PAI-LAKASTI

PAI-LAKASTI PAI-LAKASTI (Pecinta Alam Indonesia - Langkah Kaki Satu Hati)

"PAI-LAKASTI" (Pecinta Alam Indonesia - Langkah Kaki Satu Hati) kami terbentuk dari kesederhanaan, tetapi jiwa dan semangat kami pantang surut demi sosial, kemanusiaan dan kelestarian alam Indonesia, dengan satukan visi dan misi serta jauhkan ke egoisan pribadi, kami merangkak, berdiri, berlari, belajar, memahami dan kibarkan panji-panji kemanusiaan. rapatkan barisan, langkahkan kaki dan satukan hati demi sosial, kemanusiaan dan kelestarian alam Indonesia.

Salam Lestari Bumi IndonesiaSalam Hangat Alam Semesta Tuhan"LAKASTI NAWA ANCALA"Untuk Sebuah Karya & PrestasiPAI-LAKASTI...
25/04/2016

Salam Lestari Bumi Indonesia
Salam Hangat Alam Semesta Tuhan

"LAKASTI NAWA ANCALA"
Untuk Sebuah Karya & Prestasi

PAI-LAKASTI (Pecinta Alam Indonesia - Langkah Kaki Satu Hati) - DJHG (Divisi Jelajah Hutan Gunung)

Batas Ketinggian Pulau Jawa "LAKASTI NAWA ANCALA" Barat, Tengah, Timur Pulau Jawa. 1 Tahun 9 Gunung 2017 (Gn.Gede . Gn. Pangrango . Gn. Ciremai . Gn. Slamet . Gn. Sumbing . Gn. Merbabu . Gn. Arjuno . Gn. Semeru . Gn. Raung).

Salam Langkah Kaki Satu Hati





UJUAN MENDAKI GUNUNG Dewasa ini banyak yang mulai tertarik dengan pendakian suatu gunung. Terlebih pada saat liburan sek...
11/09/2015

UJUAN MENDAKI GUNUNG


Dewasa ini banyak yang mulai tertarik dengan pendakian suatu gunung. Terlebih pada saat liburan sekolah banyak para pemuda menghabiskan masa liburnya untuk berwisata salah satunya mendaki gunung. Mendaki gunung tidak hanya sekedar berwisata akan tetapi merupakan suatu olah raga yang harus dipersiapkan dan direncanakan dengan matang karena berada di alam bebas. mungkin ada yang bertanya apa si Tujuan Mendaki Gunung?

tujuan mendaki gunung

1. HOBBY

Bisa dibilang tujuan yang paling rendah adalah Untuk hobi atau kesenangan pribadi semata. Para pendaki gunung yang bertujuan untuk hobi ini, biasanya mendaki gunung untuk sekedar rekreasi, mengisi waktu luang atau melepas kepenatan. Orang-orang ini mendaki gunung untuk menikmati pemandangan alam, menghirup udara segar atau berkemah bersama teman-teman. Puncak gunung bukanlah harga mati, karena yang mereka kejar hanyalah kesenangan semata. Jadi meskipun mereka mendaki gunung tidak sampai ke puncak, sebenarnya mereka sudah cukup puas.

2. UNTUK PRESTISE ATAU MENDAPATKAN PENGAKUAN

Para pendaki yang mendaki gunung untuk tujuan seperti ini, yang mereka kejar hanya puncak. Jadi puncak gunung adalah harga mati bagi mereka. Bagaimanapun caranya, puncak harus bisa diraih, karena mereka beranggapan semakin banyak puncak gunung yang dikoleksi, maka prestise akan meningkat p**a dan Ia-pun akan mendapat pengakuan dari orang lain (meskipun kenyataannya justru dianggap sombong dan kurang begitu dianggap oleh kebanyakan pendaki).

3. UNTUK PRNGALAMAAN DAN ILMU PENGETAHUAN

Orang-orang yang bertujuan seperti ini tidak hanya pendaki gunung atau petualang saja, tetapi bisa juga para ahli yang mendaki gunung untuk keperluan penelitian. Contoh: Seorang ahli Vulkanologi harus mendaki gunung untuk meneliti keadaan kawah sebuah gunung, Seorang pendaki yang mendaki gunung untuk keperluan membuat peta, seorang ahli yang mendaki gunung untuk keperluan meneliti jenis-jenis hewan dan tumbuhan di sebuah gunung, seorang petualang yang mendaki gunung untuk membuka jalur pendakian atau mencari lokasi sumber air dsb. Orang-orang yang memiliki tujuan ini, biasanya mengabaikan prestise atau bahkan nyawanya sekalipun karena tujuan utama mereka adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka. Demi ilmu pengetahuan dan pengalaman baru sehingga bermanfaat untuk dirinya dan juga orang lain.

