Saka wanabhakti kwartir ranting majenang 2011

Saka wanabhakti kwartir ranting majenang 2011 Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Saka wanabhakti kwartir ranting majenang 2011, Jalan diponegoro 126, Cilacap Regency.

17/07/2014

salam rimba,..???!!
Buat anak2 satuan karya wanabhakti ttep semangat dan selalu optimis ya,jaga solidaritas dan makin jaya di udara,...

Amiinn

31/12/2013

selamat tahun baru 2014 buat semua rekan saka wanabhakti.
Semoga di tahun ini satuan karya wanabhakti akan lebih maju dan berkembang seperti yang sebelum2nya,...amiinn

31/12/2013

Gimana nih kabar anak2 skwb majenang,ada acara apa buat ntar malem?

29/12/2013

kapan nih angkatan 2011 bisa reunian?

05/11/2012

Materi Pramuka

MENUJU INDONESIA LESTARI,

PRAMUKA BERKARYA DENGAN MEMBIBIT MAHONI (Swietenia mahagoni)

PENDAHULUAN



Buleleng merupakan salah satu kabupaten yang terletak di belahan utara p**au Bali memanjang dari barat ke timur dan mempunyai pantai sepanjang 144 km. Secara geografis terletak diantara 8003’40”- 8023’00” lintang selatan dan 144025’55’’-115027’28” bujur timur. Luas wilayahnya mencapai 1.365,88 km2 (136.588,00 ha) atau 24,25% dari luas wilayah Propinsi Bali dengan kawasan hutan seluas 51.436,21 ha. Potensi luasan hutan tersebut, berdasarkan data statistik kehutanan dan perkebunan kabupaten Buleleng terdapat 605,00 ha lahan sangat kritis, lahan kritis seluas 8.513,00 ha, lahan agak kritis 4.555,00 ha dan 37.186,00 lahan potensial kritis (Dishutbun: 2009).

Keberadaan hutan menjadi prioritas utama pemerintah Buleleng yang dalam hal ini menjadi tupoksi kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) secara khusus, dan seluruh masyarakat Buleleng pada umumnya. Untuk menyukseskan program rehabilitasi dan konservasi lahan, pemerintah telah melakukan berbagai kegiatan penanaman di daerah kawasan hutan maupun luar kawasan seperti Gerakan Penghijauan dan Konservasi Alam (GPKA).

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut perlu didukung dengan persediaan benih berkualitas dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan. penggunaan bibit yang bermutu untuk program penanaman masih sangat terbatas, ini menunjukkan keberadaan sumber bibit yang bermutu menjadi sangat penting. Jumlah sumber bibit pada saat ini masih sangat terbatas, umumnya masih mempunyai kualitas genetik rendah dengan potensi produksi yang rendah p**a. Pembuatan benih oleh masyarakat masih sangat kecil yang disebabkan oleh kurangnya sistem pengelolaan yang cukup. Pembuatan bibit tanaman dengan pola kemitraan antara pihak Dishutbun dengan masyarakat pada umunya dan generasi muda pada khususnya sangat diperlukan dalam perencanaan program pembibitan tanaman. Hal ini perlu dilakukan karena disadari bahwa generasi muda mempunyai peranan penting dan strategis dalam upaya rehabilitasi, konservasi lahan dan pelestarian sumber daya alam (Warta Kwarnas: 2007).

Mengingat gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda dengan menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, dianggap merupakan kelompok masyarakat yang perlu dijadikan mitra untuk mendukung kegiatan pembangunan kehutanan, pelestarian sumber daya alam, dan lingkungan hidup yang diwujudkan dengan pembentukan Satuan Karya Pramuka Wanabakti (Saka Wanabakti) sebagai bentuk kerjasama antara Kwartir Nasional dan Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Kwarnas: 1984).

Berkenaan dengan hal tersebut, Satuan Karya Pramuka Wanabakti Kabupaten Buleleng dalam binaan Kwartir Cabang Buleleng dan Dinas kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng telah menunjukkan kerja nyata dalam mewujudkan hutan lestari melalui kegiatan pembuatan bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) yang dilaksanakan oleh anggota Saka Wanabakti pada gugusdepan/sekolah masing-masing.

