sosiologi

sosiologi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from sosiologi, nomaden, Padang.

27/04/2020

Selama beberapa waktu ini kita bener-bener dibikin joget-joget hore-hore oleh Corona. Menariknya adalah diawal kemunculan corona di Wuhan, dan bersebarnya berita di sluruh dunia membuat kita orang Indonesia merasa di atas angin. Kita memiliki keyakinan bahwa orang-orang Indonesia itu adalah orang-orang kuat.
Ketika berita mengisahkan tentang kru-kru Indonesia yang tidak terkena corona di atas kapal Jepang, berbagai tulisan muncul di media sosial. Cerita itu selalu mengisahkan cerita yang sama, bahwa kerokan, makan mie, dan tolak angin adalah obat orang Indonesia paling mujarab. Lalu muncul berbagai artikel yang menceritakan bahwa kunyit dan sejenisnya dapat menangkal corona. Lalu mulailah orang-orang di Indonesia berseloroh kalau kunyit selalu ada di masakan Padang. Supaya tidak diserang corona maka makanlah nasi Padang. Iklan yang mantap untuk nasi Padang.
Semua berubah ketika ada seorang yang melaporkan dirinya terkena corona. Lalu mulailah kita mengalami kepanikan massal. Selorohan kita selama ini meredam dan hilang begitu saja, hingga saat ini kita bener-bener berada di puncak kegalauan itu.
Lalu apa yang bisa kita lihat di sini? Tentu sebagai orang-orang yang pernah berurusan dengan teori-teori sosial kita bisa melihat bahwa saat ini terjadi banyak perubahan dalam masyarakat. Mungkin dulu kita yang cuek-cuek dengan tetangga sekarang saling mengenal atau bahkan berbagai menu. Dulu yang tidak s**a bercengkrama sekarang menjadi akrab, saling bantu dan saling mengisi.
Fenomena lainnya adalah hari ini kita dipaksa menjadi seragam. Kemana-mana harus menutup mulut dengan masker. Kita tidak lagi melihat berbagai keramaian yang dulu kita akrab-akrab saja.
Nah, melihat kejadian yang sekarang, kira-kira di masa setelah corona ini, kita akan menjadi masyarakat yang seperti apa???

29/09/2019

Cuma sedikit sudut pandang saja

Beberapa hari ini kita disuguhkan dengan demo menolak RUU. Bahkan, kita juga diperlihatkan dengan tingkah kocak mahasiswa yang membawa poster yang lucu dan unyu-unyu. Beberapa isu yang ditulis adalah hal-hal yang berhubungan dengan hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan. Poster itu memakai bahasa yang sebenarnya tabu, tapi ketika yang nulis mahasiswa akhirnya jadi lucu.

Menariknya, ternyata yang ikut demo juga kelompok-kelompok SMA dan SMK. Mereka ini orang-orang yang masih muda, dan memiliki darah muda juga. Mungkin ada diantara mereka yang bisa saja mengidolakan Genji, atau si Anak Jalanan yang di sinetron itu. Tapi, kalau tentang anak jalanan sih, saya lebih s**a ceritanya MandraGate. Hahahha

Anak-anak SMA dan SMK ini protes tentang undang-undang yang mengatur tentang hubungan suami dan istri. Menurut mereka yang bikin undang-undang sangat ngaco, masa suami ndak boleh memperkosa istri, padahal memperkosa istri kan hak dan kewajiban suami. Hahhaha.. Kan Memang tugas suami memperkosa istri.

Bener juga sih yach, memang harusnya begitu. Suami memperkosa istri, itu hak dan kewajiban bagi masyarakat Patriarkh. Wanita dibawah laki, titik. Jadi, perempuan tidak boleh protes saat diperkosa. Btw, apakah hubungan s*xuality itu sebuah pemerkosaan, atau sesuatu yang didasari oleh rasa saling membutuhkan?