4. UNTUK PELESTARIAN ALAM ATAU MISI PENYELAMATAN

Biasanya banyak dari kalangan para pecinta alam (Pecinta alam yang sebenarnya), Tim SAR atau polisi hutan. Mereka mendaki gunung untuk kelestarian alam, misalnya reboisasi di lereng gunung, ekspedisi bersih-bersih gunung dari coretan-coretan dan sampah gunung, perbaikan jalur pendakian untuk mencegah adanya jalur-jalur bayangan yang akan menyesatkan pendaki, Tim SAR yang mendaki gunung untuk mencari pendaki yang hilang, para polisi hutan yang mendaki gunung untuk menjaga hutan dari bahaya kebakaran atau memburu para penebang dan pemburu liar.

5. UNTUK MENGASAH PRIBADI DAN MENEMUKAN HAKEKAT DIRI

Orang-orang yang memiliki tujuan seperti inilah orang yang mampu berguru pada alam. Mereka mendaki gunung untuk menyendiri dan merenung guna mendapatkan kedamaian dan pencerahan dari Tuhan dengan mengakrabkan diri pada alam. Karena dengan begitu mereka akan tahu bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan alam apalagi Sang Pencipta alam. Tujuan mendaki gunung seperti ini tidak hanya bisa dilakukan oleh para pertapa saja, yang biasanya mendaki gunung dan tinggal disana dalam waktu yang cukup lama sampai mendapat ilmu. Namun, sebenarnya para pendaki gunung biasa juga bisa memiliki tujuan seperti ini, kebanyakan para pendaki yang sudah cukup berpengalaman biasanya mendaki gunung untuk tujuan seperti ini. Mereka mendaki gunung bukan lagi untuk hobi atau mengejar prestise, tetapi mereka mendaki karena panggilan jiwa yang harus terus dipenuhi. Mereka seolah tak bisa hidup jauh dari gunung. Meskipun telah lama tidak mendaki gunung, namun keinginan untuk mendaki itu pasti akan tetap ada karena sudah menjadi kebutuhan. Mereka meyakini bahwa ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari mendaki gunung. Dengan mengakrabkan diri pada alam, maka dengan sendirinya alam akan mengajarkan banyak ilmu kepada kita.

6. MENSYUKURI KEAGUNGAN TUHAN

Segala yang ada di alam ini Tuhan menciptakan untuk kepentingan hamba-Nya. Berada di puncak gunung melihat hamparan pemandangan yang luas dan indah bisa mendorong kita untuk menjaga dan melestarikan alam ini untuk generasi mendatang. Mensyukuri kebesaran Tuhan mendidik kita untuk tidak sombong dan introspeksi diri, maka dengan sendirinya kita akan bisa menjaga kebersihan gunung dengan membawa kembali sampah yang kita bawa turun. Meskipun perilaku ini kelihatan kecil akan tetapi berawal dari hal-hal kecil inilah sesuatu yang besar akan terjadi.

Jadilah pendaki yang baik dengan tetap menjaga keindahan dan kelestarian alam ini agar kelak anak cucu kita tetap bisa menikmati indahnya bumi pertiwi ini. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan faktor keamanan sebelum mendaki gunung dan luruskan niat tujuan mendaki gunung. Salam Lestari .

QUESTION : KAMU TERMASUK KATEGORI NOMOR BRP??? ATAU ADA TUJUAN YANG LAIN MENURUT PENDAPAT KAMU!!!

SILAHKAN CORET-CORET DISINI... :D

CARA MENCEGAH HIPOTERMIACara mencegah Hipotermia ini sangat diperlukan dalam kegiatan pendakian gunung. Mendaki gunung m...
10/09/2015

CARA MENCEGAH HIPOTERMIA

Cara mencegah Hipotermia ini sangat diperlukan dalam kegiatan pendakian gunung. Mendaki gunung memang memerlukan kesiapan fisik, mental, peralatan, pengetahuan dan perbekalan yang menunjang kegiatan tersebut. Dan banyak musibah yang terjadi karena kekurangan hal-hal tersebut di atas. Atau bisa juga karena minimnya pengetahuan tentang survival sehingga Hipotermia bisa melanda.
Yang terpenting dalam kegiatan mendaki gunung atau kegiatan di luar ( outdoor activity ) adalah persiapan dan pengetahuan. Salah satunya mengetahui faktor apa penyebab hipotermia, gimana mencegah hal itu terjadi, apa aja yang perlu dilakukan dan juga tindakan apa yang perlu dilakukan apabila mulai merasakan kedinginan.