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Saka Wanabakti

Lahirnya Saka Wanabakti diawali dengan penandatangan piagam kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Departemen Kehutanan pada tanggal 27 Oktober 1983 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Let. Jen TNI (Purn) Mashudi dan Menteri Kehutanan Kabinet Pembangunan III Republik Indonesia Dr. Soedjarwo. Pembentukan Saka Wanabakti ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.134 Tahun 1983, tanggal 10 Desember 1983. Pada tanggal 19 Desember 1983, Pimpinan Saka Wanabakti ditetapkan dan dilantik oleh Wakil Presiden RI, Umar Wirahadikusamah, pada kesempatan Upacara Puncak Penghijauan Nasional di Desa Pidpid, Karangasem Bali, yang sampai saat ini tanggal tersebut sebagai lahirnya Saka Wanabakti (Saka Wanabakti Nasional: 2005).

Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara (Kwarnas: 1984). Anggota Saka Wanabakti adalah:

pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
pembina Pramuka sebagai Pamong Saka dan instruktur tetap
pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16-25 tahun.

Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida sebagai satuan terkecil dan menjadi wadah kegiatan keterampilan tertentu (Kep. Kwarnas: 1984), yaitu : (1) Krida Tata Wana; (2) Krida Reksa Wana; (3) Krida Bina Wana; (4) Krida Guna Wana. Dalam pelaksanaan operasionalnya, ditentukan upaya pokok dan langkah-langkah pencapaian kecakapan masing-masing krida yang dijabarkan kedalam Syarat Kecakapan Khusus (Duryat, 2005).

Identitas Mahoni

Nama binomial Mahoni adalah Swietenia mahagoni. Klasifikasi ilmiah tentang Mahoni ialah :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)

Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Meliaceae

Genus : Swietenia
Spesies : Swietenia mahagoni (L.) Jacq

Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung, reboisasi dan penghijauan (Anonim, 2010) yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai. Jenis yang tumbuh pada zona lembab; menyebar luas secara alami atau dibudidayakan; jenis asli Meksiko (Yucatan), bagian tengah dan utara Amerika selatan (Wilayah Amazona)

Pohon selalu hijau dengan tinggi antara 30-35 cm. Kulit berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi coklat tua, menggelembung dan mengelupas setelah tua. Daun bertandan dan menyirip yang panjangnya berkisar 35-50 cm, tersusun bergantian, halus berpasangan, 4-6 pasang tiap-daun, panjangnya berkisar 9 – 18 cm. Bunga kecil berwarna putih, panjang 10-20 cm, mulai bercabang. Buah kering merekah, umumnya berbentuk kapsul bercuping 5, keras, panjang 12-15 cm, abu-abu coklat, dan halus. Bagian luar buah mengeras, ketebalan 5-7 mm bagian dalam lebih tipis. Dibagian tengah mengeras seperti kayu, berbentuk kolom dengan 5 sudut yang memanjang menuju ujung. Buah akan pecah mulai dari ujung atau pangkal pada saat masak dan kering. Biji menempel pada kolumela melalui sayapnya, meninggalkan bekas yang nyata setelah benih terlepas. Umumnya setiap buah terdapat 35 -45 biji. Kayu Mahoni ini termasuk bahan mebel bernilai tinggi karena dekoratif dan mudah dikerjakan. Dalam sistem agroforestry digunakan sebagai tanaman naungan dan kayu bakar.

Pembuatan Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni)

Kegiatan ini dilaksanakan selama rentang waktu 6 bulan antara Agustus 2009 hingga Februari 2010 dengan dana berasal dari kas Wanabakti dan donator yang sifatnya tidak mengikat. Pembuatan Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) oleh anggota Saka Wanabakti Kwartir Cabang Buleleng meliputi beberapa tahap kegiatan yaitu: (1) tahap persiapan dengan tujuan mempersiapkan serta memberi pengetahuan awal kepada anggota tentang teknik pembuatan bibit dengan kualitas unggul. Tahap persiapan ini meliputi penyusunan rencana dan jadwal pembibitan, penentuan lokasi dan penyediaan sarana dan prasarana; (2) tahap pelaksanaan yaitu melaksanakan kegiatan pembuatan bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) di gugusdepan masing-masing sesuai teori yang diberikan meliputi pengadaan biji, penaburan biji, penyapihan, pemeliharaan dan pengangkutan; (3) Tahap evaluasi yaitu pengecekan/pemantauan hasil kegiatan pembibitan ke masing-masing gugusdepan oleh instruktur saka guna mengetahui hasil dan kendala yang dihadapi (Panitia Pelaksana: 2010). Adapun langkah-langkah dalam membuat bibit sebagai berikut.

