NUR KAMIL

NUR KAMIL kajian islam

06/05/2021

Mohon do'a & dukungan

https://youtu.be/WXyOsLnP5Z8
04/02/2021

https://youtu.be/WXyOsLnP5Z8

penjelasan dari tuan guru yang mulia GURU ZUHDI, ilmu keberkahan yang kita dapatkan dalam mempelajari ilmu ilmu tauhid.dan kita bisa memahami diri kita yang ...

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗡𝗔𝗛𝗗𝗟𝗔𝗧𝗨𝗟 '𝗨𝗟𝗔𝗠𝗔 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲 𝟵𝟱.•Semoga para ulama atau para santri NU tetap istiqomah dalam menyeba...
31/01/2021

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗡𝗔𝗛𝗗𝗟𝗔𝗧𝗨𝗟 '𝗨𝗟𝗔𝗠𝗔 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲 𝟵𝟱.

Semoga para ulama atau para santri NU tetap istiqomah dalam menyebarkan aqidah ASWAJA dan sekaligus menjadi salah satu benteng AHLULSUNNAH WALJAMAAH, yang inti pentingnya adalah tetaplah cintai tanah airmu sebagaimana jargon Hubbul Wathon Minal Iman ✓
Dari ANAS BIN MALIK Radhiallahu 'Anhu, dia berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قدم من سفر فأبصر درجات المدينة أوضع ناقته وإن كانتْ دابة حركها قال أبو عبد الله زاد الحارث بن عمير عن حميد حركها من حبها.
RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam apabila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, maka beliau mempercepat jalan untanya dan jika menunggangi hewan lain beliau memacunya.
Telah berkata Abu Abdullah dari Al-Harits Bin Umair dari Humaid : "Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada madinah)."
[HR. Bukhari : No. 1675]
IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI Rahimahullah mengatakan :
: وَفِي الْحَدِيث دَلَالَة عَلَى فَضْل الْمَدِينَة ، وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبّ الْوَطَن وَالْحَنِين إِلَيْهِ
Dalam hadits ini terdapat petunjuk tentang keutamaan kota Madinah dan disyariatkannya cinta kepada tanah air dan kerinduan kepadanya.
[Fathul Bari : 6/6].
IMAM IBNU RAJAB AL-HAMBALI Rahimahullah mengatakan :
ﻓﺎﻟﻤﺆﻣﻦ ﺃﺑﺪا ﻳﺤﻦ ﺇﻟﻰ ﻭﻃﻨﻪ اﻷﻭﻝ، ﻭﺣﺐ اﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ اﻹﻳﻤﺎﻥ.
Maka seorang mukmin selamanya akan rindu dengan tanah airnya yang pertama, dan cinta kepada tanah air itu sebagian dari iman.
[Jaami'ul 'Ulum Wal Hikam : 2/379]
NASIHAT SYAIKH HASYIM ASY'ARI Rahimahullah, beliau mengatakan :
ودافعوا عن دين الإسالم واجتهدوا في رد من يطعن في القرآن وصفات الرمحن ومن يدعي العلوم
البطلة والعقائد الفاسدة.
والجهاد في هؤالاء واجب فهلا شغلتم أنفسكم به.
Belalah agama Islam dan berusahalah memerangi (pemikiran) orang yang menistakan Al-Qur'an dan sifat-sifat ALLAH beserta orang yang mengajarkan ilmu kebathilan serta aqidah yang sesat.
Dan jihad dalam hal ini wajib, maka alangkah baiknya jika kalian sibuk dalam hal ini.
[Al-Mawa'idz : Halaman : 33]

Wassalamualaikum 🙏

https://youtu.be/9_EoL_MLUkw
29/01/2021

https://youtu.be/9_EoL_MLUkw

IMAM SYAFI'I Rahimahullah mengatakan :.إذا صح الحديث خلاف قولي فاعملوا بالحديث واتركوا قولي..Jika terdapat hadits shahih yang bertentangan dengan pendapatku,...

