Komite Pendukung PRESISI POLRI

Komite Pendukung PRESISI POLRI Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komite Pendukung PRESISI POLRI, Lawyer & Law Firm, Jalan Wahid Hasyim No 4 kebun Sirih Menteng, Central Jakarta.

12/05/2026

Perjuangan utk nasib anak anak Indonesia korban Kekerasan Seksual dibawah umur . Penguatan UU TPKS dan jangan hilangkan Hak Korban - DPR KOMISI 3 kenapa kalian diam . Uu ini kalian buat tapi tak bermanfaat atau karena kalian sengaja

30/04/2026

Bersama Abah SH MH dan M. Rizqy Robbani SH MH, BAPERSIPIL akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mengawal keadilan dan persatuan.
​HIDUP BURUH!
JAYALAH PENGUSAHA INDONESIA!
MERDEKA DALAM PERSATUAN!
​Tertanda,
Presidium BAPERSIPIL
(Barisan Persatuan Sipil)

30/04/2026

PERNYATAAN SIKAP BAPERSIPIL
Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day)

"Buruh Sejahtera, Usaha Maju, Rakyat Berdaulat: Menjaga Stabilitas Kamtibmas dalam Bingkai Persatuan Indonesia"

**Salam Persatuan Indonesia Raya,**

Menyambut Hari Buruh Internasional, **BAPERSIPIL (Barisan Penggerak Supremasi Sipil) di bawah arahan Celoteh Abah SH MH yang Juga Salah Satu Innisiator dan Sekjen M. Rizqy Robbani Kaban SH MH**, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Buruh adalah Soko Guru Ekonomi Bangsa: Kami menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah kunci utama kemakmuran nasional. Buruh bukan sekadar faktor produksi, melainkan aset bangsa yang harus dilindungi hak-haknya. Kami mendorong terciptanya ekosistem kerja yang adil agar **Buruh Sejahtera, Usaha Maju,** dan roda ekonomi berputar demi kemakmuran rakyat.

2. Menjaga Stabilitas Kamtibmas : BAPERSIPIL mengimbau seluruh elemen pekerja dan masyarakat untuk merayakan Hari Buruh dengan semangat yang positif. Marilah kita sampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat dan konstitusional. Menjaga Situasi kondusif upaya konkrit Stabilitas Kamtibmas adalah harga mati demi kelangsungan hidup berbangsa. Jangan biarkan momentum ini ditunggangi oleh narasi perpecahan atau virus makar yang merusak persatuan.

3. Menjadi Raja di Negeri Sendiri: Sesuai dengan semangat **Vaksin Persatuan, kita harus memperkuat kedaulatan ekonomi. Indonesia harus mandiri, di mana kekayaan alam dan kreativitas anak bangsa dikelola oleh kita sendiri. Kita harus berdaulat secara politik dan mandiri secara ekonomi agar rakyat Indonesia benar-benar menjadi **Raja di Negeri Sendiri.**

4. Lawan Virus Perpecahan (Makar)**
BAPERSIPIL berdiri di garda terdepan untuk melawan segala bentuk upaya yang ingin merongrong kedaulatan NKRI. Sesuai dengan pesan yang terpampang pada posko kami: **"Kami Garda Terdepan Melawan Makar!"**. Persatuan Indonesia adalah vaksin paling ampuh melawan segala virus disintegrasi.

**Penutup**
Mari kita jadikan Hari Buruh tahun ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pekerja, pengusaha,

30/04/2026

https://vt.tiktok.com/ZS9yws7xu/ Bismillah puji Tuhan aku dan Cantika Bersama kawan kawan peduli anak korban dan anak anak Indonesia diberikan kesedihan untuk berjuangan mengingatkan Negara dan Para pemimpin kita untuk melihat celah besar kerusakan PENEGAKKAN hukum yg mana harusnya UU TPKS dibuat dgn hati tapi di abaikan dan menjadi pisau yang menusuk korban ke dua kali dan ini harus di hentikan karena Cantika yakin cukup berhenti nasib di Cantika saja agar anak Indonesia yang bernasib sama tidak menghadapi kepahitan ini dan negara serta perangkatnya benar benar berpihak pada anak dan perempuan . Cantika sayang Indonesia walaupun Cantika harus berjuang untuk keadilan di negara yang Cantika sayang

≈=====≈÷÷÷==÷≈÷

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Kepada YTH Pimpinan Media Cetak , Elektronik, On Line dan seluruh Rakyat Indonesia Raya .

Jeritan Anak Korban Di Halaman Belakang Istana Hambalang Paduka YME Presiden Prabowo

MOSI TIDAK PERCAYA: GARDA PULIH KORBAN GUGAT NEGARA 5 TRILIUN RUPIAH ATAS PENGKHIANATAN TERHADAP ANAK KORBAN

CIBINONG, 30 April 2026 – Tim Advokasi GARDU PULIH KORBAN (Aliansi Taktis Robbani Kaban & Partners, AAU & Rekan, LBH Perempuan dan Anak) hari ini resmi mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) terhadap JPU Kejari Kabupaten Bogor, Kajari Cibinong, dan Jaksa Agung Republik Indonesia di Pengadilan Negeri Cibinong.

