TAFSIR QUR'AN KONTEMPORER

TAFSIR QUR'AN KONTEMPORER http://tafsir-qurankontemporer.blogspot.com Group ini di buat oleh Robi Permana, S.Pd.I, M.M.Sd.I .

21/11/2020

Kasihan sekali TNI turun derajat, dulu TNI itu garda terdepan kesatuan pembela KEBENARAN yg PRO RAKYAT.
Sekarang malah cari MUKA dan berani bekerja d bawah POLISI dan SATPOL PP dgn melakukan pencopotan baliho.

Kasihan sekali..
Apa mereka tdk sadar bhwa hargadirinya sudah terinjak-injak.

Kasihan sekali nasibmu TNI
Kalian menodai seragam kalian, kalian hancurkan harga diri kalian dgn kelakuan kalian sendiri.

Kasihan sekali..
Sungguh kasihan..

Oh indonesia,
Kini kau tdk lagi memiliki perlindungan, semua sudah tunduk pd kekuasaan zhalim,

Pada akhirnya, KHILAFAH harus di tegakkan jika bgini kondisinya.

Masuk Neraka dan Surga karena seekor lalathttps://youtu.be/h9J61xamus8Jangan lupa LIKE dan SUBSCRIBE jika video ini berm...
26/09/2020

Masuk Neraka dan Surga karena seekor lalat

https://youtu.be/h9J61xamus8

Jangan lupa LIKE dan SUBSCRIBE jika video ini bermanfaat

Hadis ini memiliki makna tentang aqidah, bahwa Surga dan Neraka itu ditentukan oleh adanya Aqidah salimah dan Aqidah Musyrikah. apapun penyebabnya dan sekeci...

Penggunaan Filsafat dalam memahami mukhtalif al hadis dan Penggunaan Hadis Dhaif dalam batasan, Sejarah dan Penafsiran
17/05/2020

Penggunaan Filsafat dalam memahami mukhtalif al hadis dan Penggunaan Hadis Dhaif dalam batasan, Sejarah dan Penafsiran

Filsafat bisa d gunakan dalam menggunakan ilmu Mukhtalif Hadis dan Memahami asal usul Hadis Dhaif sehingga bisa d amalkan sebagai batasan, tafsir dan atau se...

