28/09/2024
DEATH AND OTHER DETAILS: LUBANG MENGANGA MERUSAK SEMUA
Walau diisi pemain yang memainkan perannya dengan hampir sempurna, kualitas sinematografi yang memanjakan mata, dan plot yang menarik; Death and Other Details gagal membuat penonton terkesan, entah karena apa: mungkin karena ada lubang fakta yang tidak terjembatani. Atau, ada yang ‘kebakaran jenggot’ karena serial misteri ini memotret tingkah elit terlalu blak-blakan.
Saya sangat menyukai kisah detektif yang memecahkan misteri. Bacaan semacam Trio Detektif, Lima Sekawan, hingga serial Noni dan Pulung karya B**g Smas; membawa imajinasi petualangan untuk memecahkan teka-teki kejahatan yang tidak terungkap. Dan, rasa penasaran pun tuntas begitu sang tokoh utama berhasil memojokkan pelaku kriminal dengan bukti-bukti tak terbantah.
Walaupun tidak seluruhnya bergenre misteri, karya-karya John Grisham juga bacaan favorit saya karena dibumbui sentuhan aspek legal yang kuat—sistem hukum Amerika Serikat yang punya perbedaan signifikan dengan sistem hukum Indonesia.
Hanya, puluhan tahun kemudian baru saya mampu untuk menikmati tulisan-tulisan yang lebih klasik semacam karya-karya Agatha Christie atau Sir Arthur Conan Doyle. Terutama sejak karya mereka diadaptasi dalam bentuk mini seri televisi.
Death and Other Details menyajikan kisah ala Agatha Christie: karakter tiap tokoh digambarkan punya konflik dan misterinya sendiri. Mirip Murder on the Orient Express. Sutradara menggambarkannya dalam flashback berulang.
Dengan sinematografi penuh warna tegas, Death and Other Details dibuka dengan kisah tahun 2005, Imogene Scott (diperankan Sophia Reid-Gantzert), gadis berusia sebelas tahun yang diasuh oleh pasangan Lawrence (David Marshall Grant) dan Katherine Collier (Jayne Atkinson)—miliarder kaya, pemilik pabrik tekstil—setelah kematian sang ibu, Kira—sekretaris Lawrence—akibat bom mobil.
Adegan selanjutnya adalah detektif—diklaim sebagai terbaik di dunia—Rufus Cotesworth (Mandy Patinkin) dipanggil untuk menyelidikinya. Sang detektif terikat dengan Imogene, tetapi anak itu hancur ketika dia tiba-tiba meninggalkan kasus ibunya yang belum terpecahkan.
Delapan belas tahun kemudian, Imogene bergabung dengan Lawrence, istrinya Katherine, putrinya Anna (Lauren Patten) dan istrinya Leila (Pardis Saremi), dan putranya Tripp (Jack Cutmore-Scott) di kapal pesiar SS Varuna untuk merayakan pensiunnya Lawrence. Rombongan mereka termasuk Gubernur Washington Alexandra Hochenberg, Pastor Toby Briggs dan Derek—putra Toby—yang seorang influencer di media sosial dan pengacara keluarga Collier: Llewellyn Mathers.
Bersiap untuk menggantikan Lawrence sebagai CEO, Anna telah mengundang keluarga Chun yang kaya dari industri fashion untuk menyelesaikan merger. Imogene kecewa melihat Cotesworth ikut dalam kapal pesiar tersebut. Cotesworth adalah staf keluarga Chun.
Imogene melihat Keith Trubitsky, investor Tripp, yang bersikap kasar pada salah satu pelayan, dan bertekad balas dendam. Imogene menyelinap ke kamarnya dan menghancurkan arlojinya. Paginya, Trubitsky ditemukan tewas, tertembak dengan tombak, tetapi Cotesworth menghapus rekaman keamanan Imogene yang memasuki kamar Trubitsky dan meyakinkannya untuk membantunya menemukan pembunuhnya. Imogene menyadari bahwa Trubitsky bekerja sama dengan Cotesworth, dan dengan berat hati setuju untuk menggantikannya.
