Aliansi Revolusioner Alumnus Unisba

Aliansi Revolusioner Alumnus Unisba Mantan Pembina DPP Mahasiswa Pancasila (Mapancas), Sachrial, menyebut, umat Islam bagaikan satu raga.

Jika salah satu bagian tubuh sakit, maka tubuh lain jg rusak

07/05/2026

Mahfud MD dan Komisi Percepatan Reformasi Polri baru saja diterima langsung oleh Presiden Prabowo.

Mereka menyerahkan laporan setebal 3.000 halaman dalam 10 buku yang merangkum apa yang salah dengan Polri dan bagaimana memperbaikinya.

Dan satu kalimat Prabowo yang paling mengejutkan Mahfud:

"Yang harus kita perbaiki bukan hanya Polri.
TNI juga. Kejaksaan juga.
Pengadilan juga.
Birokrasi juga."

Diskusinya tidak seperti yang dibayangkan dan ini yang paling menarik:

Mahfud mengakui dia datang dengan ekspektasi sekadar menyerahkan laporan lalu p**ang.

Yang terjadi:
diskusi akademik dua setengah jam.
Prabowo tidak menerima laporan dengan anggukan.
Dia melawan gagasan dengan gagasan.

"Pak Prabowo sangat gembira dan mengajak diskusi seperti profesor.
Ilmiah sekali.
Gagasan dilawan dengan gagasan."

Dan hampir semua rekomendasi diterima oleh Presiden.

Sembilan masalah kultural Polri yang diungkap komisi dan ini yang paling mengejutkan:

Inilah jeroan laporan 3.000 halaman itu.
Sembilan budaya negatif yang ditemukan di lapangan dan harus diubah:

Pertama — kekerasan.

Kasus Ririn di Polres Indramayu disebut langsung. Seseorang yang tidak membunuh dipaksa mengaku membunuh sampai kakinya patah.
Pengakuan dipaksakan agar kasus bisa P21.
Ini bukan anomali ini ditemukan secara sistematis di lapangan.

Kedua — militeristik.

Polri seharusnya polisi sipil.
Tapi atribut, cara komando, dan budaya hierarki yang ada sekarang lebih mirip militer.
Ini harus diubah fundamental bukan hanya soal warna seragam.

Ketiga — korupsi.

Masuk daftar.
Sudah bukan rahasia.
Tapi sekarang ada di laporan resmi 3.000 halaman.

Keempat — flexing dan patronase.

Budaya pamer kekayaan dan mencari cantolan atau ordal untuk naik jabatan.
Menjilat ke atas, menginjak ke bawah.

Kelima — silent blue.

Istilah untuk budaya saling melindungi sesama anggota. Ketika polisi melanggar rekannya diam. Institusi menutup mata.
Pelanggar dilindungi, pelapor disingkirkan.

Keenam — fanatisme korps.

Loyalitas buta kepada institusi melebihi loyalitas kepada hukum dan kebenaran.

Ketujuh — impunitas.

Polisi yang melanggar hukum dihukum lebih ringan atau tidak dihukum sama sekali.
Atasan membunuh bawahan, kasusnya menghilang.

Kedelapan — menghalalkan segala cara.

Mengkriminalisasi orang yang tidak bersalah untuk memenuhi target.
Penyiksaan untuk mendapat pengakuan. Manip**asi bukti.

Kesembilan — kultur hedonis dan target angka.

Ukuran keberhasilan adalah angka kasus yang diselesaikan bukan kualitas keadilan. Sehingga kalau tidak ada kasus, diada-adakan.

Soal Kapolri dan kenapa tidak dibahas tapi sebenarnya sudah dijawab:

Pertanyaan yang paling ditunggu publik:
kapan Kapolri diganti?

Jawaban Mahfud: bukan urusan komisi.
Itu hak prerogatif presiden.

Tapi ada sesuatu yang lebih cerdas dari sekadar menjawab kapan.

Komisi merekomendasikan career path atau jenjang karir yang sangat ketat dari Polsek, Polres, Polda, eselon satu, baru bisa jadi Kapolri dengan sisa masa dinas sekitar 2-3 tahun sebelum pensiun.

Artinya: siapapun yang tidak melalui jalur itu secara otomatis tidak memenuhi syarat.

Tanpa perlu menyebut nama siapapun aturannya sendiri yang menjawab.

Soal mekanisme pengangkatan Kapolri dan keputusan Prabowo yang menarik:

Ada dua kubu dalam komisi:

satu ingin Kapolri dipilih langsung oleh presiden tanpa DPR supaya lebih responsif.

