Banjar Buah

Banjar Buah Banjar Buah, Banjar merupakan kesatuan masyarakat, Buah merupakan nama dari kesatuan masyarakat, Llihat Deskripsi Panjang...

Banjar merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

14/03/2024

Moment 》Perayaan Nyepi Çaka 1946 ring Desa Pekraman Panca Buana Shanti, Nusa Penida - Bali. Terimakasih Kepada semua pihak terkait, yang ikut andil dalam menjaga solidaritas untuk selalu kita junjung bersama, sehingga tercipta kedamaian. Rahayu 🙏

12/03/2024

Nyepi Çaka 1946 ring Desa Pekraman Panca Buana Shanti. Kreatifitas ST. Bina Sradha Mukti Banjar Buah Kutampi, Nusa Penida - Bali.

26/02/2023

Rahajeng Rahina Nyepi Çaka Warsa 1945 sane pacang rauh, dumogi prasida kaanggen jalaran ngeret indria, mulat sarira ring sajeroning angga sarira, dumogi ngemolihang kerahayuan lan kerahajengan sareng sami, Santhi jagaditha.

23/05/2020

Semoga semua dalam keadaan sehat. 🙏🏻

23/04/2020

Om swastyastu, Memberi edukasi yang baik dalam situasi seperti wabah covid-19 ini merupakan hal yang penting antar masyarakat 🙏

11/12/2019
Ngiring Nyiksik Bulu, ampunang Nyapa kadi aku | Rahajeng nyangré Nyepi çaka 1941   🙏🏻
06/03/2019

Ngiring Nyiksik Bulu, ampunang Nyapa kadi aku | Rahajeng nyangré Nyepi çaka 1941 🙏🏻

Rahajeng Rahina Saraswatī 😇🙏"Sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu tentang śakti ketiga dari Tuhan Yang Agung, yang mer...
13/10/2018

Rahajeng Rahina Saraswatī 😇🙏
"Sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu tentang śakti ketiga dari Tuhan Yang Agung, yang merupakan devī kecerdasan, dan pelajaran. Śakti ketiga ini bernama Sarasvatī. Dia mengetahui alam semesta yang tak berujung ini dan Dia tinggal sebagai medhā (kecerdasan) di dalam hati semua manusia; Dia adalah kekuatan dalam menyusun puisi; Dia adalah ingatan dan Dia adalah kecerdasan, cahaya, kemegahan dan kejeniusan. Dia memberi kekuatan untuk memahami arti sebenarnya dari berbagai karya siddhānta yang sulit; Dia menjelaskan dan membuat kita memahami bagian-bagian yang sulit dan Dia adalah penghapus semua keraguan dan kesulitan. Dia bertindak ketika kita menulis buku, ketika kita berdebat dan menilai, ketika kita menyanyikan lagu-lagu pada musik; Dia adalah waktu atau ukuran dalam musik; Dia memegang keseimbangan dan penyatuan dalam musik vokal dan instrumental. Dia adalah dewi pidato; Dia adalah pemimpin dalam pengetahuan dalam berbagai mata pelajaran; dalam argumentasi dan perselisihan. Kenyataannya semua makhluk mencari nafkah dengan mengambil jalan lain kepada-Nya. Dia damai dan memegang di tangan-Nya vīṇā (kecapi) dan buku-buku. Sifatnya murni sāttvika (śuddha sattva). Warnanya putih seperti gunung es, seperti bunga K***a, seperti bulan, atau teratai putih. Dia selalu mengulangi nama Paramātmā, Śrī Kṛṣṇa. Dia adalah siddhi dan semua vidya; Dia selalu memberikan kesuksesan kepada semua orang. Kalau Dia tidak ada di sini, seluruh Brāhmiṇ yang mengiring upakara akan selalu tidak bisa berkata-kata seperti sekelompok orang yang mati. Apa yang dibacakan dalam Veda sebagai Devī Ketiga adalah Firman Suci, Śakti ketiga, Sarasvatī. Jadi Aku telah menjelaskan tentang Dia. (Devī Bhāgavatam 9:1:19-40)

Sumber :

12-10-2018 | Hari Pangredanaan. Persipan menyambut Hari Saraswati, lan Piodalan ( Ngemedalang ) Ida Bhatara Bhatari Ring...
12/10/2018

12-10-2018 | Hari Pangredanaan. Persipan menyambut Hari Saraswati, lan Piodalan ( Ngemedalang ) Ida Bhatara Bhatari Ring Pemrajan Banjar Buah, Nusa Penida - Bali. dumogi setata kesaksiang lan keicenin kerahayu lan kerahajengan sareng sami panjak ida ne ring Br. Buah lan sejagat puniki.
🙏🙏🙏