Nah, saya pribadi memahami pemerkosaan itu sebagai sebuah pemaksaan s*xual. Mungkin pada fase-fase tertentu pemaksaan s*xual ini diperbolehkan, daripada suami coli atau mencari kepuasan s*xual di luar kan yach. Namun, ketika pemaksaan s*xualitas telah memasuki pada fase merusak dan meresahkan maka bisa saja jatuh pada kekerasan s*xual, misalnya istri baru melahirkan, namun si suami tetep maksa istri melakukan hubungan s*xual. Sehingga si istri mengalami pendarahan hebat yang mengancam nyawanya. Maka, pemaksaan yang seperti ini bisa saja jatuh pada tindakan kriminal. Bahkan, jikapun tidak ada undang-undang yang mengatur, maka perbuatan ini bisa diperkarakan dalam kasus KDRT. Pada kasus lain, si istri sedang sakit parah, dan tidak memungkinkan dia melakukan hubungan s*xual, si suami tetep maksa, maka ini juga bisa dikategorikan pemerkosaan yang dapat dipidanakan.

Namun, jika alasannya si istri malas karena suami bau, atau si istri lagi tidak mood maka kasus seperti ini tidak memiliki alasan yang kuat untuk disebut sebagai pemerkosaan. Bahkan, kalaupun undang-undang ini disahkan pun, maka belum tentu kasus tentang pelaporan suami yang memperkosa istri akan banyak muncul di meja pulisi. Menceritakan tentang hubungan s*x merupakan hal yang masih dianggao tabu oleh masyarakat Indonesia. Tidak tahulah kalau untuk beberapa tahun yang akan datang. Hanya saja, ditahun-tahun mendatang tentu juga bakal ada revisi tentang hukum ini...

Ini aja dulu, capek nulisnya.

05/09/2019

Makanan

Indonesia merupakan Negara kep**auan.(udah tahu kok kita-kita min). Oh baiklah. Indonesia tersebar dari Aceh sampai Papua. (Kita juga udah tahu min). Terus apa sih yang kalian tidak tahu hah. Bikin esmosi saja. Jadi, kita mahfum bahwa Indonesia ini memiliki keanekaragaman suku fan budaya.

Berbagai macam kuliner mewakili ke khasab daerah masing-masing. Kita tidak bisa membayangkan bahwa seluruh rakyat Indonesia makanan pokoknya adalah nasi. Because kita tahu bahwa makanan pokok nasi, hanya ada di wilayah Jawa dan Sumatera. Bagian Timur udah beda lagi makanan pokoknya.

Jawa dan sumatera misalnya, meskipun memiliki makanan pokok yang sama, namun ciri khas nasinya juga berbeda. Di Jawa akan menganggap enak makan nasi pulen, sedangkan di Sumatera nasinya agak berderai.

Pengolahan lauk pun akan berbeda, begitupun bahan-bahan yang digunakan. Ada lauk yang memang dis**ai secara umum oleh masyarakat Indonesia, seperti ikan. Namun, ada p**a lauk yang tidak boleh dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu. Misalnua, Babi tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat muslim, dan sapi tidak bolwh dikonsumsi oleh kaum hindu. Dan ada kelompok yang justru hanya mengkonsumsi nabati.

Selain itu, makanan siap saji dan makanan ringan siap konsumsi juga membanjiri pasaran Indonesia. Gerakan dan persebaran makanan ini juga tidak dapat dibendung, lha wong rasanya enak kan. Siapa sih yang nggak doyan Indomie, ye kan.

Karena perkembangan dan inovasi makanan ini semakin lama semakin beragam, maka ada pihak yang khawatir dengan makanan ini. Sehingga, dibuatlah semacam sertifikasi. Masyarakat muslim akhirnya menjadi akrab dengan label "halal". Sebelum mengkonsumsi sesuatu, muslim yang was-was akan menanyakan produk itu halal atau tidak.