Satu lagi ingin tetap melalui DPR untuk check and balances.

Prabowo memilih: tetap melalui DPR.
Alasannya sangat menarik dan sangat jujur:

"Kalau presidennya seperti saya yang punya pengalaman di TNI-Polri, mungkin oke langsung.

Tapi kalau besok presidennya tidak mengerti masalah-masalah ini pusing loh.
Biar DPR ikut pusing milihkan orang."

Dan soal risiko politisasi di DPR?
Prabowo sadar.
Solusinya:
presiden mengajukan satu calon saja untuk menghindari tawar-menawar politik.

Kompolnas akan dirombak total dan ini yang paling signifikan:

Selama ini Kompolnas ada tapi tidak efektif.
Tanya apa, jawabannya sama persis dengan jawaban Polri.
Bukan pengawas eksternal tapi juru bicara Polri.

Keputusan yang disepakati hari ini:

Kompolnas akan diubah menjadi lembaga independen yang kuat terpisah dari Polri, dibiayai APBN, dengan kewenangan memeriksa dan memutus kasus pelanggaran Polri pada tingkat jabatan tertentu.
Keputusannya bersifat eksekutorial.

Anggotanya dari:
mantan advokat senior, mantan pimpinan Polri, tokoh masyarakat, akademisi, kriminolog diseleksi terbuka. Bukan jatah ormas atau partai.

Revisi undang-undangnya dijadwalkan bulan depan sudah masuk ke DPR.

Yang paling perlu dipertanyakan dan ini yang gue tidak bisa lewatkan:

Prabowo menerima semua rekomendasi.
Presiden setuju inpres atau kepres akan dikeluarkan.
Laporan 3.000 halaman akan dibuka kepada publik.

Semua ini kedengarannya luar biasa bagus.
Tapi pertanyaan yang sama yang selalu muncul setiap kali ada komisi reformasi di Indonesia adalah:
siapa yang mengawasi implementasinya?

Mahfud menyebut nama Jenderal Dofiri penasihat ahli presiden sebagai pihak yang akan memantau. Tapi Dofiri bukan lembaga.

Dia adalah seorang individu yang bisa diganti, dipindahkan, atau kwenangannya dipersempit kapan saja.

Dan reformasi Polri bukan pertama kali direkomendasikan. Setiap beberapa tahun ada komisi, ada laporan, ada rekomendasi.

Yang berbeda kali ini adalah skala laporannya yang luar biasa 3.000 halaman, sembilan masalah kultural yang diidentifikasi secara spesifik, dan presiden yang secara aktif berdiskusi bukan hanya menerima.

Tapi apakah kali ini berbeda dari sebelumnya? Itu yang akan dibuktikan oleh waktu.

Dan kalimat Prabowo yang paling penting dari seluruh pertemuan itu:

"Yang harus kita perbaiki bukan hanya Polri."

Ini adalah pengakuan yang sangat besar dari seorang presiden. Bahwa masalahnya bukan hanya satu institusi. TNI. Kejaksaan. Pengadilan. Birokrasi.

Tapi pengakuan saja tidak cukup.

Kalau Polri saja butuh 3.000 halaman rekomendasi dan masih belum jelas implementasinya — berapa lama kita menunggu komisi serupa untuk TNI, Kejaksaan, dan Pengadilan?

Bottom line:

Komisi Reformasi Polri sudah mengerjakan bagian mereka dengan sangat serius. 3.000 halaman. Sembilan masalah kultural. Puluhan rekomendasi struktural dan instrumental. Presiden menerima dan setuju.

Sekarang bola ada di tangan Kapolri, Presiden, dan DPR.
Dan publik punya satu tugas:
jangan lelah mengawasi apakah rekomendasi ini benar-benar diimplementasikan atau hanya menjadi buku tebal yang tersimpan di perpustakaan dan tidak pernah dibuka lagi.

Polisi yang humanis, protagonis, dan profesional bukan utopia. Tapi juga tidak datang hanya dari laporan sebagus apapun laporannya.

05/05/2026

*INDONESIA UPDATE*
_BDS Alliance_
*Senin, 4 Mei 2026*

*POLITIK*
1. Belum genap 2 tahun berkuasa, Presiden Prabowo sudah melakukan perombakan kabinet sebanyak 5 kali yang semuanya dilakukan berdasarkan kalkulasi politik, alias semata demi dukungan kepada Presiden, bukan berdasarkan pertimbangan kinerja. Penilaian itu disampaikan oleh Kepala Departemen Politik dan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, hari ini, di kantor CSIS, Jakarta.

