Media Cetak Harian Metro 24 Jam

Media Cetak Harian Metro 24 Jam Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Media Cetak Harian Metro 24 Jam, Jalan Raya Menteng Medan, Medan.

24/10/2021
04/06/2021
[ # LINK_TEXT  #] bagus, Silakan lihat!
11/11/2019

[ # LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat!

PEWARTAONLINE.COM - Semua Peristiwa Layak Berita | Portal Berita Nasional, Sumut, Medan, Hukum, Publik, Ekonomi, Video, Ritual-Gaib

---Sabhara Polresta Medan Kritis Dikeroyok 20 Begal Kereta---MEDAN BARU, JAM 17.00 WIBSeorang anggota Sabhara Polresta M...
19/03/2015

---Sabhara Polresta Medan Kritis Dikeroyok 20 Begal Kereta---

MEDAN BARU, JAM 17.00 WIB
Seorang anggota Sabhara Polresta Medan Bripda ZS, babak belur dihajar 20-an anggota begal kereta saat sedang melaksanakan tugas di seputaran Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, Rabu (18/3) jam 03.00 wib.

Informasi dihimpun, sebelum dihajar, Bripda ZS mencoba menyetop sekitar 10 an kereta yang sedang berpawai. Saat itu, salah satu pelaku langsung melemparkan botol aqua ke arah polisi muda itu. Ternyata, lemparan botol minuman itu menyulut emosi beberapa rekan pelaku yang diduga adalah begal motor. Karena kalah jumlah, akhirnya Bripda ZS pun terkapar di jalan dengan kondisi wajah berdarah-darah.

Beruntung, Bripda ZS masih dapat menghubungi rekannya sesama polisi di Sabhara Polresta Medan untuk meminta tolong. Alhasil, puluhan pasukan kereta Trail layaknya Satria Baja Hitam, mereka pun menyisir beberapa lokasi di seputaran Jalan Gatot Subroto dan Jalan Iskandar Muda, Medan.

Kanit Reskrim Iptu Oscar Setjo saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya mendapat informasi adanya penganiayaan terhadap anggota polisi itu. “Benar. Dia anggota Sabhara Polresta Medan,” kata Oscar, Rabu (18/3) jam 17.00 wib. Diterangkannya, polisi juga mendapat informasi bahwa para pelaku sedang berada di diskotik Lee Garden Jalan Nibung Baru, Medan Petisah. “Kita melakukan penelusuran hingga ke diskotik. Karena ada informasi para pelaku berada di dalam tempat hiburan malam itu,” kata Oscar.

Setelah memeriksa beberapa ruangan KTV dan Hall diskotik dan tidak mendapati pelaku, polisi membawa 5 unit kereta yang diduga adalah milik pelaku. “Tadi malam, memang ada kita amankan beberapa kereta karena diduga itu adalah milik para pelaku,” terang Oscar lagi.

Masih menurut mantan Kanit Intel Polsek Medan Baru itu lagi, pihaknya juga mendapat informasi bahwa para pelaku diduga adalah anggota TNI AD. “Informasinya adalah oknum anggota TNI. Makanya tadi malam itu, Denpom I/5 Medan juga turun ke Polsek untuk mengantisipasi adanya kericuhan, karena kereta itu kita amankan,” sebutnya.

Setelah beberapa jam di halaman polsek Medan Baru, akhirnya 5 unit kereta itu diangkut menggunakan mobil Pick Up ke Mapolda Sumut. “Sampai saat ini, pemilik kereta belum datang mengambil keretanya. Sehingga, kita menduga, bahwa mereka itulah pelaku pengeroyokan terhadap Bripda ZS,” tambah Oscar menjelaskan saat ini kereta itu di Polda Sumut, agar aman.