KISAH WAFAT NABI DALAM BAHASA ACEH
21/11/2020

KISAH WAFAT NABI DALAM BAHASA ACEH

PERINGATAN: DILARANG ME-REUPLOAD/MENCURI KONTEN AUDIO/VIDEO INI TANPA SEIZIN DARI CUT FIT AL-FAIRUSY AL-BAGHDADY. Konten audio berisi hak istimewa Tgk. Chik ...

KISAH KERAMATNYA SHAHIB YASIN FADHILAH, IMAM AL-FAQIH MUQADDAM MUHAMMAD BIN 'ALI BA'ALUWISayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam ...
15/11/2020

KISAH KERAMATNYA SHAHIB YASIN FADHILAH, IMAM AL-FAQIH MUQADDAM MUHAMMAD BIN 'ALI BA'ALUWI

Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam mempunyai Ahklak yang mulia, beliau dengan Ketawadhu’annya membawa sendiri ikan yang beliau beli dari pasar ke rumah beliau, beliau melazimkan Al-Khumul
Kekeramatan Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra sangatlah banyak beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Berzikirnya pohon-pohon dan batu-batu di Wadi An-Nua’ar
Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam telah melakukan Riyadhah dan Mujahadah yang sangat luar biasa, dan beliau telah ber-Uzlah di lembah An-Nu’air selama setahun beribadah siang dan malam, pada satu kesempatan anak beliau; As-Syech Ahmad mengikuti beliau ke Wadi An-Nu’air maka tatkala ia sampai di lembah tersebut dia melihat Al-Faqih Muqaddam sedang berzikir Jahr , dilihat oleh As-Syech Ahmad seluruh yang ada di lembah tersebut termasuk seluruh batu-batuan dan pohon-pohonan berzikir mengikuti Al-Faqih Muqaddam lalu pingsanlah anak beliau As-Syech Ahmad yang dikala itu masih muda kemudian ketika dia sadar ayah beliau; Sayyidina Al-Faqih Muqaddam memperingatinya agar jangan mengulangi mengikuti beliau ber-Uzlah di lembah tersebut.

Jalan masuk menuju tempat khalwat Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra di Wadi ‘An-Nu’air

Tempat Khalwat Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra

2. Suara dari langit
Sayyidina Al-Faqih Ra didalam Bidayahnya mendengarkan seruan dari langit;
“Wahai Faqih Muhammad bin Ali, tingalkanlah urusan-urusanmu yang bersifat Zhohiriyah, menhadaplah engkau keharibaan kami, kamipun akan menyampaikan dan menolongmu, sesungguhnya kami mempunyai keinginan pada dirimu dan bagimu dari kami ni’mat yang selalalu bertambah, lazimkanlah dirimu selalu ber-tafrid didalam Tauhid, dan ber-Tajrid di dalam Tafrid, kami akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan kami dan kami akan memberikan engkau keutamaan, maka jangan engkau jadikan keinginan kami tersamar dalam keinginanmu, dan jadikan kepada kami awal tujuanmu dan kembalimu, dan jangan engkau alihkan tujuanmu selain kepada kami sesungguhnya kami mempunyai hamba-hamba yang Khusus yang akan kami sampaikan hajat-hajat mereka darimu kepada kami”

3. Keadaan keluarga Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra sepeninggal beliau
Diriwayatkan bahwa As-Syech Al-Kabir Al-Arif billah Ta’ala Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Ibad Ra datang ke Tarim sesudah wafatnya Sayyidina Al-Faqih Ra untuk menengok anak-anak Sayyidina Al-Faqih Ra beserta isteri beliau “Ummul Fuqara’ ” Al-Hababah Zainab R.anha, tatkala As-Syech Abdullah telah bertemu dengan Al-Hababah Zainab beliau berkata;
”Bagaimana keadaan kalian sepeningal Sayyidina Al-Faqih Ra?”
Al-Hababah Zainab R.anha menjawab:
”Keadaan kami sepeningal Sayyidina Al-Faqih tidak ada bedanya dengan sebelum beliau (Sayyidina Al-Faqih Ra) wafat, sedangkan keadaan Alwi bersama ayahnya sama sebagaimana pada waktu masa hidupnya, Ilmu dan Rahasia langit bagi kami seperti kami melihat Bumi mendatangi kami pada waktu siang dan malam, sedangkan Alwi datang kepadanya berselang sehari atau dua hari”

