Rumah Pondok Gede

Rumah Pondok Gede Informasi Perumahan di timur Jakarta terlebih di Pondok Gede - Bekasi dan sekitarnya. Informasi seputar perumahan di kecamatan Pondok Gede

26/02/2019

Kenaikan PBB Hingga 400%, Warga Kota Bekasi Mengeluh

Memasuki 2019 ini, warga Kota Bekasi mengeluhkan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang semakin tinggi. Kenaikan PBB di Kota Bekasi bervariasi, mulai dari 15 hingga 400 persen tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat atau wajib pajak.

Berdasarkan penelusuran pemilik PBB atas nama Kumpul di Kampung Nangka, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, tahun 2018 membayarkan PBB sebesar Rp 263.336. Tahun ini menjadi Rp 1.096.152 atau kenaikan sebesar 411 persen, dengan luas tanah 424 meter persegi (m2)‎.

Di tempat yang sama, atas nama Lantih‎, dengan tanah luas 40 m2, mesti membayar pajak sekitar Rp 25.000 tahun 2018 lalu dan tahun ini meningkat 100 persen lebih, menjadi Rp 56.000.

Begitu juga di kelurahan lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menaikkan PBB dengan persentase bervariasi, disesuaikan dengan harga nilai jual objek pajak (NJOP) dengan harga pasar atau harga jual tanah di wilayah tersebut.

"Saya sangat terkejut menerima SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) PBB tahun ini, ada kenaikan, tetapi tidak tidak ada pemberitahuan," ujar warga Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Linda (40), kepada Beritasatu.com, Senin (25/2).

Linda mengatakan, kenaikan PBB tahun ini mencapai 200 persen yakni harus membayar Rp 4,1 juta lebih sedangkan PBB tahun lalu, Rp 2 juta dengan luas tanah sekitar 500 m2.

Dia meminta, agar Pemkot Bekasi mengkaji ulang kenaikan PBB ini. Terlebih lagi, ‎tidak adanya informasi dan sosialisasi terkait kenaikan PBB tahun ini.

Terkait hal ini, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan kenaikan PBB tersebut untuk mendongkrak Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. ‎Selain itu, untuk penyesuaian antara NJOP dengan harga jual tanah, tak sebanding. Ada ketimpangan harga jual (harga pasar) dengan NJOP tersebut, perbedaannya sangat mencolok.

"Ini kan penyesuaian antara NJOP dengan harga jual, sudah sangat jauh (perbedaannya) makanya disesuaikan," ujar Rahmat Effendi.

Selain itu, kata dia, kenaikan PBB di Kota Bekasi untuk mendongkrak peningkatan PAD dan digunakan untuk pembangunan wilayah. "Peningkatan pendapatan ini akan digunakan untuk pembangunan skala prioritas seperti tandon (kolam retensi/embung), infrastruktur, pendidikan, kesehatan," tuturnya.

Dengan begitu, kata dia, pemerintah daerah dapat mengelola antara pendapatan dengan pengeluaran yang ditujukan untuk pembangunan Kota Bekasi. ‎Saat disinggung, apakah kenaikan ini untuk menutupi defisit anggaran tahun 2018 lalu?

"Jadi kalau dibilang ini upaya pemerintah untuk menstabilkan kondisi keuangan daerah, itu bukan tugas kami. Tugas kami adalah melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan agar likuiditas fiskal tidak terganggu, dan kebutuhan-kebutuhan pembiayaan tersedia," katanya.

Dia menambahkan, jika kenyataannya ada warga yang keberatan dengan penetapan kebijakan ini, dia mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Ia pun mengarahkan warga menyampaikan keluhannya tersebut ke kontak Call Center 1500444.

Pemkot Bekasi menargetkan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai tahun 2023 mencapai Rp 4,11 triliun. Target tersebut akan dapat dicapai pada tahun 2022 atau 2021 jika melihat tren PAD pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, ada kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi 2019 mencapai Rp 6,6 triliun, yang tentunya harus diimbangi dengan pendapatan daerah.