Indonsia merupakan masyarakat yang mayoritas muslim. Sehingga, was-was terhadap produk yang dilarang agama merupakan sebuah kewajiban. Namun, di sisi lain kita juga bisa melihat, bahwa kemayoritasan itu memungkinkan makanan yang dijual oleh pasar lebih banyak yang halal dibandingkan produk non halal.

(Lalu mimin menganggap produk itu tidak perlu disertifikasi?) Ya tetap perlu dunk. Namun, setiap produk perlu disertifikasi. Namun, alangkah baiknya jika produk-produk yang memang tidak layak konsumsi oleh kelompok tertentu dibikin labelnya "tidak untuk konsumsi nganuh". Dan sertifikasi itu memang kudu dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

Terbuka untuk dikomen-komen

04/09/2019

Pemerintah

Orang-orang yang tipikal Merak akan mengatakan bahwa pemerintah itu adalah pelayan rakyat. Mereka merasa diri mereka bekerja untuk rakyat. Tapi, bekerja untuk rakyat tidak selalu bisa diartikan sebagai bekerja untuk kesejahteraan rakyat yach. Bekerja untuk rakyat, ya bekerja untuk menciptakan kebutuhan yang sama. Mau ataupun tidak mau, rakyat kudu tunduk dengan aturan. Hanya saja kelompok yang memerintah kek Merak ini selalu menampilkan keindahan, seperti halnya Merak yang mempesona dengan ekornya yang indah.

Lalu ada orang-orang yang bertipikal gajah. Orang-orang ini menganggap bahwa memerintah artinya berkuasa. Rakyat adalah jelata yang tidak perlu dianggap. Toh, orang-orang ini adalah pejabat tinggi yang memang menguasai hajat hidup orang banyak. Saat mereka memerintah, maka yang harus dimunculkan oleh rakyat adalah kepatuhan, meskipun itu dengan keterpaksaan.

Pemerintah bertugas membuat regulasi yang bener-bener menguntungkan bagi orang banyak. Mereka adalah orang-orang yang diharapkan mampu mewujudkan kemakmuran. Kemakmuran dalam artian, Negara yang diperintah tidak mengalami kolaps dari kesalahan memerintah.

Kebijakan pemerintah merupakan hal-hal yang selalu mendapat kritikan masyarakat, makanya sebagai penyeimbang pemerintahan kita juga butuh perwakilan rakyat. Perwakilab kita inilah sebenarnya yang memiliki pengaruh besar dalam setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah.

Namun, bagi rakyat pemerintah akan selalu menjadi bener, selalu menjadi tersalah, dan selalu di judge. Semua memiliki porsinya masing-masing.

Mengapa pemerintah selalu menjadi yang bener, karena mereka memang didukung oleh orang-orang yang percaya pada mereka. Mengapa pemerintah selalu salah, karena selain memiliki pendukung, mereka juga memiliki hater. Hal ini wajar-wajar saja kok. Lha wong seleb instagram aja punya follower yang isinya ada yang cuek, hater, dan pendukung sejati. Makanya terjadi perdebatan.

Kok, pemerintah selalu salah? Lha iya, lha wong kebijakan mereka tidak selalu dapat diteeima oleh sebahagian yang lain kok. Contohnya nih, saat cabe mahal, maka ibuk-ibuk yang sehari-hari memasak memakai cabe akan menganggap pemerintah tidak peduli mereka. Hanya karena cabe naik, maka kehidupan akan dianggap akan semakin sulit. Padahal beli tas-tas branded mereka mampu, beli lipstik mahal apalagi.🤣🤣🤣... Nah, saat harga cabe turun atau murah maka pemerintah akan disalahkan juga, karena tidak berpihak pada petani. Kalau pemerintah menentukan masyarakat harus bertanam apa, dan dibikin undang-undangnya, maka pemerintah juga bakal salah, karena pemerintah dapat digambarkan sebagai pemerintah yang otoriter.

