03/03/2018
Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan dalam Menggunakan Jasa Juru Bahasa, Alih Bahasa (Interpreter)
Jasa penerjemahan baik lisan maupun dokumen dirasakan sangat penting terutama bila pekerjaan kita berhubungan dengan klien atau pihak-pihak yang berasal dari luar negeri. Tentunya agar proses komunikasi dapat terjalin dengan baik, bila kita sendiri tidak memiliki kemampuan bahasa asing yang memadai, pastinya menggunakan juru bahasa adalah salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk menggunakan jasa juru/alih bahasa, tentunya kita bisa menghubungi juru/alih bahasa yang bersangkutan, atau menghubungi agensi-agensi penyedia layanan penjurubahasaan (interpreting).
Namun sering timbul pertanyaan, apa sih yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan jasa juru/alih bahasa?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus memperjelas dulu
1) Juru bahasa seperti apa yang kita butuhkan?
Juru bahasa itu memiliki kualifikasi, spesialisasi, pengalaman, dan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang bersertifikat atau non sertifikat, ada yang spesialis seminar, spesialis manufaktur/industry (ini nanti dibagi-bagi lagi berdasarkan kategori industrinya), ada yang spesialis hukum, ada yang pengalamannya diatas 10 tahun, ada juga yang kurang. Anda harus menentukan dulu, juru bahasa seperti apa yang anda butuhkan.
2) Berapa anggaran yang disediakan?
Sebagai calon pengguna jasa juru bahasa, anda harus mempertimbangkan berapa anggaran yang disediakan dan tetap fleksible, ini ada hubungannya dengan poin satu. Semakin tinggi kualifikasi dan pengalamannya, tentu semakin besar (mahal) anggaran yang harus anda sediakan. Anggaran yang dimaksudnya bukan hanya biaya jasanya saja, ada juga komponen biaya lain seperti transportasi, uang makan, akomodasi hotel, dan lain sebagainya. Namun ini tergantung kebijakan anda, apakah menggunakan sistem all in (sepaket), atau mau dibuat terpisah.
3) Siapa yang membutuhkan jasa juru bahasa?
Juru bahasa harus dipasangkan atau ditempatkan untuk orang yang memang membutuhkan jasanya. Maksudnya apa sih?
Begini, ada beberapa tipikal orang yang memang lebih s**a menyampaikan sendiri pesan yang ingin dia utarakan tanpa melalui penerjemah. Biasanya kalau dia menguasai bahasa yang (diyakini) diketahui dan dimengerti oleh semua orang, seperti bahasa Inggris. Memang sih ada juga orang yang sebetulnya bisa menyampaikan sendiri pesan tapi dia menggunakan jasa juru bahasa untuk memberikan efek “tenang dan aman” dalam dirinya karena mungkin takut bertanggungjawab jika menyampaikan sendiri pesannya.
Jadi perjelas dulu, siapa yang membutuhkan jasa juru bahasa agar penggunaan jasa lebih efektif.
4) Di mana kita bisa merekrut juru bahasa?
Kalau anda punya kenalan atau teman yang berprofesi sebagai juru bahasa anda bisa langsung menghubungi atau bisa juga melalui agensi penyedia jasa juru bahasa, anda juga bisa mencari via web, dan lain sebagainya.
Nah, apa saja sih harus diperhatikan dalam menggunakan jasa juru bahasa?
1) Juru bahasa itu bukan “alat”, tapi bagian dari tim. Perlakukan dengan sopan layaknya bagian dari tim meskipun dia direkrut dari luar.
2) Pengguna jasa harus memberikan materi, data , atau informasi-informasi yang menunjang pekerjaan juru bahasa. Sering kali materi juru bahasa diminta bekerja tanpa dibekali dulu informasi yang dibutuhkan sehingga hasil pekerjaannya pun tidak maksimal. Kesalahan penerjemahan itu diawali dari hal-hal yang dianggap sepele tapi fatal, salah satunya tidak menyediakan materi. Memang sih sang juru bahasa pun harus jemput bola, tapi kan etikanya sang pengguna jasa pun harus berinisiatif, karena di situlah poin kerjasama timnya.
3) Berikan waktu untuk mempelajari materi atau data yang diberikan
Percuma kalau materi diberikan saat H-1 menit, apalagi kalau jumlah halamannya berlembar-lembar, sejenius-jeniusnya seorang juru bahasa tidak mungkin bisa memproses informasi dalam waktu singkat, belum lagi jika dalam materi yang disajikan ternyata terdapat banyak istilah teknis yang butuh waktu untuk mempelajarinya.
Sering kali permintaan juru/aluh bahasa terlalu last minute, perjumpaan lebih awal antara nara sumber dan pengalih/juru bahasa akan sangat membantu membangun chemistri yang di butuhkan juru bahasa.
Jadi sebisa mungkin, atur waktu untuk melakukan pra meeting atau gladi resik dengan juru bahasa, membahas apa saja yang akan dipresentasikan atau disampaikan pada hari H, atau bahkan lebih baik lagi jika kita memberikan waktu untuk latihan presentasi, agar sang juru bahasa dapat bekerja maksimal dan tentunya meminimalkan risiko kesalahan penerjemahan.
4) Pahamilah setiap upaya yang dilakukan serta kesulitan yang dialami oleh juru bahasa
Pekerjaan seorang juru bahasa adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang berdedikasi tinggi dan punya rasa tanggungjawab yang besar, dan tentunya risiko dari pekerjaannya pun besar. Terutama untuk juru bahasa yang melakukan interpretasi simultan, aktivitas tersebut betul-betul menguras fisik dan butuh mental yang kuat, oleh karena sebagai pengguna jasa interpreter, sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi, dan bayaran yang sesuai. Memang sebagai pengguna jasa kita ingin mendapatkan yang terbaik, tapi kita juga harus memahami kalau sang juru bahasa pun tentunya berusaha keras mengerahkan segenap kemampuannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Penggunaan jasa juru/alih bahasa tentunya berhubungan dengan rasa saling percaya dan komitmen, artinya baik pengguna jasa maupun sang juru/alih bahasa (atau agen) harus saling berkomitmen untuk memberikan yang terbaik serta bertanggungjawab terhadap setiap hasil pekerjaan yang timbul.