PDO Filemon

PDO Filemon Berbeda Gereja tapi tetap satu keluarga dalam Kristus.Membangun iman atas dasar Firman Tuhan, menjadi berkat bagi keluarga dan gereja lokal.

Segenap pengurus dan jemaat PDO Filemon mengucapkan turut belasungkawa yang dalam atas terpanggilnya Bapak Pdt. Bigman S...
30/06/2019

Segenap pengurus dan jemaat PDO Filemon mengucapkan turut belasungkawa yang dalam atas terpanggilnya Bapak Pdt. Bigman Sirait.
Terimakasih telah menjadi bagian dari pelayanan Tuhan di PDO Filemon selama kurang lebih 23 tahun, menjadi pembicara membagikan Firman serta teladan hidup bagi segenap jemaat PDO Filemon.
.........

Pdt. Wigand SugandiSenin, 17 Juni 2019KEPENUHAN ROH KUDUSTopik mengenai kepenuhan Roh Kudus sudah menjadi bahan perdebat...
18/06/2019

Pdt. Wigand Sugandi
Senin, 17 Juni 2019
KEPENUHAN ROH KUDUS

Topik mengenai kepenuhan Roh Kudus sudah menjadi bahan perdebatan antara gereja aliran konservatif dengan gereja aliran Pentakostal. Bahkan sampai sekarang, perdebatan tersebut belum memiliki titik temu, sebab masing-masing mempertahankan dogma gereja masing-masing. Lalu bagaimana sebenarnya tentang kepenuhan Roh Kudus tersebut?
Kita dapat melihat contoh gambaran dalam Bilangan 11:25-26, dimana Roh yang ada pada Musa diambil sebagian dan memenuhi para tua-tua Israel. Namun menarik untuk mencermati ayat ini bahwa ternyata kepenuhan yang dialami oleh tua-tua itu hanya berlangsung sementara, dimana dikatakan β€œtetapi sesudah itu tidak lagi”, artinya kepenuhan tersebut hanya bersifap sementara atau temporal. Berbeda dengan Musa, Roh yang ada padanya bersifat permanen, sebab bagian Alkitab yang lain mencatat bahwa ia adalah orang yang penuh dengan Roh. Maka dari sini kita bisa belajar bahwa ternyata ada dua bentuk kepenuhan Roh yang tercatat dalam Alkitab, yakni bersifat permanen dan temporal.Dalam 1 Samuel 10:5-11, orang yang mengalami kepenuhan Roh secara manivestasinya akan terlihat dengan jelas. Jadi ciri utama dari kepenuhan Roh secara temporal adalah bersifat sementara dan terlhat dengan jelas seperti bahasa lidah dan berbagai bentuk manivestasi lainnya.
Peristiwa pencurahan Roh Kudus di loteng Yerusalem berupa tiupan angin dan lidah-lidah api diatas kepala rasul-rasul pun merupakan peristiwa kepenuhan secara temporal, karena hari Pentakosta merupakan hari pencurahan Roh Kudus sekaligus pentahbisan gereja yang pertama dan itu terjadi hanya sekali.
Orang-orang yang mengalami kepenuhan Roh Kudus secara temporal tentu belum menjamin bahwa hidupnya berkenan dihadapan Allah. Contohnya adalah Saul dan Simson, meskipun kedua tokoh ini pernah mengalami kepenuhan Roh Kudus, namun mereka tetap gagal mempertahankan kekudusan hidup mereka dihadapan Allah. Selain itu kepenuhan Roh secara temporal juga sangat rentan untuk dipalsukan, misalnya orang yang hanya karena terbawa evoria lalu kemudian ikut-ikutan berbahasa Roh namun bahasa yang palsu. Maka sulit untuk membedakan mana bahasa Roh yang asli dan mana yang palsu. Bahkan konon William Seymour dalam peristiwa di Azusa Street pun merasa bingung membedakan mana orang-orang yang benar-benar mengalami manivestasi dari Roh Kudus dan yang berpura-pura.
Di dalam PL tokoh-tokoh yang memilki kepenuhan Roh secara permanen seperti Musa, Daniel, Yusuf dan lain-lain biasanya memilki kemampuan dan hikmat diatas orang biasa misalnya mereka mampu manafsir mimpi, menentukan perang, ekonomi dan sebagainya. Namun dalam jaman PB sekarang ini, mengalami kepenuhan Roh secara permanen akan berbeda sesuai dengan konteks jaman. Jika dalam jaman PL hanya orang-orang tertentu saja yang memilki kepenuhan Roh secara permanen, maka jaman sekarang semua umat Tuhan justru berkesempatan memliki kepenuhan Roh yang permanen.
Ciri utama dari orang yang mengalami kepenuhan Roh secara permanen adalah hidup berpadanan dengan Roh. Dan ini sama sekali tidak berkaitan dengan hal mistis. Bahkan Melalui gereja Tuhan justru dituntut untuk memilki kehidupan yang dipimpin oleh Roh secara berkesinambungan. Maka cukup disayangkan bila kecenderungan gereja dan umat-umat Tuhan jaman sekaang justru lebih mengejar kepenuhan Roh yang temporal, padahal itu sifatnya hanya sementara dan hanya sebagai tanda (semeion). Seharusnya yang kita kejar sekarang ini adalah kepenuhan Roh secara permanen yang ditandai dengan perubahan pola berpikir sesuai dengan pikiran Allah. Hidup yang seirama dengan Roh.
Efesus 5:18, Paulus menyinggung tentang mabuk oleh anggur dengan kepenuhan Roh. Dalam hal ini Paulus ingin memberi perbandingan bahwa jika seeseorang ingin mabuk anggur, maka ia harus minum anggur, tetapi jika kita ingin β€œmabuk Roh” maka kita harus memenuhi diri kita dengan Firman. Firman yang kita dengar setiap saat seperti sebuah barang mentah, namun kuasa dari Firman tersebut akan berubah menjadi matang melalui proses kehidupan kita sehari-hari. Dan melalui firman itulah kita akan mengalami kepenuhan Roh secara permanen bila Firman tinggal dalam hati kita.