Perombakan kabinet terbaru dilakukan pada Senin, 27 April 2026, pada 5 posisi. Salah satunya adalah masuknya pemimpin serikat buruh, Jumhur Hidayat, sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Oleh karena itu, lanjut Arya Fernandes, di tahun ketiga, keempat, dan kelima, masih akan ada _reshuffle_ dengan tujuan yang sama.

2. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar muktamar ke-35 pada 1-5 Agustus 2026, lebih awal dari rencana semula pada Desember mendatang. Ketua Bidang Pendidikan, Hukum dan Media PBNU, Muhammad Mukri mengatakan, tanggal pelaksanaan tersebut diusulkan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar. Kepengurusan hasil muktamar ke-34 yang dipimpin Ketum Yahya Cholil Staquf, sempat terpecah tahun lalu dalam 2 kubu antara kubu Yahya dengan kubu Sekjen Saifullah Yusuf, yang antara lain dipicu oleh pengelolaan konsesi tambang batubara. Meskipun kemudian terjadi islah.

*SOSIAL*
1. Penerima beasiswa (_awardee_) jenjang S2 dan S3 dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkatan 273 sebanyak 206 orang, mendapat pembekalan di fasilitas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 4 Mei 2026 hingga Sabtu, 9 Mei 2026. Pembekalan biasanya dilakukan LPDP sebelum para _awardee_ memasuki perkuliahan di perguruan tinggi masing-masing. Pembekalan angkatan 271 dilakukan di sebuah hotel di Jakarta, dan angkatan 272 dilakukan secara _online_.

Menurut keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, pihak LPDP yang mengajukan permohonan kepada TNI supaya para _awardee_ mendapat pembelajaran baris berbaris, kedisiplinan, dan penguatan karakter. Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M Lukmanul Hakim mengatakan, keterlibatan TNI hanya untuk mendampingi kegiatan luar ruang, yang menjadi bagian dari rangkaian pembekalan. Tujuan pembekalan, sesuai yang ditetapkan LPDP, supaya _awardee_ mendapat penguatan pola pikir, kemandirian, dan internalisasi nilai-nilai bangsa Indonesia.

Berdasarkan keterangan beberapa penerima beasiswa, selama pembekalan mereka tidur di tenda, dengan jam kegiatan mulai pukul 05.00 hingga 21.00, dan hanya boleh menggunakan _handphone_ selama 1 jam dalam sehari. Ada peserta yang mengungkapkan keheranan dengan model pembekalan semacam itu.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji mengatakan, seharusnya sektor pendidikan bebas dari intervensi militer. Hal itu menunjukkan, kata Ubaid, pengelola LPDP gagal memahami hakikat pendidikan tinggi yang mengedepankan kebebasan berpikir dan nalar kritis.

2. Kementerian Sosial menganggarkan pembelian sepasang sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat seharga Rp 700.000. Disebut merek sepatu itu Stradenine. Angka tersebut menyulut reaksi keras dari masyarakat karena dinilai kelewat mahal. Mensos Saifullah Yusuf kemarin menjelaskan, bahwa angka tersebut merupakan perencanaan awal, yang nanti akan disesuaikan melalui mekanisme lelang terbuka dan kompetitif. Pihak Stradenine mengaku tidak pernah terlibat, atau mengetahui masalah tersebut. Brand asal Surabaya itu mengungkapkan harga produknya di kisaran Rp 100.000 - Rp 300.000.

*EKONOMI*
1. Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan diberikan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, sumber dananya masih disiapkan pemerintah. Sebelumnya muncul pertanyaan apakah pembiayaan gajinya berasal dari APBN, Dana Desa, atau skema bisnis koperasi itu sendiri. Para manajer itu akan berstatus pegawai kontrak kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun di Agrinas. Setelah itu, mereka akan menjadi petugas koperasi.

Sejak pendaftaran dibuka pada 15 April hingga ditutup 25 April 2026, jumlah pelamar tercatat mencapai 639.732 orang. Dari jumlah itu, 487.819 pelamar menyampaikan kelengkapan administrasi, dan 483.648 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Saat ini, proses seleksi telah masuk tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

2. BPS melaporkan, inflasi pada April 2026 mencapai 2,42% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,09, naik dari 108,47 pada April 2025. Secara bulanan, inflasi April sebesar 0,13% (mtm), dan secara tahun kalender 1,06% (ytd). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi secara tahunan didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni mencapai 3,06% dan memberi andil inflasi 0,9%. Kelompok pengeluaran lain yang memberi andil inflasi terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, mencapai 11,43% dengan andil 0,77% terhadap inflasi.