Saat disinggung mengenai laporan korban, Oscar mengaku bahwa hingga saat ini, pihaknya belum dapat laporan pengaduan. “Tempat kejadian memang di wilayah hukum medan Baru. Tapi, sampai saat ini, korban belum melapor,” ujar Oscar. Adapun 5 kereta yang diamankan dan dibawa ke Mapolda Sumut antara lain, Honda Vario BK 4560 RAN, Yamaha RX King BK 2238 AA, Suzuki Satria FU BK 4886 RAD, Honda Beat BK 3879 ADA dan Yamaha Vixion BK 5436 JO.

fhoto/Kereta diduga milik pelaku.

---------A Kiong Nekat Nyolong 3 Batu Bacan----------Gegara Demam Batu Akik---MEDAN BARU, JAM 22.00 WIBDemam batu akik t...
10/03/2015

---------A Kiong Nekat Nyolong 3 Batu Bacan-------

---Gegara Demam Batu Akik---

MEDAN BARU, JAM 22.00 WIB
Demam batu akik ternyata membuat A Kiong (35) kalap. Buktinya warga Kecamatan Medan Timur ini nekat mencuri 3 batu akik jenis Bacan yang sedang dipamerkan di Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah, Senin (9/3) jam 22.00 wib.

Ceritanya, awalnya A Kiong hanya melihat-lihat sejumlah batu akik yang dipajang di steling pameran. Usai melihat, kini A Kiong mulai memegangnya dan kemudian kembali meletaknya di steling. Melihat ramainya pengunjung, mendadak muncul niat A Kiong untuk mencuri beberapa batu akik. Sambil berpindah-pindah di lokasi pameran, A Kiong memasukkan 3 batu cincin yang diambilnya ke tas yang dibawanya.

Sialnya, gerak-gerik A Kiong dipantau oleh beberapa petugas keamanan. Seorang petugas pun sampai mengikuti kemana langkah A Kiong. Melihat situasi sudah aman, A Kiong pura-pura memegang handphone mencoba untuk pergi. Tapi, hanya berjarak 100 meter saja, dia langsung ditangkap security dan diamankan ke pos satpam.

Awalnya A Kiong membantah tuduhan petugas. Dia mengaku, semua batu cincin itu adalah miliknya. Untuk lebih jelasnya, A Kiong pun diboyong ke Polsek Medan Baru. Di Polsek, A Kiong sama sekali tak mau berbicara ketika ditanyai wartawan. Bahkan, walau pun polisi yang menanyakan, A Kiong tetap membisu, hingga akhirnya polisi membawa A Kiong ke ruang Satreskrim di lantai 2.

Menurut Komandan Regu Security gedung, Murti saat membawa A Kiong ke polsek menceritakan, dalam sehari itu, sudah 3 pelaku pencurian yang mengambil batu dari pameran di Plaza Medan Fair. “Tapi, baru A Kiong yang berhasil tertangkap,” kata Murti.
Saat digeledah, ada 5 batu cincin yang berhasil di dapat dari dalam tas A Kiong. “Menurut pegawai batu cincin itu, hanya 3 milik mereka yang hilang. Untuk 2 batu cincin yang lain kami nggak tahu,” kata Murti.

Untuk menjerat A Kiong, seorang pegawai pameran batu cincin itu pun datang ke Polsek Medan Baru dan membuat laporan.
Kanit reskrim polsek Medan Baru Iptu Oscar Setjo mengatakan, masih memeriksa dan menginterogasi A Kiong. “Masih dalam pemeriksaan,” ujar Oscar.

fhoto/A Kiong.

----Kapolresta Tegaskan Tembak Di Tempat Penjahat Jalanan----Ulah penjahat jalanan yang tak pandang bulu dalam melakukan...
23/02/2015

----Kapolresta Tegaskan Tembak Di Tempat Penjahat Jalanan----

Ulah penjahat jalanan yang tak pandang bulu dalam melakukan aksi penjambretan, perampokan hingga mengancam nyawa korbannya membuat geram Kapolresta Medan. Ini instruksinya…

POLRESTA MEDAN, JAM 16.00 WIB

Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta memastikan, para pelaku kejahatan atau penjahat yang kerap meresahkan masyarakat akan ditindak tegas berupa tembak di tempat. “Kita memastikan akan melakukan tembak di tempat bagi para pelaku kejahatan,” tegas Kapolresta Medan melalui Waka Polresta, AKBP Hondawantri usai pemaparan tangkapan curas, curat dan curanmor (3C), Minggu (22/2) sore.