17/06/2019

Shalom, hari ini Senin 17 Juni 2019, Kebaktian umum PDO Filemon mulai aktif kembali. Malam ini akan dilayani oleh Pdt. Wigand Sugandi.
Terimakasih

16/05/2019

Ringkasan Kotbah Ibdah Umum PDO Filemon, Senin 13 Mei 2019.
Pdt. Anthony Chang

Changing Mind and Changing Heart

Mazmur 139:23-24.

Kebingungan yang timbul ketika kita sedang mengahadapi masalah, penyebab utamanya adalah karena pikiran dan hati seringkali bertentangan. Itulah sebabnya, orang yang hebat bukanlah orang yang berhasil dan suskses dalam karier dan pekerjaan. Tetapi orang hebat adalah orang yang mampu men-sinkronkan hati dan pikirannya, the winner in a battle of mind and heart.
Contoh kasus yang sering terjadi adalah, ada orang yang hatinya tulus, tetapi pikirannya kurang cerdas, maka tentu saja ini percuma, sebab besar kemungkinan orang tersebut akan menjadi sasaran orang-orang yang memanfaatkan dirinya dengan kata lain orang ini akan sangat mudah untuk dibodohi. Sebaliknya ada orang yang pikirannya cerdik tetapi hatinya tidak tulus, maka biasanya orang tersebut akan menjadi seorang penipu. Jadi hati dan pikiran harus selalu sejalan, sebab Allah pun meminta pertanggung jawaban, baik atas pikiran maupun hati kita.