Sumber : https://www.beritasatu.com/megapolitan/539884-kenaikan-pbb-hingga-400-warga-kota-bekasi-mengeluh.html

10 Tips Membeli Rumah Bagi Keluarga Muda Membeli rumah pasti terdapat dalam daftar prioritas para pasangan muda, yang ba...
13/01/2019

10 Tips Membeli Rumah Bagi Keluarga Muda


Membeli rumah pasti terdapat dalam daftar prioritas para pasangan muda, yang baru menikah. Tapi tentu Anda tahu bila urusan membeli rumah, apalagi untuk pertama kali, bukanlah perkara mudah. Anda perlu sering berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi dan mencari beragam tips membeli rumah sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang diinginkan. Jangan sampai karena kurangnya perencanaan, hitungan, serta informasi, bangunan yang semestinya menjadi rumah idaman, malah menjadi tempat tinggal yang tidak nyaman.

Berikut adalah beberapa tips membeli rumah yang perlu Anda perhatikan :

Hitung dengan Teliti

Urusan beli rumah adalah urusan jangka panjang. Pada tips membeli rumah yang pertama ini, Fox Business menyarankan Anda untuk menghitung secara cermat berapa ongkos dan biaya yang akan dikeluarkan secara total untuk rumah baru itu. Hitungan tersebut termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan utilitas lainnya, mulai dari pemasangan infrastruktur, ongkos p**ang – pergi, atau ongkos-ongkos perbaikan yang diperlukan.

Jangan sampai Anda tergiur iklan cicilan murah per bulan, tapi ternyata ada tambahan biaya lain yang belum terhitung dan begitu dijumlah angkanya menjadi luar biasa. Hitunglah dengan membayangkan Anda dan keluarga akan menempati rumah itu dalam waktu bertahun-tahun, lalu sesuaikan dengan budget rumah tangga. Upayakan batasannya adalah tidak lebih dari 30 persen pendapatan Anda maupun gabungan pendapatan Anda dan pasangan.

Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman

Jika Anda memilih membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR, jangan lelah untuk riset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. Masih dari Fox Business, upayakan Anda menghitung tawaran bunga pinjaman secara teliti. Terutama soal skema yang dipilih, apakah menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. Jangan ragu juga bertanya soal faslitas pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada Anda.

Rekam jejak kredit

Pastikan Rekam Jejak Kredit yang Baik

Anda harus sangat memperhatikan tips membeli rumah ketiga ini, agar mudah memperoleh pinjaman atau kredit. Mengapa? Sebab proses KPR dan pencairan pinjaman dana bisa jadi berbelit jika Anda memiliki riwayat pelunasan utang yang buruk sebelumnya. Terutama untuk Anda yang pernah bermasalah dengan kartu kredit atau kredit tanpa agunan sebelumnya. Anda harus memastikan sudah membereskan masalah utang atau tidak memiliki beban utang yang tinggi sebelum mengajukan kredit rumah. Sebab penyedia dana akan selalu melihat dan menghitung rasio utang Anda. Jika terlalu tinggi, maka akan makin rendah kemungkinan persetujuan pinjaman untuk membeli rumah.

Baca Kontrak Secara Cermat

Untuk bagian tips membeli rumah yang satu ini, Anda haruslah sangat cermat dalam membaca berbagai macam kontrak atau surat-menyurat dan dokumen. Baik kontrak yang disediakan peminjam dana atau agen penjual rumah Anda. Jika ada istilah yang tidak Anda mengerti, tanyalah sampai jelas. Sementara bila ingin mengubahnya, gunakanlah hak Anda untuk bernegosiasi. Apabila agen atau bank masih keberatan menjelaskan, banyak pakar merekomendasikan agar Anda mengganti bank atau agen tersebut. Sebab masih banyak yang ingin menjalin transaksi secara lebih terbuka dengan Anda.

Survey

Survey dan Pelajari Lingkungan Rumah

Perlu diingat bahwa rumah yang akan Anda tempati nantinya adalah untuk membesarkan anak dan keluarga Anda. Pastikan Anda sudah survei ke lokasi dan mengetahui secara pasti calon lingkungan maupun tetangga Anda nantinya. Sesuaikan dengan pola hidup yang Anda impikan bersama keluarga nantinya.

Jangan Lupa Perangkat Rumah

Sisihkan sebagian biaya untuk membeli perangkat dan isi rumah. Tips membeli rumah yang satu ini memang terlihat simpel, namun tidak kalah penting. Setidaknya Anda menyiapkan sekitar Rp100 juta untuk mengisi rumah atau bisa lebih rendah jika Anda memprioritaskan barang-barang tertentu, seperti tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Jangan sampai sesudah memiliki rumah tapi tidak bisa mengisinya.