CARA MENCEGAH HIPOTERMIA

1. Usahakan apabila mendaki gunung jangan memakai kaos dari katun. Bahan katun jika basah oleh keringat sulit keringnya. Ini biasanya menyebabkan menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal. Sebaiknya memakai bahan sintetis ( polyester / spandex / nylon ) yang menyerap keringat dan berlengan panjang. Memang masih bisa ganti kaos, tetapi di gunung yang sering hujan mengeringkan kaos jadi pekerjaan tersendiri. Mengeringkan menggunakan api unggun, sebaiknya jangan. Kasihan hutan kita. Cobalah mengurangi konsumsi kayu kecuali itu sangat darurat. Membawa satu baju tetapi tetap kering, akan sangat berbeda hasilnya dengan membawa 3 baju tetapi basah semua.

2. Membawa bekal yang cukup untuk mendaki gunung. Bekal praktis seperti coklat batangan, muesli bar, atau energy booster ( seperti gel dengan glukosa, biasanya dipakai para pesepeda ) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi yang baik. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun – daunan yang kita kenali bisa dimakan apabila mendesak.

3. Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya selalu membawa ponco, bagaimanapun kondisinya. Kalau mempunyai baju dan jaket tahan air ( gore-tex based ) juga bisa ( tetapi ini mahal di harga ). Jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki. Khusus kaos kaki membawa ekstra jika perlu.

4. Kalau berjalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, kalau dengan teman harus saling menjaga. Handphone terkadang kurang efektif karena tidak adanya sinyal. Bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin. Biasakan saling memperhatikan pendaki lain ketika naik atau turun.

5. Jangan paksakan berjalan terus apabila kelelahan. Berhenti, pasang tenda dan membuat makanan atau minuman yang cepat dihidangkan, seperti teh manis atau sup instant. Paksakan walaupun kurang s**a, karena makanan adalah sumber energi untuk tetap berjalan. Selain itu, makanan juga membuat tubuh menjadi hangat karena memulai metabolisme tubuh.

6. Membawa selimut darurat ( emergency blanket or space blanket ). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan tidak kehujanan. Space blanket ini hanya bersifat memantulkan panas tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal bisa dibawa Bivy Sack yang terbukti lebih baik hasilnya. Bentuknya seperti selimut plastik, dengan berat sekitar 200 gr. Ditanggung lebih tahan lama dari space blanket.

7. Penghangat tubuh sementara ( body warmer ). Ini semacam plester tubuh apabila kedinginan. Biasa dipakai untuk yang melakukan olahraga ektrem di salju ( ski, ice climbing, mountaineering ) . Kelemahannya : hanya bisa dipakai sekali saja dengan durasi 12 jam. Karena bentuknya tipis dan ringan, biasanya diselipkan di jaket kalau kondisi cuaca dan badan memburuk.

Sekali lagi kami ingatkan dengan alat yang memadai tapi tidak tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga tidak optimal. Jadi baca dan simak bagaimana melakukan teknik dasar survival di gunung. Bisa membaca, bertanya atau dari pengalaman yang terus diasah.

HIPOTERMIAHipotermia adalah suatu kondisi di mana inti suhu turun di bawah yang diperlukan untuk metabolisme dan fungsi ...
10/09/2015

HIPOTERMIA

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana inti suhu turun di bawah yang diperlukan untuk metabolisme dan fungsi tubuh yang didefinisikan sebagai. Suhu tubuh biasanya dikelola dekat tingkat konstan melalui homeostasis biologis atau thermoregulation.

Jika terkena dingin dan mekanisme internal yang mampu mengisi panas yang sedang hilang setetes di inti suhu terjadi. Sebagai suhu tubuh berkurang karakteristik gejala terjadi seperti shivering dan mental kebingungan.

Hipotermia adalah kebalikan dari hipertermia yang hadir dalam panas kelelahan dan panas stroke.

Klasifikasi
Suhu tubuh normal pada manusia adalah. Hipotermia didefinisikan sebagai setiap suhu tubuh yang di bawah ini. Dibagi menjadi empat derajat yang berbeda, ringan; moderat, parah, dan mendalam pada kurang dari. Ini adalah berbeda dengan hipertermia dan demam yang didefinisikan sebagai temperatur dubur lebih besar dari.

