Literatur Perkantas

Literatur Perkantas Buku PA | Bacaan | Twitter Sebuah Penerbitan Buku Kristen yang didirikan oleh perkantas

PROMO PRE-ORDER BUKU BARU!Masalah Kepribadian dalam PelayananPenulis: Yakub Susabda & Esther SusabdaHampir semua masalah...
31/01/2024

PROMO PRE-ORDER BUKU BARU!

Masalah Kepribadian dalam Pelayanan

Penulis: Yakub Susabda & Esther Susabda

Hampir semua masalah gereja selalu berkaitan dengan masalah individu pemimpinnya.

Buku ini secara khusus ditulis untuk menjadi buku ajar mata kuliah "Masalah Kepribadian dalam Pelayanan". Meskipun demikian, penulis percaya bahwa buku ini bisa juga menjadi buku rujukan karena sampai saat ini belum ada buku dalam bahasa Indonesia yang secara khusus ditulis untuk membahas masalah-masalah kepribadian hamba Tuhan yang melayani di gereja atau "parachurch".

Setiap bab dalam buku ini disertai bahan diskusi kelompok yang mewakili sebagian dari hasil pengamatan penulis setelah terlibat dalam pelayanan selama lebih dari lima puluh tahun.

Penulis ingin memperlengkapi setiap individu yang rindu membangun gereja sebagai tubuh Kristus di tengah dunia ini.

Harga Reguler: Rp70.000,-
Harga Pre-Order Member: Rp53.000,-
Harga Pre-Order Non Member: Rp58.000,-

Promo pre-order ini hanya berlaku 29 Januari-8 Februari 2024!

Informasi & Pemesanan Hubungi WhatsApp (WA) Literatur Perkantas Nasional 081291508616

Pendalaman Alkitab: Harta Karun Kita BersamaAlkitab kita yakini bersama sebagai firman Allah. DIlihat dari sudut pandang...
16/05/2018

Pendalaman Alkitab: Harta Karun Kita Bersama

Alkitab kita yakini bersama sebagai firman Allah. DIlihat dari sudut pandang sastra, Alkitab merupakan produk budaya yang dihasilkan dari tradisi lisan dan tulisan yang begitu panjang. Alkitab ditulis di dalam satu konteks waktu dan latar budaya yang khusus. Melewati ribuan tahun dalam rentang sejarah, kini Alkitab kita terima di dalam konteks budaya Indonesia. Secara jelas, konteks kehidupan kita sekarang begitu jauh berbeda dengan konteks pertama kali Alkitab ditulis.

Ada berbagai cara yang bisa kita gunakan di dalam memahami Alkitab. Salah satunya ialah dengan melakukan penggalian sederhana. Ini adalah kekayaan dan harta karun yang telah bersama kita miliki dan pakai sejak kita masih duduk di bangku sekolah. Kita bukanlah ahli sejarah, bukan juga ahli kitab, apalagi ahli Taurat.

Kerinduan kita untuk menggali kebenaran Alkitab bukan didorong oleh karena pemuasan logika semata tetapi karena perasaan cinta. Sebuah perasaan cinta karena Bapa telah mengasihi kita begitu rupa, melalui pengorbanan Anak-Nya. Pendalaman Alkitab juga kita lakukan bukan karena kedaulatan atau jabatan kita sebagai pemimpin agama, tetapi atas kerelaan Allah untuk dikenal mesra oleh umat-Nya.

Pendalaman Alkitab adalah harta karun kita bersama. Kita bisa memiliki banyak buku yang sanggup menjelaskan berbagai makna teologis dengan begitu hebatnya. Namun, ketika kita menemukannya sendiri di dalam pencarian mandiri, akan jauh lebih berharga. Bahan Pendalaman Alkitab, adalah harta karun berikutnya. Mari kita bersama menelusuri kebenaran Alkitab dengan terus memiliki kehausan akan firman Tuhan.