Pisahkan anggaran

Pisahkan Anggaran Pengeluaran

Tips membeli rumah dari perencana keuangan Prince Financial Advisory, Lauren Prince adalah memisahkan dan mengkategorikan pengeluaran sebagai pasangan. Kategori dipisah dalam tiga kelompok yakni; survival, liveable, dan comfortable. Dengan begitu Anda dan pasangan tidak akan tergoda untuk pengeluaran tidak perlu dan bisa tetap mencicil rumah.


Jangan Menunggu Pasar

Pergerakan pasar properti serba tak pasti. Jangan pernah menunggu pasar turun atau suku bunga turun. Jika nilai rumahnya memang cocok dan masuk hitungan Anda, jangan ragu untuk membeli. Menurut HGTV, jika terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba tak pasti, bisa jadi Anda kehilangan kesempatan memiliki rumah terbaik.

Besar bukan berarti lebih baik

Besar Bukan Berarti Lebih Baik

Memilih rumah pada intinya adalah menyesuaikan. Jadi jangan terpaku pada ukuran yang besar. Lihat lingkungan Anda baik-baik, jika rumah besar itu adalah satu-satunya di sana, kemungkinan untuk laku dijual kembali dengan harga tinggi sangatlah kecil.

Hindari Emosi Saat Memilih

Tips membeli rumah yang terakhir, namun tak kalah penting adalah selalu mengingat bahwa Anda sedang memilih rumah, bukan mengencaninya. Jadi jangan terpikat hal-hal emosional seperti halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, dan hal lain yang sifatnya personal. Bagaimana pun rumah adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang, nilainya ditentukan dari lokasi, struktur, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik.

Nah, itulah 10 tips membeli rumah bagi Anda yang baru saja mulai membangun rumah tangga dan sedang mencari hunian.

25/09/2018

9 Tips Membeli Rumah Bekas Minimalis

Penasaran tips membeli rumah bekas dengan menggunakan KPR yang aman?
Jangan Anda anggap remeh, membeli rumah bekas itu ternyata tidak mudah, lho!

Sebelum Anda memutuskan untuk membelinya, Anda harus memastikan agar rumah bekas yang Anda beli tersebut tidak akan membawa masalah di kemudian hari.

Agar Anda dapat membeli rumah bekas dengan mudah dan lancar, cek 9 tips di bawah ini yuk!

Memiliki Rumah Sendiri dengan KPR
Seperti yang Anda ketahui, rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi.

Akan tetapi, harga rumah yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya bisa menghambat Anda untuk dapat memiliki sebuah rumah.

Oleh karena itu, memiliki rumah baru di zaman sekarang akan menjadi semakin sulit.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, saat ini sudah ada sistem Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang akan sangat membantu Anda untuk dapat memiliki rumah pribadi.

KPR sendiri merupakan fasilitas kredit yang disediakan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan melakukan renovasi atau membeli rumah.

Salah satu alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan harga rumah yang lebih efisien adalah dengan membeli rumah bekas.

Keuntungan dari membeli rumah bekas adalah harganya lebih terjangkau dan Anda terbebas dari pajak pertambahan nilai (PPN).

Membeli rumah bekas dengan KPR nyatanya tidak segampang yang Anda pikirkan.

Kurangnya pemahaman Anda sebagai calon nasabah mengenai proses dan persyaratan dalam membeli rumah dengan KPR tentunya akan menjadi kendala tersendiri.

Akibatnya, Anda malah akan mendapatkan rumah yang tidak sesuai dan tidak seperti yang Anda harapkan.

Nah, berikut ini adalah 9 tips yang dapat Anda lakukan sebelum membeli rumah bekas dengan KPR secara aman:



#1 Lokasi Rumah
Tips pertama yang dapat Anda lakukan adalah memastikan bahwa lokasi rumah bekas pilihan Anda sudah nyaman.

Pertimbangkan lokasi rumah karena lokasi juga akan menentukan aspek pendukung lainnya, seperti akses transportasi, jarak rumah dan lokasi kerja atau sekolah, serta tingkat kemacetan.

Selain itu, penentuan lokasi juga menjadi pertimbangan Anda apakah daerah rumah bekas tersebut rawan bencana seperti banjir dan longsor.

Sangat disarankan Anda memilih lokasi rumah yang memudahkan Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari.



#2 Usia Bangunan
Tips kedua, pastikan Anda telah memastikan dan memverifikasi usia bangunan serta kondisi bangunan dari rumah bekas pilihan Anda.