Instruksi tembak di tempat, kata Waka Polresta, tentunya melihat situasi di lapangan misalnya jika sudah sampai mengancam jiwa petugas dan masyarakat. Waka Polresta mengakui, belakangan pelaku-pelaku kejahatan jalanan mulai aktif atau marak kembali. Karena itu, seluruh satuan khususnya Reskrim harus mengaktifkan seluruh personel. Bahkan, Sabhara dan Lantas turut dilibatkan untuk melakukan pencegahan.

Petugas kepolisian, katanya, pasti berhasil mengungkap berbagai tindak kejahatan yang terjadi. Namun tentu diperlukan waktu karena para pelaku senantiasa terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain guna menghindari penangkapan. “Kami juga tidak menganggap enteng para pelaku kriminal. Semakin banyak ditangkap, mereka terus beraksi. Namun kita terus berupaya melakukan penindakan,” sebutnya.

Disinggung penjahat yang kerap menggunakan senjata jenis softgun, Waka Polresta menegaskan pihaknya sudah mendata siapa saja orang atau lembaga yang memperjual-belikannya tanpa izin. Polresta Medan, sebutnya, sudah berkoordinasi dengan Direktorat Intelkam Polda Sumut, mendata pemegang softgun. “Sebab berbahaya jika senjata ini dipegang orang-orang tak bertanggung jawab,” tambahnya.

Saat itu, Waka Polresta mengatakan mereka telah meringkus 261 tersangka dari 54 kasus. Jumlah itu hasil pengungkapan Polsek se-jajaran mulai Januari hingga minggu kedua Februari. “Dari sini, disita 5 kereta, linggis, pisau, 1 jenis softgun, 1 mancis berbentuk pistol, sejumlah uang tunai, komputer dan lainnya,” jabar Waka Polresta.

Para tersangka ini, sebutnya, terlibat kasus 3C tetapi didominasi pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Hasil pemeriksaan sementara, mereka kerap berganti-ganti pasangan setiap akan beraksi,” terangnya. Untuk Operasi Kancil yang dilaksanakan Polda Sumut, tambahnya, jajaran Polresta Medan telah meringkus 15 tersangka dan mengungkap 13 kasus. “Kita senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, untuk memberi rasa aman,” tutupnya.

fhoto/Waka Polresta paparkan para pelaku C3.

---------Elpiji 3 Kg Mau Naik Rp3 Ribu---------MEDAN, JAM 16.00 WIBPemerintah kembali memberikan hadiah yang cukup menge...
29/01/2015

---------Elpiji 3 Kg Mau Naik Rp3 Ribu---------

MEDAN, JAM 16.00 WIB

Pemerintah kembali memberikan hadiah yang cukup mengejutkan di awal tahun baru 2015. Namun hadiah tersebut tidak populis, yakni harga Liquified Petroleum Gas (LPG) satuan 3 kilogram direncanakan naik Rp3 ribu.

Wacana kenaikan harga elpiji 3 kg kembali disampaikan pemerintah melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM IGN Wiratmadja usai membuka Konferensi Indogas kedua di Jakarta Convention Center, Selasa (27/1). Menilai hal itu, Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Dr Farid Wajdi SH MHum mengatakan, pemerintah membuat skema opsional, rencana kenaikan harga elpiji 3 kg menjadi salah satu opsi yang akan dilakukan pemerintah. “Opsi lainnya, tidak menaikkan harga elpiji 3 kg, namun mengalihkan subsidi dari sektor lain untuk ‘menambal’ harga elpiji 3 kg,” kata Farid di Medan, Rabu (28/1).