Pertanyakanlah sesuatu, maka pikiran Anda akan menjawab sesuatu. Pertanyaan berkualitas akan menghasilkan jawaban yang berkualitas. Ide berkualitas bisa didapat dari mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkualitas. Melalui bahan PA berkualitas kami terus berusaha untuk menjadi sahabat Anda bertumbuh di dalam pengenalan akan firman Tuhan.

Salam,
Literatur Perkantas.

Meski Gentar Tetap TegarTidak satu pun dari kita melewati minggu ini tanpa perasaan gemetar. Juga tidak satu pun dari ki...
15/05/2018

Meski Gentar Tetap Tegar

Tidak satu pun dari kita melewati minggu ini tanpa perasaan gemetar. Juga tidak satu pun dari kita yang sanggup melihat berita di berbagai media tanpa menitikan air mata. Kita terus mengatakannya di dalam setiap doa dan permohonan kepada Allah, bahwa sukacita yang kami terima dari Kristus—selama masih berada di dunia—tidak terpisahkan dari penderitaan. Tidak ada sukacita sejati di dalam dunia ini selain yang kita peroleh dari pribadi Yesus Kristus. Sebagaimana Alkitab menggambarkan sukacita yang dialami oleh hamba Kristus demikian: ”Sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita.” (2 Kor. 6:10)

Amarah dan kekesalan memang tidak bisa terhindarkan. Kedamaian dan kerukunan malah semakin jauh dari harapan. Bila kita tidak menyadari bahwa Alkitab memiliki pandangan khusus terhadap dunia, maka tidaklah mengherankan jika dunia dalam keadaan sekarang ini membuat kita putus asa. Melalui Alkitab kita disanggupkan untuk memahami apa yang sedang terjadi dahulu, sekarang, dan masa yang akan datang berada di dalam rencana Allah. Bermula dari teriakan keputusasaan yang serupa, sejenak kita dapat berefleksi melalui pergumulan Nabi Habakuk.

”Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak , tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: ’Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.” (Hab. 1:2-4)

Kitab Habakuk menyatakan prinsip-prinsip Alkitabiah yang bersifat umum sebagai kebenaran yang bisa kita pegang bersama:

1. Sejarah Ada di Bawah Kendali Allah
Alkitab menyatakan bahwa Allah ada di atas segalanya. Dia telah memulai proses sejarah, Dia mengendalikannya, dan Dia juga yang akan mengakhirinya.

2. Sejarah Mengikuti Rencana Allah
Segala sesuatu tidak terjadi begitu saja. Rentetan peristiwa tidak terjadi secara kebetulan, karena ada rencana sejarah yang pasti dan segala sesuatu telah diatur dari mulanya. Allah yang melihat akhir dari segala permulaan. Dan Allah mengetahui segala maksud dan tujuan itu.

3. Sejarah Mengikuti Jadwal Allah
Allah tidak pernah abai di dalam membimbing kehidupan kita. ”Segala sesuatu terjadi menurut kehendak-Nya,” demikian yang sering kita doakan. Allah memiliki waktu-Nya sendiri, Dia juga memiliki cara-Nya sendiri. Oleh karena itu Dia bertindak dan berkarya menurut waktu dan cara-Nya.

4. Sejarah Berkaitan dengan Kerajaan Allah
Allah bertahta di dunia dan di sorga. Sebagaimana kisah bangsa-bangsa lain di Perjanjian Lama begitu relevan dengan perjalanan hidup bangsa Israel. Demikian juga dengan masa kini, sejarah dunia juga begitu relevan dengan sejarah gereja. Apa yang Allah izinkan terjadi pada gereja dan dunia sekarang berkaitan dengan tujuan agung-Nya untuk gereja dan kerajaan-Nya.

Kita tidak perlu menjadi bingung dan meragukan kasih dan keadilan Allah. “Ingat, jangan sesekali mencurigai Allah,” demikian pesan dari kakak rohani saya. Jika kita sanggup melihat segala kejadian di dunia ini terjadi di dalam rencana dan kehendak Allah, kita akan dimampukan untuk terus berserah dan mempercayai Allah, bahkan di dalam penderitaan.