Lamanya usia bangunan dapat memengaruhi harga dari rumah bekas tersebut.

Jika usia bangunan dibawah 10 tahun rumah tersebut terbilang baru, usia bangunan 10 sampai 20 tahun rumah tersebut tergolong sedang, dan usia bangunan lebih dari 20 tahun rumah tersebut sudah tergolong bangunan tua


Usia bangunan yang semakin tua tentunya kualitasnya juga semakin menurun.

Sehingga jika pilihan rumah bekas Anda usia bangunannya semakin tua, maka Anda harus menyiapkan dana tambahan untuk renovasi.



#3 Cari Tahu Lingkungan Sekitar
Tips ketiga adalah pastikan lingkungan sekitar dari rumah bekas pilihan Anda sudah membuat nyaman dan terasa aman untuk ditinggali.

Pastikan Anda sudah mengecek kondisi jalan dan penerangan di sekitar daerah rumah bekas Anda.

Anda juga bisa bertanya ke penduduk sekitar, apakah sering terjadi tindak kriminalitas (kemalingan dan penculikan) di kawasan tersebut.



#4 Legalitas
Tips keempat adalah cek kelengkapan legalitas dari rumah bekas pilihan Anda.

Cermati setiap sertifikat rumah atau Surat Hak Milik (SHM), Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan bukti pembayaran pajak PBB.

Pastikan juga dengan benar nama yang tertera pada sertifikat SHM. Jika sertifikat bukan atas nama penjual, maka Anda harus mencari tahu apa hubungan pemilik sertifikat dengan penjual.

Pasalnya, Anda perlu segera melakukan balik nama atau surat jual beli dengan pemilik sebelumnya.

Tahapan ini sangatlah penting karena berurusan dengan hukum kepemilikan.

Pastikan Anda juga mengecek sertifikat IMB rumah tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memastikan luas bangunan telah sesuai dengan yang tertera di surat PBB dan pastikan pemilik sebelumnya telah melakukan pajak PBB beserta bukti pembayarannya.

Cek secara cermat dan berulang semua kelengkapan dokumen legalitas tersebut. Jika Anda merasa ada yang janggal, sebaiknya segera diskusikan bersama notaris.

Kelengkapan dokumen legalitas tersebut ternyata akan memengaruhi harga jual rumah.

Dengan dokumen legalitas yang lengkap, mengurus keperluan yanng berkaitan dengan bank akan menjadi mudah.



#5 Harga Pasaran
Tips kelima adalah cek harga pasaran di daerah yang Anda inginkan dan Anda dapat menaksir harga yang sesuai untuk rumah bekas tersebut.

Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar daerah rumah bekas pilihan Anda.

Dengan begitu Anda memiliki harga patokan saat akan melakukan proses tawar-menawar harga.

Selanjutnya Anda dapat menaksir harga dari rumah bekas tersebut. Terdapat beberapa yang dapat Anda lakukan, di antaranya adalah:

Menghitung berdasarkan nilai pasar dengan rumus sederhana yang selalu digunakan yaitu nilai pasar = harga tanah + nilai bangunan serta sarana pelengkap.
Bertanya kepada kontraktor atau developer perumahan agar mendapatkan hasil yang lebih akurat. Nilai bangunan biasanya dihitung berdasarkan harga rata-rata. Contohnya, jika luas bangunan 60 meter persegi dan nilai rata-rata bangunan rumah tersebut 2,5 juta per meter, maka totalnya adalah luas bangunan dikalikan harga nilai bangunan tersebut, yaitu 60 x 2,5 = 150 juta. Untuk mendapatkan nilai dari sarana pelengkap, Anda tinggal menghitung sendiri barang-barang tersebut sesuai dengan kondisi dan harga pasaran.
Menaksir harga rumah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah tersebut. Dalam NJOP akan tercantum luas tanah bangunan dan harga per meter rumah tersebut.
Menaksir rumah dengan bantuan appraiser profesional, misalnya appraiser dari pihak bank. Hasil dari bantuan appraiser profesional dan berpengalaman seringkali akurat dan merupakan cara terbaik untuk menaksir harga rumah bekas.


#6 Kualitas Bangunan
Tips keenam adalah pastikan dan cek kualitas dari rumah bekas tersebut.

