Hijrahmu

Hijrahmu Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Hijrahmu, Jalan Raya Jati Dukuh Gotanon RT 04, Desa Jati Jaten Karanganyar, Karanganyar.

Alhamdulillah..
28/12/2018

Alhamdulillah..

Lemper bakarInspirasi cemilan sehat untuk keluarga
27/12/2018

Lemper bakar
Inspirasi cemilan sehat untuk keluarga

Set gamis lengkap dengan pecinya
26/12/2018

Set gamis lengkap dengan pecinya

Alhamdulillah sudah selesai diproduksi dan siyap dipesan ✈SET DORENG PECI ✈📝 Spesifikasi ▪Bahan kaos kombinasi katun dor...
24/12/2018

Alhamdulillah sudah selesai diproduksi dan siyap dipesan

✈SET DORENG PECI ✈

📝 Spesifikasi
▪Bahan kaos kombinasi katun doreng
▪Zipper dada
▪Kantong dada
▪ Sirwal Katong samping kanan dan kiri
▪Peci lipat

🔍 Detail size*)
SZ/ Ld / PB / PS
1 / 33 / 49 / 42
2 / 35 / 54 / 44
3 / 37 / 57 / 50
4 / 38 / 58 / 53
5 / 40 / 59 / 55
6 / 45 / 67 / 63

Keterangan:
Ld = lebar dada
PB = panjang baju
PS = panjang sirwal
*) Dalam cm

🛒Belanja grosir harga lebih hemat

📲 Untuk informasi harga dan pemesanan bisa menghubungi

Ikhwan
08521-8020-841

Akhwat
0857-0006-1819

Untuk info keagenan &resller
Ikhwan 08521-8020-841
Akhwat 081-261-3372

Ready jilbab anak bundEcer grosir harga murahChat admin wa.me/6285700061819
19/12/2018

Ready jilbab anak bund
Ecer grosir harga murah
Chat admin wa.me/6285700061819

Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang dicintai allaah
30/07/2018

Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang dicintai allaah

12/06/2018

Hukum Mengangkat Tangan Ketika Takbir Shalat Id

Para ulama berbeda pendapat, apakah mengangkat tangan ketika takbir-takbir tambahan (selain takbiratul ihram) dalam shalat ‘id itu termasuk sunnah atau bukan.

Pendapat Pertama
Disyari’atkan mengangkat kedua tangan ketika takbir.

Ini adalah pendapat jumhur ulama, di antaranya Abu Hanifah, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, dan salah satu pendapat dari madzhab Maliki.

Dan di antara ulama yang memilih pendapat ini adalah An-Nawawi, Al-Juzajani, Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, Ibnul Qayyim, Ath-Thahawi, Asy-Syaikh bin Baz, Asy-Syaikh Al-Fauzan, dan juga Al-Lajnah Ad-Da’imah.

Dalilnya:

Al-Imam Ahmad, Ibnul Mundzir, Al-Baihaqi, dan yang lainnya berdalil dengan hadits dari Ibnu ‘Umar, bahwa dia berkata:

كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إذا قام إلى الصلاة رفع يديه حتى إذا كانتا حذو منكبيه كبر ، ثم إذا أراد أن يركع رفعهما حتى يكونا حذو منكبيه ، كبر وهما كذلك ، فركع ، ثم إذا أراد أن يرفع صلبه رفعهما حتى يكونا حذو منكبيه، ثم قال سمع الله لمن حمده ، ثم يسجد ، ولا يرفع يديه في السجود ، ويرفعهما في كل ركعة وتكبيرة كبرها قبل الركوع حتى تنقضي صلاته

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak shalat, beliau mengangkat kedua tangannya, sampai ketika keduanya sejajar dengan pundaknya, beliau bertakbir. Kemudian ketika hendak ruku’, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar pundaknya, dan beliau pun bertakbir dalam keadaan kedua tangannya tetap pada posisi demikian. Kemudian beliau ruku’. Kemudian ketika hendak bangkit dari ruku’, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar kedua pundaknya, kemudian mengatakan : sami’allahu liman hamidah. Kemudian beliau sujud, dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Dan beliau mengangkat kedua tangannya pada setiap rakaat dan takbir yang dilakukan sebelum rukuk sampai selesai shalat beliau.”