25/05/2018

Sugihan Bali
"Hari Jumat Keliwon Wuku Sungsang dinamakan Sugihan Bali, merupakan hari suci bagi umat manusia. Tujuannya adalah untuk penyucian diri lahir batin dengan cata mengheningkan pikiran sambil memohon Tirtha Panglukatan dan Pabersihan kepada pendeta." (Petikan Lontar Sundarigama)
Jadi, Sugihan Bali adalah upacara yang bertujuan untuk menyucikan Bhuana Alit atau mikrokosmos (manusia) secara sekala dan niskala pembersihan lahir dan batin.
Sugihan Bali lebih mengarah pada penyucian (pembersihan) mikrokosmos atau diri sendiri. Penyucian dapat dilakukan dengan cara:
• Sekala: pembersihan badan fisik dari debu kotoran dunia material (māyā) agar layak dihuni oleh sang jīva (atma)
"Tubuh dibersihkan dengan air; pikiran
disucikan dengan kebenaran; jiwa manusia
dibersihkan dengan pelajaran suci dan tapa
brata; kecerdasan dibersihkan dengan
pengetahuan yang benar." (Manava Dharmasastra 5:109)
• Niskala: pembersihan badan rohani (suksma sarira dan antahkarana sarira) dengan cara melakukan tapa (pengendalian diri) yang ditujukan untuk mulat sarira, sebab pada saat ini umat seharusnya memiliki kesucian batin dengan menahan diri dari segala macam godaan dari obyek-obyek indria. Hal inilah yang menjadi penekanan dalam kaitannya pelaksanaan ritual Sugihan Bali.
"Semua kegiatan yang dilakukan seseorang berdasarkan kewajibannya, jika tidak dapat membangkitkan rasa tertarik terhadap ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa, hanya merupakan kerja keras yang tak berguna." (Srīmad-Bhāgavatam 1.2.8)
"Keinginan-keinginan dalam hidup ini hendaknya tidak diarahkan pada kesenangan indera-indera badani. Sebaiknya hanya kehidupan sehat dan perlindungan sendiri yang dicari seseorang, sebab pencarian manusia dimaksudkan untuk mengarah pada Kebenaran Mutlak. Seharusnya tiada hal lain yang menjadi tujuan kegiatan kita." (Srīmad-Bhāgavatam 1.2.10)
Dirangkum dalam berbagai sumber
Share IG :

Sugihan JawaSugihan Jawa memiliki makna sebagai wadah pembersihan, namun yang menjadi perbedaan antara Sugihan Jawa dan ...
25/05/2018

Sugihan Jawa
Sugihan Jawa memiliki makna sebagai wadah pembersihan, namun yang menjadi perbedaan antara Sugihan Jawa dan Sugihan Bali terletak pada apa yang dibersikan (disucikan). Jika dilihat lebih dalam, Sugihan Jawa lebih kepada pembersihan makrokosmos atau alam semesta.
• Secara Niskala
Petikan Lontar Sundarigama:
"Hari Kamis Wage Wuku Sungsang disebut Parerebwan atau Sugihan Jawa. Dinamakan Sugihan Jawa karena merupakan hari suci bagi para Bhatara untuk melakukan rerebu di sanggah dan pura-pura. Pada hari itu dilakukan yoga oleh mereka yang memahami rahasia batin. Pendeta juga melakukan pemujaan tertinggi, karena ketika itu Bhatara turun ke dunia diiringi oleh para dewa dan roh leluhur."
• Secara Sekala:
Membersihkan pelinggih atau tempat-tempat, ngererata atau mabulung yakni pekerjaan merabas atau mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar palinggih (istilah Bali).
Mengenai makna Sugihan, masih terdapat hal yang rancu dalam masyarakat, tidak sedikit yang berpendapat jika merayakan hari raya Sugihan Jawa artinya merupakan keturunan dari Majapahit (Jawa) dan Sugihan Bali artinya keturunan Bali asli. Jika dicoba menelisik pada sebuah lontar yaitu Lontar Sundarigama. Dalam Lontar Sundarigama dijelaskan bahwa filosofi dari sugihan erat kaitannya dengan pembersihan. Yang mana dapat jelaskan makna dari Sugihan Jawa adalah penyucian makrokosmos atau Bhuana Agung atau alam semesta sebagai tempat kehidupan
Source : dirangkum dari berbagai sumber
Share IG :

Address

Nusa Penida, Banjar Buah, Kutampi Atas
Klungkung
80771

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Banjar Buah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Banjar Buah:

Share