22/08/2019

Pernah suatu ketika dalam sebuah perusahaan terjadi konflik internal yang memaksa dewan pimpinan turun tangan. Maka diadakanlah rapat tertutup internal. Rapat ini dimaksudkan untuk mendengarkan opini dan pendapat dari anggota group perusahaan, semua lapisan dilibatkan tanpa perwakilan, seluruh anggota boleh menyampaikan pendapat.

Ketika dewan pimpinan akan membuat keputusan mahapenting, maka ditanyalah pendapat salah satu pimpinan cabang di suatu wilayah. Sebelumnya karyawannya sudah sepakat, bahwa kebijakan perusahaan harus perlu diubah, dan awalnya dewan pimpinan sudah akan setuju dengan pendapat ini. Namun, karena pernyataan pimpinan ini keadaan kembali berbalik. Apa yang dikatakan oleh pimpinan ini? Dia hanya mengatakan,"saya sih tidak peduli dengan apa yang diperbuat oleh perusahaan, yang penting saya disini bisa bekerja dan dapat gaji".

Nanti ane sambung ye.. kini kerja dulu. Hakhakhak

21/08/2019

Dulu tu yach,
Oya, sorry kita nulis nggak make bahasa2 yang baku menurut ejaan lama (eh ejaan bahasa Indonesia yang dibakukan) biar lebih ngakrab gitu. Lagian kan ini sosmed bukan ruang belajar yang nuntut untuk bikin-bikin karya ilmiah.

Dulu tu yach, saya pribadi pernah berfikir untuk jadi guru. Padahal sebelumnya punya cita-cita yang biasa aja, yaitu berguna bagi nusa bangsa dan agama, nah setelah saya SMA tiba-tiba saja saya pengen jadi guru, wabil khusus guru ekonomi. Mengapa? Karena kalau saya jadi guru ekonomi, saya termasuk orang yang akan berandil besar dalam menentukan masa depan siswa. Saya berfikir demikian karena saat itu yang masuk 3 kategori nilai di Ijazah salah satunya ya ekonomi ini.

Saya ngambillah pilihan pertama pendidikan ekonomi, padahal pendidikan ekonomi ini ambang batasnya itu kelas "A", artinya peminatnya lumayan banyak. Pilihan kedua jatuh pada Sosiologi-Antropologi, ya guru jugà. Apakah saya lulus ekonomi? Ya tidak. Saya justru lulus di Sosiologi Antropologi. Saya tetap girang dunk, karena Sosiologi Antropologi lumayan diminati juga.

Sret.. sret, akhirnya saya masuk kampus. Eh lah dalah ternyata Sosiologi-Antropologi bukan jurusan, hanya prodi yang numpang di Jurusan Sejarah. Kemudian, Prodi Sosiologi adalah gabungan antara Sosiologi dan Antropologi, aku mikirnya sih misah. Tapi, dengan penuh kebanggaan kita ngomong ke Jurusan lain kalau kita itu dapat tiga ilmu sekaligus, ilmu Sosiologi, ilmu Antropologi, dan Ilmu keguruan.

Waktu ngampus sempat nonton film kek ,"Negeri Di Atas Awan", cerita perjuangan seorang guru di pedalaman jambi, jadi pengen lah jadi guru di daerah pedalaman sana. Meskipun cuma dibayar ubi dan hasil kebun, tapi bangga dunk karena telah berperan dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemudian, bersinggungan jugalah dengan program,"Indonesia Mengajar", meski tidak pernah menjadi pengajar muda, setidaknya cita-cita mereka samalah seperti yang diimpi-impikan. Lalu ada cerita yang ditulis oleh Andrea Hirata, tentang perjuangan seorang guru dalam mengajar murid-murid yang beliau sebut dengan "Laskar Pelangi". Jadi, semakin semangat dunk ke pedalamannya.