3. Aktivitas manufaktur Indonesia pada April 2026 turun ke zona kontraksi. S&P Global melaporkan, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun menjadi 49,1 dari 50,1 pada Maret. Capaian ini terendah sejak Juni 2025, yang mengindikasikan tekanan kembali meningkat pada sektor riil. S&P menilai penurunan produksi ini disebabkan oleh kenaikan harga, kekurangan pasokan bahan baku, hingga pelemahan daya beli imbas perang di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok dan menaikkan biaya logistik.

Meski mencatat surplus 71 bulan beruntun, nilai neraca perdagangan barang pada Maret 2026 turun dibanding surplus Maret 2025, dari USD 4,33 miliar menjadi USD 3,32 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, surplus neraca dagang bulan Maret lebih ditopang komoditas nonmigas, yakni surplus USD 5,21 miliar, terutama lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Semetara komoditas migas defisit USD 1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah hasil migas.

Ekspor migas mencapai USD 1,28 miliar, turun 11,84% (yoy). Sedangkan ekspor nonmigas turun 2,52% senilai USD 21,25 miliar. Penurunan didorong ekspor nonmigas, yakni lemak dan minyak hewani/nabati yang turun 27,02% dengan andil 3,52%. Sementara total impor sebesar USD 19,21 miliar, naik 1,51% (yoy). Total impor migas USD 3,17 miliar, naik 1,34% (yoy). Sementara impor nonmigas USD 16,04 miliar, naik 1,54% (yoy). impor barang konsumsi turun 10,81% (yoy), sedangkan bahan baku/penolong naik 2,15%, dan impor barang modal naik 4,98%.

*TRENDING MEDSOS*
1. Komdigi _trending_ di X, bersama-sama nama Amien Rais yang masih _trending_ juga, terkait pro-kontra pernyataan Kementerian Komdigi yang mau melaporkan video Amien Rais soal orientasi seksual Teddy Indra Wijaya. Menteri Komdigi Meutya Hafid mengklarifikasi pihaknya hanya men-"takedown" video di Youtube, bukan melaporkan Amien Rais.

2. Inflasi menjadi salah satu kata paling dicari di Google. Hari ini, BPS melaporkan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy).

3. Pertamina Dex juga masuk dalam Google Trends, terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 4 Mei. Pertamina Dex naik menjadi Rp 27.900/liter, Dexlite menjadi Rp 26.000, dan Pertamax Turbo menjadi Rp19.900. Kenaikan harga juga terjadi pada SPBU swasta. Vivo menetapkan harga Diesel Primus menjadi Rp 30.890, dan Revvo tetap Rp 12.390. BP menaikkan harga BP 92 menjadi Rp 12.390 dan BP Ultimate Diesel jadi Rp 30.890/liter.