07/05/2020

HAKIKAT GEMBIRA DI BULAN RAMADHAN

_by alfasiry_

Gembira dan sedih silih berganti menghiasi hidup manusia didunia. Kegembiraan yang lahir karena mengingat Allah serta melaksanakan ibadah kepada-Nya merupakan kegembiraan yang hakiki. Karena ia kekal akan menyertai hidup manusia hingga diakhirat. Sementara gembira karena urusan duniawi, betapapun besar, banyak dan baiknya perkara tersebut, kegembiraan ini bersipat sesaat yang pada akhirnya mau tak mau dipisahkan maut disaat ajal tiba.
Nyatanya, kegembiraan manusia kebanyakan jenis yang kedua diatas, Allah swt berfirman:
وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا مَتَاعٌ
_Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)_. (QS. Ar Ra’d: 26)
Kegembiraan ini kerap menyebabkan lupa dan mengundang adzab dari Allah kelak diakhirat sebagaimana difirmankan:
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
_Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa_. (QS. Al An’am:44)
Oleh sebab itu, Allah memerintahkan orang beriman agar senantiasa melandasi kegembiraan atas dasar nilai-nilai agama. Dia berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
_Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan"_. (QS. Yunus: 58)
Orang yang mampu memposisikan dirinya dalam kegembiraan inilah yang akan bergembira kelak diakhirat. Allah berfirman:
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ، يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
_Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (p**a) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman_. (QS. Ali Imran: 170-171)
Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bergembira kedatangan bulan Ramadhan serta beliau memberi kabar gembira kepada umatnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا حَضَرَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا قَدْ حُرِمَ
_Dari Abu Hurairah berkata: Ketika Ramadhan tiba, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan kalian berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan."_ (HR. Ahmad 9497)
Dalam hadits diatas, kegembiraan ini seyogyanya karena berkah Ramadhan. Berkah artinya kebaikan yang bertambah. Bertambah giat melaksanakan yang fardlu maupun yang sunnah, bertambah p**a pahala yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang mengisi siang maupun malam Ramadhan dengan amal ibadah dan amal saleh. Puasa merupakan ibadah istimewa sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam hadits qudsi,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
_Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman: 'Puasa adalah milik-Ku, dan Aku sendirilah yang mengganjarinya, orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya karena Aku. Puasa adalah perisai, dan bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, kegembiraan Ketika berbuka dan kegembiraan ketika ia berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak kesturi."_ (HR. Bukhari 7492)
Bulan Ramadhan juga merupakan kesempatan terbaik untuk bertaubat dari segala dosa, Allah swt gembira menerima dan mengampuni umatnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا
_Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat salah seorang dari kalian, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang."_ (HR. Muslim 2675)
Disamping itu, dibulan ini juga adanya malam lailatul qadar yang beribadah padanya lebih baik dari seribu bulan. Masya Allah!
Walhasil, kegembiraan yang menyelimuti Nabi dan orang yang beriman dibulan Ramadhan tiada lain karena rahmat dan maghfirah Allah lah yang memicu mereka giat beribadah, beramal saleh dan bertaubat. Mereka gembira melalui Ramadhan karena mereka menanti balasan amal ibadah dan amal saleh selama Ramadhan serta pahala yang besar dari Allah swt. Dengan demikian kegembiraan ini berlanjut hingga mereka menemui Rabbnya nanti diakhirat seperti yang disebutkan dalam hadits diatas, yaitu:
وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ
_Dan bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, kegembiraan Ketika berbuka dan kegembiraan ketika ia berjumpa dengan Rabbnya._
Kegembiraan Ramadhan bukan karena makanan dan minuman yang serba diada-ada, bukan p**a karena pakaian dihari raya dan segala sesuatu yang bersipat duniawi. Semua ini lenyap tak tersisa diakhirat, kecuali yang gunakan untuk sarana beribadah atau membantu sesama yang membutuhkan.
Bahkan bila melampai batas kebaikan, kegembiraan _lagha_ dan yang bersifat _fusuq_ bisa menghancurkan pahala puasa yang dilakukan. Rasulullah saw bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
_"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya."_ (HR. Bukhari 1903)
Semoga kita semua selalu dalam hidayah dan taufiq dari-Nya. Amiin. _(Pasirkiamis, 8 Ramadhan 1441 H)_

Ilmu Haditsbagai yang ingin belajar ilmu Hadis, kami sudah membuat Channel khusus ilmu hadits.berikut Teori Imu Hadis da...
22/01/2020

Ilmu Hadits

bagai yang ingin belajar ilmu Hadis, kami sudah membuat Channel khusus ilmu hadits.

berikut Teori Imu Hadis dalam menetapkan hadis itu Shahih, HAsan dan Dhaif

https://www.youtube.com/watch?v=Oj39BcthqjM&t=872s

Jangan lupa Share, Like dan Subscribe agar kajian berikutnya bisa di dapati.
Syukran

Pada pertemuan ke-1, kita mengenal dulu teori apa itu Shahih, Hasan dan Dhaif. SIlahkan Like dulu dan SUBCRIBE untuk mendapatkan video pengajaran selanjutnya...

22/04/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

PERTAMA DI BANDUNG
*Daurah Ma'had Imam al-Bukhari*

Kajian Intensif Karantina Pematangan dan Pendidikan Teori dan Praktek
1. Teori dan praktek Ilmu Takhrij Hadits
2. Teori dan praktek ilmu Musthalah Hadits
3. Teori dan praktek ilmu Ushul Fiqh
4. Praktek penetapan istinbath Ahkam model thuruq Istinbath
5. Memahami penerapan hukum-hukum dan masalah yang bersifat kontemporer

4 hari menginap dgn fasilitas Buka-sahur, tmpat menginap dll..

Segera daftarkan, kuota terbatas.
Daftar klik link berikut:

PENGAJIAN RUTIN MALAM SENINPembahasan Tentang RokokOleh. Ust. Robi Permana=======================Pembahasan rokok ini di...
07/11/2015

PENGAJIAN RUTIN MALAM SENIN

Pembahasan Tentang Rokok
Oleh. Ust. Robi Permana
=======================

Pembahasan rokok ini dikarenakan permintaan mustami pada pengajian sebelumnya yang meminta khusus di bahas tentang rokok.