Lain cedera yang berhubungan dengan dingin yang dapat sekarang baik sendiri atau dalam kombinasi dengan hipotermia meliputi:

●Bengkak karena kedinginan yang dangkal ulcers kulit yang terjadi ketika seorang individu yang cenderung berulang kali terkena dingin.
●Frostbite melibatkan beku dan kerusakan jaringan.
●Parit kaki atau Pencelupan kaki ini disebabkan oleh paparan berulang basah, non-beku suhu. Dingin diuresis, mental kebingungan, hiperglikemia, serta hepatic disfungsi mungkin juga ada.

Moderat
Suhu tubuh hasil di menggigil menjadi lebih kekerasan. Otot mis-coordination menjadi jelas. Gerakan lambat dan bekerja, disertai dengan kecepatan tersandung dan ringan kebingungan, walaupun korban mungkin tampak waspada. Permukaan pembuluh darah kontrak lebih lanjut sebagai badan berfokus sumber daya yang tersisa pada menjaga organ-organ vital yang hangat. Korban menjadi pucat. Bibir, telinga, jari tangan dan kaki dapat menjadi biru.

Parah
Suhu tubuh tetes di bawah sekitar menggigil berhenti. Kesulitan untuk berbicara, berpikir lamban dan amnesia mulai muncul; ketidakmampuan untuk menggunakan tangan dan tersandung ini juga biasanya hadir. Proses metabolisme selular ditutup. Di bawah ini, terkena kulit menjadi biru dan bengkak, koordinasi otot menjadi sangat miskin, berjalan menjadi hampir mustahil, dan korban pameran perilaku tidak koheren/irasional termasuk menggali terminal atau bahkan pingsan. Harga pulsa dan respirasi penurunan yang signifikan, tapi cepat detak jantung (ventrikel tachycardia, jantung) dapat terjadi. Organ utama gagal. Klinis kematian terjadi. Karena kegiatan penurunan selular dalam tahap 3 hipotermia, tubuh akan benar-benar memakan waktu lebih lama untuk menjalani otak kematian.

Suhu menurun lebih lanjut fisiologis sistem falter dan denyut jantung, kecepatan pernapasan dan tekanan darah semua berkurang.

Kondisi kulit
Sejumlah kondisi kulit mungkin dikaitkan dengan hipotermia atau dapat terjadi dengan suhu tubuh normal. Ini termasuk: cryopedis dan frostbite.

Paradoks un******ng
Dua puluh lima persen dari hipotermia kematian terkait dengan un******ng paradoks. Ini biasanya terjadi selama moderat hipotermia parah, sebagai orang menjadi bingung, bingung, dan agresif. Mereka mungkin mulai membuang pakaian mereka, yang, pada gilirannya, meningkatkan tingkat hilangnya panas.

Penyelamat yang dilatih dalam teknik-teknik kelangsungan hidup gunung diajar untuk mengharapkan ini, namun, beberapa mungkin menganggap salah bahwa korban perkotaan hipotermia telah mengalami pelecehan seksual.

Satu penjelasan untuk efek ini adalah kerusakan diinduksi dingin hipotalamus, bagian dari otak yang mengatur suhu tubuh. Penjelasan lain adalah bahwa otot-otot kontraktor pembuluh darah periferal menjadi lelah (dikenal sebagai hilangnya vasomotor nada) dan santai, menuju ke gelombang tiba-tiba darah (dan panas) ekstremitas, membodohi orang merasa terlalu hangat. Oleh karena itu jumlah yang mendasari kondisi peningkatan yang risiko termasuk: kondisi yang mempengaruhi penilaian (hipoglikemia), ekstrem usia, jenis kelamin laki-laki miskin kondisi medis yang kronis, pakaian (seperti hypothyroidism dan sepsis), penyalahgunaan zat (etanol khusus memproduksi perifer vasodilasi) yang incapacitates dan lebih cepat mengarah ke suhu tubuh equilibrating dengan lingkungan, tunawisma, dan hidup di lingkungan yang dingin.

Hal ini juga sering terjadi trauma utama. Konsumsi alkohol meningkatkan risiko menjadi hipotermia melalui tindakan sebagai vasodilator. Meningkatkan aliran darah ke tubuh ekstremitas, membuat orang '' merasa '' hangat, sambil meningkatkan hilangnya panas.

