"Madiun Kota Gadis"

"Madiun Kota Gadis" "Madiun Adalah Kota Impianku"

17/01/2014

Beberapa minggu ini Madiun dan sekitarnya mendung terus-terusan.
semoga jauh dari kata banjir !

15/01/2014

» Tak LAKU tak apa asal tidak MURAHAN

»Tak ada DUIT tak apa asal ada MARUAH

»Tak POPULAR tak apa asal tidak gila GLAMOUR

»Tak KAYA tak apa asal tidak MISKIN AKHLAK

»Tak MEWAH tak apa asal sederhana tanpa DUIT HARAM

»Tak CANTIK MENAWAN tak apa asal teguh MENUTUP AURAT

»Tak dipandang MULIA oleh manusia tak apa, TUHAN maha Tau, yang penting kita syukuri dan terima apa ada nya apa yg di berikan TUHAN.

SETUJU ?? LIKE & SHARE

14/01/2014

Yang idolanya Nabi Muhammad Saw angkat jempolnya...!!!

Semoga di bulan maulid Nabi Muhammad Saw,, kita mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw.. Aamiin

11/01/2014

Madiun hari ini malam minggu gerimis, mungkin ini berkat doa-doa anak yang lagi ngejomblo :D :D

09/01/2014

► masa lalu boleh sesekali dikenang
► masa depan yang harus terus dijelang

► masa lalu takkan pernah terulang
► jangan biarkan ia selalu membayang

► membelakangi cahaya hanya hasilkan bayang
► hadaplah kedepan maka kau lihat terang

► cinta bukan tentang masa yang sudah dilewati
► tapi cinta berkisah tentang masa kini dan nanti

► cinta bukan romantisme wanita-lelaki
► tapi berkisah kasih antara suami-istri

07/01/2014

Pada malam kesekian..
sebuah jiwa terbangun sendirian..
Percayalah, Tuhan bersamamu..
Kamu tak pernah benar-benar sendirian..

Terkadang,,
kesepian mengajarkan tentang kesabaran,
Menunggu waktu bahagia
yang telah Tuhan tetapkan..

•♡• ‘‘ѕαĻαм мαηιѕ вυαт γαηφ вαςα’’ •♡•

Semoga yg LIKE & SHARE dpt Jodoh yg Setia.. Aamiin..

07/01/2014

''Lebih baik terlihat tegar diluar, tertawa dan senyum kepada siapapun walau mungkin hatimu menangis, hidupmu menderita.
Daripada berkeluh kesah dan membuat orang lain mengasihani kita''

07/01/2014

BUDAYA MALU BANGSA JEPANG

Iki hajikaku yori, shinu ga mashi
"lebih baik mati daripada hidup menanggung malu"

Peribahasa Jepang ini sudah dikenal turun-temurun dan memiliki makna yang sangat dalam. peribahasa itu tidak sekadar menjadi pemanis bibir, namun diimplementasikan secara nyata. Gerakan harakiri (bunuh diri) yang mengerikan, juga terlahir dari rahim budaya malu.

Budaya malu itu sendiri sudah begitu berurat akar bagi masyarakat Jepang. Terbukti, ketika sudah menjadi salah satu negara industri maju di dunia seperti saat ini pun, budaya tersebut masih sangat lekat pada diri masyarakatnya. Melalui budaya malunya, mereka merasa memiliki harga diri yang teramat tinggi. Mereka malu untuk berbuat nista, malu bekerja secara asal-asalan, malu korupsi, dan sebagainya. Indonesia, bisa jadi bertolak belakang dari Negeri Matahari Terbit itu. Lihat saja polah yang dipertontonkan para koruptor, sangat jauh dari budaya malu tersebut.

Sebaliknya di Indonesia, para koruptor seolah-olah bangga dengan kekayaan yang dimiliki, yang berasal dari perbuatan memalukan itu. Tanpa rasa malu-malu p**a, mereka melempar senyum ke arah kamera, padahal Mengapa Cepat Berlalu? Budaya Malu jutaan pasang mata melihat dengan pandangan sinis dan mencibir. Tak heran, di tengah kian melambungnya harga-harga, sempat muncul sindiran pedas. Katanya, "Di republik ini semua serba mahal, kecuali harga diri para koruptor."