1. BERLEPAS DARI HUKUM HARAM-MAKRUH-HALAL

A. Keadaan Para Ustadz
sebagian ulama ada yang menghukumi makruh. makruh dalam artian "lebih baik ditinggalkan"

jika memang makruh, lebih baik para ustadz memberikan contoh yang baik dengan tidak merokok.
pepatah menyatakan "guru minum berdiri murid minum berlari".
Ustadz harus mencerminkan jati diri baik sebagai contoh yang baik bagi umatnya.

ironinya, di kita masih banyak para ustadz yang memberikan contoh kurang baik dengan merokok, di tambah merokok sambil berdiri, sambil berjalan bahkan menggunakan tangan kiri.

bukankah syaddudari'ah itu harus dijalankan!
jika memang tidak bisa meninggalkan rokok, maka para ustadz lebih baik merorok di tempat yang baik dan memberikan contoh yang baik p**a.
=============

B. isi kandungan rokok

Kandungan rokok dan zat bahaya dalam asapnya ternyata ada ribuan macam yang siap untuk menggerogoti tubuh anda dan orang tercinta di sekeliling anda. Kandungan dalam asap rokok ternyata juga memiliki zat yang tidak kalah banyaknya dengan zat dalam rokok itu sendiri. Setidaknya ada lebih dari 4000 zat aditif berbahaya yang terkandung dalam sebuah rokok yang dapat membunuh dan menimbulkan berbagai penyakit paling berbahaya yang sangat ditakutkan.

Kandungan rokok yang paling populer sebut saja nikotin, tar, dan arsen yang cukup membuat penggunanya mati secara perlahan dan mengidap berbagai penyakit. Kandungan asap rokok lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk 43 (karsinogenik) senyawa penyebab kanker selain itu ada lagi 400 racun lainnya.
Kandungan Rokok dan Bahayanya

Kita memang tidak dapat membahas satu per satu ribuan kandungan dalam rokok, namun berikut ini adalah berbagai zat yang terkandung dan sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.

Nikotin adalah racun yang digunakan dalam pestisida dan merupakan unsur adiktif dalam rokok.
Tar adalah istilah kolektif yang digunakan untuk menggambarkan partikulat yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau. Koktail bahan kimia yang menjadi salah satu zat yang menyebabkan kanker, zat residu yang dapat menyebabkan gigi kuning pada rokok.
Fungisida dan pestisida, Penyebab banyak jenis kanker dan cacat pada kelahiran bagi ibu hamil, sangat mengganggu perkembangan janin.
Cadmium, Penyebab dengan kanker paru-paru dan prostat.
Benzene, Penyebab utama leukemia.
Formaldehyde, penyebab lain kanker paru-paru.
Nickel, Penyebab peningkatan kerentanan terhadap infeksi paru-paru dan menyebabkan kerusakan fungsi paru paru pada manusia.
Amonia, Senyawa amonia yang umum digunakan dalam produk pembersih dan pupuk. Amonia juga digunakan untuk meningkatkan dampak nikotin dalam rokok yang diproduksi. Zat ini menjadi pemicu kerusakan paru-paru dan bahkan kematian
Arsenik, zat yang digunakan untuk racun tikus dan berbagai pestisida, keracunan zat ini dapat menyebabkan mual, diare, atau bau nafas dalam kasus yang ringan. Keracunan yang berlebihan akan menyebabkan kematian.
Formaldehida, bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan mayat, dan berdampak pada bagian hidung hidung, tenggorokan dan iritasi mata.
Vinyl Chloride, bahan kimia buatan manusia yang digunakan dalam pembuatan plastik dan di filter rokok. Zat ini menyebabkan kerusakan fungsi hati.
Ethyl Furoate: salah satu zat yang menyebabkan kerusakan hati pada binatang.
Polonium: Radioaktif yang menyebabkan kanker.
Metanol, adalah sejenis cairan ringan yang mudah mencair dan menguap yang mudah terbakar. Meminum atau menghisap Metanol mengakibatkan kebutaan bahkan kematian.