Dikatakan, pengguna elpiji 3 kg adalah konsumen dengan loyalitas tinggi, terlebih lagi secara ekonomi-sosial pengguna elpiji 3 kg adalah masyakat kurang mampu atau menengah ke bawah. Peningkatan harga jual, meski besaran subsidi tetap. Masyarakat pun kembali susah akibat kenaikan harga gas. Masalahnya wacana kenaikan harga Elpiji 3 kg bakal semakin membuat masyarakat tidak memiliki kontrol terhadap kepastian harga elpiji. Apalagi fakta di lapangan, masyarakat memang sedari dulu tidak bisa mendapat kepastian harga. Harga BBM dan elpiji mirip ayunan. Naik turun tak beraturan, sehingga masyarakat berada pada situasi serba tidak pasti.

Subsidi Tetap
Pemikiran untuk menaikkan harga elpiji 3 kg berlatar belakang semakin naiknya biaya operasional yang ditanggung oleh agen dan operator yaitu Pertamina. Oleh itu, pemerintah berniat menaikkan harga gas melon Rp1.000 per kilogram, sehingga elpiji 3 kg akan naik Rp3000 per unitnya. Lalu, apakah benar Pertamina rugi?

“Apa alasannya? Perlu dipahamkan bahwa Pertamina itu perusahaan pemerintah, bisa dialokasikan subsidi sebagian dari pemerintah. Konon p**a potensi Gas Indonesia masih banyak. Bahkan Indonesia masih ekspor. Semestinya dari hasil ekspor itu sebagian kan bisa alokasikan saja untuk kepentingan masyarakat,” kata Farid.

Oleh itu, bila tata niaga yang dilakukan pemerintah masih seperti ini maka konsumen akan semakin sulit mengontrol harga. Pilihan lainnya, berupa pengalihan subsidi BBM dan listrik untuk menyubsidi elpiji, sebenarnya itu tidak akan menyelesaikan masalah. Dampak dari ketidak pastian harga ini banyak sekali di antaranya menyulitkan masyarakat dalam menentukan anggaran rumah tangga. Demikian p**a pengusaha kecil menengah, sehingga tidak sedikit pengusaha kecil yang masih menunggu kepastian harga yang bersifat tetap dari pemerintah

“Kini, harga elpiji tiga kilo lomba-lombaan dengan yang 12 kg. Jadi mau dialihkan atau apa, itu ayunan, naik turunnya berputar-putar di situ juga. Nah, mekanisme harga elpiji yang seperti itu sulit dipahami masyarakat. Jadi, subsidi tetap untuk elpiji 3 kg adalah pilihan lebih baik,” katanya.

Sementara Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, sangat kuatir dengan rencana pemerintah yang akan menaikan harga elpiji. “Kenaikan harga gas elpiji yang direncanakan naik Rp 3000. Ini sebenarnya yang saya kuatirkan sebelumnya karena pemerintah sangat agresif menaikkan harga elpiji 12 kg. Padahal terjadi penurunan pada harga gas dunia,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah sebaiknya menggunakan elpiji 3 Kg sebagai pemenuhan kebutuhan akan energi masyarakat. Jangan lagi menggunakan energi yang memiliki disparitas harga berbeda padahal energinya sama. Ini penting sekali sehingga tidak ada pengalihan ataupun tindakan spekulan yang bisa membuat kelangkaan gas itu sendiri. “Kalau pengaruhnya terhadap inflasi, pastinya kenaikan harga gas akan menimbulkan inflasi,” ungkapnya.

--Istri Polisi Kritis Dirampok Satpam----Tangan Patah, Kening & Kepala Robek--PERCUT, JAM 08.00 WIBDalam kondisi berlumu...
26/01/2015

--Istri Polisi Kritis Dirampok Satpam--

--Tangan Patah, Kening & Kepala Robek--

PERCUT, JAM 08.00 WIB
Dalam kondisi berlumuran darah, Betty Syahputri (33) dilarikan ke ruang UDG RSUD dr Pirngadi Medan. Istri polisi itu menderita luka parah di kening dan kepalanya, bahkan tangan kanannya patah akibat terjerembab ke aspal saat mengejar perampok yang merampas dompetnya, Jumat (23/1) sekira jam 08.00 wib.

