20/02/2015
“AWAL KARIR KABINET KERJA”
Hidup mahasiswa !! Hidup bangsa Indonesia !!
Pemerintahan baru telah menebar benih kepercayaan rakyat, kepemimpinan jokowi & jk diharapkan dapat memberikan kesejahteraan dengan adanya VISI MISI serta 9 Agenda prioritas (Nawacita). Kami Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung dalam hal ini menanggapi, mengkritisi serta mengawal pelaksanaan (nawacita) tersebut. terlebih dengan apa yang terjadi akhir – akhir ini dalam pemerintan Jokowi & Jk kami menyoroti dua point penting dalam 9 Agenda prioritas kerja (Nawacita). Yaitu ;
1. Kami akan membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
2. Kami akan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
Pada pelaksanaannya diawal kepemimpinan jokowi & jk kedua point diatas dinodai oleh kisruh yang terjadi antara dua lembaga besar yaitu KPK & POLRI. Ini semua berawal dari penunjukan Komjen (BG) Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Sutarman sebagai Kapolri sebelumnya kepada DPR oleh Presiden Jokowi. Tiga hari setelah pengesahan pencalonan komjen (BG) Budi Gunawan (13/01/2015) KPK menetapkan komjen (BG) Budi Gunawan sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Selang sehari setelah penetapan komjen (BG) Budi gunawan sebagai tersangka DPR (komisi III) menyatakan (BG) lulus uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon tunggal kapolri (14/01/15). terkait penetapan tersangka kepada dirinya, (BG) mendaftarkan gugatan praperadilan penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (19/01/15). Kisruh ini semakin memuncak dengan penangkapan wakil ketua KPK (BW) Bambang widjajanto oleh Bareskrim Polri (23/01/2015) dengan tuduhan memerintahkan saksi sengketa pilkada Kota Waringin Barat Bersumpah palsu. Selain itu ketua KPK Abraham samad ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen begitupun dengan para komisioner KPK yang lain dilaporkan dengan tuduhannya masing-masing. Kedua institusi ini seolah – olah saling serang dengan koridor kerja & fungsi masing – masing. Sehingga mengakibatkan masyarakat menuntut jokowi bersikap tegas terhadap kisruh tersebut. Pada akhirnya jokowi membentuk tim 9 untuk merumuskan/merekomendasikan solusi kisruh antara dua lembaga ini. Tepat tanggal (16/02/15) Majelis hakim PN Jakarta selatan mengabulkan gugatan Budi Gunawan dan menyatakan penetapannya sebagai tersangka tidak sah dan bersifat mengikat secara hukum. Dua hari berselang, akhirnya Presiden Jokowi mengeluarkan beberapa keputusan. Yaitu ;
1. Membatalkan Pelantikan Calon Kapolri Budi Gunawan dengan menunjuk Badrodin Haiti sebagai Calon Kapolri Baru,
2. Menonaktifkan dua Pimpinan KPK Abraham Samad & Bambang Widjojanto karena terkait penetapan tersangka,
3. Mengeluarkan Perpu dengan Menunjuk tiga pimpinan KPK sementara (PLT) yaitu ; taufiqurachman ruki, indryanto seno adji & johan budi
Menanggapi kisruh serta Keputusan Presiden Jokowi tersebut. Kami Badan Eksekutif
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung mengajak Seluruh Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Untuk ;
1. Senantiasa mengawasi jalannya roda pemerintahan jokowi & jk agar sesuai dengan VISI MISI dan 9 Agenda prioritas Kerja (Nawacita)
2. Senantiasa Mengawal setiap Kebijakan Pemerintah jokowi & jk
3. Mendukung keberlangsungan KPK & POLRI serta terbebas berbagai unsur – usur kepentingan politik & mafia Hukum
4. Tidak terprovokasi atas kisruh yang terjadi saat ini
5. Mendukung penegakan hukum yang bersih, adil serta tidak memandang jabatan/kekuasaan
Maka dari itu, mari kita sama – sama untuk menjalankan fungsi mahasiswa sebagai social control agar bangsa ini terbebas dari kepentingan kelompok, mafia hukum & koruptor. Terlebih banyak permasalahan – permasalahan besar lain yang harus diselesaikan pemerintah.
# Pertanian # Ekonomi dll
Ttd
KETUA BEM KEMA POLBAN KABINET HARMONI 2015