Kandungan Asap Rokok

Ribuan kandungan dalam rokok ternyata juga terdapat dalam asapnya yang juga konon sangat mematikan, termasuk pada perokok pasif. Bahaya merokok bagi kesehatan memang tidak dapat di tolerir, rokok merupakan pemicu kanker yang sangat berbahaya. Berikut adalah kandungan asap rokok yang berbahaya.

Karbon Monoksida (CO)

Karbon monoksida pada asap rokok merupakan salah satu zat yang dikeluarkan knalpot mobil dan menyebabkan kematian yang sangat besar di dunia.
=============

C. Rokok Memabukan

kajian demi kajian, terdapat di bagian-bagian rokok tertentu zat adiftip aktif NAPZA yang bisa memabukan. terbukti setelah melakukan percobaan dengan membuka bungkus-bungkus rokok kemudian menggabungkan jenis rokok dan diberikan sedikit air, kemudian diracik, hasilnya positif mengandung khomer aktif.
jika rokok dikonsumsi terus menerus dalam keadaan lembab, zat akktif memabukan itu muncul.

dr.Asep, p.Hd mengemukakan: "kandungan rokok di jaman kita sekarang berbeda kandungannya dengan rokok jaman dulu, saya curiga ada oknum yang menyusupkan he**in atau jenis cairan memabukan dengan kadar yang sedikit yang dimas**an e dalam rokok. makannya dengan merokok bisa sedikit rilex, tu karena nicotin plus AC-2 CO-2 dan zat karbon he**in bekerja, sehingga jika di konsumsi terus menerus bisa saja memabukan".

D. Hukum Rokok

secara hukum, jika haram harus ada nas inti pengharaman secara dzat. jika memang telah ditemukan dzat yang diharamkan al-quran, maka hukum rokok haram. namun, sampai saat ini para ahli masih dalam proses pengkajian. untuk sementara, hukum rokok jatuh pada makruh. (lebih baik ditinggalkan).

masih menunggu pangkajian dan penelitian. kita tunggu mudah-mudahan bisa jelas dan bisa di tentukan hukumnya secara akurat.

==============
Sekian penjelasannya, Insyaalloh kita lanjutkan kembali...

25/09/2015

PENGARUH MEDIA MASA TERHADAP AQIDAH UMAT

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

“Hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, (tetaplah di atas) fitrah dari Allah yang menfitrahkan manusia di atasnya, tiada yang akan bisa merubah ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya.” (ar-Rum: 30)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizahullah berkata, “Fitrah adalah agama Islam sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه

“Setiap anak yang lahir, dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) (Syarah Fadhlul Islam, hlm. 111)



Perusak Fitrah

Fitrah yang suci ini tentu harus dipupuk dengan ilmu, iman, dan dijaga dari berbagai hal yang akan merusaknya. Fitrah manusia yang suci ini dirusak oleh berbagai hal yang dilakukan setan baik dari kalangan jin maupun manusia.

Dalam hadits qudsi, Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ

“Sungguh, Aku menciptakan hamba-Ku hunafa (lurus di atas tauhid) seluruhnya. Lalu setan mendatangi mereka dan menggelincirkan mereka dari agamanya.” (HR. Muslim no. 2865)

Setan ada dari kalangan jin dan manusia. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦

“Yang melontarkan bisikan-bisikan jelek kepada manusia.dari kalangan jin dan manusia.” (an-Nas: 5—6)



Tarbiyah Orang Tua Memiliki Andil Besar dalam Lurusnya Akidah Anak

Selain setan, tarbiyah orang tua juga memiliki andil besar dalam lurusnya akidah seorang anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه

“Setiap anak yang lahir, dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan, “Ini menunjukkan, pada asalnya fitrah manusia adalah di atas Islam. Seandainya dia selamat dari tarbiyah yang jelek dan dua orang tua yang kafir, niscaya dia akan mengarah kepada agama Islam dan mengikuti para rasul. Akan tetapi, seseorang bisa sesat/menyimpang adalah karena dai-dai (yang menyeru) kepada kesesatan.” (Syarah Fadhlul Islam, hlm. 111)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzhullah juga berkata, “Seandainya manusia selamat dari penyeru-penyeru kepada kesesatan, niscaya fitrah akan menerima al-haq dan mereka akan mengikuti para rasul….”