Selanjutnya adalah kisah pemecahan misteri pembunuhan-di-ruang-tertutup. Imogene dan Rufus berusaha menemukan pembunuh Trubitsky, namun selalu terbebani dengan pengeboman mobil Kira delapan belas tahun lampau yang tidak kunjung terkuak juga pelakunya. Hampir semua yang ada dalam kapal pesiar tersebut memiliki motif. Bahkan ketika pembunuh Trubitsky akhirnya terungkap, masalah tidak selesai. Motif sang pembunuh tidak cukup dipercaya. Memicu frustrasi sang tokoh protagonis.
PARA PEMAIN BERISI PERAIH PENGHARGAAN
Mini seri ini dipenuhi pemain bertalenta dan penerima penghargaan. Mandy Patinkin yang menjadi profiler pelaku kejahatan dalam serial Criminal Mind selama dua musim pertama. Patinkin juga penerima penghargaan Tony Award; Primetime Emmy Award. Juga dinominasikan tujuh kali di Drama Desk Awards, tiga kali nominator di Golden Globe Awards, and sekali Screen Actors Guild Award.
Sejawatnya di Criminal Mind, Jayne Atkinson—pemeran kepala BAU, Erin Strauss—adalah pemain kawakan di Broadway dan penerima penghargaan Tony Award. Sayang, peran Jayne dalam seri ini kurang dimaksimalkan.
Peran Anna Collier, ahli waris kerajaan bisnis Collier yang digambarkan paling “waras” dan pandai menyelesaikan masalah dilakukan oleh peraih Tony Award juga: bahkan peraih Grammy Award untuk Best Musical Theater Album.
Mungkin yang “kurang penghargaan” adalah Violett Beane. Namun, pilihan sang casting coordinator tidak salah. Pemeran Imogene Scott ini melakoninya dengan sangat baik.
POTRET PARA ELIT
Selain berkutat dengan plot misterinya, sutradara—atau tim penulis skenario—menggambarkan jalan pikiran dan naluri orang-orang superkaya dalam menghadapi kondisi kritis yang mengancam nyawa mereka: bergantung dengan kekayaan mereka.
Alasan yang selalu mereka sampaikan—para elit itu—mengingatkan saya akan ucapan Imam Besar Kayafas saat memutuskan hukuman mati kepada Yesus dari Nazaret: “… demi rakyat, lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa hancur …” (Yohanes 11:50). Kalau kita baca, arti seluruh bangsa tidak lebih daripada kepentingannya sendiri. Serial ini mengungkap ironi ini dengan blak-blakan.
Walau menarik, sayang sekali, setelah episode ke-10 serial ini dihentikan. Buru-buru diselesaikan. Jika Anda penasaran dan googling, dijelaskan tidak ada musim kedua untuk Death and Other Details. Disiarkan di platform streaming Hulu pada 16 Januari 2024. Musim pertama selesai pada Maret 2024. Saya menontonnya di platform streaming dari perusahaan India: Disney + Hotstar.
Acara ini gagal memberikan dampak yang berarti bagi penonton setelah dirilis, karena tidak pernah berhasil menembus peringkat 10 teratas Nielsen sejak episodenya mulai ditayangkan di Hulu. Selain itu, acara ini juga kurang mendapat perhatian dari para kritikus, dengan musim pertama yang meraih peringkat persetujuan sebesar 55% di Rotten Tomatoes.
Memang ada yang bilang logika dalam fiksi harus lebih ketat—lebih masuk akal, bahkan daripada kehidupan nyata. Fiksi ilmiah sekalipun harus ‘logis’; misalnya: kesuksesan seorang tokoh, protagonis maupun antagonis, harus ada penjelasannya. Tersamar ataupun Saat menonton serial ini, saya merasa ada lubang menganga dalam logikanya.
Namun, jangan-jangan serial ini dihentikan karena ada elit yang risih. Siapa tahu. (byp)