[HR. Ahmad dalam Musnadnya, Abu dawud dalam Sunannya, Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa’, Ibnul Mundzir Ad-Daraquthni dalam sunannya, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra, dan yang lainnya, sanadnya shahih].

Adapun sisi pendalilannya adalah keumuman lafzah:

Dan beliau mengangkat kedua tangannya pada setiap rakaat dan takbir yang dilakukan sebelum rukuk sampai selesai shalat beliau

Dan takbir-takbir tambahan (pada shalat ‘id) dilakukan sebelum rukuk.

Qiyas bahwasanya takbir-takbir tersebut dilakukan ketika berdiri, maka ini seperti takbiratul ihram dan takbir ketika hendak ruku’.

Atsar dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengangkat kedua tangannya ketika takbir-takbir shalat jenazah dan shalat id. [HR. Al-Baihaqi dalam Al-Kubra(III/293)].

Atsar dari ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau dahulu juga mengangkat kedua tangannya ketika takbir-takbir shalat jenazah.

Adapun sisi pendalilan dari atsar ini adalah bahwa takbir-takbir shalat id diqiyaskan dengan takbir-takbir shalat jenazah.

Atsar dari ‘Atha’ bin Abi Rabah rahimahullah, bahwa dahulu beliau juga mengangkat kedua tangannya pada setiap takbir dan orang-orang yang di belakangnya (para makmum) juga mengangkat tangan-tangan mereka.

Al-Imam Maliki bin Anas berkata: “Angkat kedua tanganmu pada setiap takbir.”

Yahya bin Ma’in berkata: “Aku berpendapat (disyari’atkannya) mengangkat kedua tangan pada setiap takbir.”

Ibnu Qudamah berkata: “Jadi kesimp**annya adalah disukai untuk mengangkat kedua tangan.”

Ibnul Qayyim berkata: “Ibnu ‘Umar yang beliau adalah seorang yang benar-benar berupaya untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mengangkat kedua tangannya pada setiap takbir.”

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz berkata tentang hadits Ibnu ‘Umar tersebut: “Cukuplah hadits tersebut sebagai dalil disyari’atkannya mengangkat kedua tangan.”

Pendapat Kedua,
Tidak disyari’atkan mengangkat kedua tangan ketika takbir.

Ini adalah pendapat dari madzhab Maliki, Ibnu Hazm Azh-Zhahiri.

Dalilnya:

Tidak ada sunnah yang shahihah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan beliau mengangkat kedua tangannya pada setiap takbir.

Al-Imam Malik berkata: “Tidak disyari’atkan mengangkat kedua tangan sekalipun pada setiap takbir shalat idul fithri dan idul adha kecuali pada takbir yang pertama (yakni takbiratl Ihram).”

Asy-Syaikh Al-Albani mendha’ifkan atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa beliau dahulu juga mengangkat kedua tangannya ketika takbir-takbir shalat jenazah.

Beliau berkata ketika menyanggah pendapat yang menshahihkan atsar tersebut: “Adapun penshahihan sebagian ulama yang mulia terhadap atsar yang menyebutkan diyari’atkannya mengangkat kedua tangan sebagaimana dalam ta’liq beliau terhadap Fathul Bari [III/190] adalah merupakan kesalahan yang nyata sebagaimana hal ini tidak tersamarkan lagi di kalangan orang yang mengetahui bidang ini (ilmu hadits).”

Beliau juga berkata: “Tidak disunnahkan mengangkat kedua tangan karena yang demikian tidak pernah disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan apa yang diriwayatkan dari ‘Umar dan anaknya (Ibnu ‘Umar) tidak menjadaikan amalan ini sebagai amalana yang sunnah.”