_*HIGHLIGHTS*_
1. Kata Mensos Saifullah Yusuf harga sepatu Rp 700.000 per pasang untuk siswa Sekolah Rakyat itu baru berupa perencanaan awal, yang nanti akan bisa turun setelah dilakukan pembelian melalui lelang. Pernyataan Mensos itu mengindikasikan bahwa dalam membuat perencanaan pihaknya tidak melihat dahulu harga riil di pasar. Artinya, perencanaan itu dibuat asal-asalan. Publik pun menjadi ragu terhadap anggaran komponen lain, yang mungkin saja dibuat dengan cara serupa.
2. Turunnya PMI Manufaktur pada April 2026 ini menandai kontraksi pertama dalam 9 bulan terakhir, yang mencerminkan melemahnya kondisi operasional industri di awal kuartal II-2026. Laporan S&P Global itu menekankan, produsen menaikkan harga dengan laju tercepat dalam 12,5 tahun terakhir karena biaya input yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius, karena akan berdampak pada masyarakat sementara daya belinya masih belum pulih. Memang disebutkan ada sinyal positif, yakni masih ada pesanan baru domestik yang meningkat tipis. Tapi permintaan itu lebih didorong oleh aksi pembelian lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga dan potensi gangguan pasokan, bukan karena penguatan permintaan yang berkelanjutan.
3. Sinyal-sinyal dari ekonomi Indonesia, hari ini membentuk sebuah mozaik yang mengkhawatirkan: PMI Manufaktur April 2026 jatuh ke zona kontraksi (49,1) untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, bukan karena permintaan yang organik melemah, melainkan karena biaya input melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun. Produsen pun merespons dengan menaikkan harga dengan laju tercepat dalam 12,5 tahun terakhir, tepat ketika daya beli masyarakat belum pulih. Surplus neraca dagang pun menyusut, ekspor CPO anjlok 27%, dan BBM nonsubsidi kembali naik hari ini. Di saat bersamaan, pemerintah menganggap wajar memasukkan anggaran sepatu Rp 700 ribu untuk siswa miskin Sekolah Rakyat. Ini sebuah kecerobohan perencanaan yang bukan sekadar skandal angka, melainkan cerminan mentalitas birokrasi yang tidak pernah benar-benar berpihak pada rakyat kecil yang sedang diusung sebagai narasi utamanya. Kabinet yang sudah direshuffle lima kali dalam dua tahun bukan karena kinerja, tapi karena kalkulasi politik, membuat siapapun sulit berharap ada koreksi kebijakan yang serius dan konsisten. Satu-satunya cahaya tipis: pesanan domestik masih bergerak meski didorong kepanikan antisipasi kenaikan harga, bukan keyakinan, dan 483 ribu pelamar manajer Koperasi Merah Putih menunjukkan bahwa kapasitas manusia Indonesia untuk bergerak ketika ada peluang, tidak pernah padam; yang dibutuhkan hanya sistem yang tidak mengkhianati antusiasme mereka.

Benny D Setianto

01/05/2026
01/05/2026

Membaca Kejiwaan Prabowo
Dari Paranoid ke Rasisme & Degradasi Intelektual

Antara Yaman dan Yordania.

Negeri ini tiada henti diramaikan perdebatan tidak bermutu.

Karena Presiden Prabowo sepertinya sudah kehabisan argumentasi rasional untuk menjelaskan berbagai programnya yang membuat APBN berdarah- darah.

Kebijakan Luar Negerinya yang membuat citra bangsa ini mengalami degradasi di mata dunia internasional.

Satu setengah tahun berkuasa, Prabowo menunjukkan kualitas yang sangat buruk dalam mengelola Pemerintahaannya. Very bad governance.

Semakin terlihat, Prabowo tidak dapat mengontrol emosinya menghadapi berbagai kritik dari masyarakat luas.

Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, Prabowo sudah merasa menjadi "King" yang tidak berbuat salah. Dia menunjukkan rendahnya emotional intelegensianya.

Secara tidak langsung Prabowo menuduh semua pengeritiknya adalah pendukung Anies Baswedan. Pesaingnya waktu Pilpres 2024.

Padahal para pengeritiknya berasal dari semua kelompok masyarakat. Lintas suku, ras, agama dan profesi.

Bawah sadar Prabowo langsung melihat ancaman datang dari AB, yang keturunan Arab, dan keluarlah kata-kata rasis :" Pergilah ke Yaman".

Prabowo sangat dianjurkan untuk membaca ulang sejarah kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan oleh banyak kelompok dari berbagai suku, ras, agama dan profesi. Selain Bumi Putra ada keturunan Arab, China, Belanda, Jepang dll.

Percuma, Prabowo membanggakan perpustakaannya di Hambalang, tapi tak pernah disentuhnya. Prabowo tidak belajar dari sejarah.

Prabowo lupa, bahwa dia pernah hengkang ke salah satu negara Arab, yakni Yordania setelah dipecat sebagai militer oleh Mahkamah Kehormatan Militer setelah peristiwa kerusuhan tahun 1998.

Ingatan masyarakat Indonesia tidaklah pendek seperti tuduhan minoritas elite kekuasaan. Apa yang telah terjadi dan dirasakan mereka, kini terulang kembali, kepribadian Prabowo tidak berubah, bahkan semakin buruk.

Puluhan juta generasi muda berbakat lulusan perguruan tinggi, terpaksa mencari kerja di negeri orang, karena pemerintah gagal mengembangkan strategi pembangunan yang dapat menciptakan puluhan juta lapangan kerja.

Salah satu contohnya: seorang mahasiswi jurusan gizi dari UGM yang lulus dengan predikat cumlaude ingin melamar kerja di program MBG, tapi tidak diterima. Selanjutnya ybs melamar menjadi Au-Pair / Pengasuh Anak di Jerman.