Penyebabnya, karena mereka sudah tidak memiliki rasa malu lagi. Kapan yah pejabat korup di indonesia tau malu ?? boro-boro mereka bunuh diri karena malu, di ancam hukuman berat aja mereka gak takut..

* komen, like & share *

28/12/2013

Alun-alun Kota Madiun akan semakin rame menyambut tahun baru 2014,,,!

02/12/2013

Terkadang kamu memilih tuk sendiri, karena tak kamu temukan seseorang yg mampu mencintaimu sebaik kamu mencintai dirimu sendiri.

Jangan berharap mendapat cinta sejati jika hanya berdiam diri. Yang terbaik didapat bukan tanpa sengaja, tapi didapat dengan usaha dan doa.

29/11/2013

Sasongko Ganti Sesalkan Kapolresta

MADIUN – Sikap Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo memprotes tutupnya pelayanan rawat jalan (poli) di RSUD dr Soedono bersamaan aksi solidaritas dr Ayu, Rabu (27/11), justru tidak dis**ai manajemen rumah sakit milik pemprov itu. Anom memang sempat naik pitam ketika meminta poli tetap buka dan melayani pasien. Karena tutup, pasien rawat jalan kecele. ‘’Terus terang saya menyesalkan, seharusnya lebih kepada koordinatif, bukan memerintah,’’ ujar Direktur RSUD dr Soedono, dr Sasongko, SpA, kemarin (28/11).

Dia menuturkan, yang semestinya memberi perintah adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. Sehingga, ketika kapolresta datang ke RSUD dr Soedono hanya sekadar berkomunikasi. Bukan jalur memerintah mengoperasionalkan layanan. Misalnya, berkoordinasi karena ada aksi apakah butuh bantuan pengamanan. ‘’Ini tidak, bilang bagaimana pasien telantar? Lha urusannya apa, kan yang mengerti kami, telantar atau tidak,’’ papar Sasongko.

Dijelaskan, saat aksi, dokter umum maupun spesialis RSUD dr Soedono juga standby. Pelayanan yang sifatnya emergency tetap jalan. Sedangkan soal pasien pasca operasi usus buntu hanya kontrol. ‘’Pelakuannya tentu beda dengan pasien rawat jalan TB, kami aksi tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan,’’ ujarnya.

Aksi solidaritas atas perkara yang menimpa dr Ayu itu dapat dipertanggungjawabkan. Karena imbauan resmi dari PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia) termasuk asosiasi rumah sakit. Itu, lanjutnya, dapat dibuktikan dengan adanya edaran. Sasongko menyampaikan, jika tidak melakukan malah keliru. Sasongko berdalih, rekan sejawatnya juga diredam. ‘’Oke lah kalau melakukan aksi, tapi tolong kewajiban, sumpah janji dokter jangan mengabaikan pasien. Saya bilang jangan sampai ada pasien ke sini telantar,’’ tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta AKBP Anom Wibowo mengatakan, apa yang dilakukan sesuai naluri dan manusiawi. Sikap tegasnya meminta pelayanan rawat jalan tetap dibuka lantaran melihat kondisi di lapangan. Yakni, sejumlah pasien rawat jalan yang sepuh datang ke RSUD dr Soedono untuk berobat harus balik p**ang karena poli tutup. Secara terbuka di pintu masuk lobi RSUD dr Soedono ada pengumuman klinik rawat jalan tutup, pada 27 November 2013. ‘’Yang dianggap melanggar bagi kedokteran itu kalau sudah menelantarkan pasien, seperti tidak menerima pasien itu bisa diproses,’’ ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya mengantisipasi hal-hal tersebut. Namun, kata dia, yang terpenting polisi merasa kasihan ketika pasien gagal mendapatkan pelayanan. Apalagi mereka berasal dari kalangan orang tidak mampu. Di sisi lain, pihaknya mengantisipasi adanya aksi dari pasien. ‘’Kami hanya mengingatkan itu lho telantar orang-orang, kan nggak salah,’’ jelasnya.

Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak itu menambahkan, solidaritas dokter harus melihat subtansi permasalahannya. Tidak asal melakukan unjuk rasa sehingga merugikan publik, karena itu bisa dijerat pidana. Kapolresta mengaku tidak masalah jika sikapnya itu disesalkan direktur RSUD dr Soedono.

Upaya responsif, lanjutnya, tidak hanya di RSUD dr Soedono, tapi juga di sejumlah rumah sakit lain. Malahan, saat cek di RSUD Kota Madiun, ditemukan kejanggalan. Yakni, Direktur RSUD Kota Madiun, dr Resti Lestantini tidak memerintahkan layanan poli ditutup. Tapi, kata dia, saat dicek terdapat pengumuman tutup. ‘’Direktur malah tidak tahu ada pengumuman, makanya poli dibuka lagi. Kan kami hanya meluruskan saja,’’ jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun, dr Resti Lestantini sudah mengetahui siapa yang memasang pengumuman tersebut. Ada dua orang yang dinilai bertanggung jawab. Pihaknya bakal memberikan pembinaan. ‘’Saya sudah klarifikasi, kemungkinan besar diberi sanksi teguran tertulis dua-duanya,’’ ujarnya.

Kakak dr Ayu Minta Tak Ada Lagi Mogok
PERKARA yang membelit dr Dewa Ayu Sasiary, SpOG mengundang keprihatinan keluarganya. Salah satunya, kakak kandung dokter Ayu, Dewa Gede Rai Agung Prayajana yang seorang hakim di PN Kota Madiun Kota Madiun. ‘’Sebagai kakak kandung, saya sangat prihatin,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (28/11).

Tapi, Dewa yang pernah bertugas di PN Singaraja, Bali itu enggan berkomentar terkait dengan vonis MA yang dijatuhkan kepada Ayu. Dia hanya mau berkomentar sebagai pribadi. Menurut Dewa, apa yang dialami dr Ayu biar berjalan sesuai prosedur hukum. Dewa percaya dengan fisafat Bali yang dikenal dengan Catur Bekal. Yaitu, s**a, duka, lara dan pati. ‘’Mau bagaimana lagi. Memang setiap cobaan itu harus dijalani. Setiap warga negara siapa pun dia, harus patuh dengan hukum,’’ kata pria kelahiran Tabanan, Bali itu.

Dia juga membantah berita yang beredar sebelumnya bahwa dr Ayu menjadi buron. Sebab, lanjut Dewa, saat ditangkap polisi, dr Ayu berada di tempat praktiknya di Balikpapan. Jika memang dr Ayu melarikan diri, lanjut Dewa, tentu saja tidak akan tinggal di tempat praktiknya. ‘’Adik saya itu ditangkap saat berpraktik di Balikpapan, tempat tinggalnya sendiri. Jadi bukan buron seperti yang diberitakan,’’ ujarnya.

Dewa mengimbau agar rekan seprofesi dr Ayu tak lagi melakukan aksi mogok praktik seperti yang terjadi Rabu (27/11). Karena, hal itu menyangkut kepentingan pasien. Menurutnya, lebih bijak jika aksi solidaritas diwujudkan dengan doa. Agar, upaya hukum yang diajukan yakni peninjauan kembali (PK) dapat terwujud. ‘’Mudah-mudahan kasus yang menimpa adik segera tuntas dan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,’’ paparnya.

Dia menegaskan, dengan adanya kasus yang menjerat dr Ayu dan dua rekannya dapat menjadi tonggak dibentuknya undang-undang yang kuat dan melindungi semua pihak. Baik dokter, tenaga medis, maupun pasien. Dewa menilai, perlu ada perundang-udangan yang mengatur standar penanganan medis secara nasional. ‘’Untuk menjamin kepastian hukum semua pihak, termasuk praktik kedokteran seorang dokter,’’ terangnya.

28/11/2013

Madiun hari ini cuacanya cerah,

Address

Kota Madiun
Madiun

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when "Madiun Kota Gadis" posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share