13/02/2012
Kenapa sih harus ada Sunni-Syiah? Bukankah
Islam cuma satu? Apa itu Sunni? Apa itu Syiah?
Kenapa harus menyebut diri Sunni? Segudang
tanya tersebut kini ramai diutarakan pasca
bentrok aliran Syiah dengan umat muslim di
Sampang, Madura.
Dalam acara Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syiah
yang berlangsung di DDII, Juni 2011 silam, KH
Kholil Ridwan menekankan bahwa permasalahan
Sunni Syiah sudah berlangsung ribuan tahun
semenjak zaman Sayyidina Ali menjadi khalifah,
bahkan lebih kental lagi saat terbunuhnya
Sayyidina Husain, “Sebelum itu gak ada istilah
Sunni-Syi’i,” ujarnya.
Dahulu di zaman Rasulullah SAW. kaum muslimin
dikenal bersatu. Saat itu tidak ada golongan ini
dan golongan itu. Tidak ada p**a sebutan syiah ini
dan syiah itu. Semua umat Islam bersatu
dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW.
Bila ada masalah atau perbedaan pendapat di
antara para sahabat, mereka langsung datang
kepada Rasulullah SAW. Itulah yang membuat
para sahabat saat itu tidak sampai terpecah
belah, baik dalam masalah akidah, maupun
dalam urusan duniawi.
Kemudian setelah Rasulullah SAW. wafat, benih-
benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya
terjadi saat Sayyidina Ali menjadi khalifah. Akan
tetapi, perlu ditekankan bahwa perpecahan
tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah
mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah,
meskipun saat itu benih-benih penyimpangan
dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh
Abdullah bin Saba’, seorang agen Yahudi yang
dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus
faham Syiah (Rawafid).
Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih
perpecahan dalam akidah tersebut mulai
membesar, sehingga timbullah faham-faham
yang bermacam-macam yang menyimpang dari
ajaran Rasulullah SAW.
Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian,
satu dikenal sebagai golongan-golongan ahli
bid’ah, atau kelompok-kelompok sempalan dalam
Islam, seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid),
Khowarij dan lain-lain. Sedang golongan lainnya
adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-
orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-
apa yang dijalankan oleh Rasulullah SAW bersama
sahabat-sahabatnya.
Golongan yang terakhir inilah yang kemudian
menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus
Sunnah Waljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah
Waljamaah adalah golongan yang mengikuti
sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.
Definisi ini disimpulkan dari sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang golongan
yang selamat dari kesesatan di dunia dan selamat
dari neraka di akherat.
ْﻦَﻣَﻭ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ َﻰِﻫ ﺎَﻳ َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻧَﺃ ﺎَﻣ َﻝﺎَﻗ ﻰِﺑﺎَﺤْﺻَﺃَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ
Para shahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai
rasulullah?”. Beliau bersabda, “Orang yang
mengikuti ajaranku dan shahabatku dalam
beragama” (HR Tirmidzi no 2641 dari Abdullah
bin ‘Amr, dinilai hasan oleh al Albani).
Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah
Waljamaah adalah akidah Islamiyah yang dibawa
oleh Rasulullah dan golongan Ahlus Sunnah
Waljamaah adalah umat Islam. Lebih jelasnya,
Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah dan Ahlus
Sunnah Waljamaah itulah Islam. Sedang
golongan-golongan ahli bid’ah, seperti Mu’tazilah,
Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan
yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW
yang berarti menyimpang dari ajaran Islam.
Perlu diketahui p**a bahwa istilah ahlus sunnah
juga mengandung dua makna, baik yang
bermakna luas maupun sempit. Mengenai makna
luas dari ahlus sunnah, penulis buku al Wajiz fi
‘Aqidah al Salaf al Shalih Ahlis Sunnah wal
Jamaah pada halaman 34 mengatakan, “..Makna
yang lebih luas untuk istilah ahlus sunnah wal
jamaah adalah mencakup semua orang yang
mengaku dirinya sebagai seorang muslim selain
Rafidhah (baca:syiah). Terkadang p**a istilah ahlis
sunnah digunakan untuk sebagian ahli bid’ah
karena mereka bersesuaian dengan ahli sunnah
yang murni dalam beberapa permasalahan
akidah dan berlawanan dengan akidah aliran-
aliran sesat. Akan tetapi penggunaan istilah ahli
sunnah dengan pengertian ini lebih jarang
dipergunakan oleh para ulama ahli sunnah
karena hanya terbatas pada beberapa
permasalahan akidah dan berlawanan dengan
beberapa aliran sesat tertentu. Misalnya adalah
penggunaan istilah ahli sunnah sebagai lawan
dari rafidhah (baca:syiah) terkait masalah khilafah
dan sikap terhadap para shahabat Nabi dan
perkara akidah lainnya”.
Sedangkan pengertian sempit untuk istilah ahli
sunnah adalah ahli sunnah ialah orang-orang
yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi dan
para shahabat serta orang-orang yang mengikuti
mereka dan meniti jalan mereka baik dalam
permasalahan akidah, perkataan dan perbuatan.
Mereka adalah orang-orang yang komitmen
untuk mengikuti Nabi dan menjauhi bid’ah.
Mengikuti jalan mereka dalam beragama adalah
hidayah sedangkan menyelisihi mereka adalah
kesesatan.
Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah
Waljamaah itu sudah ada sebelum Allah
melahirkan generasi-generasi soleh seperti Imam
Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam
Hambali. Begitu p**a sebelum timbulnya ahli
bid’ah atau sebelum timbulnya kelompok-
kelompok sempalan, seperti aliran sesat Syiah.