Dalam kasus Kain dan Habel, Kain membunuh adiknya padahal Tuhan sebelumnya sudah memperingatkan, tetapi pikiran dan hatinya sudah terlanjur rusak, maka nasihat Tuhan pun tidak ia gubris. Demikian juga dalam kisah Daud, Daud meskipun disebut sebagai orang yang diurapi Tuhan, tetapi ada satu peristiwa dimana ia gagal mengendalikan pikirannya. Pikirannya ingin mengambil isteri Uria yang jelas bahwa itu adalah dosa besar. Lalu pikiran tersebut dikonfirmasi oleh hatinya, lalu kita tahu bahwa Daud bukan hanya berzinah dengan Betyeba, tetapi juga membunuh Uria. Kegagalan mengontrol pikiran lalu dikonfirmasi hati akan melahirkan dosa yang lebih besar.
Banyak kisah dalam sejarah dunia yang memberi kita contoh bahwa jika hati sudah rusak maka apapun akan dilakukan demi memuaskan hati. Pembunuhan dan peperangan melahirkan dendam dari generasi ke genarasi, maka perang dan pembunuhan tidak akan pernah berhenti dengan korban yang tidak sedikit. Semua itu dimulai dari hati dan pikiran yang tidak bisa dikendalian.
Tidak jarang juga seseorang yang hatinya terlanjur sakit, ketika menghadapi masalah, akan mengambil jalan pintas yakni bunuh diri. Dan ini banyak kita saksikan terjadi dikalangan generasi jaman sekarang. Salah satu penyebabnya adalah pola asuh orang tua yang tidak seperti dahulu. Anak-anak jaman sekarang cenderung dimanja, mereka tidak dilatih untuk tegar mengahadapi kerasnya kehidupan. Pola hidup instan juga cukup mempengaruhi, segala-galanya ingin diperoleh dengan instan. Maka ketika mereka menghadapi masalah sedikit saja, mereka akan menjadi putus asa dan menyerah, bahkan tidak jarang ada yang sampai bunuh diri. Di Jepang misalnya, sarana untuk bunuh diri jusru disediakan. Salah hutan diperuntukkan secara khusus bagi mereka yang ingin melakukan bunuh diri. Ini tentu miris.
Untuk kalangan Kristen, salah satu faktor yang seringkali membuat orang tidak memiliki semangat juang adalah karena mereka selalu didoktrin dengan pemahaman bahwa Allah itu baik, Ia akan membebaskanmu dari kesulitan, masalahmu ditanggung oleh Dia dan sebagainya.. Apa yang terjadi, ketika mereka mengalami masalah, mereka kemudian bertanya, Tuhan dimana? Kenapa seperti ini?

Dalam kasus-kasus seperti ini, gereja dan anak-ank Tuhan dituntut untuk menjembatani. Pemberian pengertian bahwa janji-janji Allah dalam Alkitab harus dipahami secara menyeluruh, tidak boleh memahami Alkitab hanya dengan sepotong-sepotong.
Allah tidak cukup disimpan dalam hati sebagai Allah yang baik dan yang memberi berkat, tetapi juga dalam pikiran harus dibangus suatu kepercayaan bahwa kebaikan Allah juga Ia perlihatkan melalui pendisiplinan hidup berupa masalah dan kesulitan.
Abraham adalah contoh, bagimana ia dituntut mempersembahkan yang terbaik dalam dirinya. Jika Abraham hanya memiliki pikiran dan hatinya bahwa Allah baik, maka sudah pasti ia akan kecewa dan protes kepada Tuhan, tapi ia membangun sebuah kepercayaan dalam hati dan pikirannya bahwa Allah itu baik dalam segala perkara, dan hal ini ia buktikan dengan kerelaannya memberikan putra kesayangannya untuk dipersembahkan.
Mari kita belajar memaknai hidup dengan membuka hati dan pikiran bahwa Allah itu baik, dan Ia menyatakan kebaikannya dalam segala perkara. Dengan demikian kita adalah orang-orang hebat, yang mampu melihat segala seautu yang dikerjakan Allah dengan hati dan pikiran yang selalu diperbaharui.

Jadwal Pembicara PDO Filemon Bulan Mu-Juni 2019.
13/05/2019

Jadwal Pembicara PDO Filemon Bulan Mu-Juni 2019.

28/09/2018

NASIHAT MENGENAI PERZINAHAN (4)

Amsal 5:17-23 (TB)

Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain.

Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:

rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing?

Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Sahabat sekalian, marilah kita tuntaskan pembacaan dan pembelajaran kita, tentang nasihat-nasihat penulis Amsal mengenai perzinahan (dari Amsal 5:17-23).

Penulis Amsal menuliskan nasihat-nasihat yang sederhana; namun tegas dan jelas, agar kita menghindari perzinahan, dan jangan sampai kita "betah berlama-lama", jika kita telah terlanjur terperosok ke dalamnya;

segeralah bertobat kepada Allah, dan segeralah pulihkan hubungan pernikahan kita dengan pasangan hidup kita, yang telah sempat "terluka", karena adanya kasus perzinahan itu ...