Bencana hadir bukan berarti karena Allah mangkir. Allah tetap berkuasa sejak dahulu, kini, dan selamanya. Ia tidak sedang diam, namun terus bekerja melalui hamba-hamba-Nya. Kiranya penderitaan dan bencana tidak menambah daftar nama hamba-hamba-Nya yang hidup dengan dengan rasa kecewa. Tetapi semakin membuat kita tangguh dan teguh berdiri membalut dan menyembuhkan mereka yang sedang terluka. Berduka namun tetap bersukacita, meski gentar tetap tegar!

Devosi KeluargaKeluarga yang beribadah, adalah satu kerinduan dari banyak rancangan suami dan istri di dalam memulai keh...
14/05/2018

Devosi Keluarga

Keluarga yang beribadah, adalah satu kerinduan dari banyak rancangan suami dan istri di dalam memulai kehidupan berumah tangga. Rumah baru sudah didapat, mungkin saja baru mengontrak. Segala macam perabotan sudah menunjukkan rupa, walau banyak juga yang masih tertahan di toko menunggu untuk ditebus dengan segera.

Keuangan sudah mulai diatur bersama walau tidak banyak harta yang tersisa. Semua terlihat berjalan sesuai rencana, rumah tangga mulai memperlihatkan aktivitasnya. Namun, membangun devosi keluarga masih saja menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung menunjukkan hasil dan rupa.

Kita membayangkan devosi keluarga sebagai persekutuan kecil yang indah. Di dalamnya terkandung doa, pujian, dan firman Tuhan. Devosi keluarga diharapkan menjadi waktu berharga yang ditetapkan setiap hari di mana tiap pribadi akan berkumpul sebagai sebuah keluarga untuk menikmati Tuhan bersama-sama.

Setiap anggota berkumpul di ruang tamu, bersama menyanyikan pujian, menyelami keindahan firman Tuhan, terlarut ke dalam percakapan yang menguatkan, lalu ditutup dengan doa bersama. Lebih beruntung jika salah satu pasangan bisa menyanyikan mazmur atau himne dengan suara yang merdu. Segalanya terdengar begitu indah dan sempurna.

Namun, kenyataannya begitu berbeda.

Kehidupan awal pernikahan menjadi waktu yang sempurna untuk memulainya. Keceriaan dan kebahagiaan masih menjadi warna yang dominan dalam keseharian. Sehari-dua hari dijalani tanpa hambatan berarti. Devosi bersama istri begitu dinanti oleh suami. Begitu juga sebaliknya.

Namun, tak lama waktu berselang ketika kesibukan semakin menumpuk, devosi keluarga menjadi tak terurus. Apalagi ketika anak hadir dan mengubah total ritme kehidupan. Devosi keluarga semakin ditinggalkan juga dilupakan.

Devosi keluarga, seperti banyak disiplin rohani lainnya memerlukan ketekunan dan kepatuhan untuk setia mengerjakan. Sesuatu yang begitu sederhana, namun begitu banyak orang menganggapnya begitu sulit. Kita sendiri yang membuat kesederhanaan devosi keluarga jauh lebih rumit daripada yang seharusnya. Tidak ada cara terbaik untuk mengukur keberhasilan devosi keluarga kecuali dengan pertanyaan sederhana ini: Apakah kita melakukannya?

Kita harus melihat ketekunan membangun devosi keluarga adalah pekerjaan membangun jangka panjang. Hari demi hari yang begitu sibuk dan padat, terasa begitu sulit untuk menyediakan waktu untuk berdoa bersama. Kita sering melihat devosi keluarga sebagai kegiatan yang menyita waktu.

