20/05/2018
................."SURAT TERBUKA".........
kepada Yth :
Bapak Kapolda Bali dan jajaran nya....
..........RESUME KASUS GEG CANDRA (1,3).........
Hari itu Hari Rabu tanggal 20 Januari 2015 silam
Geg Candra tiba2 menghilang dari halaman rumah nya saat bermain bersama ayam kesayangan kakek nya...
Pagi itu sekitar jam 7 pagi...
Saat itu Ibu kandung Geg Cabdra lagi ke Pasar sedangkan ada nenek dan kakek nya di dapur dan Bapak kandung nya masih tidur..
Sepulang nya Ibu korban dari pasar sekitar jam 7.30 Pagi melihat anak nya tidak ada dan akhir nya mereka semua berusaha mencari karena cuaca saat itu mulai mendung dan gerimis..
Setelah beberapa saat tidak menemukan akhirnya klg Geg Candra (Bapaknya) ke Polsek Sidemen untuk membuat laporan kehilangan anak..
Akhir nya Polisi pun ikut mencari nya..
Dan klg juga sempat mencari "orang pintar" dan mengatakan anak tersebut masih hidup.. (saat itu siang hari), akhirnya berusaha mencari kemana2 termasuk ada rencana mau masuk ke rumah yang di duga tapi dihalangi oleh anak terduga
Akhirnya pencarian di lanjutkan ke jalan setapak yang jaraknya sejauh 1,5 KM sampai ke gorong2 namun saat itu tak di temukan jasad Geg Candra...
Namun pencarian kedua dilakukan lagi menelusuri jakan setapak yang merupakan hutan dan jalan terjal tersbut baru ditemukan petunjuk yaitu sandal Geg Candra yang sebelah kiri Nyangkut di Pepohonan yang di bawahnya jurang.. Jarak dari rumah korban -/+ 500 M ,pencarian di lanjutkan dan sejauh 1 KM ditemukan lagi sandal yang sebelah kanan nya di bawah jurang yang dalam nya -/+ 1 M dari atas tempat kita jalan..
Perjalanan dilanjutkan dan sampai melewati jalan Utama Dan menyeberang terus turun lagi baru ditemukan garong2 di temukan lah jasad Geg Candra dalam posisi telungkup di pinggir gorong2 di sebelah kubangan air hujan yang tak dalam hanya genangan air hujan karena saat itu lagi turun hujan saat itu jam 15.30 Wita..
Akhirnya laporan polisi dibuat dan jasad korban dibawa ke RSUP SANGLAH untuk melakukan OTOPSI..
SELAMA 3,5 TAHUN kasus ini gak jelas ceritanya.. Karena tak ada satupun terduga pelaku menjadi tersangka.. Karena sejak awal Polisi di Polsek Sidemen mengatakan Geg Candra mati tenggelam dan seolah2 membantah hasil otopsi yang mengatakan GEG CANDRA meninggal karena dibunuh dengan beberapa hasil otopsi sbb :
1. Di lambung Geg Candra ditemukan nasi dan telur goreng yang sempat di konsumsi 4 jam sebelum kematiannya..
2. Di temukan goresan luka duri salak di perut korban yang analiasa dokter menjelaskan babwa saat itu korban di gendong oleh orang dewasa dengab posisi menghadap Kedepan dan melewari beberapa pohon salak.. Dan jalan setapak..
3. Di Paru2 korban ditemukan ada air yang sempat masuk sebelum Geg Candra meninggal.. Dan analisa dokter adalah.. Geg Candra sempat di celupkan kepala nya ke gubangan air di gorong-gorong sampai akhirnya Geg Candra tak bisa bernafas lagi..
Hal ini bisa membantah KESIMPULAN LIAR POLISI yang mengatakan Geg mati tenggelam karena jasad Geg tidak ditemukan di genangan air tapi di pinggir dengan posisi telungkup dan di bawah lehernya di taruh Palapah kelapa untuk menahan kapala korban..
4. Di temukan bekas bekapan dimulut korban
Analisa dokter : kemungkinan Geg dibekap saat pelaku melewati sebuah Villa dan akan menyebrang jalan raya sebelum sampai ke TKP yang harus mneyebrang jalan dan menurunin jalan dan menuju gorong-gorong.. -/+ 50 meter dari jalan raya..
Selama 3 tahun kasus ini dikuasakan kepada LBH BAL8 dan lembaga Perlindungan Anak di Bali juga aktivis di Bali..
Semua nya terlibat dalam kasus ini bahkan sudah audensi juga dengan Polres Karangasem..Juga audensi ke DPRD BALI KOMISI IV. Namun kasus ini juga gak jelas sampai 3,5 tahun.. !!
Sempat 4X Di keluar kan SP2HP oleh Polsek Sidemen dengan mengatakan Minim bukti dan tidak ada saksi yang melihat ππ
Dan 1X SP2HP di keluarkan oleh Polres Karangasem yang mengatakan penyelidikan ditingkatkan ke Penyidikan
Namun kembali lagi kasus kematian Geg Candra gak jelas hampir 4 tahun..
Dan akhirnya orang tua korban memulai komunikasi dengan saya via facebook dan bertanya tth kasus anaknya..
Lalu saya jelaskan bahwa saya tidak bisa berbuat apa karena sudah ada kuasa ke LBH BALI dkk..
Akhirnya Bapak Korban bertanya apa yang harus saya lakukan jika saya meminta tolong Mba Ipung dan saya katakan saya harus dpat kuasa dari Bapak itupun setelah mencabut kuasa dari pengacara sebelumnya..
Akhirnya tgl 21 April 2018 Bapak Korban memberi saya kuasa dan saya dan tim mulai melakukan investigasi ke TKP dan juga mewawancarai Dokter Alit salah satu dokter yang ikut melakukan otopsi thd jenazah Geg Candra..Hasil Wawancara saya seperti yang saya tulis di atas (Hasil Otopsi)
Lalu saya dan tim menghadap Kasat Reskrim Polres Karangasem untuk mempertanyakan kasus ini..
Jawaban kasat adalah : kasus ini tidakdi tutup tapi karena ada bencana gunung agung kami sempat terhenti namun sejak bulan lalu (April) rabu kami sudah bentuk tim untuk melakukan lidik.. Dan sampai saat ini anggota kami masih di lapangan..
Setelah itu kamipun masih berbaik hari tidak terlalu kasar namun kami minta Polres Karangasem serius ungkap kasus ini krena ini masalah nyawa anak kecil..
Kasat mengatakan kami tetap bekerja semoga secepatnya ada titik terang katanya..
Setelah dari Polres kami ke TKP kami menelusuri jalan setapak yang jaraknya 1,5 KM melewati jalan terjal yang penuh dengan pohon salah dan kiri kanan nya jurang yang tak mungkin sangguo di lalui oleh anak yang berusia 1,3 th..
Samoai saat ini belum ada Perkembangan yang berarti dari Polres Karangasem ?!
Suksma
Ipung
ππ
:
Ini beberapa Foto di TKP saya ambil saat saya dan tim juga orang tua Geg Candra menelusuri "JALAN MAUT UNTUK GEG CANDRA"....πππ