Beliau juga berkata: “Kami tidak mendapatkan dalam sunnah satu dalil pun yang menunjukkan disyari’atkannya mengangkat kedua tangan selain dari takbir pertama (takbiratul ihram), dan ini adalah madzhab Al-Hanifiyyah, dan pendapat yang dipilih oleh Asy-Syaukani, dan Ibnu Hazm juga memilih madzhab ini.”

Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Abbad berkata: “Aku tidak mendapati satu dalil pun yang menunjukkan disyari’atkan mengangkat kedua tangan pada takbir-takbir shalat id.”

Apa yang harus kita lakukan?
Jawabannya adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan:

إن رفع فلا حرج وإن لم يرفع فلا حرج

“Jika mengangkat kedua tangan, maka ini tidak mengapa. Dan jika tidak mengangkat kedua tangan, maka inipun juga tidak mengapa.” (Durus Al-Haram Al-Makki 1424 H)

Wallahu a’lam bish shawab.

18/05/2018

::
*🚇DIA DALAM NERAKA!*
(Bukti Bahwa dalam Jihad sekalipun TIDAK Dihalalkan Bunuh Diri)

✍🏼 Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed _-hafizhahullah-_

*في الصحيحين* عن سهل بن سعد الساعدي ـ رضي الله عنه: أن رسول اللهﷺ التقى هو والمشركون فاقتتلوا، فلما مال رسول الله ﷺ إلى عسكره ومال الآخرون إلى عسكرهم، وفي أصحاب رسول الله ﷺ رجل لا يدع لهم شاذة ولا فاذة إلا اتبعها يضربها بسيفه، فقالوا: ما أجزأ منا اليوم أحد كما أجزأ فلان، فقال رسول الله ﷺ: أما إنه من أهل النار، فقال رجل من القوم: أنا صاحبه، قال: فخرج معه كلما وقف وقف معه وإذا أسرع أسرع معه، قال: فجرح الرجل جرحا شديدا فاستعجل الموت فوضع نصل سيفه بالأرض وذبابه بين ثدييه ثم تحامل على سيفه فقتل نفسه، فخرج الرجل إلى رسول الله ﷺ فقال: أشهد أنك رسول الله، قال: وما ذاك؟ قال: الرجل الذي ذكرت آنفا أنه من أهل النار، فأعظم الناس ذلك، فقلت: أنا لكم به فخرجت في طلبه ثم جرح جرحا شديدا فاستعجل الموت فوضع نصل سيفه في الأرض وذبابه بين ثدييه ثم تحامل عليه فقتل نفسه، فقال رسول الله ﷺ عند ذلك: إن الرجل ليعمل عمل أهل الجنة فيما يبدو للناس وهو من أهل النار، وإن الرجل ليعمل عمل أهل النار فيما يبدو للناس وهو من أهل الجنة

Dalam dua kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy, bahwa:
Rasulullah ﷺ bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan.

Setelah Rasulullah ﷺ kembali kepada pasukannya dan yang lain pun kembali kepada pasukan mereka, dan diantara pengikut Rasulullah ﷺ ada seorang yang tidak membiarkan seorang musuhpun yang lari tanpa mengejarnya dan memukulnya dengan pedang, orang-orang berkata, “Pada hari ini, tak seorang pun diantara kita yang bertempur sehebat si Fulan”.

Mendengar hal itu Rasulullah ﷺ bersabda, _“Ketahuilah, dia termasuk ahli neraka”_.

Seseorang diantara kaum muslimin berkata, “Aku akan selalu menyertainya”. (Rawi berkata), “Lalu orang itupun keluar bersamanya. Kemanapun dia pergi, orang itu selalu menyertainya, setiap kali orang itu berhenti iapun ikut berhenti. Dan setiap kali orang itu berlari diapun ikut berlari bersamanya. Lalu dia terluka parah. Kemudian dia ingin mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedangnya berada diantara dua susunya, lalu dia menekankan badannya pada pedang, sehingga dia mati bunuh diri”. Orang itupun datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah”. Rasulullah ﷺ bertanya, “Ada apa ini ?”.