Pastikan Anda mengecek secara detail kondisi bangunan dari rumah bekas tersebut dengan melibatkan seorang kontraktor atau arsitek.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan pada kondisi rumah bekas adalah:

Cek kondisi dinding, apakah terdapat noda bekas dari rembesan air tanah
Cek kualitas lantai, apakah masih bagus atau sudah terdapat retak
Cek kondisi kusen, jendela, pintu, plafon, dan atap rumah apakah terdapat bekas serangan rayap
Cek apakah struktur atap masih dalam kondisi yang baik. Lihatlah secara cermat apakah terdapat balok yang keropos atau terdapat kebocoran pada talang
Cek kondisi jaringan listrik PLN
Cek kondisi dari sumber air di rumah tersebut dan cermati p**a letak jalur p**a air yang harus berjarak minimal 10 meter dengan tangki septik. Jika jarak ideal tidak terpenuhi, maka air akan tercemar dan tidak layak untuk digunakan
Beberapa poin tersebut dapat menjadi bahan perhitungan Anda ketika menaksir harga dan melakukan tawar menawar dengan pemilik rumah.



#7 Diskusi Dengan Perbankan
Setelah melakukan keenam tips di atas, carilah KPR yang paling sesuai dengan kemampuan finansial Anda dan lengkapilah persyaratan untuk dibawa ke bank.

Persyaratan yang harus Anda bawa dan lengkapi adalah:

Kartu Keluarga
KTP
Surat Nikah
NPWP
Slip gaji 3 bulan terakhir
Rekening tabungan 3 bulan terakhir
Surat keterangan kerja
Fotokopi sertifikat SHM, IMB, bukti pembayaran PBB
Surat kesepakatan jual beli rumah antara penjual dan pembeli dengan tanda tangan di atas materai
Setelah dokumen persyaratan dianggap lengkap dan Anda lolos cek data kredit (BI Checking), proses selanjutnya adalah appraisal.

Biaya appraisal ditanggung oleh Anda, kecuali, bila sudah ada perjanjian sebelumnya, kalau pihak penjual yang menanggung biaya appraisal.



#8 Lakukan Proses Appraisal Sebagai Bahan untuk Menawar Harga
Melanjutkan tips sebelumnya, proses selanjutnya adalah appraisal yang dilakukan pihak bank.

Pada tahap ini, yang perlu Anda lakukan adalah menunggu laporan dan hasil survei harga yang telah dilakukan.
]



Biaya yang harus Anda bayarkan untuk appraisal sekitar 300 ribu sampai 500 ribu rupiah.

Biaya appraisal tersebut dapat Anda bayarkan di muka atau setelah KPR disetujui.

Jika Anda memilih untuk membayar di muka, ketika KPR tidak disetujui maka uang yang sudah Anda bayarkan untuk biaya appraisal akan hangus.

Hasil laporan dan survei appraisal tersebut dapat Anda gunakan sebagai bahan untuk menawar harga rumah bekas terhadap penjual.



#9 Selesaikan Perjanjian dan Menandatangani Akad Kredit
Selanjutnya Anda tinggal membereskan perjanjian-perjanjian dan mendatangani akad kredit.

Sebelum tanda tangan akad kredit, bank akan memberikan Surat Perjanjian Kredit (SPK) yang isinya merupakan informasi baya-biaya kredit, besaran bunga, biaya penalti, dan penunjukan notaris yang akan mengurusi legalitas dokumen atas persetujuan debitur.

Untuk beban biaya kredit dan bunga, setiap bank memiliki patokannya sendiri. Oleh karena itu, lebih baik Anda sudah melakukan survei pada bank yang akan dipilih.

Biasanya bank konvensional memiliki bunga yang lebih ringan pada 2 tahun pertama dibandingkan dengan bank syariah



Lakukan Semua Tips agar Proses Pembelian Rumah Bekas Berjalan Lancar
Memiliki rumah merupakan impian setiap orang, tetapi harga rumah yang tinggi menghambat Anda untuk mendapatkan rumah.

Dengan membeli rumah bekas Anda dapat mendapatkan harga rumah yang lebih murah dan dapat Anda langsung tinggali.

Dalam usaha memilikinya, ada tips-tips yang harus dilakukan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Pahami proses dan persyaratan kredit, sehingga pengajuan KPR akan berjalan lancar tanpa mengalami kendala.