Gugatan ini terdaftar dengan tuntutan ganti rugi simbolis Rp1,- materiil dan Rp5 Triliun immateriil.

Mengapa 5 Triliun Rupiah?

Nilai ini bukanlah sekadar angka, melainkan pesan keras kepada negara bahwa martabat seorang anak korban yang dihancurkan oleh sistem tidak bisa dibeli dengan recehan. Gugatan ini diajukan karena adanya rangkaian pengkhianatan sistemik terhadap Cantika Melinda (Anak Korban), di antaranya:

Negara Membela Predator: Jaksa Penuntut Umum (Tergugat I) secara sadar mengabaikan fakta bahwa Terdakwa adalah Residivis Predator (Putusan PN Klaten No. 21/Pid.B/2025/PN Kln).

Perampasan Hak Restitusi: Jaksa sengaja menghilangkan hak restitusi korban dalam tuntutan, melanggar mandat UU Perlindungan Anak dan UU TPKS.

Proses Hukum "Cacat": Sidang putusan dipaks

27/04/2026

JANGAN BIARKAN ANAK INDONESIA MATI KARENA PROSEDUR! ✊🔥
Hukum harusnya jadi perisai, bukan pisau kedua yang melukai korban. Saya bersumpah akan berdiri paling depan melawan oknum penegak hukum yang mempermainkan nasib anak-anak korban kekerasan. Ini adalah perlawanan nurani!
KeadilanUntukAnak PolriPresisi JaksaAgung MahkamahAgung@listyosigitprabowo, .rakabuming_

26/04/2026

sangat tepat dan krusial dalam dunia hukum: "Due Process of Law" yang seharusnya menjadi pelindung hak asasi manusia, sering kali dalam praktiknya justru berubah menjadi "Victim Revictimization" (viktimisasi sekunder).

Ketika proses hukum berjalan berlarut-larut dan berulang-ulang, keadilan yang dicari justru menjadi beban baru yang menyiksa. Berikut adalah analisis mengapa hal ini terjadi dan dampaknya terhadap korban:

Fenomena yang Anda gambarkan sangat tepat dan krusial dalam dunia hukum: **"Due Process of Law"** yang seharusnya menjadi pelindung hak asasi manusia, sering kali dalam praktiknya justru berubah menjadi **"Victim Revictimization"** (viktimisasi sekunder).

Ketika proses hukum berjalan berlarut-larut dan berulang-ulang, keadilan yang dicari justru menjadi beban baru yang menyiksa. Berikut adalah analisis mengapa hal ini terjadi dan dampaknya terhadap korban:

# # # 1. Lingkaran Viktimisasi Sekunder
Proses hukum yang repetitif memaksa korban untuk menceritakan trauma mereka berulang kali di hadapan pihak yang berbeda (Penyidik, Jaksa, hingga Hakim).
* **Trauma Re-living:** Setiap kali memberikan kesaksian, korban dipaksa mengingat kembali detail kejadian yang menyakitkan.
* **Stigma dan Intimidasi:** Dalam proses yang panjang, korban sering kali menghadapi pertanyaan yang menyudutkan atau skeptis, yang justru membuat mereka merasa seperti "terdakwa".

# # # 2. Paradoks Due Process of Law
Secara teori, *due process* bertujuan memastikan objektivitas dan keadilan bagi semua pihak. Namun, terdapat celah yang sering merugikan korban:
* **Ekses Prosedural:** Prosedur yang terlalu birokratis sering kali mengabaikan aspek pemulihan psikis korban.
* **Ketidakpastian Hukum:** Penundaan sidang, pergantian pejabat, atau proses banding yang tidak berujung menciptakan ketidakpastian yang melelahkan secara mental dan finansial.

# # # 3. Dampak Penderitaan Berulang (Continuous Suffering)
Penderitaan yang dialami korban akibat proses hukum yang buruk sering kali mencakup:
* **Penderitaan Psikis:** Kecemasan kronis, depresi, dan hilangnya kepercayaan pada institusi negara.
* **Penderitaan Ekonomi:** Biaya operasional untuk mengawal kasus, kehilangan waktu kerja, dan

