21/12/2025
Pertanyaan:
Apa yang harus kita lakukan ketika kita kentut, dan kebanyakan bahkan saya sendiri terkadang menertawakan orang yang kentut, mohon bimbingan dan penjelasannya?
Jawab :
Ya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang menertawakan orang kentut karena itu perbuatan tercela, termasuk akhlak jahiliyah, dan menyakiti orang lain, padahal semua orang mengalaminya (HR. Bukhari-Muslim).
Nabi Muhammad SAW menegur sahabatnya dengan bersabda, "Mengapa kalian mentertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya," mengajarkan kita untuk tidak merendahkan orang lain dengan hal yang sama-sama biasa dialami manusia, dan sebaiknya pura-pura tidak mendengar.
Dalil dan Hikmah
Hadits Nabi:
Dari Abdullah bin Zam'ah, Rasulullah menegur sahabat yang tertawa karena kentut, "Mengapa kalian mentertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya" (HR. Bukhari 4942 dan Muslim 2855).
Akhlak Jahiliyah:
Menertawakan kentut dianggap sebagai akhlak orang-orang jahiliah.
Adab dan Toleransi:
Islam mengajarkan adab untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, termasuk karena hal sepele seperti kentut.
Pura-pura Tidak Tahu:
Jika mendengar orang kentut, disarankan untuk mengacuhkan, pura-pura tidak dengar, dan melanjutkan aktivitas tanpa menoleh, agar tidak menimbulkan rasa malu.
Kentut dalam Perspektif Islam dan Kesehatan
Proses Alamiah: Kentut adalah proses pencernaan alami tubuh yang mengeluarkan gas.
Manfaat Kesehatan: Kentut membantu mengurangi perut kembung dan baik untuk kesehatan usus.
Batasan: Sengaja kentut di depan orang lain tidak terpuji dan mengurangi muru'ah (keluhuran budi), tetapi jika karena uzur, disarankan menjauh dari keramaian.
Apa yang sebaiknya dilakukan:
Abaikan (Tagaful): Pura-pura tidak mendengar atau tidak tahu.
Tetap tenang: Lanjutkan pembicaraan atau aktivitas yang sedang dilakukan tanpa menoleh atau bereaksi berlebihan.
Jauhkan diri (jika memungkinkan): Jika kentutnya berbau tidak sedap, orang yang kentut disarankan menjauh dari keramaian jika tidak bisa menahannya.
والله اعلم.