Dijual Rumah di Tamani ResidenceKel. Jatimurni, Kec. Pondok Melati (masuk dari Gang Sadar)Cluster baru th 2015, SHM an P...
25/09/2018

Dijual Rumah di Tamani Residence
Kel. Jatimurni, Kec. Pondok Melati (masuk dari Gang Sadar)

Cluster baru th 2015,
SHM an Pemilik,
LB/LT 36/70m2,
Hadap Utara,
2 Kamar Tidur,
1 Kamar Mandi,
Listrik 1300 watt,
Security 24 jam, CCTV,
Bonus: toren air, AC ½ PK,dan Canopy.

fasilitas umum sekitar :
Pasar Tradisional Kecapi
Giant supermarket Jatiwarna
sekolah Strada Nawar
sekolah labschool Cibubur
rumah sakit Mitra keluarga Cibubur
rumah sakit permata cibubur
Mall Transtudio Cibubur
McDonald Jatiwarna

RUMAH DIJUAL: Tamani Residence Gang Sadar - Jatimurni - Dekat Pintu Tol Jatiwarna (Pondok Melati) (Tamani Residence) Gang Sadar, Kel. Jatimurni, Kec.

19/09/2018

Tunda Dulu Beli Rumah Jika Belum Siap Lima Hal Ini



Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap orang. Tapi mahalnya harga rumah sering sekali tak bisa dikejar dengan pendapatan atau gaji. Akibatnya, banyak yang gegabah membeli rumah lantaran takut jika harganya akan terus melambung.

Sebaiknya membeli rumah perlu diurungkan atau ditunda jika belum siap dengan masih memiliki 5 hal berikut ini.

1. Didorong Hawa Nafsu, Beli Rumah Terburu-Buru

Tunda Dulu Beli Rumah Jika Belum Siap Lima Hal Ini
Ilustrasi rumah menengah yang banyak diincar kalangan pencari rumah pertama.
Menerima saran dari orang tua atau bahkan orang-orang terdekat merupakan salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan saat membeli rumah. Namun di luar hal tersebut, keinginan untuk membuktikan keberhasilan dalam karier (penghasilan) terhadap orang lain juga bisa saja menjadi alasan rencana itu.

Tekanan seperti ini kerap datang dari lingkungan, di mana pencapaian karier sering dilihat dari kepemilikan aset seseorang. Jika kamu akan membeli rumah karena alasan-alasan tersebut, maka kamu belum benar-benar siap untuk memiliki aset yang satu ini. Membeli rumah haruslah dilakukan dengan penuh pertimbangan, terutama jika akan dilakukan secara kredit.

2. Sangat Jauh Dari Akses Lokasi Kerja

Bekerja dan tinggal di kota yang padat, tentu kamu akan sulit mendapatkan rumah di area tersebut. Artinya, jika kamu berniat untuk segera membeli rumah dengan harga murah, maka lokasi yang kamu dapatkan mungkin saja jauh dari lokasi kerja saat ini.

Perumahan pada umumnya berada di pinggiran kota yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Saat kamu membeli rumah di lokasi ini, maka kamu akan pindah dan tinggal di kawasan tersebut, yang tentunya cukup jauh dari tempat kerjamu. Jika kamu tidak siap dengan konsekuensi pindah tersebut, maka kamu tidak benar-benar siap untuk membeli rumah.

3. Kondisi Keuangan Belum Siap

Saat ingin membeli rumah, satu hal penting yang harus menjadi bahan pertimbangan adalah kondisi keuangan. Kamu harus mempersiapkan dana untuk membayar uang muka dan cicilan setiap bulan. Tapi namanya beli rumah yang harganya ratusan juta rupiah, jangka waktu kredit pun bisa belasan tahun.

Cicilan KPR yang harus dibayar akan menjadi beban pengeluaran bulanan. Jika ternyata kondisi keuangan tidak memadai untuk uang muka dan cicilan, maka kamu belum siap untuk membeli sebuah rumah.

4. Pembayaran Cicilan Masih Dirasa Berat

Besaran cicilan akan menjadi pengeluaran tetap setiap bulan dengan masa tenor sangat panjang, sekitar 10-20 tahun. Berat? Tentu saja, apalagi jika jumlah cicilannya cukup besar. Bila ternyata kamu tidak siap dengan sejumlah tagihan yang harus dibayar setiap bulan, maka kamu juga belum siap untuk memiliki rumah.

5. Biaya Perawatan

Saat memiliki rumah, kamu juga akan dihadapkan dengan sejumlah biaya lain seperti perawatan. Entah ditempati atau tidak, rumah akan membutuhkan biaya-biaya, seperti biaya listrik, air, perawatan tahunan (cat, dan lainnya).