Air
Hipotermia terus menjadi pembatas utama untuk menyelam dalam air dingin. Suhu air yang akan cukup masuk akal sebagai suhu udara luar dapat mengakibatkan hipotermia. Suhu air sering menyebabkan kematian dalam satu jam, dan suhu air yang melayang-layang di beku dapat mengakibatkan kematian sebagai hanya 15 menit. Air pada suhu dapat setelah lama terpaparkan mengakibatkan hipotermia.

KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA“PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA E...
09/09/2015

KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA

“PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA“

“PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR”

”PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA“

Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.

3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam

6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.

7. Selesai.

Disahkan bersama dalam Gladian Nasional ke-4 Ujung Pandang, 1974

09/09/2015

TEKNIK SURVIVAL

Guna bertahan hidup di dalam situasi sulit, kita harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar kita dari apa saja yang tersedia di sekitar kita. Maka dari itu perlu penguasaan teknik-teknik survival, diantaranya teknik membuat api, teknik membuat shelter, teknik membuat trap, teknik mendapatkan air, teknik membuat jejak dan isyarat.

1.API

Api tidak hanya berfungsi untuk memasak bahan makanan saja, tetapi juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita. Selain itu dengan perapian kita dapat terhindar dari berbagai binatang. Binatang buas yang takut terhadap api antara lain : serigala, harimau, dan sebagainya.
Untuk menghangatkan tubuh, panas api akan lebih efektif menghangatkan tubuh jika kita membuat beberapa api kecil daripada membuat satu api besar.
Perapian yang baik haruslah diatur sedemikian rupa sehingga kayu dapat terbakar secara merata. Dengan penyusunan perapian yang baik dapat memberikan berbagai fungsi. Selain untuk menghangatkan tubuh, memasak, juga dapat dijadikan alat penghalau binatang.
Untuk mendapatkan perapian yang baik, diperlukan kayu/bahan yang kering dan mudah terbakar. Perapian yang baik biasanya dimulai dari ranting-ranting kecil untuk dijadikan fire starter. Untuk selanjutnya dapat dilanjutkan dengan kayu-kayu yang lebih besar.
Untuk mendapatkan api selain menggunakan alat khusus (korek api/pematik), juga dapat dilakukan dengan cara tradisional. Seperti menggesek-gesekan bahan kering dengan bahan kering lainnya. Letak keberhasilan pembuatan api tradisional yaitu dalam bentuk batang dan jenis bahan/kayu serta cara yang dilakukannya.

Teknik membuat api

Bunga api adalah tahap awal dalam pembuatan api. Selanjutnya ialah mengusahakan untuk menangkap bunga api dengan kawul atau ranting dan daun kering.
A. Mematik
Cara ini dilakukan dengan membenturkan atau menggesekan dua benda keras. Dapat dilakukan dengan dua benda yang sejenis ataupun dengan dua benda yang berbeda jenis. Cara yang dapat digunakan bermacam-macam, yang penting adalah dapat menimbulkan bunga api.
Salah satu caranya adalah dengan memaku kayu bidang datar hingga yang tampak bagian kepalanya saja. Kemudian gesekan/benturkan batu atau logam ke arah kepala paku tersebut. Gesekan dengan sedikit ditekan dan agak cepat hingga menimbulkan bunga api. Kemudian bunga api tersebut dapat ditangkap dengan sabut kering dan sebagainya.

B. Gergaji Api (Fire Saw)
Cara ini membutuhkan tenaga yang cukup besar dan kuat. Cara ini memanfaatkan efek panas akibat gesekan kayu. Metodanya seperti menggergaji kayu dengan kayu lainnya, sehingga menimbulkan bunga api. Biasanya kayu yang digunakan berbeda antara kayu satu dengan kayu yang lainya. Kayu yang dipilih adalah kayu yang empuk sehingga tidak terlalu sulit dalam melakukan penggergajian.

C. Fire Thong
Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, kawul, atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api.

2. SHELTER

Shelter ditujukan untuk melindungi survivor dari pengaruh alam, seperti panas, hujan, angin, dan dingin. Perlindungan ini dapat dibangun dari bahan-bahan yang sengaja dibawa ataupun dari bahan-bahan yang tersedia di alam (kayu, dedaunan, dll).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan shelter adalah :

a. Jangan membangun shelter di tempat yang riskan tergenang air (banjir), seperti di tepi sungai. Walaupun tempat itu terlihat bersih dan kering, akan sangat berbahaya apabila datang hujan.

b. Usahakan dalam pembuatan shelter tidak dibawah pohon yang berdahan rapuh atau di bawah pohon kelapa. Karena dapat membahayakan jika dahan rapuh atau buah kelapa itu jatuh menimpa shelter kita.