4. Air yang naik dengan perintah Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra
Sayyidina Al-Faqih Ra dalam usia remaja yaitu ketika beliau masih belajar disalah satu Majlis Ta’lim di Masjid Tarim, beliau tertidur pulas ketika telah masuk waktu sholat, padahal bilamana ada siswa yang meninggalkan sholat berjama’ah akan dihukum oleh gurunya, (demikianlah pengajaran ketat di Tarim pada waktu itu yang betujuan untuk mendidik para siswanya untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasul Allah SAW) sampai akhirnya para siswa sudah bersiap-siap untuk sholat berjama’ah Sayyidina Al-Faqih Ra masih tertidur, ketika beliau bangun beliau mengisyaratkan dengan tangan beliau kesumur Masjid tiba-tiba air pun naik dengan seizin Allah SWT lalu Sayyidina Al-Faqih Ra berwudhu’ dan tidak ketinggalan sholat berjama’ah.

5. Pembantu Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra yang hilang
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Al-Faqih mempunyai seorang pembantu yang bernama “Khuraishoh” Khuraishoh ini sudah lama pergi dan tidak tahu lagi khabarnya hidup atau mati, maka bertanyalah keluarganya kepada Sayyidina Al-Faqih, Sayyidina Al-Faqih Ra kemudian terdiam sejenak lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit, kemudian Sayyidina Al-Faqih Ra menjawab;
”Abu Khuraishoh belum mati”
kemudian keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi;
”Bagaimanakah anda mengatakan Abu Khuraishoh belum mati padahal khabar kematiannya sudah menyebar?”, Sayyidina Al-Faqih Ra menjawab;
”Aku telah melihat ke setiap istana yang berada di Syurga, dan Abu Khuraishoh tidak ada disana”
keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi;
”Coba anda lihat di Neraka barangkali Abu Khuraishoh disana?”
Sayyidina Al-Faqih Ra marah lalu berkata;
”Sungguh tidak akan masuk neraka para pembantuku”.
Tak lama berselang Abu Khuraishoh pulang, dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

6. Pertolongan dengan Al-Madad dan Barakah dari Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra
Diceritakan oleh A-Syech Muhammad bin Ali bin Al-Faqih Ahmad bin Abu Alwi R.anhum dari paman beliau A-Syech Muhammad bin Al-Faqih Ahmad Ra beliau bercerita;
”Aku bermusafir dari Zhofar hendak menuju Syihr dengan perbekalan yang kami angkut dengan onta, pada waktu kami telah sampai di Ghizoh yang banyak rusak jalannya, jatuhlah perbekalan kami berantakan diatas gunung, rombongan kamipun merasa cemas terhadap para penduduk Ghizoh, karena mereka seringkali bila ada rombongan Khafilah yang perbekalannya berantakan merekapun merampasnya sampai tidak ada lagi yang tersisa bagi pemiliknya.Para penduduk Ghizoh ketika melihat keadaan rombongan kami yang sedemikian rupa, merekapun berbondong-bondong menaiki kuda mereka, hendak menghampiri kami dengan bertujuan merampas harta benda kami.Ketika itu juga, aku beristighatsah kepada kakekku; Sayyidina Al-Faqih Ra belumlah sempat kuselesaikan Tawasulku, tiba-tiba rombongan kami terangkat diudara dan mendarat disatu lapangan yang agak jauh dari para penduduk seolah-olah ada yang membawa kami dan melemparkan kami, kamipun selamat dan merasa lega, para penduduk Ghizoh pun berlaku baik kepada kami, mereka malahan membanatu kami mengemasi barang-barang,mereka kami beri upah, salah satu dari mereka memberitahu kepada kami, tatkala rombongan kami terangkat di udara,ia berkata;”Ketika aku melihatmu sedang berdo’a dan bertawassul tadi, aku melihat seseorang yang berjubah dan bersorban putih yang terbang dan mengangkat dan memindahkan rombongan kalian dari gunung kelapangan”, aku lalu memberitahukan kepadanya; ”Sungguh aku bilamana sedang tertimpa kesusahan aku beristighatsah kepada kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra dan dengan seizin Allah kesusahannku akan hilang pada saat itu juga”.sekali waktu aku baru sampai dari Habasyah dan aku membawa barang bawaan yang banyak, ketika aku sampai di kota Adn aku merasa bingung


