRATIK”

Oleh Edmond Leonardo Siahaan

Basri Marzuki, kawan-kawannya memanggilnya dengan singkatan nama lengkapnya: BMZ yang juga menjadi akun Bmzimages.

Singkatan namanya itu p**a yang menjadi tanda dalam semua foto hasil jepretannya.

Saya kerap menikmati hasil karya fotografinya di album Facebook (FB) miliknya—serasa berselancar di pantai berpasir putih dan sejuk.

Foto-fotonya menggambarkan kemanusiaan, hubungan sesama manusia atau solidaritas—yang belakangan ini menjadi barang langka di dunia yang semakin materialistik dan individualis ini.

Belakangan ini BMZ lebih sering melihat postingan fotonya menikmati waktu dengan keluarga tercintanya, camping di gunung, pantai dan berbagai tempat lainnya.

Untuk menikmati momen-momen kebersamaan BMZ dan anaknya yang paling bontot, saya sering melihatnya di postingan istrinya, kerap disertai dengan keterangan atau momen lucu antara ayah dan anak.

Perawakannya yang kurus, berambut gondrong—tidak berubah sampai dengan hari berp**angnya, menjadi ciri khasnya. Mudah mengenali sosoknya, bahkan dalam keadaan demonstrasi yang chaos sekalipun.

Gayanya pun tak berubah sejak saya mengenalnya sejak awal tahun 2000-an: kaos, celana jeans dan sepatu outdoor yang biasa dipakai untuk berpetualang di alam bebas. Mirip demonstran sejati.

Awal tahun 2000-an saya mengenal BMZ, pasca tumbangnya Orde Baru (Orba)—ketika demonstrasi mahasiswa dan Organisasi Non Pemerintah (Ornop) masih kencang-kencangnya melawan sisa-sisa Orba.

Tahun 2003 ketika saya didapuk menjadi Koordinator (Adhoc) Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sulawesi, kami semakin intens bertemu.

BMZ selalu meliput demontrasi yang digelar oleh KontraS Sulawesi—nyaris tak pernah absen. Seperti ketika saya masih di Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulawesi Tengah (ED WALHI Sulteng).

Soal nyali, BMZ seakan-akan tidak punya urat takut. Dalam berbagai demonstrasi yang berujung chaos, saya tidak pernah menyaksikan dirinya lari dari area demonstrasi. Dengan pembawaannya yang tenang—dia tetap mengambil foto-foto chaos.

BMZ menjadi satu-satunya kawan yang saya percaya untuk memberikan informasi penting tentang demonstrasi yang digelar.

Biasanya dia berbisik kepada saya: Mond, ada chaos kah?. Ujarnya dengan berbisik.

Saya pun memberikan kode tertentu—dan dia paham arti kode itu. Sehingga dia bisa mempersiapkan diri dengan syal untuk menghadapi gas air mata, baterai kamera yang lebih banyak dan berbagai persiapan lainnya.

Karena seringnya meliput demonstrasi sejak awal tahun 2000-an, BMZ mengenal semua aktivis Mahasiswa dan NGO’s, bahkan menjadi kawan akrabnya sampai akhir hayatnya. Dia paham gaya orasi dan gaya demonstrasi dari masing-masing Aktivis itu.

Tahun 2018, saya yang memprovokasinya untuk membangun mobil offroad yang akan menunjang hobbynya mengeskplor alam bebas.

Akhirnya BMZ memiliki mobil berpenggerak 4X4, Suzuki Vitara berwarna Coklat Gurun. Dia menjadi anggota club mobil Suzuki Vitara Sulteng.

Beberapa tahun lalu, saya mendapat kabar dari istrinya, Yani Lapasere kalau mobilnya terbalik saat mengikuti event offroad di Kota Palu.

Selain sebagai fotografer, BAMZ kerap hadir sebagai demonstran, kami beberapa kali berdemonstrasi bersama-sama, BMZ sebagai massa demonstrasi—bukan sebagai fotografer. Demonstrasi yang gelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu yang berkaitan dengan kekerasan yang menimpa Jurnalis di Kota Palu, seperti yang menimpa salah seorang Jurnalis ANTARA, Naruto beberapa tahun lalu—atau demonstrasi solidaritas untuk berbagai daerah lainnya yang digalang oleh berbagai organisasi.