Jumlah biaya ini tidak kecil, beberapa di antaranya bahkan bisa saja muncul tak terduga seperti renovasi kerusakan. Bila kamu tak siap dengan berbagai biaya ini, maka kamu juga belum siap untuk membeli rumah saat ini.

Membeli rumah menjadi keputusan yang tepat jika dilakukan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang sejak awal. Bukan terburu-buru karena tekanan dari ini dan itu.

Membeli rumah bukan seperti membeli sayur karena membutuhkan dana cukup besar, sehingga jika salah bisa mempengaruhi kondisi keuangan kamu secara keseluruhan. Jadi pahami dengan baik hal tersebut sejak awal, sehingga kamu benar-benar siap untuk membeli dan memiliki sebuah rumah impian.

Sumber :
https://jawapos.com/ekonomi/properti/16/09/2018/tunda-dulu-beli-rumah-jika-belum-siap-lima-hal-ini

18/09/2018

Lakukan Cara Ini agar Pengajuan KPR Anda Disetujui Bank

Setiap orang tentunya bermimpi untuk memiliki rumah sendiri. Segala usaha dikerahkan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebab harga rumah yang terbilang mahal menjadi perkara yang tak mudah bagi sebagian orang. Hal inilah yang membuat banyak orang menjadikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai penyelesaian atas permasalahan tersebut. Pilihan tersebut dianggap sebagai solusi tepat dalam memiliki rumah dengan sejumlah uang muka yang cukup bersahabat.

Pada kenyataannya, pengajuan KPR ke bank tak semudah yang orang-orang pikir. Mengingat, bank selalu menerapkan sejumlah aturan yang ketat bagi yang ingin mengajukan KPR. Beberapa orang bahkan mengalami penolakan berulang kali. Bisa jadi Anda juga pernah mengalami hal yang sama. Ketatnya sejumlah aturan dan kebijakan yang diterapkan bank bukanlah bermaksud memberatkan siapa pun yang ingin mengajukan KPR.

Perlu diperhatikan KPR pada dasarnya akan melibatkan dana yang sangat besar. Jadi, wajar saja kalau bank sangat berhati-hati saat memberikan kredit ini kepada nasabahnya. Hal ini patut menjadi perhatian khusus bagi Anda yang akan mengajukan KPR. Sebab Anda tentu enggan dengan penolakan, bukan?

Karena aturan ketat yang diberlakukan bank, Anda yang ingin mengajukan KPR cobalah untuk mempersiapkannya dengan cara-cara yang efektif. Jangan sampai pengajuan KPR selalu gagal. Artinya, impian untuk memiliki rumah sendiri selalu sebatas impian saja. Beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan agar KPR disetujui bank.

1. Kumpulkan Informasi Awal dan Pahami dengan Baik
Kredit Rumah KPR

Tidak perlu terburu-buru mendatangi bank untuk mengajukan KPR. Terlebih Anda melakukannya tanpa persiapan yang jelas. Akan sangat tepat kalau Anda mengumpulkan sejumlah informasi awal mengenai layanan KPR yang diberikan bank. Dengan begitu, Anda memiliki pemahaman yang mendetail tentang pengajuan KPR. Semua informasi ini bisa didapatkan secara online.

Lewat internet, Anda bahkan bisa menemukan berbagai informasi KPR di berbagai website keuangan. Di sana Anda bahkan bisa menanyakan berbagai hal yang ingin diketahui terkait KPR. Pada umumnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan dijawab konsultan keuangan.

Temukan semua informasi yang Anda butuhkan, seperti proses pengajuan, besaran bunga dan cicilan, atau sejumlah penalti. Kumpulkan informasi dari beberapa bank sekaligus agar Anda bisa memiliki sejumlah referensi yang memadai.

2. Lakukan Perbandingan Awal
Setelah mendapatkan sejumlah informasi, jangan lupa untuk melakukan perbandingan antara bank yang satu dan bank yang lain. Bagaimana pun juga setiap bank memiliki berbagai aturan dan kebijakan yang berbeda-beda dalam memberikan pelayanan. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk melakukan perbandingan tersebut.

Dalam langkah ini, setidaknya Anda sudah harus memiliki dua atau tiga pilihan bank yang kira-kira memungkinkan pengajuan KPR Anda diterima. Dengan cara ini, apabila mendapat penolakan dari bank pertama, Anda bisa mengajukan ke bank kedua.