Satu dari jutaan bukti, kegagalan negara ini tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk menciptakan lapangan kerja warganya.

Yang terjadi adalah Braindrain. Hengkangnya manusia berkualitas dari negeri yang dikelola oleh para amatir.

Indonesia memang gelap, karena elite yang sedang berkuasa tidak memiliki visi jauh ke depan.

Serikat Buruh hendaknya sadar agar tidak diperalat Prabowo untuk merintis jalan membangun fasisme di negeri ini saat perekonomian Indonesia berada di tepi jurang kehancuran.

Fasisme di Italia di bawah Benito Mussolini dan Adolf Hi**er di Jerman memanfaatkan kekuatan buruh untuk berkuasa yang berujung pada perang dunia kedua dan menghancurkan Italia dan Jerman.

Selamat Hari Buruh
Bogor, 1 Mei 2026
Suchjar Effendi

𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝘃𝘀 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔-𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 (𝗧𝗘𝗥𝗠𝗔𝗦𝗨𝗞 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔)Siapa Yang Melawan Hegemoni, Siapa Yang Menjadi Mitra Amerika–I...
27/04/2026

𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝘃𝘀 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔-𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 (𝗧𝗘𝗥𝗠𝗔𝗦𝗨𝗞 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔)

Siapa Yang Melawan Hegemoni, Siapa Yang Menjadi Mitra Amerika–Israel

1. IDEOLOGI NEGARA: ISLAM SEBAGAI SISTEM ATAU SIMBOL

Iran pasca-1979 menjadikan Islam sebagai ideologi negara, bukan sekadar identitas. Islam menentukan arah politik, struktur kekuasaan, kebijakan luar negeri, dan sikap terhadap Barat. Agama tidak dipisahkan dari negara, tetapi menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan nasional.

Sebaliknya, mayoritas negara-negara Islam, termasuk Indonesia, menempatkan Islam sebagai identitas kultural. Ideologi negara bersifat sekuler. Hukum publik tidak bersumber dari syariat. Kebijakan strategis disesuaikan dengan tatanan global Barat.

Kesimp**an ideologis:
Iran berpijak pada Islam sebagai sistem. Banyak negara Islam menjadikan Islam sebagai ornamen.

2. KARAKTER PEMERINTAHAN: BERDAULAT ATAU TERGANTUNG

Iran membangun pemerintahan dengan prinsip anti-hegemoni. Tidak tunduk pada tekanan Amerika Serikat. Menolak normalisasi dengan Israel. Siap menanggung sanksi demi menjaga kedaulatan.

Sebaliknya, banyak negara Islam bergantung pada bantuan ekonomi Barat, membuka kerja sama militer dengan AS, dan menyesuaikan kebijakan luar negeri agar “selaras” dengan kepentingan Washington.

Realita pahit:
Negara yang takut sanksi tidak akan pernah merdeka secara politik.

3. EKONOMI: MANDIRI DI BAWAH TEKANAN vs STABIL TAPI TERIKAT

Iran hidup di bawah sanksi puluhan tahun. Namun Iran membangun industri strategis sendiri, mengembangkan teknologi pertahanan, dan menciptakan ekonomi berbasis ketahanan nasional.

Banyak negara Islam lain ekonominya terlihat stabil, tetapi bergantung pada investasi Barat. Sistem keuangan tunduk pada arsitektur global buatan Amerika.

Perbedaan kunci:
Iran miskin mitra Barat tapi kaya kedaulatan.
Negara lain kaya kerja sama tapi miskin keberanian.

🔻https://www.facebook.com/share/p/17zXGmja4N/

4. HUKUM & SYARIAT: BERKUASA ATAU DIBATASI

Di Iran, syariat menjadi sumber legitimasi hukum. Syariat memengaruhi kebijakan negara dan membentuk moral publik.

Di banyak negara Islam, syariat dibatasi pada urusan privat. Hukum publik disusun dengan standar sekuler. Hukum Allah tunduk pada konsensus politik.

Pertanyaan mendasar:
Apakah Islam memerintah, atau hanya diizinkan?

5. PALESTINA: RETORIKA ATAU PERLAWANAN NYATA

Iran menjadikan Palestina sebagai isu prinsip, bukan sekadar slogan. Dukungan diberikan secara politik, logistik, dan strategis. Iran terlibat aktif dalam poros perlawanan regional.

Sebaliknya, banyak negara Islam mengutuk Israel secara lisan, namun tetap berdagang, menjalin hubungan diplomatik, bahkan kerja sama keamanan.