Saya pun ba gara (Dialek Palu: mencandai) BMZ, “Wah kalau ngana iko, siapa yang akan mengabadikan momen ini?”. Ujar saya.

Dia pun menjawab: “Ada banyak kawan yang meliput, kita ba iko demonstrasi jo, so rindu juga chaos.” Ujarnya memprovokasi saya.

“Baiklah kalau begitu, kita ba lempar duluan biar chaos, jangan ngana kase tinggal kita.” Timpal saya.

“Tidak juga begitu,” Ujarnya sambil tertawa.

Kecintaannya pada fotografi, tetap dijalaninya sampai akhir hayatnya. Saya menikmati foto-foto dalam perjalanannya: anak pantai di daerah nelayan yang terpinggirkan, nelayan tradisional, bahkan megalitikum yang harus terus dilestarikan.

Kawan-kawan Pewarta Foto pun menghormati sosoknya yang tidak sungkan-sungkan berbagi ilmu fotografi. Dia sosok yang murah berbagi ilmu dan pengalaman.

Saya mengenal BMZ yang memiliki idealisme yang tinggi—karya fotografi yang berpihak pada kaum yang terpinggirkan dan tertindas, petani yang terpinggirkan, para korban bencana Palu tahun 2018 lalu—bahkan aksi unjuk rasa para Aktivis 98 di Kota Palu belasan tahun lalu.

Hasil fotografi BMZ tidak akan menggambarkan kemewahan, atau puja-puji terhadap kapitalisme—sebaliknya, dia menggambarkan ketimpangan ekonomi-politik, seperti awal karirnya sebagai Jurnalis Desk Ekonomi di Mercusuar yang belakangan berubah menjadi Radar Sulteng.

BMZ yang saya kenal adalah Jurnalis yang profesional, memiliki idealisme tinggi, tidak latah menceburkan diri dalam gegap-gempita politik praktis.

Selain sebagai Fotografer hebat, BAMZ juga tercatat sebagai Ahli Dewan Pers Sulteng di akhir hayatnya.

BMZ berp**ang pada hari Jumat, 19 Juni 2026 pukul 00.30 WITA di RS Anutapura Palu.

BMZ meninggalkan banyak kenangan tentang kebaikan, idealisme dan kepedulian sosial.

Gerakan Demokratik berterima kasih atas kontribusinya dalam mengabadikan Gerakan-gerakan demokratik dari awal tahun 2000-an sampai hari ini.

Selamat jalan sobat, beristirahatlah dalam damai, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan tempatNya yang terindah di sisiNya dan kuatkan rumpun keluarga yang berduka. (***)

Jumat, 19 Juni 2026

***********
Foto milik Bang Rio Ismail momen Almarhum BMZ memotret orator pada demonstrasi Akvitis 98 di Kota Palu sekitar tahun 2009.

Universitas Tadulako (Untad) Palu semakin maju, salut untuk Prof Amar sebagai Rektor, beliau layak terpilih kembali menj...
23/05/2026

Universitas Tadulako (Untad) Palu semakin maju, salut untuk Prof Amar sebagai Rektor, beliau layak terpilih kembali menjadi Rektor 👍

Oleh: Elkana Lengkong, Koresponden Publik Update. Kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng dinilai telah membawa perubahan besar dalam arah pembangunan perguruan tinggi negeri t…

Peluang Incumbent Anwar-Reny di Pilkada 2030: Efektivitas "9 Program Berani" Jadi Penentu Utama →
17/03/2026

Peluang Incumbent Anwar-Reny di Pilkada 2030: Efektivitas "9 Program Berani" Jadi Penentu Utama →

Oleh: Elkana Lengkong ALASANNEWS, (Palu)– Meski kalender politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2030 masih terpaut beber...

Pencabutan Sanksi PT Rezky Utama Jaya di Morowali, Gubernur Anwar Hafid: Apanya yang Janggal? Saat itu Saya Belum Baca S...
26/01/2026

Pencabutan Sanksi PT Rezky Utama Jaya di Morowali, Gubernur Anwar Hafid: Apanya yang Janggal? Saat itu Saya Belum Baca Suratnya →

Gubernur Sulawesi Tengah H Anwar Hafid ALASANNEWS , (Palu) – Isu pencabutan sanksi administratif terhadap PT Rezky Utama Jaya (RUJ) yang b...

Address

Palu
94111

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Edmond Leonardo Siahaan, SH, MH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share