09/09/2021
" Ar Rijalu Qowamunna ala Nisaa",
”QUU ANFUSAKUM WA AHLIIKUM NAAR0”
Ayat ini diperuntukkan untuk para SUAMI/ AYAH , Tapi sekarang siapa yang Lebih Dominan Dalam Rumah Tangga KIta?
Siapa yang sekarang banyak memimpin dalam keluarga? Melindungi keluarganya dari api neraka? Justru kebanyakan sekarang berita yang viral bagaimana para Istri/ ibu yangsusah payah menjaga para suami dan anak-anaknya dari kemaksiatan, perselingkuhan, narkoba, pergaulan bebas, LGBT, tawuran dll
Belakangan ini Para Ibu yang rajin belajar parenting untuk belajar pengasuhan yang lebih baik, sementara para Ayah merasa hal-hal seperti itu adalah Tugas Istri sebagai IBU nya anak-anak.
Siapa yang memimpin, bertanggung jawab dan mengambil keputusan dalam Rumah tangga kita?
Karena kesibukan ayah, ibu tampil mengambil peran Ayah
Ketimpangan peran yang selama ini banyak terjadi pada banyak rumah tangga -rumah tangga , terutama keluarga2 muda di sebabkan beberapa faktor salah satunya
1. Tidak berfungsinya peran SUAMI /AYAH pada peran yang sesungguhnya,
Para SUAMI/AYAH kehabisan kata-kata untuk menjadi pemimpin yang di patuhi anak istrinya,, suami tidak kuasa lagi melarang keinginan istrinya yang ingin bekerja diluar rumah,
2.Kehilangan wibawa karna banyak faktor selain pendapatan istri yang lebih tinggi,
3. Faktor pengasuhan para AYAH yang tidak dibekali sedari kecil oleh orangtuanya, keluarga besarnya bagaimana menjadi seorang SUAMI/AYAH yang BAIK, sehingga tidak mendapat teladan yang baik sebagai role model ketika menikah dan memiliki anak, akhirnya bermunculan para istri/ ibu-ibu yang multi peran , jadi IBU juga jadi AYAH juga,
IBU yang sudah lelah dengan berbagai tugas rutin terpaksa turun tangan pulak menentukan kebijakan / peraturan dirumah, marah-marah kalau mendapati anak-anak melanggar peraturan, penentu garis kebijakan dalam rumah tangga,dan pengambil keputusan.
IBU jadi terlalu Dominan ( TIGER MOM),
Ibu terpaksa ambil peran ayah untuk bersikap tegas mendidik anak laki2 nya, padahal kan setegas-tegasnya ibu, kan tanggung.. pelajaraan hidup menjadi Real Man kan harus dicontohkan dari Laki-laki yang sesungguhnya,
Sedih saya di ruang konsultasi banyak ibu yang lelah lahir bathin dan menjadikan anaknya samsak, karena tidak bisa berharap mendapat kerjasama dari SUAMI, apalagi diperparah ketika suami sudah kehilangan wibawa karena perilaku buruknya.
Akhirnya anak jadi samsak kemarahan Ibu, pelampiasan kekecewaan ibu pada suami, pada lingkungan yang membuatnya merasa seperti kehabisan nafas,,
Sifat Marhamah ibu, rasa bersyukur ibu dan keshabarannya "menguap begitu saja", akhirnya anak merasa benci dengan ibunya yang selalu marah-marah, mengancam, otoriter..ujung-ujungnya anak menjadi tidak dekat dengan ibunya, malas bercerita dengan ibunya,
Kemana arus ini bermuara? Tak heran pelarian anak kegadget, pergaulan bebas, narkoba bahkan LGBT karena muak melihat ketimpangan peran Ayah yang Lembek dan Ibu yang terlalu Keras
. dan disitu Syetan berpesta pora...😭