Media Massa Sebagai Sarana Perusak Akidah

Dari ucapan asy-Syaikh Shalih al-Fauzan di atas, kita mendapat kesimp**an bahwasanya di antara yang menyebabkan rusaknya fitrah, menyimpangnya seseorang dari tauhid dan akidah yang benar adalah bermunculannya dai-dai yang menyeru kepada kesesatan.

Kemajuan teknologi di zaman sekarang ini juga dimanfaatkan para penyeru kepada kesesatan untuk melakukan propaganda dan mempromosikan kesesatan mereka. Di antara sarana yang dimanfaatkan adalah media massa.

Kalau dahulu mereka menyebarkan kesesatan mereka di mimbar dan majelis, dalam jumlah pendengar yang terbatas, kini mereka tampil menyebarkannya di berbagai media kepada jumlah orang yang tak terbatas.

Media massa adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk menjangkau masyarakat yang sangat luas.

Media massa ada yang berupa media cetak, seperti koran, tabloid, majalah, buletin, dan lainnya. Media massa juga ada yang berupa media elektronik, seperti televisi dan radio. Media massa yang lain di zaman kita ini ialah media maya (online) yang terwujud dalam bentuk internet.

Ketahuilah, ketiga bentuk media massa di atas memiliki pengaruh besar dalam merusak fitrah seorang muslim.



Kemungkaran dalam Media Massa

Berbagai ragam kemungkaran yang ada dalam media massa sangatlah berpengaruh pada akidah seorang yang membaca dan melihatnya. Pengaruh tersebut selanjutnya akan menyebabkan rusaknya akidah.

Di antara kemungkaran yang ada dalam media massa yang merusak akidah umat adalah:



Kesyirikan

Banyak media yang menyuguhkan tayangan syirik dan tulisan berbau syirik, bahkan ada majalah dan tabloid khusus “menjajakan” kesyirikan, ini sebagian bukti media massa dijadikan sarana menjajakan kesyirikan.

Promosi Perdukunan

Perdukunan adalah satu praktik kesyirikan yang banyak digandrungi masyarakat. Di antara media yang mengandung kesyirikan adalah buku primbon dan buku mujarabat.

Dahulu dukun-dukun tidak ada yang berpromosi. Namun, kini mereka melakukan promosi di surat kabar, bahkan tanpa malu berpromosi di televisi. Para dukun yang dahulunya bersembunyi, kini tampil bak selebritis di televisi dan media lainnya. Tokoh-tokoh seperti Ki Joko Bodo, Mbah Maridjan, Mama Lauren dikenal layaknya selebritas. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Dahulu seorang yang mau berdukun harus bersusah payah datang ke tempat si dukun, namun kini mereka bisa berdukun via SMS.

Bahkan, praktik perdukunan bisa meraup ratusan juta rupiah dari “program layanan perdukunan via SMS”. Tampil seorang dukun dalam satu tayangan dan berkata, “Jika Anda ingin tahu keberuntungan Anda di masa depan, ketik REG (spasi) ###x kirim.”

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kaum muslimin seakan-akan sudah lupa tentang ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yang mendatangi dukun, atau bertanya kepada mereka, memercayai mereka.

Mungkin masih terlintas di ingatan kita, bagaimana media massa mempopulerkan Ponari yang mereka anggap tahu yang gaib dan diberi julukan “dukun cilik”.

Siaran Ritual Syirik

Kesyirikan yang seharusnya diingkari dan dihilangkan justru menjadi satu ritual budaya yang disiarkan berbagai media. Akhirnya, tidak ada lagi kebencian kepada syirik sebagaimana yang diajarkan oleh agama. Generasi muda dan anak-anak tumbuh dalam keadaan demikian.

Media-media saat ini banyak mempertontonkan acara yang akan merusak akidah muslim: pocong, penampakan, sihir, dan semisalnya. Media mempertontonkan bahwa tokoh politik A sowan ke Mbah B, selebritis C sering datang ke penasihat spiritualnya, Eyang D, yang notabene adalah dukun dan tukang ramal.