Perampok istri polisi itu adalah Krisbudianto (25). Dia tinggal Jalan Pendidikan I, Dusun 11, Desa Sei Rotan, Percut Seituan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang bekerja sebagai satpam di kantor TBG (Tower Bersama Group) Jalan Menteng, Medan itu meringkuk di sel tahanan Mapolsek Percut Seituan setelah sebelumnya sempat dihakimi massa.

Menurut cerita Salinah (38), kakak ipar korban. Saat itu Betty hendak p**ang ke rumahnya di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Kapten Jamil Lubis, Medan Tembung usai mengantar anaknya ke sekolah. Saat melintas di Jalan Kolam, tak jauh dari kampus Universitas Medan Area, tiba-tiba kereta Honda Vario yang dikendari Betty dipepet Krisbudianto yang mengendarai kereta naik kereta Yamaha Vixon BK 2155 ACR . Disitu, Krisbudianto yang dibonceng merampas dompet sembari menendang kereta Betty. Akibatnya, Betty terjungkal ke aspal jalan. Sementara kedua pelaku langsung kabur.

Meski terluka, Betty bangkit dan coba mengejar sambil teriak rampok. Pengendara yang kebetulan melintas pun ikut mengejar. Diseputaran Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, komplek MMTC, Krisbudianto berhasil ditangkap. Tak pelak, warga yang emosi menghakiminya.

Untungnya polisi cepat datang ke lokasi mengamankan Krisbudianto dari amukan warga, lalu membawanya ke Mapolsek Percut Seituan. Sementara Betty yang luka parah dievakuasi ke RSUD dr Pirngadi Medan. Di kantor polisi, Krisbudianto yang ditanyai mengaku nekat merampok karena butuh uang untuk membayar cicilan hutangnya di bank. “Aku baru kali ini menjambret. Itu kulakukan karena terlilit hutang dan Bank BPR,” katanya.

ANCAM WARTAWAN
DI RSUD dr Pirngadi Medan, ternyata Brigadir Lamsar Saraan, suami Betty Syahputri tak senang peristiwa itu diberitakan. Bahkan, polisi yang bertugas di Polsek Percut Seituan itu mengancam wartawan yang mengambil gambar istrinya.

“Hapus fotonya sekarang, Ini gak perlu diliput. Kalau gak kau hapus foto itu, terbit besok di koran, kau akan berurusan dengan saya,” ancam Lamsar Saraan ke seorang wartawan.

Di tempat terpisah, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Ronald Sipayung SH S*k yang dikonfirmasi membenarkan jika Betty adalah istri dari salah satu anggotanya, Brigadir Lamsar Saraan. “Iya benar, korban itu istri anggota Reskrim TL disini. Suaminya itu bernama, Brigadir Lamsar Saran,” kata Ronald Sipayung.

fhoto/korban Betty Saputri...tersangka Krisbudianto, diamankan

------Seser Diskotik Super, BNN Jaring 23 Pengunjung-----MEDAN BARU, JAM 03.00 WIBPetugas Badan Narkotika Nasional (BNN)...
23/01/2015

------Seser Diskotik Super, BNN Jaring 23 Pengunjung-----

MEDAN BARU, JAM 03.00 WIB
Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut didampingi Denpom 1/5 Medan dan Provost Polresta Medan merazia tempat hiburan malam di diskotik Super, Jalan Nibung Baru, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah, Minggu (18/1) dinihari.

Dari ratusan pengunjung diskotik Super yang dilakukan tes urine, hanya 23 orang saja yang dinyatakan positif terbukti mengkonsumsi zat yang mengandung metafetamin. Usai dilakukan test urine, ke 23 orang tersebut kemudian dibawa ke kantor BNN Sumut di Jalan Pancing, Medan Tembung untuk dilakukan pendataan penyelidikan.

