Catatan Kecil Untuk Masuk Surga

Catatan Kecil Untuk Masuk Surga Kepuasan anda adalah prioritas kami Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Dijelaskan dalam Alquran
Surah Al Isra:36

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. (Al Isra:36)”

Penjelasan

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…….”
Maksudnya, jangan mengikuti apa yang tidak kamu ketahui dan tidak penting bagimu. Jika kita memiliki pengetahuan, maka manusia boleh menetapkan suatu hukum ber

dasarkan pengetahuannya itu. (Tafsir Imam Qurthubi)

“…….Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”
Maksudnya masing-masing dari semua itu ditanya tentang apa yang dilakukannya. Hati ditanya tentang apa yang dia pikirkan dan dia yakini. Pendengaran dan penglihatan ditanya tentang apa yang dia lihat, dan pendengaran ditanya tentang apa yang ia dengar. Semua anggota tubuh akan diminta pertanggungjawaban di hari kiamat. (Tafsir Imam Qurthubi, Ibnu Katsir.) Allah SWT melarang mengatakan sesuatu tanpa pengetahuan, bahkan melarang p**a mengatakan sesuatu berdasarkan zan (dugaan) yang bersumber dari sangkaan dan ilusi (Tafsir Ibnu Katsir)

“Dan janganlah kamu mengikuti (Al-qafwu, maknanya adalah al-ittiba’ yaitu mengikuti) apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang…”
Hikmah dari ayat ini adalah memberikan batasan-batasan hukuman, karena banyak kerusakan yang disebabkan oleh perkataan yang tanpa dasar. Janganlah kamu mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak kamu ketahui ilmunya, dan janganlah kamu mengucapkan aku melihat ini padahal aku mendengar ini padahal kamu tidak mendengarnya. Firmannya ,”Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”
Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui ilmunya, karena Allah Ta’ala akan menanyakan anggota badan ini pada hari Kiamat tentang apa yang telah di ucapkan oleh pemiliknya atau yang dikerjakannya maka dia akan bersaksi dengan apa yang dia ucapkan atau yang dikerjakan dari perkataan dan perbuatan yang dilarang. Haram berkata atau berbuat tanpa didasari oleh ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. Dan Allah Ta’ala akan menanyakan seluruh anggota badan dan meminta persaksiannya pada hari Kiamat. (Tafsir Al Aisar)

Bahaya Berkata ataupun Beramal Tanpa Ilmu
Maka ayolah kita Mengaji Quran Hadist dengan sungguh-sungguh.

30/05/2021
17/05/2021
09/05/2021
09/05/2021

⛔ PENYAKIT BERUMAH TANGGA

1. KUTILAN :
KURANG TAHU ILMU PERNIKAHAN.

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya. Rasulullah bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki ALLAH kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”
(HR. Bukhari)

2. KUTUAN :
KURANG TAHU ARAH DAN TUJUAN PERNIKAHAN.

Tujuan pernikahan Seperti dalam Surah Rum ayat 21, adalah Supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi saling membahagiakan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram... (Ar-rum: 21)

3. KUSTA :
KURANG SABAR MERAIH CITA.

Naik tangga mesti dari Tangga pertama dulu !
Kebanyakan kita ingin langsung Sampai ditangga puncak.

Tentu tidak mungkin ! Maka sabarlah berproses dalam berumah tangga insyaa ALLAH akan sampai p**a ketangga puncak akhirnya. ALLAH berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada ALLAH supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan: 200)

4. KUDIS :
KURANG URUS DUIT SELALU HABIS.

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa Menahan diri untuk belanja yang Tidak Penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sifat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.

Maka cakap lah dalam Mengelola uang,dan Tidak Boros. Insyaa ALLAH keluarga akan damai dan mapan.
ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

5. KANKER :
KANTONG KERING

Karena boros, karena Malas, karena tidak mau Belajar untuk cerdas akhirnya Miskin. Maka keadaan miskin akan banyak Bisikan setan, banyak Percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, Jangan boros dan Bekerja keraslah insyaa ALLAH kita akan terbebas dari Kemiskinan yang sangat menyesakan:
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran”
( Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

6. SEMBELIT :
SEDEKAH DAN MEMBERI SANGAT SULIT.

Jika seluruh anggota Keluarga Pelit maka Rejeki akan sulit.