Namun, untuk sanggup cinta kita musti memaksa lebih sering berjumpa dengan Dia Sang Pencipta. Jika kita mengusahakannya dengan tekun, maka ratusan kesempatan devosi keluarga akan membuka mata kita akan karya Allah di dalam hidup kita. Kasih dan kesetiaan-Nya terus memelihara ketaatan dan iman di dalam hati kita juga anak-anak kita. Bagian kita adalah terus tekun dan berkeyakinan bawa Allah terus bekerja melalui komitmen yang kita perjuangkan untuk tradisi yang sederhana namun luar biasa: Devosi Keluarga.

Dari Redaksi:
Jika sahabat rindu untuk lebih dalam mempelengkapi kebutuhan rohani keluarga, berikut beberapa buku yang bisa menjadi referensi bagi sahabat:

1. “Bijak Menjadi Orang Tua” ditulis oleh Paul Tripp. Buku ini berisikan 14 prinsip dasar pengasuhan yang berpusatkan Injil.

2. “Anakku Karunia Tuhan” ditulis oleh Daniel Puspo Wardojo. Buku ini memuat kisah-kisah yang menyentuh di dalam belajar bersama di dalam mengasuh anak di dalam kesadaran bahwa anak adalah karunia Tuhan.

3. “Growing Together: Membangun dan Memperkaya Keluarga dalam Tuhan”. Bahan PA ini menolong para orang tua untuk merefleksikan kehidupan keluarga di dalam perenungan akan firman Allah.

Sahabat, kami rindu kita bisa terus bertumbuh bersama di dalam kedewasaan sebagai orang tua melalui koleksi-koleksi literatur yang kami miliki. Kiranya kita bisa mengalami keindahan ini: Keindahan keluarga dialami ketika setiap anggota di dalam keluarga saling mengasihi bukan menuntut untuk dikasihi; memberi, bukan diberi; melayani bukan dilayani.

Salam kasih,
Literatur Perkantas Nasional.

CHRISTMAS BIG SALE by Literatur Perkantas Nasional (LITANAS) is coming to town!!! Grab it fast, all!!!! 🎅🎄📚🎁📖Senantiasa ...
04/12/2017

CHRISTMAS BIG SALE by Literatur Perkantas Nasional (LITANAS) is coming to town!!! Grab it fast, all!!!! 🎅🎄📚🎁📖
Senantiasa warnai harimu dengan buku-buku baik 😉

Dalam budaya kita yang menyerupai sirkus, kedisiplinan rohani dapat dengan mudah ditinggalkan sebagaimana hari-hari kita...
30/11/2017

Dalam budaya kita yang menyerupai sirkus, kedisiplinan rohani dapat dengan mudah ditinggalkan sebagaimana hari-hari kita terbagi antara pekerjaan yang penuh tekanan dan hiburan kosong, yang tidak menawarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh "pohon yang berjalan". Cara hidup seperti itu menyisakan pada kita kelalaian, bahkan keterpisahan dari diri kita sendiri, orang lain, dan Sang Mahakudus.

Buku Merawat Kehidupan karya Susan S. Philips yang diterbitkan oleh Literatur Perkantas mengajarkan kepada kita tentang disiplin-disiplin rohani yang memungkinkan kita berbuah dan memperkaya tanah di mana kita hidup.

Disiplin rohani yang dibahas dalam buku ini adalah mendegarkan secara kontemplatif, memelihara hari sabat, lectio divina, bimbingan rohani, dan persahabatan jiwa.

Disiplin saat kita mengikuti hasrat kita berbalik dan kembali kepada Allah.

Harga buku Rp70.000, khusus untuk hari ini diskon 20% menjadi Rp56.000.

Bagi teman-teman yang berminat dapat menghubungi Literatur Perkantas di no. 0812-9150-8616.

