Mabes Ampera Bojonegoro

Mabes Ampera Bojonegoro Perjuangan AMPERA
( Amanat Penderitaan Rakyat ) Menuju masyarakat yang berdikari nan berbudaya dengan penuh kesadaran rasa cinta terhadap BANGSA dan NEGARA.

Sebagai media untuk mengingat tentang AMANAT PENDERITAAN RAKYAT ( AMPERA ),
Sekaligus saling berbagi manfaat tanpa menunggu uluran tangan dari pemimpin.

26/05/2021

Dlm keterbatasan kami msh peduli dgn kemanusiaan...

Donor Darah
Bojonegoro
26 Mei 2021

Ppdi Dpc Bojonegoro Anang Joyo Negara

31/12/2019

Negara Kuat dan Adi Daya Apakah Sama Dengan Seperti Ini Kaitannya; Silahkan Kepermukaan Laut Semua ..

(Subrain Buged Perang Berapa)
Tidak Pernah Perang; Anda Semua Perang Ya; Katanya Manusia; Jadi Tidak Ada Manusia Ya; Silahkan Sakiti Kami Terus Sampai Kalian Semua Puas Di Dunia; Akhirat Fitri Tutup Semua.

29/07/2019

Sisa PorProv Jawa Timur 2019 di Bojonegoro.

Salam Olah Raga

20/10/2018

BAHAN RENUNGAN YG BAIK:

_Perbedaan antara negara miskin dan kaya bukanlah dari umur sebuah bangsa._

Terbukti dari negara-negara tua seperti *India dan Mesir,* yang berusia lebih dari
2000 tahun dan masih merupakan negara miskin.

Di sisi lain, *Kanada, Australia dan Selandia Baru* yang baru berusia 150 tahun lalu hari ini adalah negara kaya.

Perbedaan antara negara miskin dan kaya tidak juga tergantung pada sumber daya alam yang tersedia.

*Jepang* memiliki wilayah yang terbatas, 80% pegunungan, tidak cocok untuk pertanian, tetapi menjadi nomor dua dalam ekonomi dunia. Negara ini seperti pabrik terapung yang sangat besar, mengimpor bahan mentah dari seluruh dunia dan mengekspor produk manufaktur.

Contoh lain adalah *Swiss*, ia tidak menanam coklat tetapi menghasilkan cokelat terbaik di dunia. Di wilayahnya yang kecil dia memelihara hewan dan mengolah tanah hanya selama empat bulan dalam setahun, namun memproduksi produk susu terbaik. Sebuah negara kecil yang memiliki citra keamanan dan menjadikannya sebagai bank terkuat di dunia.

Para eksekutif atau pemimpin dari *negara-negara kaya* yang berinteraksi dengan rekan-rekan mereka dari negara-negara miskin tidak menunjukkan perbedaan intelektual yang signifikan.

Faktor-faktor *warna kulit* juga tidak begitu penting, para migran yang bermalas-malasan di negara asal mereka sangat produktif di negara-negara Eropa yang kaya.

*_Lalu apa bedanya?_*

*Perbedaannya adalah perilaku dari manusianya, yang dibentuk selama bertahun-tahun oleh pendidikan dan kebudayaan.*

Ketika kita menganalisa perilaku orang-orang dari negara-negara kaya dan maju, diamati bahwa mayoritas mereka mematuhi *prinsip-prinsip kehidupan* berikut:

1. *Etika*, punya rasa malu.
2. Integritas/ *tdk gila jabatan*.
3. *Tanggung jawab.*
4. *Taat Hukum dan Aturan*.
5. Mencintai profesinya.
6. Senang menabung dan berinvestasi
7. *Positif thinking.*
8. *Menghargai dan tepat waktu.*
9. Selalu produktif.

Di negara-negara miskin, hanya sedikit yang mengikuti dan menjalankan prinsip-prinsip dasar ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mereka tidak miskin karena kekurangan sumber daya alam atau karena alam yang sangat kejam.

Mereka *miskin karena tidak memiliki perilaku yang positif*. Mereka tidak memiliki kemauan untuk mengikuti dan mengajarkan prinsip-prinsip kerja masyarakat dengan peradaban yang maju.

MEREKA MENJADI NEGARA MISKIN KARENA *MANUSIANYA HANYA SIBUK MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ORANG LAIN*.

APABILA KITA HANYA SENANG MEMIKIRKAN DIRI KITA SENDIRI MAKA KITA TIDAK AKAN DAPAT MEMPERBAIKI NEGARA INI.

BELAJARLAH MEMPERBAIKI PERILAKU KITA AGAR SESUAI DENGAN PRINSIP-PRINSIP KEHIDUPAN.

Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa2 pada Anda. Anda tidak akan mengalami nasib sial, tidak akan dipecat dari pekerjaan, tidak akan kelaparan atau mengalami kesulitan.

Tetapi, *jika Anda mencintai NEGARA ANDA, cobalah dilaksanakan dan sebarkan pesan ini,* biar makin banyak orang yg dapat merenungkannya.

Tunjukkan rasa hormat dan tetaplah rendah hati...
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
🙏🙏🙏🙏🙏

18/10/2018

Aku Cinta Indonesia

*INSPIRATIF*:
*Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya*
_*Oleh : Salim A. Fillah*_

Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah *konsinyasi*; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

*Total empat bulan.*

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? *Tidak*!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

*Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya*.
_*Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.*_

*Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal*.
Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."

"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.

"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."

"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."

"Lho saya tidak pesan itu?"

"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."

"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."

*Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?*
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. *Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.*

*Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah kaya

Topi ini buah karya dari seorang Disabilitas Bojonegoro.Keterbatasan bukan halangan untuk berkarya dan memberi manfaat k...
12/04/2018

Topi ini buah karya dari seorang Disabilitas Bojonegoro.

Keterbatasan bukan halangan untuk berkarya dan memberi manfaat kpd sesama.

Topi pembawa pesan moral bagi para pejabat ini di olah dari pelepah pisang pilihan.

30/03/2018

Ampera ialah singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

Ampera di cetuskan oleh Presiden pertama RI Ir. SOEKARNO sebagai bagian Revolusi sejak proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

System Ampera semestinya masuk dalam wilayah Lembaga Negara dengan wujud GARIS BESAR HALUAN NEGARA bagi setiap mandataris MPR sebagai pemangku kebijakan.

Ampera adalah spirit yang wajib di hidupkan dalam jiwa para Negarawan dan pejabat untuk mengingatkan bahwa cita2 kemerdekaan RI ialah demi membebaskan kaum Marhaen dari segala bentuk penderitaan.

Ampera akan bermuara kepada kesejahteraan dan kemakmuran seluruh lapisan masyarakat

02/09/2017

Negara di bentuk sebagai lembaga yang mengelola aset Sumber Daya Alam bagi hajat hidup segenap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesalahan dalam pengelolaan dapat berdampak kesejahteraan rakyat tidak memenuhi cita - cita kemerdekaan bangsa yang berisi AMANAT PENDERITAAN RAKYAT.

Mabes AMPERA wilayah Bojonegoro.Jl.Ade Irma S. 8b,Klangon - Bojonegoro 62113
12/01/2017

Mabes AMPERA wilayah Bojonegoro.

Jl.Ade Irma S. 8b,
Klangon - Bojonegoro 62113

Address

Jalan Ade Irma 8b, Klangon
Bojonegoro
62113

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mabes Ampera Bojonegoro posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share