10/08/2026
IDNK, Kendari – Ketidakpastian persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berdampak langsung terhadap keberlangsungan operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Perusahaan terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasional setelah proses persetujuan RKAB belum memperoleh kepastian. Kondisi tersebut akhirnya berdampak terhadap tenaga kerja.
Setelah mempertahankan karyawan dalam status standby sejak April 2026, manajemen PT WIN memutuskan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai 10 Agustus 2026.
Direktur Utama PT WIN, Nuriman Djalani, mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah terakhir setelah perusahaan berupaya mempertahankan hubungan kerja selama beberapa bulan.
Menurut Nuriman, sejak April lalu karyawan ditempatkan dalam status standby sambil menunggu persetujuan RKAB. Meski kegiatan operasional belum berjalan normal, perusahaan tetap membayarkan gaji para karyawan selama masa tersebut.
“Sejak April kami sudah menempatkan karyawan dalam status standby sambil menunggu persetujuan RKAB. Selama masa tersebut, perusahaan tetap membayarkan gaji karyawan,” ujar Nuriman.
Namun, hingga memasuki Agustus 2026, persetujuan RKAB belum juga diterbitkan. Situasi tersebut membuat tekanan finansial terhadap perusahaan semakin berat.
Di satu sisi, kegiatan usaha belum dapat berjalan secara normal. Sementara di sisi lain, perusahaan tetap harus memenuhi kewajiban pengupahan serta berbagai biaya operasional lainnya.
Nuriman mengatakan, kondisi standby tidak mungkin dipertahankan tanpa batas waktu, terlebih belum ada kepastian kapan kegiatan operasional perusahaan dapat kembali berjalan.
Setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan, manajemen akhirnya memutuskan melakukan penyesuaian tenaga kerja melalui PHK.
“Namun sampai Agustus persetujuan RKAB belum diterbitkan. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan tidak lagi memiliki kemampuan untuk terus mempertahankan kondisi standby dalam waktu yang tidak dapat ditentukan,” katanya.
Penghentian sementara operasional PT WIN diperkirakan tidak hanya berdampak terhadap karyawan perusahaan. Efek berantai juga berpotensi dirasakan oleh berbagai pihak yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonominya pada kegiatan operasional perusahaan.
Lebih dari 1.000 tenaga kerja diperkirakan terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Baca selengkapnya di https://idnkendari.com/gara-gara-rkab-belum-terbit-pt-win-berhenti-operasional-dan-phk-karyawan-lebih-dari-1-000-pekerja-terdampak/