Karena, menurut penulis Amsal:

1. BERKAT DAN SUKACITA HANYA ADA DI DALAM PERSEKUTUAN KASIH (PERNIKAHAN) SEUMUR HIDUP DENGAN ISTERI MASA MUDA KITA ... (Amsal 5:18-19)

2. MESKI DILAKUKAN SECARA RAHASIA DAN TIDAK TERLIHAT SECARA KASAT MATA OLEH ORANG-ORANG YANG KITA KENAL;

AKAN TETAPI, SEGALA PERBUATAN DOSA (SERAPIH APA PUN KITA DAPAT SEMBUNYIKAN DI MATA ORANG LAIN); SEMUANYA ITU BAGAIKAN JALAN YANG TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN; KARENA (MATA) TUHAN MEMANG "MENGAWASI" (MENGUJI) SEGALA LANGKAH ORANG ... (Amsal 5:21)

3. SEPANDAI-PANDAI TUPAI MELOMPAT, PADA SATU "SAAT" IA AKAN JATUH JUGA ...

Sepandai-pandai orang fasik berusaha untuk menutup-nutupi dosanya; dan ia berpura-pura baik, menggunakan "topeng" untuk menutupi kejahatannya, di dalam pergaulannya sehari-hari;

PADA SUATU "SAAT" YANG TELAH DITENTUKAN TUHAN; PASTINYA, IA AKAN TERTANGKAP DALAM KEJAHATANNYA, DAN IA AKAN TERJERAT DALAM TALI DOSANYA SENDIRI ... (Amsal 5:22)

Sahabat sekalian, seorang fasik yang tidak mau bertobat dari dosa dan kejahatannya sendiri kepada Allah; pada akhirnya, ia akan mati (binasa) karena tidak (mau) menerima didikan (hikmat firman TUHAN) dan karena kebodohannya sendiri yang (semakin) besar ia tersesat (dari jalan orang benar) ... (Amsal 5:23)

Sahabat sekalian, Allah kita memang panjang sabar; namun, panjang sabar Allah kita, juga ada batasnya!

Oleh karena itu, selagi masih berlaku "masa" panjang sabar dan kemurahan Allah kepada kita; jika kita pernah jatuh dan terjerumus ke dalam dosa dan kejahatan;

MARILAH KITA SEGERA BERTOBAT, DAN MELEPASKAN DIRI, DARI SEGALA "JERATAN" TALI DOSA DAN KEJAHATAN YANG MULAI MENJERAT DAN MELILIT HIDUP KITA ...

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa berusaha untuk menjaga kekudusan hidup kita, untuk senantiasa bisa berjalan di jalan hidup orang benar, untuk seumur hidup kita di bumi ini ...

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

18/09/2018

NASIHAT UNTUK MENCARI HIKMAT

Amsal 4:14-17 (TB)

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat.

Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung;

karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman.

Sahabat sekalian, dalam proses mencari hikmat firman TUHAN; penulis Amsal menuliskan beberapa hal yang "harus kita hindari", yaitu:

1. JANGANLAH MENEMPUH JALAN ORANG FASIK, DAN JANGANLAH MENGIKUTI JALAN ORANG JAHAT ... (Amsal 4:14)

2. JAUHILAH JALAN ORANG FASIK, DAN JANGANLAH MENGIKUTI (BERPALINGLAH) DARI PADANYA, DAN JALANLAH TERUS (MENGIKUTI JALAN ORANG BENAR) ... (Amsal 4:15)

Karena, orang-orang fasik itu, mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung ... (Amsal 4:16)

Sahabat sekalian, jangan sampai kita salah bergaul; dan kita terjerumus ke dalam pergaulan yang jahat, dengan orang-orang fasik ...

WASPADALAH! Jangan kita sesat; karena, pergaulan yang buruk itu merusakkan kebiasaan yang baik ... (1 Korintus 15:33)

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa waspada untuk "menghindari" pergaulan yang buruk dengan orang-orang fasik;

karena, orang-orang fasik itu, mereka telah terbiasa makan roti kefasikan dan minum anggur kelaliman (kefasikan dan kelaliman telah menjadi makanan dan minuman mereka; telah menjadi gaya hidup mereka sehari-hari)... (Amsal 4:17)

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa waspada dan hati-hati; untuk tidak mau menempuh jalan orang fasik, dan tidak mau mengikuti jalan orang jahat ... (Amsal 4:14)

HIKMAT FIRMAN TUHAN MENASIHATKAN KITA, AGAR KITA MENJAUHI JALAN ORANG FASIK; DAN MENERUSKAN PERJALANAN HIDUP KITA DI JALAN ORANG BENAR ...