karena Amir Adn pada waktu itu s**a merampas perbekalan orang asing yang melintas di Adn, lalu akupun bertawassul dan beristighatsah kepada kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra, setelah itu akupunbaru turun dari kapal tatkala aku telah turun kedarat,tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkta kepadaku;”Bawalah barang-barangmu dan berjalanlah dari arah sana”sambil menunjuk kesatu arah, lalu akupun berjalan diarah yang ia tunjukkan kepadaku,sampai akhirnya sampailah aku dijalan besar di Adn dan selama itu akupun tidak mendapati seseorangpun yang menghentikan perjalananku dan mengambil barang bawaanku sampai akhirnya selamatlah aku sampai ditujuan semuanya itu dengan Rahmat Alllah SWT dan barakah dari kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra”

Diriwayatkan dari As-Syech Al-Arif Billah Alwi bin Ahmad bin Al-Faqih bin Abu Alwi R.anhum beliau berkata;
”Aku bermusafir dengan berombongan dari Hadhramaut salah seorang rombongan adalah As-Sayyid Muhammad bin Ali Al-Khatib R.a ke Yaman maka kamipun berlayar dengan kapal dari pelabuhan di kota Syihr, lalu kamipun berlayar, tapi ketika kami sampai ditengah laut, tiba-tiba ada badai yang menerpa kami yang membuat kapal kami hancur berkeping-keping, akupun berpegangan dengan sekeping kayu, dalam keadaan sedemikian rupa, aku beritighatsah dengan dengan kakekku, As-Syech Al-Faqih Muhammad bin Ali Ra,maka belumlah sempurna kalimatku tiba-tiba ada tali yang ujungnya tidak ada menjulur dari udara kearahku, akupun lalu berpegangan pada tali itu dan tali itu membawaku kedarat dengan selamat, tatkala aku sampai didarat akupun bertemu dengan As-Sayyid Muhammad bin Ali Al-Khatib yang sudah duluan sampai dan selamat kedarat, akupun berkata kepadanya;”Bagaimanakah keadaanmu?”, Ia menjawab;”Segala puji bagi Allah yang telah menggantikan segala musibah kita dengan keamanan”

Diriwayatkan dari As-Sayyid As-Sholeh Muhammad bin Ali bin Umar bin Abu Alwi Ra beliau bercerita;”Pada sekali waktu aku sedang berada di Adn, dan aku ingin melakukan perjalanan ke Hadhramaut dan tidak ada satu kemudahan bagiku untuk melakukan perjalanan ke hadhramaut dan tidak ada satu kapalpun di pelabuhan Adn yang bertujuan ke Syihr, keadaan yang sedemikian tersebut membuat pikiranku menjadi kalut, dan aku merasa takut akan membuat cemas keluargaku di Hadhramaut, pada malamnya aku beristighatsah dengan kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra sampai akhirnya akupun tertidur akupun bermimpi bertemu dengan sepupuku seorang Wali yang besar yaitu As-Syech Muhammad bin Ali (namanya sama tapi bukan Sayyidina Al-Faqih Ra), yang ingin datang menolongiku maka aku berkata padanya, “Kenapa engkau datang aku tidak meinta bantuanmu aku meminta tolong kepada kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra” didalam mimpiku aku melihat serombongan Ba’alawi yang sedang berkumpul, lalu turunlah kepada kami Sayyidina Al-Faqih Ra, beliau berkata;”Aku datang untuk menolongi orang yang meminta pertolonganku di Adn siapa orangnya?” akupun lalu menjawab;”Akulah orangnya wahai kakekku” kemudian akupun lalu terbangun, setelah aku Sholat Shubuh aku lalu pergi menuju ke Pelabuhan, menunggu pertolongan yang dijanjikan oleh Sayyidina Al-Faqih Ra, tak lama aku menunggu kudapati kapal yang baru datang, yang semuanya menuju ke Syihr yang dengan Qudrah-Nya dirapatkan kepelabuhan Adn maka akupun lalu bisa berlayar dengan Rahmat Allah SWT dan Barakah dari kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra.”

7. Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra dan kebun kurma yang terbakar
Sayyidina Al-Faqih Ra mempunyai satu kebiasaan, yaitu beliau bilamana pada waktu pagi selalu berkata pada teman-teman beliau;
”Siapakah diantara kalian yang bermimpi semalam?”dan bilamana ada diantara teman-teman Sayyidina Al-Faqih yang bermimpi mereka akan menceritakannya pada Sayyidina Al-Faqih Ra.Pada satu ketika ada seseorang yang sebenarnya berhajat kepada Sayyidina Al-Faqih Ra ynag berkta kepada beliau berpura-pura ia bermimpi katanya;
”Sungguh aku telah bermimpi semalam, seolah Dunia telah kiamat dan seolah-olah ada yang menyeru;”Mana Junaid? Mana Fulan bin fulan ia menyebutkan beberapa Wali”, kemudian sipenyeru ini berseru lagi;”Dimanakah As-Syech Al-Faqih Al-Muqaddam?”ada yang menjawab; ”As-Syech Al-Faqih sedang asyik dengan kurmanya” karena itulah yang membuat Dunia menjadi Kiamat As-Syech Al-Faqih telah lupa mengurus perkara-perkara Allah SWT dan Makhluk—Nya”
maka tatkala Sayyidina Al-Faqih mendengarkan penuturan lelaki tersebut tiba-tiba Sayyidina Al-Fqih beteriak;
”Terbakarlah Kurma!”,
lalu terbakarlah kebun kurma Sayyidina Al-Faqih Ra, lalu berkatalah orang tersebut dengan nada menyesal; ”Sungguh aku telah berbohong agar engkau membagikan kepada kami Kurmamu”Sayyidina Al-Faqih menjawab, “Tidak ada kepentingan bagiku terhadap segala sesuatu yang menjauhkan aku kepada Tuhan-ku walaupun engkau berbohong”.

Tempat kurma Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra, semuanya berjumlah 300 buah yang digunakan untuk menampung kurma yang akan dibagikan kepada fakir miskin

8. Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra dan Nabi Allah Hud As
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ra berkata;
”Sungguh sekali dalam satu tahun aku tidak berziarah kepada Nabi Allah Hud As, maka ketika aku sedang duduk disatu tempat yang atapnya tinggi tiba-tiba datang kepadaku Nabi Allah Hud As, yang menundukkan kepalanya ketika hendak masuk, tatkala ia telah dekat denganku beliau ia berkata;”Wahai Syech Al-Faqih bilamana engkau tidak berziarah kepada kami, maka kamilah yang akan berziarah kepadamu”aku bertanya kepada beliau;”Wahai Nabi Allah Hud As dari manakah anda tadi?”beliau menjawab;”Aku dari mendatangi anakku Hadun”.

