09/03/2016
Upah Berbuat Baik
Suatu hari seekor ulat bulu diusir keluar oleh pohon apel karena dia selalu makan banyak daun. Dengan wajah yang kuyu, si ulat pun pergi meninggalkan pohon apel dan mencari tempat lain. Hingga suatu saat, dia bertemu dengan bunga matahari. Bunga matahari mempersilakan si ulat tinggal di dahannya. “Kau bisa tinggal di sini. Kau bisa memilih tinggal di pohonku, atau pohon bunga manapun yang kau mau.” Mendengar jawaban dari bunga matahari, si ulat menjadi sangat senang. Dia tersnyum dan menghapus air mata di pipinya.
“Tetapi kawan… kata mereka aku banyak makan. Sehingga mereka tidak mau aku tinggal di dahan mereka. Mereka takut kalau daun mereka habisa dan tidak bisa berbuah. Apa kau tak takut kalau daunmu habis seperti yang mereka katakan?” Tanya si ulat ragu. “Hahaha.. Apalah arti sebuah daun? Seorang teman lebih berharga dan susah untuk dicari. Sedangkan daun akan bisa tumbuh lagi dengan sendirinya. Kau tidak usah khawatir kawan…” jawab bunga matahari.
Setelah sekian lama bersama, si ulat pun berpamitan bahwa dia akan tidur panjang dan hendak meminjam dahannya sebagai tempat tidurnya. Si ulat kemudian menenun selimut dari bulu bulu halusnya. Setelah sekian lama, si ulat yang tidur berubah menjadi kupu kupu besar yang indah. Bunga matahari terheran heran. “Akulah ulat sahabatmu kawan. Kau tak usah heran. Setelah aku berpuasa dan tidur dalam kantong ini, aku akan berubah menjadi seekor kupu kupu. Tetapi mereka tidak tahu itu. Dan kini saatnya aku membalas budimu dengan membantu penyerbukanmu dan semua rakyat bunga mu,” jawab kupu kupu.
*Perbuatan baik tidak akan berakhir sia sia. Semakin banyak kita menabur, maka semakin banyak p**a kita menuai. Semakin banyak kita menolong, maka semakin banyak p**a kita akan mendapat pertolongan. Janganlah kita jemu jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.