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

07/09/2018

BERKAT DARI HIKMAT

Amsal 3:9-10 (TB)

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Sahabat sekalian, apa yang penulis Amsal tuliskan tentang berkat yang akan kita terima; jika kita memuliakan TUHAN dengan segala harta yang Dia karuniakan kepada kita ...? (Amsal 3:9)

1. MAKA LUMBUNG-LUMBUNGMU (TEMPAT PENYIMPANAN HASIL PANENMU) AKAN DIISI PENUH SAMPAI MELIMPAH-LIMPAH (SAMPAI TIDAK LAGI CUKUP TERTAMPUNG) (Amsal 3:10a)

2. DAN BEJANA PEMERAHAN (TEMPAT PENAMPUNGAN AIR ANGGURMU) AKAN MELUAP (MELUBER) DENGAN AIR BUAH ANGGURNYA (Amsal 3:10b)

Sahabat sekalian, jika kita ingin menikmati hidup "yang berkelimpahan" karena berkat-berkat TUHAN yang "meluber" dalam hidup kita masing-masing ...?

MAKA, MARILAH KITA BELAJAR UNTUK DENGAN RENDAH HATI, RAJIN, DAN TEKUN; SENANTIASA BERUSAHA UNTUK MEMULIAKAN ALLAH DENGAN HARTA KITA, DAN DENGAN PENGHASILAN KITA (Amsal 3:9)

Sahabat sekalian, mari kita belajar percaya kepada janji firman TUHAN dengan sepenuh iman kita, bahwa:

TUHAN SANGGUP MELAKUKAN SEGALA SESUATU; DAN TIDAK ADA RENCANA TUHAN (JANJI FIRMAN TUHAN) YANG GAGAL ... (Ayub 42:1)

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

29/08/2018

NASIHAT HIKMAT

Amsal 1:20-27 (TB)

Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,

bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa belajar untuk hidup dalam kelembutan dan kerendahan hati di hadapan TUHAN.

JADILAH PRIBADI YANG SENANTIASA MAU MENERIMA (DENGAN RENDAH HATI) SETIAP TEGURAN, NASIHAT, DAN ULURAN TANGAN TUHAN DI DALAM HIDUP KITA ...

Sahabat sekalian, marilah kita belajar untuk berani mengakui kesalahan-kesalahan kita; terutama keberanian dan ketulusan untuk "MENARIK KEMBALI PERKATAAN-PERKATAAN KITA YANG NEGATIF TENTANG TUHAN";

seperti yang telah dicontohkan oleh Ayub kepada kita:

Maka jawab Ayub kepada Tuhan:

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu (termasuk p**a, sanggup untuk melindungi, menolong, menyembuhkan, dan memulihkan hidupku), dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (di dalam hidupku)." (Ayub 42:1-2)

Ayub dengan berani, tulus dan rendah hati mengakui "keterlanjuran perkataannya" di hadapan TUHAN:

"Aku telah bercerita (bersaksi) menurut pemahaman/pengertianku sendiri; aku telah bercerita tanpa pengertian yang benar tentang TUHAN (Ayub 42:3);

aku harus mengakui, bahwa kemahakuasaan TUHAN, sungguh sangatlah dahsyat, dan sangatlah banyak hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang (masih) tidak kuketahui tentang Pribadi-Mu, ya TUHAN ..." (Ayub 42:3)

Lebih parah lagi, aku harus mengakui dengan sejujurnya di hadapan-Mu, ya TUHAN; bahwa (banyak kali) hanya dari kata orang saja (dari cerita/kesaksian orang lain saja) aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang (setelah mengalami sendiri proses dinamika ujian kehidupan bersama-Mu) mataku sendiri memandang Engkau (kini aku telah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri, tentang kebaikan-Mu, kedahsyatan-Mu, kemuliaan-Mu, dan kemaha-kuasaan-Mu bagi diriku) ... (Ayub 42:5)

OLEH SEBAB ITU, (dengan sepenuh kesadaran, ketulusan, dan kerendahan hatiku) AKU MENCABUT PERKATAANKU (YANG NEGATIF TENTANG ENGKAU, YANG TELAH TERLANJUR KELUAT DARI MULUTKU) dan dengan menyesal (dengan pertobatan yang sungguh-sungguh) aku duduk dalam debu dan abu (aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, dan mohon kepada-Mu; agar TUHAN bersedia untuk kembali menasihati aku, menegur aku, dan mengulurkan tangan-Mu kembali kepadaku, untuk menolong dan memulihkan hidupku) ... (Ayub 42:6)

"Ya Yesus Kristus, Tuhan kami; kiranya Engkau berkenan untuk mengampuni segala perkataan kami yang negatif tentang Engkau; yang telah terlanjur keluar dari mulut kami..."