Orang itu menjawab, “Orang yang engkau sabdakan sebagai ahli neraka tadi dimana orang-orang penasaran, maka aku berkata, “Aku menyediakan diri untuk menyertainya”.

Lalu aku keluar mencarinya, sehingga ketika dia terluka parah, dia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada diantar dua susunya, kemudian dia menekankan badannya sehingga mati bunuh diri”.

Pada saat itu Rasulullah ﷺ bersabda, _“Sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan ahli surga, dalam pandangan manusia, padahal sebenarnya dia termasuk ahli neraka. Dan ada orang yang orang yang beramal dengan amalan ahli neraka, dalam pandangan manusia padahal dia termasuk ahli surga”_. *_(HR Bukhari dan Muslim)_*

Dalam riwayat di atas disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengatakan tentang seorang yang berperang dengan hebatnya dalam sebuah jihad: *"Ketahuilah bahwa dia dalam Neraka!"*

Para Sahabat penasaran, apa sebabnya? TERNYATA KARENA DIA BUNUH DIRI.
*Ini bukti bahwa dalam JIHAD sekalipun tidak dihalalkan bunuh diri.*

Maka bagaimana kiranya seorang yang bunuh diri, bukan dalam perang, bukan p**a membela diri?! Bahkan bukan hanya bunuh diri, tapi juga membunuh anak-anaknya?!

Apakah bisa dikatakan *_syahid_*? Apakah bisa perbuatannya disebut *_istisyhadiyah_*?

Belum lagi kejahatannya, membikin susah para wanita bercadar. Selalu dicurigai dan dipandang sinis. Karena perbuatan mereka yang bunuh diri di halaman gereja.

*Namun bedanya kita tidak bisa memastikan dia di dalam Neraka!* Karena kita bukan Nabi yang mendapatkan wahyu.Kita tidak tahu hal yang ghaib.
Masih ada sekian kemungkinan. Bisa jadi dia bodoh. Atau dipaksa oleh pihak tertentu. Atau kemungkinan lainnya.
_Wallahu ta'ala a'lam_

16/05/2018

※●※●※●

❗️MENGINGATKAN ORANG YANG MAKAN SAAT PUASA❕

_______

��هل يجب تذكير الصائم إذا أكل أو شرب ناسيا؟

�� السؤال :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، إذا رأيت الصائم يأكل أو يشرب ناسياً في نهار رمضان ماذا أفعل: هل أذكره أم أتركه؟

�� الجواب :

يجب على من رأى شخصاً يأكل أو يشرب في رمضان وهو يعرف أنه صائم؛ يجب عليه أن يذكره لأنه إذا نسي فهو معذور لكن أنت لم تنس،

وقد قال الله تعالى: ﴿ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى ﴾ [المائدة:2].

�� الشيخ ابن عثيمين رحمه الله
سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء: [70]

�� رابط المقطع الصوتي:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_070_33.mp3

_____________

�� P E N A N Y A

❓❝ Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,
Jika aku melihat orang berpuasa makan atau minum pada siang ramadhan apakah yang aku lakukan: apakah aku mengingatkannya atau membiarkannya❞ ⁉️

��J A W A B A N

◽As-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullohu mengatakan:

✔️ Wajib kepada orang yang melihat seseorang makan atau minum di siang Ramadhan dalam keadaan dia mengetahui bahwasanya orang itu berpuasa,

�� wajib baginya untuk mengingatkannya karena jika lupa dia dapat udzur

☝️ AKAN TETAPI ENGKAU TIDAK LUPA

▧ Sungguh Allah berfirman 『Tolong menolong lah kalian dalam perkara kebaikan dan ketaqwaan 』

📚 Silsilah Al-liqoi as-syahri 70

↠↠↠↠★☆★↞↞↞↞.

BismillahSemoga dikuatkan
15/05/2018

Bismillah

Semoga dikuatkan

14/05/2018

Ku awali dengan Bismillah

Address

Jalan Raya Jati Dukuh Gotanon RT 04, Desa Jati Jaten Karanganyar
Karanganyar
57731

Telephone

085700061819

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hijrahmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share