Jikapun ada keluarga yang Pelit tapi Rezeki terus Melangit pasti itu ISTIDRAJ.
Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh Kebaikan dan Keberkahan.
Rasulullah bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik -dan Alloh tidak akan menerima kecuali yang baik- maka Alloh akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

7. MERIANG :
“MENENGOK” ISTRI ATAU SUAMI JARANG

Salah satu Hak pasangan yang jadi Kewajiban bagi pasangan lainnya yang mesti ditunai oleh masing-masing Pasangan adalah Kebutuhan badaniyah.
Maka jika Hal ini diabaikan akan menjadi celah Keretakan. Makanya ALLAH memerintahkan dalam Al-Qur’an:

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

8. TIPES :
TIDAK PEDULI PERASAAN.

Tidak saling Pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing Pasangan akan membuat Pasangan saling Menyakiti dan Tersakiti.
Rasulullah Shallallahu bersabda:

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan keluarga.”
(HR Ibnu Majah)

9. MALARIA :
MENCARI LAIN PRIA/MENCARI LAIN WANITA.

Penyakit berumah tangga lainnya adalah Sifat Bosan kepada Pasangan. Baik bosan kepada Fisiknya, Sikapnya dan Kebersamaannya. Maka jika tidak bisa Menundukan rasa bosan itu.
Akhirnya ada yg Sampai berbuat Selingkuh dgn Mencerai atau menggugat cerai.
Yang sedang berfikir untuk cerai Takutlah sabda nabi :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

10. KURAP :
KURANG RAPIH.

Banyak istri dan suami Tergoda kepada selain Pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan Kerapihan, Kebersihan, Kepantasan dan Keindahan.

Maka Perbaikilah Penampilan kita dengan tampil didepan Pasangan kita Dengan Tampilan Terbaik. Rasulullah bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

11. MUAL :
MENGABAIKAN URUSAN HALAL.

Jika suami/ istri sudah Ngaji, sudah Umrah, sudah Haji dsb tapi masih tetap Bermasalah dirumah tangganya.
Maka periksalah Kehalalan rejeki keluarganya, karena rejeki Haram Pembawaannya Panas.

Rasulullah bersabda:

َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

"Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

12. JERAWAT :
JARANG BERDOA LEWAT SHALAT.

Jangan sepelekan Doa Untuk Kebaikan berumah tangga. Karena Doa adalah Energi yg menghidupkan keluarga, Doa adalah benteng yg Melindungi Keluarga,
Doa adalah embun yang akan Menyejukan keluarga. Amalkanlah doa ma'tsur dari al-qur'an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

Semoga Kita Dijauhkan Dari Pemyakit² Rumah Tangga seperti Keadaan Diatas.
Dan Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Anugerahi kita dengan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah

آميــــن يَااَللَّهُ يَا رَبَّ العَالَمِيــــنَْ 🤲

07/03/2021

Assalamu'alaikum wr wb.🙏🏻

27/04/2020

*Saat ini banyak musibah, jangan lupa do'a ini saat melihat musibah menimpa siapa saja.*

Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاَءٍ فَقَالَ

*الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً*

إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ

“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan (doa diatas)

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.

Kalau kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” (HR. Tirmidzi, no. 3431; Ibnu Majah, no. 3892.)

01/06/2018

Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat pada hati dan amalan kalian.

15/07/2017

Yaa Muqollibalqulubb tsabbitquluubana 'alaa dinika
"Wahai dzat yang membolak balikkan hati tetapkanlah hati kami dalam agamaMu"

30/06/2017

"Barang siapa yang berpuasa di bulan Romadhon lalu mengikutkan enam hari di bulan Syawal, maka dia seakan-akan puasa satu tahun."

SUAMI ISTRI WAJIB BACA NIHistri : Abang, aku mau kerja!”suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tug...
25/12/2016

SUAMI ISTRI WAJIB BACA NIH

istri : Abang, aku mau kerja!”

suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”

istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”

suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”

istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”

suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”

istri : “Apa-apaan sih?”

suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”

istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”

suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”

istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”

suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi p**a, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”

istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”

suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”

istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”

suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”

istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”

suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”

istri :“Apa, Bang?”

suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”

istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”

suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”

istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”

suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”

istri :“Apa?”

suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”

istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”

suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”

istri : “Tapi, Bang?!”

suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”

istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”

suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”

istri : “Kalau tidak kaya?”

suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”

istri : “Apa, Bang?

suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu s**a. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”

*

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia s**a (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

“Dunia adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]

Address

Bogor

Telephone

+6281259705293

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Catatan Kecil Untuk Masuk Surga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Catatan Kecil Untuk Masuk Surga:

Share