Lalu apa yang terjadi, apakah saya jadi guru. Ternyata tidak. Hahahha. Justru saya menjadi antek-antek kapitalis, yang ikut mengkayakan pemilik modal. Kenapa? Karena setelah saya tahu harga cabe, harga beras, mahalnya kontrakan, akhirnya saya dikalahkan oleh duit.

Moral storynya apa? Ya terserah aja.

17/08/2019

Rendang dan "samba angek-angek"

Rendang merupakan masakan khas Minang Kabau. Setiap daerah di Minang Kabau sudah barang tentu bisa memasak makanan khas ini. Namun, soal bumbu pastilah masing-masing daerah berbeda. Namun, cara masaknya sudah pasti sama. Masakan rendang ini dimasak dalam waktu yang lama.

Awalnya rendang merupakan masakan yang bersantan yang lumayan banyak. Lalu dimasak dalam api bertemperatur tinggi, kemudian santan tari ditunggu sampai mengering hingga kecoklatan. Semakin kering justru semakin enak.

Rendang yang enak mungkin jika dimasak dengan tungku kayu. Mengapa? Bisa jadi karena aroma dari api yang dihasilkan oleh pembakaran kayu lebih khas dibandingkan rendang yang dimasak oleh kompor.

Kapan orang Minang mulai memasak rendang? Dan bagaimana sejarahnya mimin juga tidak tahu, bagi yang berkenan silahkan memberi info di ruang komentar.

"Samba angek-angek" sebenarnya juga ciri khas orang minang sih sebenarnya. Namun, makanan ini bisa jadi hanua dikonsumsi oleh kelompok-kelompok missquenn macam mimin. "Samba angek-angek" dari segi bentuk sangat mirip dengan rendang. Namun, "samba angek-angek" bukanlah rendang. "Samba angek-angek" biasanya sisa gulai yang dipanaskan secara terus menerus.

"Samba angek-angek" awalnya hanya gulai biasa. Namun, karena tidak habis dikonsumsi makanya makanan ini dipanaskan, namun tidak sampai kering. Makanan ini dipanaskan supaya tetap hangat dan tidak basi.

Makanan yang dihangatkan ini kadang berlangsung sampai 3-5 hari. Alasan makanan ini dipanaskan mungkin karena terlalu banyak dan tidak habis dikonsumsi dalam satu hari.

"Samba angek-angek" yang enak biasanya terbuat dari gulai nangka/cempadak dan gulai paku. Kedua gulai ini semakin dihangatkan akan semakin enak. Akan lebih enak lagi jika gulai paku atau nangka berubah mirip rendang. Hmmm.. bisa jadi ide bikin rendang nangka terinspirasi dari "samba angek-angek" ini.

22/07/2019

Acara kematian

Beberapa hari yang lalu Bapak ane meninggal. Kebetulan beliau meninggal di kampung halaman. Sehingga, mau tidak mau kami ikut tradisi dikampung halaman bapak ane. Pada hari kematian beliau suasana menjadi rame. Kalau di Minang ada istilah kaba baik babaritoan, kaba buruak bahambuan. Nah, peristiwa bahambuan ini, kira-kira gambarannya, orang secara spontan dan berbondong-bondong datang melihat jenazah.

Masyarakat dikampung ini ane lihat sangat solid sekali. Pembagian tugas untuk menyelenggarakan mayat ini bener-bener rapi, meskipun tidak ada musyawarah formal. Mungkin ada kesadaran dari anggota madyarakat, bahwa mereka bakal diperlakukan sama suatu hari nanti.

Karena ane dikampung, maka ada istilah panguburan, mamarik kubua (manigo hari), lalu ada manujuah, ampek puluah hari, manyaratuih hari. Memang menurut sebagian kalangan tradisi seperti ini bid'ah, karena dianggap tidak pernah dilakukan oleh rasul dan sahabat.