Kalau masih ditolak juga, Anda bisa mengajukan ke bank ketiga. Dengan begitu, Anda perlu membuang-buang waktu untuk sekadar berkunjung dan bertanya dari bank ke bank.

3. Datangi Bank dengan Penampilan yang Menyakinkan

Jangan mendatangi bank dengan penampilan berantakan, apalagi terlihat tidak meyakinkan. Sebab penampilan cenderung memengaruhi pandangan orang. Tidak perlu menunjukkan wajah ingin dikasihani atau tampak begitu putus asa.

Datanglah dengan penampilan yang rapi dan lengkapi diri dengan pemahaman KPR yang cukup memadai. Bicaralah dengan penuh keyakinan. Hal ini mungkin bukan penentu utama. Namun, Anda bisa menunjukkan pada bank bahwa pengajuan KPR Anda layak disetujui.

Tanyakan secara detail mengenai berbagai hal yang Anda anggap penting. Misalnya, jumlah dana KPR yang bisa didapatkan, jumlah uang muka yang wajib disiapkan, besaran bunga yang ditetapkan, tenor yang bisa dipilih, atau keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengajukan KPR di bank tersebut.

Jangan lupa untuk menanyakan biaya-biaya lain yang akan dibayarkan kalau KPR tersebut disetujui. Tidak perlu sungkan atau kaku ketika berhadapan dengan pihak bank. Bersikaplah santai dan percaya diri.

4. Pilih Bank Terbaik
Bukan sembarangan bank. Meskipun pengajuan KPR sulit disetujui, selalu pastikan untuk memilih bank dengan layanan terbaik. Sebab KPR akan menjadi kewajiban Anda dalam jangka panjang.

Jadi, sangat penting bagi Anda untuk menemukan bank yang memiliki layanan dan standar kualitas terbaik untuk urusan yang satu ini. Dan pastikan Anda akan puas nantinya dengan pelayanan bank tersebut.

5. Lakukan Perhitungan Awal dan Sesuaikan dengan Keuangan
Hitung KPR

Jangan lupa untuk melakukan perhitungan terlebih dahulu atas KPR yang akan Anda ajukan. Mengingat, ini akan melibatkan sejumlah uang yang cukup besar. Mintalah bantuan staf bank untuk melakukannya sehingga gambaran dan perhitungan dapat dengan jelas didapatkan.

Tidak perlu memaksakan diri untuk membayar sejumlah cicilan dan uang muka yang besar, terutama keuangan Anda tidak memungkinkannya. Selalu sesuaikan jumlah cicilan dan uang muka yang wajib Anda bayarkan nanti dengan kondisi keuangan. Sebab jika KPR tersebut disetujui nanti, Anda tidak mengalami kesulitan untuk membayar cicilan bulanannya.

6. Lengkapi Persyaratan dengan Baik
Sebelum mengajukan KPR ke bank, pastikan semua persyaratan yang diminta sudah dipenuhi dengan baik. Hal ini akan sangat berpengaruh pada disetujui atau tidaknya pengajuan Anda. Sebab bank akan menilai ini sebagai salah satu komponen dalam mengambil keputusan.

Tidak perlu terburu-buru dalam mengajukan KPR tersebut. Apalagi jika ternyata semua persyaratan tersebut belum bisa terpenuhi. Menunda sejenak dan melengkapinya sejak awal akan jauh lebih baik daripada Anda bolak-balik ke bank hanya untuk melengkapi yang kurang.

Biasanya bank akan meminta sejumlah persyaratan umum, seperti KTP suami istri (bagi yang telah menikah), Kartu Keluarga, Surat Keterangan Kerja, Surat Keterangan Penghasilan/Slip Gaji, rekening koran/tabungan, dan NPWP. Pastikan semua persyaratan tersebut telah terpenuhi dengan baik sehingga proses pengajuan KPR bisa berjalan dengan mulus dan lancar.

Ajukan dengan Tepat di Bank yang Tepat
Mengajukan KPR membutuhkan persiapan yang matang agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar. Penuhi semua persyaratan yang diminta bank dan pastikan Anda memilih bank yang tepat. Ajukan permohonan KPR ke bank yang tepat agar bisa mendapatkan layanan terbaik untuk kebutuhan KPR Anda.

Sumber : https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/lakukan-cara-ini-agar-pengajuan-kpr-anda-disetujui-bank

Address

Jalan Kodau
Jakarta
17413

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Pondok Gede posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share