c. Tidak di tempat yang dicurigai sebagai sarang binatang buas atau sarang nyamuk/serangga. Karena dapat mengganggu kenyamanan beristirahat.

d. Bahan pembuat shelter harus kuat dan pengerjaannyapun sebaik-baiknya, karena akan mempengaruhi dalam kenyamanan kita.
Contoh barang bawaan yang dapat dijadikan shelter adalah ponco ataupun plastik berukuran kurang lebih 2×2 meter. Karena shelter yang dibangun dari ponco atau plastik kurang sempurna, maka dari itu selain memperhatkan empat hal diatas, perlu memperhatikan arah angin bertiup. Sehingga arah angin bertiup dapat dihalau oleh shelter yang kita bangun.

Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai shelter yaitu gua, lekukan tebing/batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah, dan sebaginya.
Apabila memilih gua harap diyakini bahwa :

- Gua tersebut bukan merupakan sarang binatang
- Gua tersebut tidak mengeluarkan gas beracun. Cara klasik mengetahuinya yaitu dengan menggunakan obor. Apabila obor dapat terus menyala di dalam gua, berarti gua tersebut aman dari gas beracun.
- Gua tersebut terbebas dari bahaya longsor.

3. TRAP

Salah satu keterampilan yang mendukung dalam melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Trap ini digunakan survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya, seperti : karet, kawat, tali, dan sebagainya. Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival kit.
Dalam pembuatan trap, hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat atau tinggal di daerah itu. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap, kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat. Perlu diingat bahwa trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri. Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi mempunyai kekuatan yang baik.
Trap sangat banyak jenis dan macamnya, karena dalam pembuatan trap tergnatung kepada kreasi survivor. Kita akan membahas lima jenis trap yang sering digunakan.

1. Trap Menggantung (Hanging Snare)
Perangkap model menggantung ini biasanya memanfaatkan :
a. Kelenturan dahan pohon.

b. Patok yang diberi lekukan dan dihubungkan dengan tali.

c. Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang lentur dengan patok, sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan lepas dan dahan pohon akan menarik, hingga akhirnya tali akan menjerat.
Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti : kelinci, ayam, bebek, dan lain lain.

2. Trap Tali Sederhana
Untuk binatang yang berukuran kecil, seperti burung dapat digunakan perangkap tali sederhana yang diletakan di atas tanah ataupun digantung. Tali laso yang telah diberi umpan diikatkan pada dahan pohon atau batu yang berat. Sehingga apabila hewan telah terjerat, tidak bisa pergi kemana-mana lagi.

3. Trap Lubang Penjerat
Perangkap ini adalah modifikasi dari perangkap tali dan perangkap lubang. Perangkap ini terdiri dari :

a. Tali laso yang diikatkan pada dahan pohon yang kuat dan diletakan mendatar.

b. Lubang perangkap yang digali, kedalamannya disesuaikan dengan hewan yang akan ditangkap. Mulut lubang disamarkan dengan dedaunan dan laso diletakan di atas dedaunan tersebut.

c. Diberi umpan di atas dedaunan, ditengah laso.

4. Trap Menimpa
Perangkap lain yang ditujukan untuk menangkap binatang kecil lainya adalah perangkap menimpa. Perangkap ini memanfaatkan berat kayu untuk menindih. Model ini dikenal dengan nama Deadfall Snare. Yang diperlukan dalam pembuatan perangkap ini adalah :

a. Batang pohon besar ditumpukan pada kayu pohon lainya yang saling menopang.

b. Kayu pohon penopang yang saling berhubungan dengan batang pohon besar dan jika salah satu tersenggol, maka yang lain akan jatuh dan menimpa.

c. Umpan yang diletakan dekat dengan kayu pohon penopang dan apabila tergerak, maka kayu pohon penopang akan bergeser sehingga batang pohon besar akan jatuh menimpa.

Perangkap ini merupakan kombinasi bentuk lubang perangkap dan perangkap menimpa. Perangkap ini terdiri dari :
- Batang pohon besar untuk menimpa mangsa.
- Kayu pohon yang saling menopang.
- Umpan.
- Lubang perangkap lengkap dengan samarannya
Cara kerjanya hampir sama dengan trap menimpa, tetapi ketika mangsa tertimpa batang, ia akan langsung masuk ke lubang.