"Dan kiranya, Engkau kembali bersedia untuk senantiasa memanggil kami, menasihati kami, bahkan menegur kami dengan hikmat firman-Mu; jika sekiranya di mata-Mu, jalan hidup kami mulai keluar dari jalan hidup orang benar, di bumi ini ..."

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

28/08/2018

NASIHAT DAN PERINGATAN

Amsal 1:8-19 (TB)

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.

Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;

jikalau mereka berkata: "Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena;

biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur;

kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;

buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian."

Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,

karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.

Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,

padahal mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri.

Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang mengambil nyawa orang yang mempunyainya.

Sahabat sekalian, seperti yang rasul Paulus ingatkan kepada Timotius, dan juga kepada kita semua, bahwa:

"Karena AKAR SEGALA KEJAHATAN IALAH CINTA UANG (THE LOVE OF MONEY). Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1 Timotius 6:10)

Apa yang penulis Amsal nasihatkan kepada kita supaya kita terhindar dari TERJERAT OLEH AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN, YAITU CINTA UANG (LOBA AKAN KEUNTUNGAN GELAP - Amsal 1:19) ...?

1. Dengarkanlah dan lakukanlah nasihat-nasihat bijak dari orang tua kita (ayah-ibu kita); dan juga taatilah nasihat/perintah dari firman Tuhan; baik di dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan hidup kita sehari-hari (Amsal 1:8-9)

2. Janganlah kita menuruti nasihat orang-orang fasik, untuk turut serta dalam melakukan perbuatan jahat bersama-sama dengan mereka (Amsal 1:10-14)

3. Janganlah kita LOBA AKAN KEUNTUNGAN GELAP (CINTA UANG) (Amsal 1:19); sehingga, karena tujuan untuk memuaskan keinginan pribadi, untuk mendapatkan pelbagai barang rampasan yang berharga bagi diri kita sendiri; yaitu, untuk memuaskan keinginan hawa-nafsu kita akan keuntungan gelap; maka kita pun tega untuk "menghadang darah" (melakukan perampasan dan pembunuhan) kepada orang-orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena (Amsal 1:11 -16).

4. Sebab percumalah (sia-sia belaka) jika kita berniat jahat untuk "membentangkan jaring" (memasang perangkap kejahatan, dan membuat rencana pembunuhan) kepada orang-orang yang tidak bersalah;

KARENA JIKA KITA SAMPAI TEGA MELAKUKAN HAL-HAL SEPERTI ITU; MAKA, PADA HAKIKATNYA, KITA SAMA SAJA DENGAN MENGHADANG DARAH KITA SENDIRI, DAN MENGINTAI NYAWA KITA SENDIRI ... (Amsal 1:18)

Sahabat sekalian, dengan tegas dan keras, penulis Amsal telah memperingatkan kita, bahwa:

"SETIAP RENCANA JAHAT UNTUK MENGHADANG DAN MEMBUNUH ORANG LAIN, HANYA UNTUK TUJUAN MERAMPAS HARTA KEKAYAAN DARI SI ORANG TERSEBUT BAGI DIRI KITA SENDIRI (Amsal 1:11-17);

MAKA, HAL ITU SAMA SAJA ARTINYA; DENGAN MENGHADANG DARAH, DAN MENGINTAI NYAWA KITA SENDIRI ... (Amsal 1:18-19)

Sahabat sekalian, marilah kita segera sadar kembali dari segala bujukan/rayuan kesesatan dan kejahatan; dan jangan berbuat dosa lagi;

ingatlah dan camkanlah baik-baik, nasihat yang telah rasul Paulus tuliskan kepada sidang jemaat di Korintus berikut ini:

"JANGANLAH KAMU SESAT: PERGAULAN YANG BURUK (DENGAN ORANG-ORANG JAHAT) MERUSAKKAN KEBIASAAN (KARAKTER) YANG BAIK." (1 Korintus 15:33)

"SADARLAH KEMBALI (DARI KESESATAN KITA) SEBAIK-BAIKNYA DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI!" (1 Korintus 15:34)

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

30/07/2018

PAULUS DI DALAM MARKAS PASUKAN.