24/04/2026

Berikut adalah naskah komprehensif yang menyatukan penghormatan Anda kepada dua tokoh pemimpin bangsa, disusun atas nama **Barisan Penegak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL)**:
# Dua Pilar Pengabdian: Prabowo dan Sigit di Mata BAPERSIPIL
Di sebuah ruang kerja yang tenang, di bawah naungan semangat Proklamator, duduk dua putra terbaik bangsa yang sedang memikul beban sejarah. **Barisan Penegak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL)** melihat lebih dari sekadar jabatan; kami melihat ketulusan yang sering kali dikubur oleh kebisingan fitnah.
# # # Prabowo: Presiden yang Menjadi Abdi Rakyat
Kita melihat garis keletihan di wajah Pak Prabowo bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai peta pengabdian. Bagi banyak orang, kekuasaan adalah pesta, namun bagi beliau, kekuasaan adalah "salib pengabdian" untuk menjadi abdi rakyat yang sejati. Beliau bekerja tanpa mengeluh, menelan caci maki dengan keikhlasan, dan menebar kebaikan senyap yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil tanpa perlu sorot kamera.
# # # Sigit: Menjaga Ketegasan dalam Keheningan
Di sisi lain, berdiri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sosok yang menjaga stabilitas dan hukum dengan ketenangan yang menghujam. Sebagai pemimpin Korps Bhayangkara, beliau menjadi mitra strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan di atas rel keadilan. Sinergi keduanya adalah simbol kekuatan nasional yang tak tergoyahkan.
# # # Pernyataan Sikap BAPERSIPIL
Sebagai organisasi yang digagas untuk mengawal kedaulatan dan hukum, **BAPERSIPIL** menyatakan posisi yang tegas:
* **Kami Tidak Rela:** Melihat kedua pemimpin ini terus-menerus diserang dengan narasi negatif oleh para pembenci yang menutup mata terhadap kenyataan.
* **Kami Menjadi Saksi:** Bahwa di balik layar, ada kerja keras dan kebaikan yang tulus untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
* **Kami Siap Bertindak:** **BAPERSIPIL** tidak akan membiarkan Pak Prabowo dan Pak Sigit berjalan sendirian di tengah badai fitnah. Kami bukan sekadar penonton; kami adalah benteng hidup yang siap hadir di baris paling depan.
**Sumpah Kesetiaan Kami:**
Hari ini, kami perbaharui tekad. Atas nama keadilan dan rasa syukur atas kebaikan yang pernah kami rasakan, kami siap menjaga kehormat

24/04/2026

Takhta yang Menjadi Salib Pengabdian: Sebuah Sumpah Kesetiaan
Pernahkah kita benar-benar berhenti sejenak dan menatap guratan di wajahnya? Di balik langkah tegap dan suara yang lantang, ada keletihan yang tidak bisa lagi disembunyikan. Bagi banyak orang, kekuasaan adalah pesta pora—sebuah puncak untuk beristirahat dan menikmati penghormatan. Namun, di raut wajah Pak Prabowo, aku melihat sesuatu yang sangat berbeda.
Kekuasaan baginya bukanlah tempat tidur yang empuk, melainkan salib pengabdian yang ia panggul setiap hari. Beliau tidak mencari kenyamanan di atas takhta; beliau justru menjemput beban yang paling berat untuk menjadi abdi rakyat yang sejati.
Hati yang Terluka oleh Ketulusan Sungguh ironis. Di saat beliau bekerja tanpa mengeluh, menelan lelah demi masa depan bangsa, di sudut lain para pembenci tidak pernah berhenti menabur duri. Caci maki dan narasi negatif seolah menjadi menu harian yang dipaksakan kepada sosok yang—bahkan dalam diamnya—pernah menebar kebaikan yang sampai ke urat nadi kehidupan kita. Aku merasakannya. Kebaikan yang tidak berisik itu nyata, meski tanpa sorot kamera.
Melihatnya diperlakukan tidak adil oleh mereka yang hatinya tertutup kebencian, membuat dadaku sesak. Ada luka yang tak berdarah ketika kita menyaksikan ketulusan dibalas dengan makian. Rasa iba ini kini telah bermutasi menjadi api ketidakrelaan.
Panggilan untuk Barisan Setia Bagaimana mungkin kita sanggup berdiam diri melihat seorang pejuang berdiri sendirian di tengah badai fitnah? Keikhlasannya adalah hutang rasa bagi kita yang tahu kebenaran. Jangan biarkan beliau berjalan sendirian di bawah terik kebencian.
Aku memanggil kalian—siapa pun yang masih memiliki nurani, yang tahu bedanya emas dan loyang, yang paham arti sebuah pengorbanan. Aku tidak ingin berdiri sendiri. Mari kita rapatkan barisan. Kita bukan hanya penonton sejarah, kita adalah benteng hidup yang akan menjaga kehormatannya.
Sumpah di Garis Depan Hari ini, aku nyatakan: Aku siap hadir di baris paling depan. Bukan karena haus akan pujian, tapi karena haus akan keadilan bagi seorang pria yang telah menghibahkan sisa hidupnya untuk Merah Putih.
Mari bersama-sama. Kita jaga beliau dari setiap serangan,

24/04/2026

Uu dan KUHP percuma di buat dan di sah kan

22/04/2026

Ojo Takut . Kami hadapi virus makar dengan vaksin Persatuan

Address

Jalan Wahid Hasyim No 4 Kebun Sirih Menteng
Central Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komite Pendukung PRESISI POLRI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Komite Pendukung PRESISI POLRI:

Shortcuts

Share