4. AIR

Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan manusia akan air lebih besar daripada kebutuhan manusia akan makanan. Manusia bisa bertahan hidup kurang lebih sepuluh hari tanpa makanan. Tetapi tanpa air menusia akan sulit bertahan lebih dari tiga hari. Oleh karena itu kebutuhan akan air mutlak didapatkan oleh survivor. Untuk mendapatkan air, survivor harus pandai dalam menganalisis medan disekitarnya, mencari apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan air. Manusia memerlukan air setidaknya seperempat liter sehari untuk minum.

Di daerah hutan tropis, sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan air. Kita bisa mendapatkan air dari sungai, mata air dan selokan kecil, genangan air di cekungan batu, dan sebagainya. Tetapi pertanyaannya apakah air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan metabolisme manusia? Maka dari itu perlu pengetahuan dalam mencari air untuk diminum dan dimasak.
Berdasarkan sumbernya, air dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu air langsung dan air tak langsung.
Air langsung berarti air bersih yang dianggap aman untuk diminum saat itu juga. Contoh air yang langsung dapat diminum adalah : air sungai, mata air, air hujan yang telah ditampung, dan lain lain.

Air langsung mempunyai ciri fisik yang bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kecuali air yang ditemukan melalui buah atau tumbuh-tumbuhan, seperti buah kelapa.Tetapi air langsung belum tentu juga dapat diminum sekaligus. Karena dikhawatirkan bahwa air itu telah tercemar pupuk kebun penduduk, pestisida, atau bahan kimia lainya. Maka dari itu sebaiknya diteliti dengan seksama terlebih dahulu sebelum meminumnya.

Air tak langsung adalah air yang digolongkan menjadi air yang masih memerlukan proses untuk diminum. Sumbernya terdapat di selokan kecil, genangan air, atau dari tumbuh-tubuhan seperti kantung semar.
Mengetahui sumber air sangat penting, karena kita dapat memprioritaskan air mana yang akan kita simpan di tempat minum untuk diminum dan air mana yang akan kita simpan di tempat air lain untuk mencuci bahan makanan kita.
Misalnya, seorang survivor akan lebih merasa percaya diri apabila meminum air dari mata air daripada meminum air yang ditemukan dari genangan air di bebatuan. Karena dari fisiknya memang air dari mata air memang lebih jernih. Sedangkan air dari genangan belum tentu jernih dan biasanya terdapat sarang serangga yang bertelur di genangan air itu. Maka lebih baik air itu dipakai untuk keperluan lain selain diminum.
Yang tak kalah penting adalah perasaan yakin akan kebersihan air yang akan kita minum. Karena perasaan tidak yakin akan kebersihan air yang kita minum akan memberikan sugesti dan menjadikan gangguan kepada diri kita sendiri.

1. Air langsung
Berikut adalah sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan survival :

a) Hujan
Apabila turun hujan ketika sedang ber-survival, maka sebaiknya kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk menampung air sebanyak-banyaknya. Untuk menampung air hujan, kita dapat memanfaatkan daun yang lebar, bambu, dan sebagainya.

b) Tanaman
Tanaman rambat dan rotan banyak dijumpai di pegunungan dan hutan rimba. Pilihlah tanaman rambat (akar gantung) yang masih segar. Lalu potonglah bagian bawah dari tanaman itu agar air yang terkandung di bagian atas tanaman dapat menetes ke bagian bawah, lalu air yang menetes ditampung di penampungan. Setelah itu baru potong bagian atasnya dengan jarak saru sampai satu setengah meter dari bagian bawahnya. Tanaman rambat ini dapat ditemukan di pohon-pohon besar. Dan satu pohon dapat diambil beberapa tanaman rambat. Sebenarnya air yang didapat dari tanaman rambat ini sedikit, tetapi cukup untuk membasahi tenggorokan.

c) Air sungai dan mata air
Kebanyakan air sungai yang d hutan dapat langsung diminum. Tetapi harap diteliti sebelumnya, apakah di sekitar sungai itu terdapat pembuangan kotoran atau limbah.

d) Air kelapa
Air kelapa merupakan penghapus dahaga yang baik. Air kelapa yang baik adalah kelapa yang masih muda. Biasanya satu buah kelapa berisi air sebanyak hampir satu liter. Usahakan apabila kita meminum air kelapa, harus yang masih baru atau kelapa hasil memetik sendiri. Karena apabila kelapa yang sudah terjatuh biasanya telah tua dan airnya tidak enak dan terkadang bau. Bahkan kemungkinan kelapa yang sudah jatuh adalah bekas makanan bajing, maka disangsikan kebersihannya.