Fakta telanjang:
Yang benar-benar ditakuti penjajah bukan negara yang berpidato, tetapi yang menolak tunduk.

6. PANGKALAN MILITER AS DI NEGERI-NEGERI ISLAM

Ironi terbesar dunia Islam hari ini adalah kehadiran pangkalan militer asing di negeri-negeri Muslim. Tentara asing menjaga wilayah Islam. Kedaulatan diserahkan atas nama “keamanan”.

Iran menolak semua itu. Tidak ada pangkalan militer asing. Tidak ada tentara luar. Negara dijaga oleh bangsanya sendiri.

7. SIAPA NEGARA ISLAM SEBENARNYA?

Jika negara Islam diukur dari keberanian melawan penjajahan, kemandirian politik, penolakan terhadap Zionisme, dan penggunaan Islam sebagai sistem hidup, maka pertanyaannya bukan lagi:

👉 “Apakah Iran sempurna?”

Melainkan:

👉 “Mengapa banyak negara Muslim takut meninggalkan sistem warisan penjajah?”
"Apa karena pengkhianatnya tumbuh subur akibat dibiarkan dan diberi dukungan?"

SERUAN KEBANGKITAN UNTUK UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam Indonesia harus berani jujur pada sejarah. Selama sistem hukum, politik, dan ekonomi masih mewarisi struktur penjajahan, selama itu p**a kemerdekaan hanya menjadi slogan.

Islam tidak diturunkan untuk dikurung di masjid dan seremoni. Islam diturunkan untuk menegakkan keadilan, membela yang tertindas, dan membangun kedaulatan umat.

Berpihak pada perlawanan terhadap penjajahan dan Zionisme bukan soal bangsa atau mazhab. Ini soal keberpihakan kepada keadilan dan kemanusiaan. Dalam hal ini, sikap Iran menunjukkan bahwa melawan hegemoni masih mungkin dilakukan oleh sebuah negeri Muslim.

Kebangkitan umat Islam Indonesia bukan dengan meniru Barat, tetapi dengan meninggalkan warisan penjajah. Bukan dengan kompromi tanpa prinsip, tetapi dengan keberanian menegakkan hukum Allah sebagai arah hidup bersama.

👉 Umat yang besar bukan yang paling keras berteriak.
Tetapi yang paling tegas menentukan posisi.

Saatnya umat Islam Indonesia bangkit.
Menolak ketundukan.
Menegakkan keadilan.
Dan berdiri di sisi yang benar dalam sejarah.

👉 Sebarkan agar umat sadar arah.
Diam adalah bentuk persetujuan terhadap penjajahan.
Saatnya memilih berdiri atau terus ditundukkan dengan penindasan.







𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝘃𝘀 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔-𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 (𝗧𝗘𝗥𝗠𝗔𝗦𝗨𝗞 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔)

Siapa Yang Melawan Hegemoni, Siapa Yang Menjadi Mitra Amerika–Israel

1. IDEOLOGI NEGARA: ISLAM SEBAGAI SISTEM ATAU SIMBOL

Iran pasca-1979 menjadikan Islam sebagai ideologi negara, bukan sekadar identitas. Islam menentukan arah politik, struktur kekuasaan, kebijakan luar negeri, dan sikap terhadap Barat. Agama tidak dipisahkan dari negara, tetapi menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan nasional.

Sebaliknya, mayoritas negara-negara Islam, termasuk Indonesia, menempatkan Islam sebagai identitas kultural. Ideologi negara bersifat sekuler. Hukum publik tidak bersumber dari syariat. Kebijakan strategis disesuaikan dengan tatanan global Barat.

Kesimp**an ideologis:
Iran berpijak pada Islam sebagai sistem. Banyak negara Islam menjadikan Islam sebagai ornamen.

2. KARAKTER PEMERINTAHAN: BERDAULAT ATAU TERGANTUNG

Iran membangun pemerintahan dengan prinsip anti-hegemoni. Tidak tunduk pada tekanan Amerika Serikat. Menolak normalisasi dengan Israel. Siap menanggung sanksi demi menjaga kedaulatan.

Sebaliknya, banyak negara Islam bergantung pada bantuan ekonomi Barat, membuka kerja sama militer dengan AS, dan menyesuaikan kebijakan luar negeri agar “selaras” dengan kepentingan Washington.

Realita pahit:
Negara yang takut sanksi tidak akan pernah merdeka secara politik.