Paket 3 buku baru berakhir hari ini...Untuk info & pemesanan, SMS/ WA ke 081291508616
30/11/2017

Paket 3 buku baru berakhir hari ini...Untuk info & pemesanan, SMS/ WA ke 081291508616

Apa maksud “Mencari dahulu kerajaan Allah” dalam hubungan dengan sesama, nilai-nilai, ambisi, dan komitmen kita kepada A...
30/11/2017

Apa maksud “Mencari dahulu kerajaan Allah” dalam hubungan dengan sesama, nilai-nilai, ambisi, dan komitmen kita kepada Allah? Jawaban Yesus telah menakjubkan mereka yang pertama kali mendengar Khotbah di bukit. Dalam buku PA ini, Anda pun akan menggali pesan-pesan yang menakjubkan – dalam kotbah terbesar yang pernah disampaikan.

Untuk info & pemesanan, SMS/ WA ke 081291508616

29/11/2017
Benarkah Allah sungguh-sungguh memegang kendali atas dunia ini? Mengapa Dia mengizinkan bencana alam, kelaparan, ketidak...
29/11/2017

Benarkah Allah sungguh-sungguh memegang kendali atas dunia ini? Mengapa Dia mengizinkan bencana alam, kelaparan, ketidakadilan, kemerosotan, moral dan politik terjadi di mana-mana?

Pertanyaan yang sempat membingungkan dan menjadi pergumulan nabi Habakuk ini juga dialami umat Allah masa kini.

Buku ini menguraikan secara jelas dan mendalam sikap Habakuk dalam mengatasi ketakutan, kegentiran, dan kepahitan atas ‘bencana’ yang akan menimpa bangsanya. Sebaliknya dari mengeluh dan mencela Tuhan, Habakuk telah mencapai tahap pemulihan rohani yang memampukan dia untuk berkata “Aku mau beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” DR. Martyn Lloyd-Jones, penulis buku ini, mengungkapkan rahasia kemenangan Habakuk dalam menghadapi pergumulan yang dapat diperoleh setiap orang Kristen, yaitu tetap berharap dan menantikan jawaban Tuhan.

DR. Martyn Lloyd-Jones (!899-1981) termasuk dalam kelompok pengkhotbah Welsh. “Bakat alami dalam berbahasa, daya cipta sastra yang indah, dan pendidikan medis yang dialaminya memberinya kemampuan yang luar biasa dalam berkhotbah” (Ralph G. Turnbull, A History of Preaching, Vol. 3). Karyanya yang lain adalah Ketika Iman Diadili (terbitan Literatur Perkantas).

Gagasan Kristen mengenai pemuridan cukup beragam. Ada yang menekankan penginjilan-berbagi iman. Yang lainnya, mempromosi...
28/11/2017

Gagasan Kristen mengenai pemuridan cukup beragam. Ada yang menekankan penginjilan-berbagi iman. Yang lainnya, mempromosikan sistem hierarkis pertumbuhan rohani-pewaris praktik-praktik rohani terbaik. Namun, kedua gagasan ini tidak lengkap. Pemuridan sejati lebih dari semua itu.
Mengindari titik-titik ekstrem dan mengevaluasi motif, Jonathan K. Dodson menegaskan sebuah jalan mengikuti Yesus yang memusatkan kembali pemuridan kepada Injil.

Buku ini menolong kita untuk memahami dan mengalami kepenuhan pemuridan sebagaimana dimaksudkan Sang Guru. Pemuridan yang Berpusatkan Injil menggabungkan kekacauan dan kesulutan, ketidaksempurnaan dan transformasi, kejujuran dan keajaiban menjadi murid yang berpusatkan kepada Yesus Kristus. Inilah panduan praktis pemuridan yang dipenuhi Roh, berpusatkan Kristus, teruji di lapangan, dan mudah diterapkan.
Tentang Penulis:

Jonathan K. Dodson (MDiv, ThM, Gordon-Conwell Theological Seminary) melayani sebagai pendeta Austin City Life di Austin, Texas. Ia telah memridkan laki-laki dan perempuan dalam dan luar negeri hampir selama dua dekade, bersukacita dalam mengomunikasikan Injil, dan melihat citra Kristus terbentuk dalam diri orang lain.

Address

Jalan Kesejahteraan No. 35
Jakarta
11130

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Literatur Perkantas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Literatur Perkantas:

Share