01/10/2013
PENUMPANG LION AIR TERKUNCI DALAM PESAWAT YANG TIDAK BER-AC
Penumpang membuka Pintu Darurat.
Manado - Seorang penumpang pesawat Lion Air JT7 75 rute Manado-Jakarta yang belum diketahui identitasnya membuka paksa pintu darurat pesawat tersebut, Senin (30/9/2013), dengan alasan pendingin ruangan (AC) kabin tidak dingin dan sudah kekurangan oksigen.
Penumpang tersebut nekat membuka pintu darurat pesawat ketika pesawat masih berada di landasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, karena protes penumpang yang disampaikan kepada pramugari dan pilot tidak ditanggapi.
"AC di dalam kabin tidak dingin, yang ada hanya angin saja. Kami semua sudah gerah dan panik. Beberapa penumpang histeris," ujar Jekson Wenas, salah satu penumpang.
Menurut Jekson, sesuai dengan yang tertera di tiket, mereka semestinya berangkat pukul 09.45 Wita. Namun, keberangkatan tertunda hampir 1 jam. Dan saat berada dalam kabin, penumpang sudah mengajukan protes karena AC dalam kabin mati dan hanya angin yang keluar. Mereka meminta membukakan pintu pesawat untuk turun karena banyak anak-anak yang mulai sesak napas, mual dan sudah ada yang pingsan karena kekurangan oksigen.
"Sekitar 30 menit kami histeris dengan suasana tersebut. Bukannya meladeni protes kami, pilot malah menjalankan pesawat ke posisi take-off," papar Jekson.
“Suasana panik terjadi ketika penumpang yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak yang sudah sesak napas, merasakan pesawat sudah mulai bergerak," kata Raymond Pasla, Ketua KPID Sulawesi Utara yang ikut dalam penerbangan tersebut. "Ketika kami mau tanya ke pilot atau pramugari, mereka sudah mengunci diri di dalam kokpit."
Hal senada disampaikan Michikita, seorang penumpang. "Saya sempat menangis karena panas dan sesak napas. Untung ada beberapa penumpang laki-laki mengambil keputusan untuk membuka pintu darurat sehingga pilot memarkir kembali pesawat dan menurunkan semua penumpang.” katanya.
Sebelum Insiden tersebut Pesawat Lion Sempat Rusak.
Menurut Humas PT Angkasa Pura, Allan Pusung, Pesawat dengan nomor penerbangan JT 755 bermuatan 198 penumpang tujuan Manado-Jakarta ini, dijadwalkan berangkat pada pukul 06.15 WITA. Namun, karena masalah teknis, penerbangan pesawat ini ditunda untuk perbaikan.
Menurut Pusung, karena para penumpang pukul 06.15 WITA mulai marah-marah, akhirnya pihak Lion Air kemudian mengalihkan para penumpang ke pesawat Lion Air lain yang dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 WITA.
"Jadi pesawat yang jadwalnya berangkat pukul 10.00 WITA itu diisi dengan para penumpang yang seharusnya menggunakan pesawat JT 755 ini, karena para penumpang sudah delay sangat lama," kata Pusung.
"Sementara itu, penumpang yang jadwal berangkatnya pukul 10.00 WITA, ya disuruh menunggu pesawat JT 755 ini sampai selesai diperbaiki."
Pusung mengatakan, pada pukul 11.30 WITA atau 1,5 jam dari jadwal, pihak Lion Air mengumumkan panggilan boarding untuk para penumpang. "Artinya pesawat yang gagal terbang tadi, sudah siap untuk mengudara kembali." tutur Pusung.
Namun penerbangan itu kembali tertunda 1 jam, sehingga ratusan penumpang Lion Air tujuan Manado-Jakarta dengan nomor penerbangan JT 755 itu, nyaris kehabisan mati lemas di dalam pesawat yang tak ber-AC tersebut dalam keadaan pintu terkunci.
Semenrata itu Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan pihak Lion Air masih mencari penumpang yang membuka pintu darurat pesawat tersebut. Mereka sudah meminta bantuan polisi dan otoritas bandara. Namun hingga kini belum ditemukan. "Penumpang nggak ada yang ngaku, polisi dan otoritas bandara masih mencari," kata katanya.
Selama proses pencarian itu, para penumpang yang dekat dengan lokasi pintu darurat tak diizinkan terbang dengan pesawat pengganti. Sementara yang lain bisa segera ke daerah tujuan.
"Penumpang lainnya sudah kita proses, mereka akan diterbangkan dengan pesawat lain. Kalau yang dekat pintu darurat kita cari dulu," tegasnya.
Lion Air mengaku rugi dengan aksi tersebut hingga RATUSAN RIBU DOLAR. Karena itu, mereka tetap ingin memproses kejadian ini ke ranah hukum.
"Kita harus cek motifnya, maksudnya apa. Ini bukan soal panas lagi," argumennya.
Mendengar akan hal ini membuat para penumpang marah dan mengamuk. “Kami yang rugi dan seharusnya kami yang menuntut pihak Lion Air akan kejadian ini. Mungkin kalau tidak ada penumpang yang berani membuka pintu darurat dan pesawat sudah tinggal landas, maka bisa dipastikan akan ada korban meninggal dalam penerbangan tersebut,” lanjutnya mereka beramai-ramai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak Lion Air yang bisa dikonfirmasi. Kantor Lion Air Manado juga tidak mengangkat telepon ketika dihubungi. (pg)