Makam Nabi Allah Hud As

9. Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam dan Nabi Allah Khidir As
Berkata As-Syech Abdurrahman Al-Khatib Ra didalam kitabnya;”Al-Jauhar As-Syafaf”, dan beberapa para pemuka kaum Sufi meriwayatkan juga bahwa telah berkata As-Syech Abdurrahman bin Muhammad As-Segaff Ra;
”Pada satu ketika Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddan Muhammad bin Ali Ra sedang berkumpul bersama para sahabatnya maka datanglah kepada mereka Abu Al-Abbas Nabi Allah Al-Khidhir As dalam rupa seorang Badwi, dan diatas kepalanya membawa Zabid maka tatkala ia mendekati Majlis Sayyidina Al-Faqih Ra mengambil Zabid tersebut dari kepalanya,dan Zabid tersebut dimakan oleh Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Ra kemudian Nabi Allah Khidhir As pergi, para sahabat Sayyidina Al-Faqih Ra melihat kejadian ini, merasa heran dengan kelakuan Sayyidina Al-Faqih Ra, lalau merekapun bertanya kepada beliau;”Wahai Sayyidina Al-Faqih Ra siapakah orang Badwi tersebut?”Sayyidina Al-Faqih Ra memberitahukan kepada mereka;”Badwi tersebut sebenarnya adalah Abu Al-Abbas Nabi Allah Khidhir As.”

10. Hadirnya Sayyidina Al-Faqih dalam sholat Jenazah
Meriwayatkan As-Syech Sa’id bin Umar Lihaf dari anaknya, Muhammad bahwa beliau berkata; ”Tidaklah kami sholat atas jenazah seorang Muslim kecuali beliau (As-syech Al-FaqihRa), hadir dan ikut Sholat bersama kami padahal beliau telah wafat”, dan telah berkata As-Syech Abdullah bin Muhammad Abu Ibad Ra; ”Tidaklah kami Sholat atas jenazah, kecuali As-Syech Al-Faqih Ra hadir dan ikut sholat bersama kami” ,berkomentar As-Syech Abdurrahman Al-Khatib Ra, ”Sayyidina Al-Faqih Ra mendatangi jenazah mereka, karena Sayyidina Al-Faqih Ra menyayangi kaum Muslimin dan kedatangan beliau dikarenakan untuk memeberikan Syafa’ah Kewilayahan beliau kepada mereka, kalau mereka ditimpa oleh kesusahan, Sayyidina Al-Faqih Ra akan menolongi mereka karena Sayyidina Al-Faqih Ra berakhlak dengan Nama-nama Allah SWT dan dengan Akhlak Baginda rasul Allah SAW,dan telah berfirman Allah SWT kepada Nabi-Nya;”Tidaklah Aku utus engkau wahai Muhammad kecuali agar menjadi Rahmat bagi semesta alam”,seperti itulah keadaan para Nabi dan Awliya’ tidaklah Allah SWT mengutus para Nabi dan mengangkat para Wali, kecuali menjadikan mereka sebagai Rahmat bagi segenap Makhluk-Nya,diriwayatkan bahwa termaktub didalam beberapa Kitab Allah yang diturunkan kepada para Nabi yang terdahulu bahwa berfirman Allah SWT;”Aku adalah Tuhan yang penyayang dan aku tidak menyayangi orang yang yang tidak mempunyai sifat kasih sayang

HABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN AL-IDRUS (ULAMA SURABAYA BERGELAR HABIB NEON )Habib “NEON” ?, Saya penasaran kenapa Julukan se...
21/10/2020

HABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN AL-IDRUS (ULAMA SURABAYA BERGELAR HABIB NEON )

Habib “NEON” ?, Saya penasaran kenapa Julukan seorang Ulama termasyhur disurabaya ,seorang Ahli Bait min Zurriyati Rosulillah saw digelari dengan “Neon”. Setahu saya Neon itu bahasa Jadul (jaman dulu) adalah lampu listrik berbentuk tabung yang berisi gas Neon,Apa dulu Ulama tersebut seorang pengusaha lampu listrik Neon?, berangkat dari penasaran saya coba cari cari sumber Referensi Kenapa Habib Muhammad yang bermarga Al idrus diberi gelar dengan Habib Neon ???