Namun, ane tidak akan membahas hal yang demikian, ane melihat bahwa solidaritas masyarakat perkampungan justru dapat dilihat dari event-event seperti kematian, acara permikahan, dan gotong royong. Solidaritas spontan terlihat ketika seseorang dalam masyarakat meninggal.

Ane melihat seolah-olah ada kesepakatan dalam masyarakat, bahwa ketika ada orang meninggal, maka anggota masyarakat seolah wajib memakai pakaian batik dan perempuan memakai baju kurung, atau memakai rok yanh di sebut kain Jawo.

Ane juga melihat bahwa event-event seperti ini tidak hanya memperlihatkan solidaritas masyarakat, namun juga pengenalan budaya langsung pada generasi penerus. Selain itu, event seperti ini seolah-olah memberikan pengetahuan tentang kekerabatan dalam masyarakat. Kita tahu bahwa ketika anggota masyarakat berkumpul dalam sebuah event, maka mereka pasti saling berinteraksi. Komunikasi yang sering terjadi adalah tentang pengenalan keluarga, biasanya tentang informasi keluarga si jenazah. Misalnya Jenazah punya anak berapa, anaknya dimana saja, istrinya berapa, jenazah keturunan siapa. Masyarakat menyebut gambaran tentang keluarga ini sebagai ranji. Kelebihan dari masyarakat kampung adalah mereka memiliki pengetahuan yang jelas tentang kekerabatan mereka, meskipun tidak tertulis diatas bagan kekerabatan/ranji tertulis.

11/07/2019

Film...

Mungkin beberapa dari kita menonton film merupakan alternatif hiburan selain piknik ke pantai atau pegunungan. Selain lebih murah dibandingkan dengan melakukan perjalanan yang panjang, menonton film dapat dilakukan dengan santai bisa juga dilakukan sambil tiduran (ini kalau nontonnya di televisi lho yach).

Sebagai seorang yang menggandrungi sosiologi, kita kemungkinan bisa melihat arah interaksi manusia melalui film. Kita juga bisa melihat pergeseran nilai di sini. Disadari atau tidak apa yang ditayangkan di dalam film merupakan bagian dari budaya populer. Budaya yang ada di dalam film adalah budaya yang sehari-hari yang memang kita lakoni. Cara aktor memerankan karakter adalah cara kita dalam berinteraksi sehari-hari.

Namun, dibeberapa film mungkin atau memang sengaja ditampilkan adegan-adegan yang diluar kelogisan, bisa dikatakan dangat imajinatif, misalnya seseorang bisa mengeluarkan laser dari tangan atau dari matanya, bisa melakukan perjalanan melewati portal tertentu, dan bahkan kembali ke masa lalu. Sebenarnya ini hanyalah imajinatif yang memang orang-orang di dunia nyata inginkan. Beberapa orang ingin selalu menjadi pemenang dan kalau dapat karakter yang disenangi selalu menjadi yang berhasil dalam kehidupan.

Di sadari atau tidak, keinginan kita yang menginginkan bahwa karakter idaman selalu menang sebenarnya menunjukkan kalau kita juga ingin memperoleh kemenangan dalam kehidupan yang nyata. Ketika kita tidak memperoleh kemenangan itu, maka kita mencari pelampiasan pada keadaan yang lain. Bisa saja dengan menonton film, atau bikin status di media sosial (seperti yang dilakukan penulis sekarang ini 😎😎😎)

Kalau kita lihat lagi perkembangan dunia perfileman, kita juga melihat sebuah evolusi yang besar dan sangat cepat. Pada masa dahulu orang-orang cenderung lebih s**a melihat film, khususnya serial yang memperlihatkan bagaimana seseorang menyelesaikan masalah hidupnya, atau seorang superhero mengalami kebijaksanaan saat dia dapat menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Perjalanan hidup karakter/tokoh dapat menjadi pembelajaran, sehingga penonton juga semakin bijak dalam menjalani hidup.