e) Kondensi Tanah
Cara lain dalam medapatkan air adalah dengan memanfaatkan kondensi tanah. Hal ini memanfaatkan uap air tanah dan kemudian ditampung di suatu tempat. Caranya sebagai berikut :
- Galilah tanah dengan kedalaman kira-kira setengah meter.
- Gelarlah plastik untuk menutupi lubang tersebut. Dan ujung-ujungnya ditahan, agar plastik tersebut menutup lubang dengan rapat.
- Beri pemberat di tengah plastik agar plastik agak menjorok ke dalam.
- Sebelumnya letakan wadah penampung air di tengah –tengah lubang.
- Biarkan seharian.

2. Air tidak langsung
Berikut adalah sumber air yang dapat kita manfaatkan tetapi harus kita dibersihkan terlebih dahulu.

a) Lubang air
Air yang berada di tempat ini biasanya bercampur dengan lumpur, potongan ranting atau dedaunan. Untuk memanfaatkannya kita perlu membersihkan dedaunan di permukaan air dengan cara dipungut langsung. Setelah itu diendapkan beberapa saat agar air tidak bercampur dengan lumpur. Setelah itu kita dapat melakukan proses penyaringan. Proses ini akan diterangkan lebih lanjut dimuka.

b) Air yang menggenang
Air yang menggenang dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses penyaringan. Air ini biasanya terdapat di saluran selokan yang telah mengering, celah antara batu karang, cekungan tanah/batu, atau tunggul-tunggul pohon yang telah mati.

Berikut adalah cara menyaring air :
A. Dengan kaos berlapis. Lebih baik apabila kaos itu berwarna putih, sehingga apabila kotor dapat terlihat dan dapat dibersihkan terlebih dahulu.
B. Dengan cara melewatkan air ke dalam rongga bambu yang telah dipotong di kedua ujungnya. Di dasar bambu diberi penyaring seperti kerikil, ijuk, rumput kering atau daun kering.
Air keruh juga dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses pengendapan selama dua puluh empat jam di tempat bersih. Apabila air yang telah diendapkan masih telihat atau terasa kotor, maka dapat dilakukan proses penyaringan beberapa kali. Tetapi cara yang paling aman untuk mendapatkan air bersih adalah setelah dibersihkan lalu air dimasak sampai masak.

Cara lain untuk mendapatkan air bersih adalah dengan membersihkan air yang keruh dengan mencampurkan zat-zat pembersih air yang dapat kita dapatkan di toko kimia. Cara itu sebagai berikut :
A. campurkan tablet Halazone dengan air dan tunggu sepuluh sampai lima belas menit.

B. Campurkan dua hingga tiga tetes Iodine dengan seperempat liter air. Air dapat dimanfaatkan setelah tiga puluh menit.

C. Campurkan beberapa butir garam abu permanganate dengan air secukupnya. Reaksi sterilisasi dapat dilihat kira-kira dalam tiga puluh menit.

D. Campurkan bubuk pembersih (AGS) yang dijual di pasaran dengan air secukupnya.

5. JEJAK DAN ISYARAT

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang survivor untuk terlepas dari keadaan survival adalah membuat jejak dan isyarat. Dengan harapan bahwa ada tim SAR yang akan menerima dan mengerti pesan kita. Dan akhirnya kita dapat terselamatkan.
Membuat jejak dan isyarat memerlukan tekhnik tertentu agar tim SAR dapat mengerti maksud dari jejak dan isyarat yang kita buat. Bahkan ada beberapa sandi internasional untuk memberikan pesan dengan menggunakan media tertentu atau bahasa tubuh.
Tanda yang biasa digunakan sebagai kode isyarat pertolongan adalah dari barang-barang yang berwarna mencolok dari daerah di sekitarnya, agar mudah terlihat. Atau dapat digantungkan di pucuk pohon tertinggi agar SAR udara dapat mengidentifikasinya.
Cara lainya adalah dengan menjemur pakaian yang berwarna mencolok di batu-batuan sungai. Cara ini dinilai efektif karena biasanya tim SAR akan menyisir daerah sungai untuk mencari korban.
Maka dari itu dalam melakukan perjalanan ke hutan, sebaiknya kita membawa barang atau pakaian yang warnanya mencolok seperti warna kuning dan lain-lain.

Address

Kp. Pisangan RT. 011/03 Penggilingan
Jakarta Timur
13940

Telephone

+6289531979218

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAI-LAKASTI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to PAI-LAKASTI:

Share