01/09/2015
STRATEGI BISNIS: Strategi Terjun dalam Event Organizer
Event organizer secara istilah mempunyai arti penyedia jasa professional penyelenggara sebuah acara. Pada dasarnya sebuah event organizer atau biasa disebut EO itu memiliki tugas membantu kliennya (client) untuk menyelenggarakan acara yang diinginkan, seperti launching product, company gathering, anniversary, exhibitions, seminar, promosi, talkshow dan sebagainya, dari tahap persiapan sampai dengan event berjalan lancar dengan baik. Event-event yang biasa ditangani sebuah event organizer berupa pertunjukan musik, pameran produk (buku, mobil, computer, kerajinan), hingga ke pernikahan.
Dalam menjalankan peran pada sebuah event acara, sebuah EO bertugas untuk mengkoordinasi, melayani, mensupport kepentingan yang bersangkutan, misalnya trainer, trainee, vendor training, transportasi, media massa, dan pihak-pihak terkait lainnya. Menjalankan usaha di dunia event organizer memang merupakan kenikmatan tersendiri. Meskipun seringkali kita merasa sangat kelelahan, namun di balik itu tersimpan rasa bangga dan gembira. Rasa bangga ketika event yang kita selenggarakan sukses dan sesuai harapan serta gembira karena dapat bekerja sama dengan tim yang menyenangkan.
Ada tujuh strategi jitu untuk menjalankan bisnis EO, yaitu:
1. Punya keahlian dalam bidang tertentu dan menerapkan ide-ide yang kreatif
Bisnis EO adalah bisnis komunikasi dan bisnis hiburan, kepuasan, dan ketertarikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu kendala dalam menjalankan bisnis ini adalah ketika tidak ada ide cemerlang dan kreatifitas. Kreatifitas memang tidak harus orisinil, tetapi kita bisa mengembangkan sebuah ide yang sudah dengan gaya kita sendiri. Yang terpenting adalah kita harus selalu berinovasi dengan karya-karya terbaru, tidak boleh monoton di satu sisi.
2. Mengklasifikasi segmen yang akan dituju
Sebelum melangkah dalam bisnis EO, kita harus tahu tujuan segmentasi yang akan kita bidik, segmentasi itu sendiri terdiri dari dua jenis, yakni menurut tingkat ekonomi; kalangan bawah, menengah, atau atas; dan menurut tingkat umur; anak-anak, remaja, dan dewasa. Jika kita sudah tahu segmentasi yang akan kita bidik, tentunya kita juga dapat merancang budget yang akan kita berikan kepada konsumen.
3. Mengutamakan kualitas, jangan mencari keuntungan (profit) terlebih dahulu
Memang terdengar janggal, tapi kalau kita baru memulai suatu usaha bisnis, kita harus membuat image produk atau usaha kita dikenal orang, tentunya dari segi kualitas, seperti barang-barang yang kita gunakan, service yang memuaskan, kita harus membuat pelanggan merasa puas memakai jasa EO kita dan jangan pernah mengecewakan pelanggan. Kalau usaha kita sudah berjalan sukses dan sudah memiliki banyak pelanggan, maka kita baru memikirkan profit.
4. Mempunyai relasi bisnis (klien/sponsor)
Relasi bisnis sangatlah penting dalam mengelola suatu EO, semakin banyak klien, semakin banyak ruang lingkup untuk mengembangkan bisnis kita. Sponsor juga sangat berperan dalam bisnis EO, selain dapat dijadikan partner bisnis, kita juga dapat menghemat modal dan dapat memperbanyak pilihan bagi pelanggan.
5. Modal usaha yang cukup
Sesuaikan budget yang kita miliki dengan segmentasi kalangan yang akan kita bidik. Jika kita hanya mempunyai modal yang cukup (tidak berlebihan), jangan membidik segmentasi kalangan atas, buat untuk kalangan bawah atau menengah.
6. Menggunakan berbagai macam sarana promosi
Kemajuan teknologi juga dapat kita manfaatkan. Sarana internet juga dapat dijadikan pilihan untuk mempromosikan EO yang kita miliki. Kita dapat memanfaatkan situs jejaring sosial atau membuat blog sendiri.
7. Persiapkan faktor intern
Selain keenam faktor di atas, faktor intern juga harus kita perhatikan, ada tiga faktor internal dalam mengelola suatu EO, yaitu:
a. Perizinan
Hal ini berkenaan dengan status perusahaan yang ingin kita dirikan. Bisa berbentuk PT maupun CV. Untuk mengurusnya, tentu kita perlu mendatangi kantor notaris terdekat. Perijinan ini sangat penting sebab berkenaan dengan status hukum dan keabsahan lembaga.
b. Tempat
Tempat ini sebagai kantor atau markas. Tak perlu harus besar. Kantor kecil satu ruanganpun tak masalah. Dengan ada kantor tersebut minimal EO yang Anda kelola jelas. Kantor ini memang kadang menjadi penilaian atas reputasi perusahaan. Kalaupun tidak ada tempat yang digunakan, kita dapat menggunakan rumah kita untuk keperluan rapat atau meeting. Tentunya ini akan menghemat budget yang anda miliki.
c. Tim
Bisnis event organizer adalah bisnis tim. Artinya, dalam bisnis ini kita tidak akan pernah bisa bekerja sendirian. Untuk itulah perlu dibentuk tim yang masing-masing punya skill (keterampilan) yang bisa diandalkan. Yuk... bergabung dengan Dinar dirham Event Organizer
Rasakan pelayanan dari kami...
call/wa : 085277686159
pin bb : 5a50eo58