Pengadaan biji

Untuk memperoleh produktivitas kayu dan mutu tegakan yang tinggi perlu diupayakan pemakaian bibit yang baik. Bibit yang baik diperoleh dari tegakan benih yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan biji :

Diambil dari pohon yang pertumbuhannya baik dan jelas asal usulnya
Bermutu baik, sehat dan tidak terserang hama penyakit

Penaburan biji

Sebelum dilakukan penaburan, sayap biji digunting. Media tabur yang digunakan adalah tanah dicampur pasir dengan perbandingan 2 : 1, kemudian disaring dengan kawat saringan berukuran 2 mm. Sebelum dipakai sebaiknya media tersebut disterilkan terlebih dahulu. Untuk mencegah serangan hama-penyakit, bedeng tabur dibuat setinggi ± 1 meter dari permukaan tanah. Penaburan benih dilakukan secara merata ke seluruh permukaan media dengan jarak 2 x 1 cm pada bedengan tabur ukuran 5 x 1 m atau 2 x 1 m. Biji ditanam tanpa sayap dengan bagian biji yang tebal sebelah bawah. Bedeng tabur diberi naungan.
Cara lain penaburan biji dapat dilakukan ke kontainer atau kantong plastik yang sudah diberi lubang-lubang kecil. Pada cara ini tidak diperlukan penyapihan bibit, tetapi diperlukan penyulaman pada kantong plastik yang bijinya tidak tumbuh. Perlakuan selayaknya sama seperti bibit yang disapih. Untuk menjaga kelembaban pada bedeng tabur, harus dilakukan penyiraman secara hati-hati.

Penyapihan

Benih mulai berkecambah ± pada hari ke 5 setelah penaburan. Pada umur 2-3 minggu atau kecambah sudah mempunyai 2-4 helai daun dapat dipindahkan ke dalam kantong plastik dengan ukuran 8 x 15 cm yang telah diisi media dengan alat penjepit (Dephut: 2007). Media yang digunakan beragam, yang penting media tersebut berareasi baik dan cukup mengandung hara mineral, antara lain dapat berupa campuran tanah humus dan pasir atau tanah mineral, kompos dan pasir. Komposisi yang umum dipakai adalah campuran pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 7 : 2 : 1.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyapihan bibit antara lain :

Pencabutan semai dari bedeng tabur harus hati-hati dan akar tidak boleh patah
Semai ditanam dalam kantong plastik atau kontainer lain berdiri tegak dan akar semai jangan melipat.
Semai terhindar dari luka
Penyapihan dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan dilakukan dibawah naungan (sarlon)

Bibit persemaian siap ditanam di lapangan setelah berumur ± 5 bulan. Ukuran tinggi bibit ± 25 cm (dari pangkal batang sampai ujung daun), bagian batang bibit berkayu, diameter bibit > 2 mm, sehat dan segar.

Pemeliharaan dan Pengangkutan

Untuk memperoleh bibit yang berkualitas baik dalam jumlah yang memadai, perlu dilakukan pemeliharaan setelah kegiatan penyapihan. Kegiatan ini berupa penyiraman, penyiangan dan pemupukan. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secara hati-hati, menggunakan sprayer gendong dengan butiran air halus (kabut). Penyiangan terhadap gulma yang tumbuh pada kantong plastik dilakukan setiap hari. Pemupukan pertama dengan NPK dilakukan sewaktu mencampur media tumbuh dengan dosis 1 gram (1 sendok teh) setiap kantong. Pemupukan kedua dan selanjutnya dilakukan setiap bulan dengan dosis yang sama.

Sebelum bibit diangkut ke lapangan terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk memilih bibit yang baik. Bibit yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan selama 2-3 hari di tempat penampungan, dengan maksud memberi waktu bagi bibit untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tempat tumbuh yang baru. Terhadap bibit ini perlu dilakukan perawatan seperti di persemaian, sehingga kondisi bibit tetap sehat dan segar. Dalam pengangkutan bibit agar diupayakan dalam pengangkutan bibit ke lapangan seaman mungkin dengan menyimpan bibit pada rak angkut (Dephut: 2006).