Kisah Para Rasul 22:23-29 (TB)

Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara.

Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia.

Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: "Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum."

Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: "Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar."

Lalu kata kepala pasukan itu: "Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal." Jawab Paulus: "Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku."

Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.

Sahabat sekalian, mari kita lanjutkan pembacaan dan pembelajaran kita, tentang kisah Paulus dibawa ke dalam markas pasukan di Yerusalem:

Karena massa terus berteriak, dan mereka mulai melakukan tindakan yang mengarah kepada tindakan yang anarkis (Kisah 22:23);

oleh karena itu, kepala pasukan membawa Paulus ke dalam markas, untuk diinterogasi lebih lanjut (rupanya hal itu akan dilaksanakan dengan "penyesahan" terhadap Paulus di markas) (Kisah 22:24)

Akan tetapi, ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah dan di interogasi; Paulus mengatakab suatu pernyataan yang "mengejutkan" perwira yang bertugas untuk menyesah dia, katanya:

"Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?" (Kisah 22:25)

Mendengar pernyataan Paulus, si perwira yang bertugas lalu melaporkannya kepada kepala Pasukan, katanya:

"Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum." (Kisah 22:26)

Karena terkejut dan takut, datanglah kepala pasukan itu menemui Paulus, katanya:

"Katakanlah (sejujurnya), benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar." (Kisah 22:27)

Lalu kata kepala pasukan itu: "Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal." Jawab Paulus: "Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku." (Kisah 22:28)

Maka mereka yang harus (bertugas) menyesah dia segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, SETELAH IA TAHU, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat, adalah orang Rum. (Kisah 22:29)

Sahabat sekalian, di bumi ini, kita harus memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang aturan hukum mengenai hak-hak dan kewajiban-kewajiban sebagai seorang warganegara, dari negara tempat di mana kita lahir, atau domisili tempat di mana kita tinggal saat ini.

APAKAH KITA SUNGGUH MENYADARI DAN MEMAHAMI HAK-HAK DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN KITA SEBAGAI "WARGA NEGARA KERAJAAN ALLAH" DI BUMI INI ...?

Dalam Filipi 3:20, rasul Paulus menuliskan:

"Karena KEWARGAAN KITA ADALAH DI DALAM SORGA, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat"

SEBAGAI WARGA KERAJAAN SORGA DI BUMI INI, APA YANG RASUL PETRUS TULISKAN TENTANG HAK-HAK DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN KITA DI BUMI INI ...?

Dalam 1 Petrus 2:9, rasul Petrus menuliskan bahwa:

"Tetapi KAMULAH BANGSA YANG TERPILIH, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, SUPAYA KAMU MEMBERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG BESAR DARI DIA, yang memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."

Sahabat sekalian, sebagai warganegara Kerajaan Sorga di bumi ini, di satu sisi, kita memang memiliki hak untuk menjadi umat kepunyaan Allah sendiri, untuk menjadi imamat yang rajani (royal priesthood - NIV);

AKAN TETAPI, di sisi yang lain, kita pun harus menyadari tugas dan kewajiban-kewajiban kita sebagai warga negara Kerajaan Sorga di bumi ini; yaitu: Kita harus senantiasa menjaga kekudusan hidup kita (untuk senantiasa menjadi bangsa yang kudus), dan memenuhi panggilan Allah di dalam hidup kita masing-masing, untuk dapat MEMBERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG BESAR DARI DIA (ALLAH), yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan (dosa) kepada terang-Nya (terang keselamatan dan kemuliaan-Nya) yang ajaib (1 Petrus 2:9)

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

19/07/2018

PERPISAHAN PAULUS DENGAN PARA PENATUA JEMAAT EFESUS (2)

Kisah Para Rasul 20:25-31 (TB)

Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa.

Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

Sahabat sekalian, marilah kita lanjutkan pembacaan dan pembelajaran kita, tentang perpisahan Paulus dengan para penatua jemaat Efesus:

Paulus, rupanya telah mendapat "pernyataan Roh Kudus", bahwa para penatua jemaat Efesus tidak akan melihat mukanya lagi (Kisah 20:25).

