27/04/2020
Selama beberapa waktu ini kita bener-bener dibikin joget-joget hore-hore oleh Corona. Menariknya adalah diawal kemunculan corona di Wuhan, dan bersebarnya berita di sluruh dunia membuat kita orang Indonesia merasa di atas angin. Kita memiliki keyakinan bahwa orang-orang Indonesia itu adalah orang-orang kuat.
Ketika berita mengisahkan tentang kru-kru Indonesia yang tidak terkena corona di atas kapal Jepang, berbagai tulisan muncul di media sosial. Cerita itu selalu mengisahkan cerita yang sama, bahwa kerokan, makan mie, dan tolak angin adalah obat orang Indonesia paling mujarab. Lalu muncul berbagai artikel yang menceritakan bahwa kunyit dan sejenisnya dapat menangkal corona. Lalu mulailah orang-orang di Indonesia berseloroh kalau kunyit selalu ada di masakan Padang. Supaya tidak diserang corona maka makanlah nasi Padang. Iklan yang mantap untuk nasi Padang.
Semua berubah ketika ada seorang yang melaporkan dirinya terkena corona. Lalu mulailah kita mengalami kepanikan massal. Selorohan kita selama ini meredam dan hilang begitu saja, hingga saat ini kita bener-bener berada di puncak kegalauan itu.
Lalu apa yang bisa kita lihat di sini? Tentu sebagai orang-orang yang pernah berurusan dengan teori-teori sosial kita bisa melihat bahwa saat ini terjadi banyak perubahan dalam masyarakat. Mungkin dulu kita yang cuek-cuek dengan tetangga sekarang saling mengenal atau bahkan berbagai menu. Dulu yang tidak s**a bercengkrama sekarang menjadi akrab, saling bantu dan saling mengisi.
Fenomena lainnya adalah hari ini kita dipaksa menjadi seragam. Kemana-mana harus menutup mulut dengan masker. Kita tidak lagi melihat berbagai keramaian yang dulu kita akrab-akrab saja.
Nah, melihat kejadian yang sekarang, kira-kira di masa setelah corona ini, kita akan menjadi masyarakat yang seperti apa???