Kepala BNN Sumut Kombes Pol Rudi Trenggono saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan, seluruh pengunjung di diskotik Super termasuk waitres nya dilakukan test urine. “Dari hasil, yang positif hanya 23 orang saja,” ujarnya. Kata Rudi yang didampingi Kabid Pemberantasan BNN Sumut AKBP Joko Susilo menjelaskan, dari penggeledahan di diskotik Super, pihaknya juga tidak menemukan adanya narkoba jenis apapun yang beredar di dalam. “Kita sudah selidiki dan periksa semuanya. Kita tidak dapatkan narkoba di dalam diskotik ini,” sebutnya.

Tidak lupa, Rudi juga tetap meminta Pemerintah Kota Medan dan Dinas Pariwisata Medan, untuk menindak tegas pengusaha maupun tempat hiburan malam yang memang dengan sengaja menjual dan menyebarkan narkoba jenis apapun. “Sperti contohnya Lee Garden. Sampai saat ini, BNN tetap bersikukuh agar Pemko Medan tetap menutup Lee Garden. Tidak tanggung peredaran narkoba disana,” ujar Rudi.

fhoto/Petugas melakukan tes urine di Super. - Pengunjung terjaring razia.

----Pundak Ditepuk, Duit & Hape Cewek Ini Lambai----MEDAN BARU, JAM 13.00 WIBVriska beru Tarigan (21) warga T**i Kuning,...
17/01/2015

----Pundak Ditepuk, Duit & Hape Cewek Ini Lambai----

MEDAN BARU, JAM 13.00 WIB
Vriska beru Tarigan (21) warga T**i Kuning, Medan Johor, ngaku jadi korban hipnotis. Akibatnya, uang dan hape miliknya raib dibawa kabur wanita bekrudung yang mengajaknya belanja di Carefour Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah, Jumat (16/1) siang.

Awalnya wanita berkrudung yang mengaku bernama Sudarningsih alias Ningsih (40) warga Jalan Garu 2-B, Kelurahan Harjo Sari 1, Medan Amplas datang ke salon Vriska di Jalan Johor, Medan Johor. Alasannya mencari Putri (26), kakak Vriska. Karena kebetulan Putri lagi keluar, Ningsih itu memilih duduk di salon sambil ngobrol dengan Vriska. Tak lama kemudian, Ningsih mengajak Vriska dan temannya, Desy (20) untuk menemaninya belanja di Carefour Plaza Medan Fair.

Karena lagi tak ada kerjaan, Vriska dan Desy mengikuti ajakan Ningsih. Belum sampai di Plaza Medan Fair, Ningsih meminta taksi yang mereka tumpangi berhenti di RM Simpang Raya, Jalan Iskandar Muda. Alasannya ingin menunggu temannya. Disitu, Ningsih mengajak Vriska turun, sementara Desy menunggu dalam taksi.

Sambil menepuk pundak Vriska, Ningsih lalu pura-pura meminjam hape. Diduga dihipnotis, tanpa curiga Vriska langsung memberikan hapenya. Tak cuma hape, Ningsih juga meminta Vriska menyerahkan dompet berisi uang Rp 400 ribu. Ningsih kemudian pergi meninggalkan Vriska yang terbegong di tepi jalan. Tak lama kemudian, Vriska akhirnya sadar. Dia kaget begitu tau hape dan dompetnya telah raib.

Awalnya Vriska dan Desy sempat mencari Ningsih. Tapi usaha mereka tak membuahkan hasil. Karena tak ketemu, dua cewek cantik ini pun memilih melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Medan Baru.

fhoto/korban Vriska Tarigan.

Address

Jalan Raya Menteng Medan
Medan
20228

Telephone

0617359475

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Cetak Harian Metro 24 Jam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Media Cetak Harian Metro 24 Jam:

Share