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, yaitu setelah curah hujan cukup merata. Pada saat bibit ditanam, kantong plastik dilepas secara hati-hati supaya media tumbuh tetap utuh. Kemudian bibit dimasukkan kedalam lubang yang telah disiapkan, ditutup kembali dengan tanah serta dipadatkan. Jarak tanam diatur seperti yang dianjurkan dalam rencana.





Gambar 1. Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni)

Sumber: Panitia Pelaksana

Hasil dilapangan menunjukkan bahwa kegiatan pembuatan bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) guna menghasilkan bibit dengan kualitas unggul dapat terlaksana dengan cukup baik. Sebanyak 70% atau 350 bibit Mahoni dapat dihasilkan dari 500 biji yang disemai. Benih yang tidak dapat tumbuh disebabkan oleh adanya genangan air akibat hujan serta penyiraman yang berlebihan. Bibit tersebut oleh anggota Saka Wanabakti Kwartir Cabang Buleleng disumbangkan kepada sekolah melalui penghijauan lingkungan, diberikan kepada guru dan ditanam pada areal kebun anggota sehingga dapat bermanfaat secara langsung terhadap pelestarian lingkungan (Panitia Pelaksana, 2010).

SIMPULAN

Berdasarkan pembahahasan diatas, simp**an yang dapat disampaikan bahwa pramuka satuan karya pramuka Wanabakti Kwartir Cabang Buleleng memiliki peran startegis dalam upaya terhadap kepedulian hutan menuju Indonesia lestari yang diwujudkan melalui kegiatan pembuatan bibit Mahoni (Swietenia mahagoni).

DAFTAR PUSTAKA



Anonim, 2010. Pembuatan Bibit. Tersedia pada http://www.bpprejotangantulungagung.co.id Diakses pada tanggal 20 Februari 2010.

Departemen Kehutanan, 2006. Penanganan Bibit. Pusat Standarisasi dan Lingkungan. Jakarta.

Departemen Kehutanan, 2007. Petunjuk Teknis Pembuatan Bibit Desa Pekraman (makalah tidak diterbitkan). Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar. Denpasar.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan. 2009. Data Statistik Kehutanan dan Perkebunan. Buleleng.

Duryat, 2005. Kehutanan Umum dan Saka Wanabakti. Saka Wanabakti Tingkat Nasional. Jakarta.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 1984. Keputusan Ketua Kwartir Nasional No. 05 tahun 1984 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan karya Pramuka Wanabakti. Jakarta.

Panitia Pelaksana, 2010. Laporan Pertanggungjawaban Pembuatan Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) Tahun 2009. Buleleng: Dewan Saka Wanabakti Kwartir Cabang Buleleng.

Saka Wanabakti Nasional. 2005. Materi Pelengkap Krida Binawana. Jakarta: Sekretariat Pimpinan Saka Wanabakti Nasional.

Warta Kwarnas. 2007. Kader Pramuka Sangat Diperlukan Dalam Merehabilitasi dan Melestarikan Sumber Daya Alam. Jakarta.
Like
Be the first to like this.
Leave a Reply

Dinas Kehutanan
Pemkab Buleleng
Kwarcab Buleleng
Blog Stats
349 hits
Top Posts & Pages
Materi Pramuka
November 2012 M T W T F S S
« Feb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

05/11/2012

Pengurus Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional Dilantik

27/10/2011 12:52
SIARAN PERS
Nomor :S.502/PHM-2/2011

Pengurus Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional Dilantik

Pimpinan Satuan Karya (SAKA) Pramuka Wanabakti Tingkat Nasional Masa Bakti 2011 – 2013 yang diketuai oleh Ir. I Made Subadia Gelgel MSc, telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 165 Tahun 2011, dan telah dilantik oleh Pimpinan Kwarnas pada tanggal 25 Oktober 2011 bertempat di Ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabakti. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan, para pejabat di lingkungan Kementerian Kehutanan serta perwakilan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan minta agar Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional yang baru dilantik ini segera bekerja keras untuk membangun Saka Wanabakti dan membina generasi muda para anggota Saka Wanabakti untuk semakin peduli dengan masalah kehutanan. Disebutkan oleh Menteri Kehutanan bahwa pada tanggal 28 Nopember 2011 nanti akan dilaksanakan upacara puncak Hari Menanam Pohon Indonesia yang untuk tingkat Nasional akan dilaksanakan di Bukit Merah Putih Sentul Bogor dan akan dihadiri oleh Presiden. Upacara tersebut juga akan dilaksanakan secara serentak di tiap Provinsi dan Kabupaten. Menteri Kehutanan meminta kepada Pimpinan Kwartir Nasional dan Pimpinan Saka Wanabakti agar para anggota Pramuka dapat berpartisipasi aktif dalam acara tersebut.