Disiarkan dan ditayangkan p**a praktik pengobatan alternatif yang mengandung kesyirikan, seperti memindahkan penyakit ke hewan dan lainnya.

Demikianlah berbagai praktik, acara, dan ritual syirik disuguhkan kepada masyarakat, yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam kubang kesyirikan.

Hampir semua media cetak menampilkan zodiak; meramal rezeki seseorang, jodoh, dan peruntungan lainnya. Ini adalah satu perkara yang sangat batil karena sudah melanggar perkara iman kepada yang gaib. Masalah rezeki dan jodoh adalah urusan gaib, tidak boleh seseorang meramal atau mengaku-aku tahu urusannya.

Promosi Paham Sesat

Banyak paham sesat yang tumbuh berkembang melalui media massa. Bahkan, hampir setiap kelompok sesat memiliki media untuk menyebarkan paham mereka baik dalam bentuk televisi, radio, atau minimalnya website. Mereka pun menerbitkan buku-buku untuk menyebarkan kesesatan mereka.

Media massa adalah sarana yang paling ideal bagi kaum liberal untuk menjajakan paham liberal. Kita telah mendengar bagaimana JIL (Jaringan Islam Liberal) dengan bebasnya memaparkan paham mereka di hadapan umat, dalam dialog, ceramah dan tulisan di surat kabar.

Mengikis Prinsip al-Wala wal Bara

Prinsip al-wala wal-bara adalah satu prinsip yang agung dalam agama Islam. Namun, media massa telah banyak memberi andil dalam mengikis prinsip ini. Umat digiring untuk menerima propaganda bahwa semua agama itu sama.

Lebih-lebih saat ini, umat digiring untuk berbasa-basi dengan Nasrani, mengucapkan selamat kepada mereka, mengadiri acara Natal, bahkan membantu perayaan hari raya mereka. Padahal Allah ‘azza wa jalla berfirman, menjelaskan ciri-ciri hamba yang beriman,
وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ

“Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri zur.” (al-Furqan: 72)

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata bahwa maksudnya ialah tidak menghadiri hari raya mereka.

Para ulama pun telah menegaskan haramnya memberikan ucapan selamat kepada orang-orang kafir dalam perayaan hari besar mereka.

Demikianlah kenyataan yang ada di sekitar kita.

Oleh karena itu, kita harus terus bersemangat belajar tauhid dan bersemangat mendakwahi umat tentang pentingnya tauhid dan bahaya syirik. Kita harus tahu bahwa setan akan terus berusaha merusak akidah dengan menjajakan kesyirikan dan kesesatan di tengah-tengah umat.

Kita juga sangat berharap kepada instansi terkait agar melarang tayangan, acara, promo, dan tulisan yang mengandung kesyirikan dan penyimpangan.

Seorang muslim hendaknya berusaha kuat menjaga kesucian akidahnya. Di antara wujud penjagaan tersebut adalah selektif mencari bahan bacaan dan informasi yang masuk, serta menjauhi media massa yang menyuguhkan berbagai kesesatan yang akan merusak akidahnya.

Kata para ulama kita,

الْقُلُوبُ ضَعِيفَةٌ وَالشُّبُهَاتُ خَطَّافَةٌ

Kalbu itu lemah, sedangkat syubahat gampang menyambar (menyesatkan).

Mudah-mudahan Allah ‘azza wa jalla terus memberikan hidayah dan keistiqamahan kepada kita semua.

Amin ya Rabbal alamin.

12/12/2014

==Seorang Muslim Merupakan Cermin Saudaranya==

Dari Abu Hurairah berkata,

المؤمن مرآة أخيه إذا رأى فيها عيبا أصلحه

"Seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya. Apabila dia melihat aib pada diri saudaranya, maka dia meluruskannya."

Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw bersabda.

المؤمن مرآة أخيه والمؤمن أخو المؤمن يكف عليه ضيعته ويحوطه من ورائه

"Seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya, dan seorang mukmin adalah saudara bagi seorang mukmin lainnya, Membantu memperbaikinya dari kesalahannya dan memperhatikannya dari belakang."

Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (6/923). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adab, 49- Bab Nashihah)

179/240. Dari Al Mustaurid, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,

من أكل بمسلم أكلة فان الله يطعمه مثلها من جهنم ومن كسى برجل مسلم فان الله عز وجل يكسوه من جهنم ومن قام برجل مسلم مقام رياء وسمعة فإن الله يقوم به مقام رياء وسمعة يوم القيامة

"Barang siapa memberi makan orang Islam dengan suatu makanan (Yaitu orang yang menjadi teman seseorang kemudian pergi ke musuhnya, lalu dia berbicara kepadanya dengan sesuatu yang tidak baik, agar dia mendapatkan hadiah darinya. Lalu musuh tersebut memberi makan dan memberi pakaian kepadanya, maka makanan tersebut tidak akan diberkahi bahkan dia akan disiksa.
), maka sesungguhnya Allah akan memberi makanan kepadanya dengan makanan seperti itu dari neraka Jahannam. Barang siapa memberi pakaian orang Islam, maka Allah Azza wa Jalla akan memberi pakaian dari neraka Jahannam, dan barang siapa berdiri atas orang Islam dengan keangkuhan dan kesombongan, maka Allah akan berdiri baginya dengan kesombongan dan keangkuhan pada hari kiamat."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (931). (Abu Daud, 40 Kitab Al Adah, 35- bab Ghaibah)

Pelajaran:
-Orang Mukmin harus bisa menjaga aib orang mukmin lagi.
-Orang mukmin harus bisa merasakan apa yang dirasakan orang mukmin lainnya.
-Bukan orang mukmin jika s**a membongkar aib orang mukmin lainnya.
-Bukan orang mukmin jika s**a menghibah.
-Bukan orang mukmin jika memiliki muka dua.
#(bukan orang mukmin: tidak sempurna keimanannya)

ingatlah, hantu itu tidak menakutkan,
yang menakutkan itu manusia yang bermuka dua. didepan baik, dibelakang mengghibah.

12/12/2014

((Dua Orang yang Mencaci Adalah Dua Syetan yang Saling Menampilkan Kejelekan dalam Pembicaraannya dan Saling Berdusta))

Dari Iyadh ibnu Himar berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إن الله أوحى إلى أن تواضعوا حتى لا يبغى أحد على أحد ولا يفخر أحد على أحد فقلت يا رسول الله أرأيت لو أن رجلا سبنى في ملإ هم أنقص منى فرددت عليه هل على في ذلك جناح قال المستبان شيطانان يتهاتران ويتكاذبان

"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada saya agar engkau saling rendah hati sehingga seseorang tidak menzhalimi orang lain dan tidak (p**a) sombong terhadap orang lain." Saya berkata, "Wahai Rasulullah! beritahukan kepada saya sekiranya seseorang mencaci maki saya di tengah-tengah orang banyak, sedangkan mereka lebih lemah daripada saya, lalu saya membalasnya, apakah dalam hal itu saya mendapatkan balasan?" Rasulullah menjawab, "Dua orang yang saling mencaci adalah dua syetan yang saling berbuat buruk dalam pembicaraanya dan saling berdusta."

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (570). [Muslim, 51-Kitab Al ]annah, hadits 94, tanpa kalimat paragraph caci-maki].

Iyadh berkata,
وكنت حربا لرسول الله صلى الله عليه وسلم فأهديت إليه ناقة قبل أن أسلم فلم يقبلها وقال إني أكره زبد المشركين

"Saya pernah sangat marah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika saya menghadiahkan seekor unta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebelum saya masuk Islam. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak menerima hadiah tersebut dan bersabda, 'Sesungguhnya saya enggan untuk menerima hadiah-hadiah dari orang musyrik'."

Shahih, di dalam kiatb Shahih Abu Daud (2690). [Abu Daud, 19-Kitab Al Haraj, 35- Bab Fil Imam Yaqbalu Hadaaya Al Musyrikin. Tirmidzi, 19- Kitab As-Sairi, 24- Bab Fi Karahiyati Hadaya Al Musyrikin].

**an: dua orang yang sedang ngobrol menjelek-jelakan orang lain/berghibah, itu sama dengan dua setan yang sedang unjuk kerja..

Address

Burujul Rt 04 Rw 05 No. 12
Bandung
40218

Telephone

+628996906523

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TAFSIR QUR'AN KONTEMPORER posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share