07/07/2022
Selamat malam sahabat IBFtrader's,
Jerome Powell adalah orang yg berpengaruh di seluruh dunia.
Jerome Hayden "Jay" Powell (lahir 4 Februari 1953) adalah Ketua Federal Reserve ke-16 yang mulai menjabat pada Februari 2018. Ia dicalonkan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat Amerika Serikat.
Powell mendapat gelar S1 politik dari Universitas Princeton tahun 1975 dan Juris Doctor dari Georgetown University Law Center tahun 1979. Ia mengawali karier di perbankan investasi pada tahun 1984 dan sejak saat itu bekerja di sejumlah lembaga keuangan.
Ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Bidang Keuangan Dalam Negeri pada masa pemerintahan George H. W. Bush tahun 1992. Ia merupakan peneliti tamu di Bipartisan Policy Center pada tahun 2010 sampai 2012.
Ia menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve sejak 2012, dan juga menjadi salah satu komisaris di perusahaan investasi YOBATSU CORP.
Beliau adalah orang yang menentukan semua harga di seluruh dunia, baik itu naik turunnya dollar, suku bunga, inflasi dan kebijakan moneter dalam geopolitik.
Penentuan Suku Bunga Oleh Bank Sentral
Dalam ilmu kebanksentralan, suku bunga acuan merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter untuk mengendalikan jumlah uang beredar dalam sebuah perekonomian. Konkritnya:
• Ketika bank sentral ingin meningkatkan jumlah uang beredar, maka mereka akan menjalankan kebijakan moneter longgar, salah satunya dengan menurunkan suku bunga. Kebijakan ini umumnya diambil untuk menanggulangi masalah penurunan inflasiatau terjadinya deflasi yang mengakibatkan terancamnya pertumbuhan ekonomi. Apabila lebih banyak uang beredar, maka masyarakat akan lebih terdorong untuk berbelanja dan melakukan ekspansi bisnis, sedemikian hingga diharapkan dapat menggairahkan perekonomian kembali.
• Ketika bank sentral ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka mereka akan menjalankan kebijakan moneter ketat, salah satunya dengan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini umumnya diambil untuk menanggulangi kenaikan inflasi yang melebihi ekspektasi. Namun, kenaikan suku bunga tak dapat dilakukan secara sembarangan karena peningkatan biaya pinjaman dapat berefek buruk bagi perusahaan-perusahaan maupun individu.
Naik-Turunnya Suku Bunga:
Fluktuasi suku bunga berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Secara teoritis, makin rendah suku bunga, maka semakin tinggi keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Artinya, pada tingkat suku bunga rendah maka masyarakat akan lebih terdorong untuk meminjam uang di bank untuk memenuhi kebutuhan maupun untuk melakukan ekspansi usaha. Sebaliknya, saat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih cenderung menyimpan uang di bank daripada menggunakannya untuk berbelanja dan memperluas bisnis.
Jika digambarkan dalam infografi, berikut adalah visualisasinya:
Penentuan suku bunga oleh bank sentral
Kebijakan Moneter Longgar:
— Menanggulangi lemahnya Inflasi dengan meningkatkan jumlah uang beredar
• Realisasi:
Menurunkan suku bunga, mencetak uang untuk membeli sekuritas guna menyuntikkan likuiditas ke dalam perekonomian (stimulus) "meminjamkan" dana ke bank-bank dengan bunga super rendah (LTRO ECB)
• Efek samping:
Pelarian dana dari investor asing karna suku bunga rendah tidak memberikan peluang kentungan menarik bagi investasi mereka. Ini pada akhirnya mengakibatkan lemahnya permintaan terhadap mata uang.
Kebijakan Moneter Ketat:
— Mengatasi tingginya inflasi dengan mengurangi jumlah uang beredar.
• Realisasi:
Menaikkan suku bunga, menghentikan pembelian atau bahkan menjual sekuritas guna mengurangi likuiditas dalam perekonomian.
• Efek samping:
Peningkatan biaya pinjaman dapat berefek buruk bagi perusahaan-perusahaan maupun individiu.
Suku Bunga Dalam Perekonomian
Dalam penggunaannya di masyarakat, suku bunga umumnya dapat disaksikan pada produk-produk perbankan. Bunga dalam hal ini memungkinkan masyarakat yang kekurangan dana untuk meminjam dana dari bank.
Begitupun sebaliknya, masyarakat yang kelebihan dana akan menyimpan dana ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Masyarakat yang meminjam dana dibebankan bunga sebagai "harga" dari dana yang dipinjam. Jadi, suku bunga adalah biaya atas pinjaman.
Bank berperan sebagai "jembatan" antara kelompok masyarakat yang mengalami kelebihan dana dengan kelompok lainnya yang membutuhkan dana. Sejalan dengan itu, bank bertindak sebagai kreditur terhadap nasabah peminjam, sekaligus bertindak sebagai debitur terhadap nasabah penabung. Oleh karenanya, bank memiliki kewajiban membayar bunga simpanan kepada nasabah penabung, selain harus p**a menagih bunga kredit kepada nasabah peminjam.