Pimpinan Kwartir Nasional dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka di Indonesia saat ini telah memiliki payung hukum yang lebih kuat dengan diundangkannya UU No. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Kepada para pimpinan Saka Wanabakti yang baru dilantik diminta untuk mempelajari Undang Undang tersebut untuk langkah langkah pengembangan Saka Wanabakti lebih lanjut. Setelah upacara pelantikan, dilaksanakan Orientasi Kepramukaan bagi Pimpinan Saka Wanabakti yang baru dilantik, dengan materi tentang ke-Saka-an.

Jakarta, 26 Oktober 2011

KEPALA PUSAT HUMAS,
ttd
MASYHUD
NIP.19561028 198303 1 002
Share

14/10/2012

hmmmmm

21/08/2012

salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan
salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan
salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan
salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan
salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan
salam rimbawan...
hijau hutanku, segar udara yang kuhirup kini hampir tidak kurasakan.. semua hampir sirna dengan seiring penebangan dan pembukaan hutan terus menerus, hutan gundul, tanah gersang, air kering.. semua adalah dampak dari kerusakan hutan yang terus berlangsung tanpa henti.. aku merasa bahwa kita para rimbawan dapat menghentikan semua ini walaupun diarasakan berat.. kita rimbawan musti kompak untuk melestarikan hutan kita kembali. semua bidang kehutanan dipegang oleh para rimbawan, jadi perbuatlah sesuatu yang dapat menjadikan hutan kita hijau kembali, walaupun membutuhkan waktu yang lama.. jiwa rimbawan yang dulu kita sanjung kini mulai terkikis, entah karna rupiah ataupun karna tekanan atasan.. jiwa rimbawan yang dulu sangat idelais melekat pada diri kita kini mulai sirna.. biar kita miskin asal hutan kita jaya.. tumbuhkan rasa itu kembali.. hidup rimbawan

SATUAN KARYA PRAMUKA WANABAKTI (SAKA WANABAKTI).APAKAH SAKA WANABAKTI ITU?Adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang me...
09/08/2012

SATUAN KARYA PRAMUKA WANABAKTI (SAKA WANABAKTI).

APAKAH SAKA WANABAKTI ITU?

Adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah Pendidikan di bidang Kehutanan dan lingkungan hidup bagi anggota Pramuka agar mereka dapat membantu, membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat bangsa dan negara.

KAPAN DIBENTUKNYA?

Diawali dengan penandatangan piagam kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Departemen Kehutanan pada tanggal 27 Oktober 1983 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Let. Jen TNI (Purn) Mashudi dan Menteri Kehutanan Kabinet Pembangunan III Republik Indonesia Dr. Soedjarwo.

Pembentukan Saka Wanabakti ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.134 Tahun 1983, tanggal 10 Desember.

Pada tanggal 19 Desember 1983, Pimpinan Saka Wanabakti ditetapkan dan dilantik oleh Wakil Presiden RI, Umar Wirahadikusamah, pada kesempatan Upacara Puncak Penghijauan Nasional di Desa Pipit, Karang Asem-Bali, yang sampai saat ini tanggal tersebut sebagai lahirnya Saka Wanabakti.

APAKAH KEGIATANNYA?

1. Bidang Kehutanan secara umum yang menunjang Program Pembangunan Nasional dibidang Kehutanan.

2. Bidang Lingkungan hidup

3. Bidang Kehutanan yang dituang dalam jenis Krida

4. Bakti kepada masyarakat dalam rangka pelestarian hutan, tanah dan air.

Bapak Presiden Soeharto berpesan kepada generasi muda memulai Saka wanabakti. Pada peresmian Arboretum Wana Wisata Cibubur.