Namun, makin kesini sebuah karakter dihilangkan sisi manusianya. Seolah-olah seorang karakter/tokoh tidak lagi beranjak dari keadaan sosial yang mereka alami. Karakter tiba-tiba saja menjadi Over Power. Over Power yang dialamipun terkadang diluar kebiasaan.

So, ....

08/07/2019

Fordisme

Pemahaman fordisme ini diambil dari nama pendiri Ford company, Henry Ford. Henry Ford lahir di Dearborn, 30 Juli 1863. Beliau dianggap telah menciptakan kelas menengah di masyarakat Amerika. Ia termasuk yang pertama menerapkan sistem produksi ban berjalan dalam produksi massal mobil yang terjangkau harganya. Selain itu, ia juga memiliki kepedulian yang besar dengan mendirikan Ford Foundation, sebuah yayasan sosial besar di dunia. Prestasi ini tak hanya merevolusi produksi industrial, tetapi juga memberi pengaruh besar pada budaya modern. (Sumber yang ini dari Wikipedia).

Di saat revolusi industri secara berangsur-angsur menghilangkan peran manusia dan menggantinya dengan tenaga mesin, bahkan orang-orang dinilai berdasarkan skill yang mereka miliki. Henry Ford justru memperkerjakan orang-orang yang tidak memiliki skill sama sekali. Namun, dia tetap menggunakan tenaga mesin. Hanya saja, produksinya dibikin menjadi mobil rakitan dengan komponen-komponen kecil, sehingga untuk mengerjakan perakitan dan memisahkan komponen diperlukan tenaga manusia.

Menariknya, saat industri kala itu mencoba memproduksi hasil produksi dengan mengorbankan manusia dengan gaji yang kecil, Ford justru menggaji karyawannya dengan gaji yang lumayan tinggi. Dampaknya tenaga kerja Ford semakin hari semakin baik, dan hasil produksi juga semakin bagus. Pada akhirnya karyawan Ford sendiri bisa membeli hasil produksi mereka sendiri.

24/06/2019

Semakin ke sini anggota fanspagenya lebih banyak diikuti oleh teman-teman yang masih duduk dibangku sekolah. Jadi, ntar pada tahun ajaran yang baru kita akan mulai menulis materi-materi yang sesuai dengan pokok permasalahan yang ada ditingkat sekolah. Jika ada mas**an dari guru-guru yang tergabung dalam fanspage ini, silahkan kirim lewat inbok..

16/10/2018

Bisa untuk didiskusikan..

Tadinya ada yang inboks, tentang pengaruh globalisasi terhadap komunitas. Saya pribadi sebenarnya agak bingung ngejawabnya, soalnya di dunia yang semakin berkembang ini, kita tidak lagi bisa membedakan mana yang harus kita anggap sebagai pengaruh global dan mana yang bisa kita anggap sebagai lokalisme.

Pada era awal globalisasi, memang sudut pandangnya lebih pada ekonomi. Lebih tepatnya tentang penginternasionalan barang-barang ekonomi. Kita bisa lihat brand-brand luar negeri yang menginternasional seperti Pizza Hut, McD, dll. Namun, jangan salah Indomie yang miliknya orang Indonesia juga sudah menginternasional. Akan tetapi, pada saat sekarang ini, globalisasi telah merambah pada ideologi, sosial, politik, dan budaya.

Kemajuan teknologi informasi memaksa kita untuk mau ataupun tidak mau harus menerima informasi yang bersifat internasional tadi. Sehingga, pada saatnya nanti kita bisa saja kehilangan nilai yang kita pegang, atau paling tidak kita dibuat ragu dengan nilai-nilai luhur yang dari awal memang kita pegang.

Untuk sementara segini aja dulu. Nyambung nggak nyambung kita sambung dikomentar..

Address

Nomaden
Padang
25224

Telephone

+6285272079286

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when sosiologi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share