29/01/2019
Jadi ada yang nanya VCT itu apa sih????????
VCT adalah voluntary counselling and testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. VCT bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit maupun klinik penyedia layanan VCT.
Pada prinsipnya VCT bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya hanya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan seseorang yang datang pada penyedia layanan VCT untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pun terjaga kerahasiaannya.
Setelah menandatangani persetujuan tertulis, maka VCT dapat segera dilakukan. Adapun proses utama dalam penanganan HIV/AIDS melalui VCT adalah sebagai berikut:
1. Tahap Konseling Pra Tes
Tahap ini dilakukan pemberian informasi tentang HIV dan AIDS. Kemudian konselor memulai diskusi dan klien diharapkan jujur menceritakan kegiatan sebelumnya yang dicurigai dapat berisiko terpapar virus HIV, seperti pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, riwayat aktivitas seksual, penggunaan narkoba suntik, pernah menerima transfusi darah atau transplantasi organ, memiliki tato dan riwayat penyakit terdahulu.
2. Tes HIV
Setelah klien mendapatkan informasi yang jelas melalui konseling pra tes, maka konselor akan menjelaskan mengenai pemeriksaan yang bisa dilakukan, dan meminta persetujuan klien untuk dilakukan tes HIV. Setelah mendapat persetujuan tertulis, maka tes dapat dilakukan. Bila hasil tes sudah tersedia, hasil tes akan diberikan secara langsung (tatap muka) oleh konselor.
3. Tahapan Konseling Pasca Tes
Setelah menerima hasil tes, maka klien akan menjalani tahapan post konseling. Apabila hasil tes negatif, konselor tetap akan memberi pemahaman mengenai pentingnya menekan risiko HIV/AIDS. Misalnya, melakukan hubungan seksual dengan lebih aman dan menggunakan kondom. Namun, apabila hasil tes positif, maka konselor akan memberikan dukungan emosional agar penderita tidak patah semangat. Konselor juga akan memberikan informasi tentang langkah berikutnya yang dapat diambil, seperti penanganan dan pengobatan yang perlu dijalani. Termasuk p**a cara mempertahankan pola hidup sehat, serta bagaimana agar tidak menularkan ke orang lain.
Pada tahapan-tahapan berikutnya, peran konselor adalah untuk lebih mendukung dan membangun mental penderita agar tetap semangat hidup, dan juga membantu perawatan medis yang umum dilakukan. Selain itu, konselor juga akan memberi saran agar klien mendorong pasangan seksual untuk turut diperiksa.
Siapa saja yang perlu tes VCT?
Setiap orang yang aktif secara seksual (pernah dan/atau sering berhubungan seks) perlu menjalani tes VCT apabila telah melakukan hubungan seks berisiko, seperti seks tanpa kondom. Pasangan yang merencanakan pernikahan dan kehamilan, dan wanita hamil juga perlu menjalani tes ini apabila termasuk berisiko tinggi terhadap HIV. ngat: mendapatkan hasil negatif dari tes pertama bukan berarti Anda lantas terbebas dari HIV. Tubuh umumnya akan mulai membentuk antibodi sekitar tiga minggu sampai 3 bulan setelah pertama kali terjangkit virus HIV. Periode ini disebut dengan periode jendela, yang bisa bertahan hingga 42 hari. Namun, seberapa cepat tubuh membentuk antibodi bisa berbeda antar satu orang dengan yang lainnya. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan lebih cepat dari tiga bulan.
Maka dari itu, Anda akan direkomendasikan untuk menjalani tes lanjutan berjangka setiap 3 bulan untuk memastikan diagnosisnya. VCT dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik penyedia layanan VCT.
Sumber :
1. https://www.alodokter.com/pentingnya-vct-sebagai-langkah-penanganan-hiv
2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/tes-vct-90-hari-hiv/