Dan ternyata Ada cerita menarik yang pernah saya dengar bahwa suatu hari di Masjid Surabaya di gelar Majlis ta’lim yang diadakan rutin setelah ba”da isya , puluhan orang memadati masjid untuk mengikuti dan mendengarkan tausiah dari seorang ulama , tiba tiba listrik padam serentak jamaah berhamburan keluar ruangan masjid karena gelap gulita, nampak dari kejauhan seseorang menghampiri menuju masjid dengan menggunakan Gamis khas Yaman dan dipundaknya terlilit sorban berwarna hijau dan tak lain beliau adalah Habib Muhammad bin Husein Al idrus.

Tiba tiba saat beliau memasuki masjid ruangan masjid yang semula gelap menjadi terang terlihat pancaran cahaya dari tubuh Habib Muhammad bin husein al idrus, semua jamaah dibuat terperanjat menyaksikan kejadian tersebut. Tubuh Habib Muhammad bin husein al idrus dapat memancarkan cahaya seperti Neon ( lampu listrik) . Sejak saat itu Habib Muhammad bin husein al idrus dikenal dan dijuluki sebagai Habib Neon karena tubuhnya dapat memancarkan cahaya.

له الفاتحه
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه
آمين يارب العالمين

Salah satu kata Abah Guru Sekumpul yang amat melekat dipikiran dan hati kita, saat Beliau Berkata "Jangan Berpegang Pada...
10/10/2020

Salah satu kata Abah Guru Sekumpul yang amat melekat dipikiran dan hati kita, saat Beliau Berkata "Jangan Berpegang Pada Surbanku". Maksud Beliau khawatir muridnya atau siapapun nanti berlebih-lebihan dalam menilai Beliau hingga berakibat (fitnah) bagi Agama. Beliau sebagai Syekh Murobbi Mursyid cuma menuntun dan memberi jalan bagi murid - muridnya menuju kejalan Allah dan Rosulullah. Beliau memberikan Rambu - rambu dalam menuju Allah, menerangkan Hukum-hukum ini Haram, ini Halal & lain-lainnya.

Beliau anjurkan kita agar menggembirakan hati Rosulullah dengan menjalankan Sunah-sunahnya yang telah mati dan berkasih sayangan sesama Muslim, jangan berpecah belah. Guru (Ulama Akhirat) adalah lampu (Cahaya) pelita bagi Ummat, guru yg bagai mana... Guru yang selalu mengajak ummat dalam Thoat Ibadah pada Allah & Rosul Nya, guru yg memberikan penyejuk dihati Manusia, mendatangkan Rahmat Allah SWT, bagi Ummat Nabi Muhammad SAW.

Beliau berkata Bukti Cinta pada Allah SWT dengan menjalankan perintahnya, menumbuhkan ketaqwa'an yg mendalam atas diri seorang Hamba, semakin tinggi cinta hamba pada Allah, maka makin tinggi derajat taqwa nya pada Allah SWT baik Lahir Bathinnya. Beliau berkata Bukti Cinta pada Nabi Muhammad SAW, perbanyaklah bersholawat, akhlak beliau harus diteladani, Sunnah-sunnah beliau harus dijunjung tinggi. Kata Abah Guru Sekumpul kalau mau Bahagia Dunia Akhirat, Mulia, Derajat Tinggi di sisi Allah tidak lain dengan Mutaba'ah Lahir Bathin dengan Rosulullah, maka semakin tinggi derajat kemuliaan Hamba disisi Tuhan Nya.


Mudah - mudahan Berkat Rosulullah, Berkat Auliya Allah Dosa Kita Semua Diampuni Allah, Selamat Dunia Akhirat, Kabul Segala Hajat, Mati Husnul Khotimah Masuk Surga Bighoiri Hisab Terkumpul Dengan Rosulullah & Guru Sekumpul & Murid-murid Beliau & Para Pecinta Beliau.......Al-Fatihah... Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin.

10/10/2020
28/09/2020
25/09/2020
24/09/2020

Address

Banda
23234

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NUR KAMIL posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to NUR KAMIL:

Share

Category