02/01/2022
Hampir serupa dengan tahun 2020, tahun 2021 juga masih di bawah bayang-bayang pandemik Covid-19, walaupun dengan tekanan yang pelan-pelan mulai mengendor. Sepanjang tahun 2021, kita mulai menyaksikan proses pemulihan ekonomi secara bertahap. Sekali dua kali bertemu dengan pengetatan aturan lantaran peningkatan angka inflasi yang berakibat kontraksi. Tapi secara keseluruhan, proses pemulihan ekonomi berjalan dengan baik.
Kantor dan perusahaan satu persatu mulai beraktivitas normal, dengan aturan protokol kesehatan yang baru. Para pedagang mulai membuka lapak dan toko mereka, seiring dengan fakta konsumen yang juga mulai keluar rumah untuk berbelanja. Karena itu, kita kembali menyaksikan penyesakan kendaraan di jalan-jalan utama kota-kota besar, terutama Jakarta. Keramaian juga kembali nyaris seperti semula sebelum pandemik di stasiun-stasiun kereta dan terminal bus.
Menuju tahun 2022, dengan latar yang demikian, kita sebenarnya sudah memiliki modal sosial politik yang kuat untuk masuk ke tahapan selanjutnya, yakni tahapan pemulihan sosial ekonomi. Dengan tetap berpijak kepada aturan-aturan atau protokol kesehatan yang telah disepakati, pemerintah harus mulai menemukan ruang-ruang kebijakan untuk akselerasi pemulihan ekonomi di satu sisi dan ruang-ruang kebijakan untuk intervensi sosial ekonomi di sisi lain, agar kalangan terdampak pandemik bisa segera ikut menikmati gelombang pemulihan ekonomi.