06/01/2022
Bismillah...
Sahabat2, tentunya tahu hukum newton kan? saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang hukum Newton karena saya bukanlah orang yang berkompeten untuk membahasnya. Tetapi dalam tulisan ini saya akan sedikit memakai hukum newton 3, dalam kehidupan sehari2.
Hukum nerwton 3 sering juga disebut dengan hukum aksi-reaksi. Yang menarik dalam hukum nerwton tsb, yaitu ketika kita melakukan aksi, tentu akan menghasilkan reaksi dari aksi yang kita lakukan, entah itu reaksi yang baik atau reaksi yang buruk. Akan tetapi, ada satu hal yang harus kita ketahui, reaksi yang kita terima tidak jauh dari aksi yang kita lakukan.
Sahabat2, pernahkah kita merenungkan bahwa setiap perlakuan buruk orang lain kepada kita, mungkin saja karena didahului perlakuan buruk kita kepada orang lain? Jika kita mengharapkan orang lain untuk berperilaku baik kepada kita, tetapi kita tidak pernah berlaku baik kepada orang lain? Itu merupakan suatu hal yang mustahil kita dapat.
Karena apa yang kita semai itulah yang akan kita tuai, setiap kita melakukan kebaikan maka hasilnya pun kelak akan baik juga. Begitupun sebaliknya, bila kita melakukan kejahatan maka hasilnya akan buruk bagi kita. Itulah hukum alam, sebab akibat yang terjadi di dalam kehidupan kita. Hukum alam memang tampak sederhana, tapi memiliki keterikatan yang mutlak terjadinya. Jika kita ingin orang lain berbuat baik pada kita, maka kita juga harus berbuat baikpada orang lain.
Tentunya sahabat2 pernah mendengar pepatah, siapa yg menabur angin, maka dia akan menuai badai, bila dikaji lebih lanjut, ini adalah suatu penjabaran dari hukum sebab akibat yg bisa diartikan apabila kita ingin mendapatkan akibat hasil yg baik, kita harus berbuat sebab yang baik. Sebaliknya apabila perbuatan kita buruk/telah melakukan sebab yg buruk akibat nya tentu akan buruk juga
Yang berkaitan dengan hukum sebab akibat disini adalah bahwa semua perbuatan dan tindakan kita didunia ini, sebenarnya langsung kembali kepada diri kita sendiri. Hal ini dapat kita ketahui, kalau kita bisa mengambil hikmah dan menganalisa setiap kejadian yang kita alami dan menghubungkannya dengan perbuatan2 yang pernah kita lakukan sebelumnya.
Dalam Islam, hukum sebab akibat itu dapat digambarkan apabila kita mengalami suatu musibah, maka itu disebabkan karena perbuatan kita sendiri, hal ini seperti tertulis dalam firman Allah SWT sebagai berikut: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS Asy-Syuura [42] : 30).
Allah SWT berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum [30] : 41)
Butuh pemahaman dan pengertian yang cukup, untuk bisa memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi, semua karena ada aksi dan reaksi dan semua ada sebab ada akibatnya. Dan semua pemahaman serta pengertian, hanya bisa didapatkan jika kita mau berpikir dengan didasari oleh hati dan pikiran yang tenang.
Merenungi apa yang sebenarnya selama ini sudah kita lakukan, sehingga kita menerima akibat seperti ini. Tetapi kadang emosi kita begitu tidak stabil hingga kita begitu cepat menarik kesimpulan atas segala sesuatu yang terjadi, berdasarkan pada emosi perasaan dan kurangnya introspeksi diri mengapa suatu hal bisa terjadi dalam hidup kita.
Jika dalam hidup ini kita menemukan kenyataan2 yang mengecewakan dan menyakiti kita, atau kegalalan dalam usaha, dsb, tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, apakah apa sudah kita perbuat sampai kita mengalami hal ini. Jangan kita malah menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam untuk dipersalahkan, tetapi cobalah yang pertama kali kita lakukan adalah introspeksi diri.
Jika dalam introspeksi diri, kita menemukan dan mampu menyadari bahwa memang semua yang terjadi adalah karena hukum sebab akibat, hukum aksi-reaksi, maka sebaiknya kita segera perbaiki diri dan kesalahan kita tsb. Dan jika kita telah menyadari kesalahan yang menyebabkan kekecewaan atau kegagalan menghampiri kita, maka kita jangan larut dalam penyesalan, walaupun memang biasanya sebuah penyesalan memang selalu datang belakangan, tetapi selama kita masih hidup didunia ini, kita masih selalu punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertobat
Apabila kita mampu menyadari bahwa apa yang kita lakukan semuanya akan kembali pada diri kita sendiri, didunia ini atau di akhirat kelak, Insya Allah kita akan lebih berhati2 dalam berkata dan berbuat. Kita juga harus ingat bahwa kehidupan kita di dunia ini akan sangat menentukan bagaimana kehidupan kita di akhirat kelak.
Perumpamaan hidup kita di dunia ini seperti seorang petani yang bercocok tanam, dan memetik hasil panennya nanti di akhirat. Apabila kita menanam kebaikan maka diakhirat nanti, kita pun akan menuai kebaikan juga. Dan bila kita menanam kejahatan, maka keburukanlah yang kita akan petik diakhirat kelak.
Melakukan amal shaleh, berbuat baik kepada siapa saja, sebenarnya itu merupakan investasi atau tabungan yang terbaik untuk akhirat kita kelak. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr [59] :18)
Allah SWT berfirman: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,……”(QS. Al Isra [17} : 7)
Tulisan ini sebagai pengingat bagi diri sendiri, semoga bermanfaat buat sahabat semua
Dewi Yana
Powered by Telkomsel BlackBerry®