Oleh karena itu, Paulus ingin memberikan kesaksian dan "pertanggung-jawabannya", baik kepada Allah dan juga dihadapan para penatua jemaat Efesus, dengan berkata:

"Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, BAHWA AKU BERSIH, TIDAK BERSALAH KEPADA SIAPA PUN YANG AKAN BINASA (I AM INNOCENT OF THE BLOOD OF ALL MEN - NIV) (Kisah 20:26)

"SEBAB AKU TIDAK LALAI MEMBERITAKAN SELURUH MAKSUD ALLAH KEPADAMU." (Kisah 20:27)

Selanjutnya, Paulus memohon agar para penatua jemaat Efesus, untuk senantiasa WASPADA DAN BERJAGA-JAGA, TERHADAP SERBUAN "SERIGALA-SERIGALA YANG GANAS" (GURU-GURU PALSU), YANG TIDAK AKAN MENYAYANGKAN UNTUK MENGORBANKAN KAWANAN DOMBA/JEMAAT ALLAH DI EFESUS, DEMI UNTUK MEMUASKAN KEPENTINGAN PRIBADI MEREKA SENDIRI. (Kisah 20:28-29)

Bahkan, Paulus pun telah "memprakirakan/memprediksikan" akan datangnya GURU-GURU PALSU DARI ANTARA JEMAAT DI EFESUS SENDIRI (Kisah 20:30)

Untuk dapat mempersiapkan diri dan mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya ancaman serbuan/serangan dari "serigala-serigala yang ganas itu";

rasul Paulus menasihati para penatua jemaat di Efesus untuk:

1. BERJAGA-JAGALAH ...

Jagalah dirimu (sendiri) dan jagalah seluruh kawanan (jemaat Allah di Efesus), dengan mengandalkan kekuatan dari Allah Roh Kudus, yang telah menetapkan mereka untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehnya dengan darah Anak-Nya sendiri (yaitu darah Yesus Kristus, Tuhan kita) (Kisah 20:28)

2. INGATLAH ...

Ingatlah akan seluruh upaya dan kerja-keras yang telah dilakukan oleh rasul Paulus; yang selama tiga tahun, senantiasa bekerja-keras, SIANG MALAM, DENGAN TIDAK BERHENTI-HENTINYA MENASIHATI (DAN MENGAJAR) KAMU MASING-MASING DENGAN MENCUCURKAN AIR MATA (DALAM PERGUMULAN DOA SETIAP HARI) (Kisah 20:31)

Sahabat sekalian, mari kita belajar dari teladan perilaku kehidupan rasul Paulus, yang senantiasa berusaha untuk mempertanggung-jawabkan hasil pekerjaan pelayanannya; baik di hadapan Tuhan, dan juga di hadapan manusia (para penatua jemaat Efesus) (Kisah 20:25-31)

MARILAH KITA BELAJAR UNTUK MENJADI HAMBA-HAMBA TUHAN, YANG RAJIN, SETIA, DAN BERTANGGUNG-JAWAB ATAS PENUNTASAN HASIL PEKERJAAN PELAYANAN KITA MASING-MASING DI BUMI INI;

SUPAYA PADA WAKTUNYA NANTI, KITA AKAN BERPISAH DENGAN JEMAAT YANG PERNAH KITA LAYANI (DAN SALING TIDAK BISA BERTEMU MUKA KEMBALI);

MAKA, SEPERTI RASUL PAULUS, KITA PUN BISA BERPISAH DENGAN BAIK; DAN DENGAN MEMBERIKAN TESTIMONI/KESAKSIAN YANG BAIK P**A; BAHWA, KITA TERBUKTI "BERSIH" DAN "TIDAK BERSALAH" TERHADAP SIAPA PUN ... (Kisah 20:26);

DAN JUGA, KITA TELAH TERBUKTI, TIDAK LALAI MEMBERITAKAN SELURUH MAKSUD ALLAH KEPADA JEMAAT YANG TELAH KITA LAYANI SELAMA INI ...(Kisah 20:27)

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! πŸ˜ŠπŸ™

Address

Jalan Surya Bahagia 2 F No. 11/Sunrise Garden
Jakarta
11520

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PDO Filemon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share