Cibubur, 14 Agustus 1985

Soeharto

LAMBANG SAKA WANABAKTI


Sesuai dengan SK Nomor : 017/KN/Tahun 1996 Tentang Perubahan lambang (Badge) saka Wanabakti

Bentuk :

Segi lima sisi ukuran 5 cm Isi lambang

a. Gambar Lambang Departemen Kehutanan

b. Gambar Lambang Gerakan Pramuka

c. Tulisan huruf Kapital berbunyi Saka Wanabakti


Warna dan Artinya :

a. Warna dasar cokelat, melambangkan tanah yang berkat usaha-usaha penghijauan, reboisasi dan konservasi tanah dan usaha lainnya yang dilakukan terus menerus.

b. Pohon Hijau adalah lambang kesuburan dan kemakmuran bumi.

c. Pohon dan akar berwarna hitam, melambangkan hutan sebagai sarana penunjang pembangunan Nasional perlu dikelola secara produksi dan lestari.

d. Gambar berwarna biru,melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air yang sangat penting artinya mengingat air adalah salah.

Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.


Anggota Saka Wanabakti adalah :

Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka dan instruktur tetap
Pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16-25 tahun.

Syarat menjadi Anggota Saka Wana Bakti :

Membuat pernyataan tertulis secara sukarela untuk menjadi anggota Saka Wanabakti.
Untuk calon anggota Gerakan Pramuka dan Pramuka Penegak serta Pramuka Pandega, mendapat izin tertulis dari orang tua/wali, pembina Satuan dan Pembina Gugusdepan.
Untuk Pamong Saka mendapat persetujuan dari Pembina Gugusdepannya dan telah mengikuti Kursus Pembina Pramuka tingkat Dasar.
Instruktur tetap memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan di bidang Saka Wanabakti.
Pamong Saka dan Instruktur tetap, diangkat oleh Kwartir Cabang.
Sehat jasmani dan rohani
Sanggup mentaati semua peraturan yang berlaku.

Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu :

Krida Tata Wana
Krida Reksa Wana
Krida Bina Wana
Krida Guna Wana.

Krida Tata Wana, terdiri atas 3 (tiga) SKK :

SKK Perisalah Hutan
SKK Pengukuran dan Pemetaan Hutan
SKK Penginderaan Jauh.

Krida Reksa Wana, terdiri atas 13 (tiga belas) SKK :

SKK Keragaman Hayati
SKK Konservasi Kawasan
SKK Perlindungan Hutan
SKK Konservasi Jenis Satwa
SKK Konservasi Jenis Tumbuhan
SKK Pemanduan
SKK Penulusuran Gua
SKK Pendakian
SKK Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
SKK Pengamatan Satwa
SKK Penangkaran Satwa
SKK Pengendalian Perburuan
SKK Pembudidayaan Tumbuhan.

Krida Bina Wana, mempunyai 7 (tujuh) SKK :

SKK Konservasi Tanah dan Air
SKK Perbenihan
SKK Pembibitan
Penanaman dan Pemeliharaan
SKK Perlebahan
SKK Budidaya Jamur
SKK Persuteraan Alam.

Krida Guna Wana, mempunyai 6 (enam) SKK :

SKK Pengenalan Jenis Pohon
SKK Pencacahan Pohon
SKK Pengukuran Kayu
SKK Kerajinan Hutan Kayu
SKK Pengolahan Hasil Hutan
SKK Penyulingan Minyak Astiri.

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Wanabakti adalah agar para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega :

Memiliki rasa cinta dan tanggungjawab terhadap hutan dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung didalamnya, serta kesadaran untuk memelihara dan melestarikannya.
Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kehutanan yang dapat mengembangkan pribadinya.
Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi segala tantangan hidup dalam hutan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelestarian hidup.
Memiliki disiplin dan tanggungjawab yang lebih mantap untuk memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Saka Wanabakti secara positif, berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga berguna bagi pribadinya, masyarakat bangsa dan negara.
mampu menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan kecakapannya kepada Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang serta anggota lainnya.


Referensi : http://swbjogja.blogspot.com/2011/12/sejarah-saka-wanabakti.html

Adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah Pendidikan di bidang Kehutanan dan lingkungan hidup bagi anggota Pramuka agar mereka dapat membantu, membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat bang...

Address

Jalan Diponegoro 126
Cilacap Regency
53257

Telephone

087736735891

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Saka wanabhakti kwartir ranting majenang 2011 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share