3. EKONOMI: MANDIRI DI BAWAH TEKANAN vs STABIL TAPI TERIKAT

Iran hidup di bawah sanksi puluhan tahun. Namun Iran membangun industri strategis sendiri, mengembangkan teknologi pertahanan, dan menciptakan ekonomi berbasis ketahanan nasional.

Banyak negara Islam lain ekonominya terlihat stabil, tetapi bergantung pada investasi Barat. Sistem keuangan tunduk pada arsitektur global buatan Amerika.

Perbedaan kunci:
Iran miskin mitra Barat tapi kaya kedaulatan.
Negara lain kaya kerja sama tapi miskin keberanian.

4. HUKUM & SYARIAT: BERKUASA ATAU DIBATASI

Di Iran, syariat menjadi sumber legitimasi hukum. Syariat memengaruhi kebijakan negara dan membentuk moral publik.

Di banyak negara Islam, syariat dibatasi pada urusan privat. Hukum publik disusun dengan standar sekuler. Hukum Allah tunduk pada konsensus politik.

Pertanyaan mendasar:
Apakah Islam memerintah, atau hanya diizinkan?

5. PALESTINA: RETORIKA ATAU PERLAWANAN NYATA

Iran menjadikan Palestina sebagai isu prinsip, bukan sekadar slogan. Dukungan diberikan secara politik, logistik, dan strategis. Iran terlibat aktif dalam poros perlawanan regional.

Sebaliknya, banyak negara Islam mengutuk Israel secara lisan, namun tetap berdagang, menjalin hubungan diplomatik, bahkan kerja sama keamanan.

Fakta telanjang:
Yang benar-benar ditakuti penjajah bukan negara yang berpidato, tetapi yang menolak tunduk.

6. PANGKALAN MILITER AS DI NEGERI-NEGERI ISLAM

Ironi terbesar dunia Islam hari ini adalah kehadiran pangkalan militer asing di negeri-negeri Muslim. Tentara asing menjaga wilayah Islam. Kedaulatan diserahkan atas nama “keamanan”.

Iran menolak semua itu. Tidak ada pangkalan militer asing. Tidak ada tentara luar. Negara dijaga oleh bangsanya sendiri.

7. SIAPA NEGARA ISLAM SEBENARNYA?

Jika negara Islam diukur dari keberanian melawan penjajahan, kemandirian politik, penolakan terhadap Zionisme, dan penggunaan Islam sebagai sistem hidup, maka pertanyaannya bukan lagi:

👉 “Apakah Iran sempurna?”

Melainkan:

👉 “Mengapa banyak negara Muslim takut meninggalkan sistem warisan penjajah?”
"Apa karena pengkhianatnya tumbuh subur akibat dibiarkan dan diberi dukungan?"

SERUAN KEBANGKITAN UNTUK UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam Indonesia harus berani jujur pada sejarah. Selama sistem hukum, politik, dan ekonomi masih mewarisi struktur penjajahan, selama itu p**a kemerdekaan hanya menjadi slogan.

Islam tidak diturunkan untuk dikurung di masjid dan seremoni. Islam diturunkan untuk menegakkan keadilan, membela yang tertindas, dan membangun kedaulatan umat.

Berpihak pada perlawanan terhadap penjajahan dan Zionisme bukan soal bangsa atau mazhab. Ini soal keberpihakan kepada keadilan dan kemanusiaan. Dalam hal ini, sikap Iran menunjukkan bahwa melawan hegemoni masih mungkin dilakukan oleh sebuah negeri Muslim.

Kebangkitan umat Islam Indonesia bukan dengan meniru Barat, tetapi dengan meninggalkan warisan penjajah. Bukan dengan kompromi tanpa prinsip, tetapi dengan keberanian menegakkan hukum Allah sebagai arah hidup bersama.

👉 Umat yang besar bukan yang paling keras berteriak.
Tetapi yang paling tegas menentukan posisi.

Saatnya umat Islam Indonesia bangkit.
Menolak ketundukan.
Menegakkan keadilan.
Dan berdiri di sisi yang benar dalam sejarah.

👉 Sebarkan agar umat sadar arah.
Diam adalah bentuk persetujuan terhadap penjajahan.
Saatnya memilih berdiri atau terus ditundukkan dengan penindasan.







Address

Jalan Tamansari No. 30
Bandung
40116

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aliansi Revolusioner Alumnus Unisba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Aliansi Revolusioner Alumnus Unisba:

Share